
Malam pun telah tiba, Samuel baru saja membersihkan diri setelah seharian bekerja di kantor, ia terlihat begitu sangat lelah, Samuel segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang tempat tidur, namun sebelum ia tidur, Samuel tidak sengaja mendengar ponsel Adel berkali-kali bergetar di sampingnya, Samuel yang merasa kepo pun langsung menatap ponsel yang tergeletak di atas kasur.
Di layar ponsel tertera jelas nama Romi, laki-laki kemarin, Samuel yang melihat Adel mendapat pesan dari Romi pun langsung meraih ponsel tersebut. Samuel pun segera membaca isi pesan dari Romi, karena Samuel tahu pasword ponsel Adel.
"Mana uang 25 jutanya, cepat kirim, kalau tidak kamu kirim aku akan bilang kepada Samuel." pesan yang sudah di baca oleh Samuel.
Samuel yang membaca pesan dari Romi seketika bingung, apa maksut nya Romi meminta uang 25 juta. Samuel pun seketika menggeser Chat ke atas ternyata Romi dan Adel sudah berkali-kali saling mengirim pesan. Dari atas Samuel membaca pesan tersebut. Dari mulai Romi meminta uang 10 juta hingga pesan baru ini.
Samuel yang sudah membaca pesan seketika tak percaya, bahwa anak yang di kandung Adel bukanlah anaknya, hatinya yang tadinya tenang, seketika membara, ia tidak menyangka wanita yang selama ini ia pertahankan adalah wanita busuk. Adel baru saja keluar dari dalam toilet untuk membersihkan wajahnya, saat Adel baru keluar dan menutup pintu toilet ia menatap ke arah Samuel yang sedang menggenggam ponselnya dengan erat.
Adel pun seketika melebarkan matanya, ia terkejut saat Samuel menggenggam ponselnya. "Mas.." ucap Adel yang berjalan mendekat ke arah ranjang tempat tidur, namun tiba-tiba.
"Brakkk" Ponsel yang Samuel lempar mengenai lemari hingga ponsel nya pun pecah terbelah menjadi beberapa bagian karena terbentur cukup keras.
Adel yang melihat adegan barusan menjadi sangat takut, Adel melihat Samuel begitu marah. "Mas.. ini semua salah paham." ucap Adel.
"Diam kamu wanita murahan!." Samuel yang menunjuk ke arah Adel lalu turun dari ranjang. "Kamu membohongiku, kau bilang Romi hanyalah teman masa kuliahmu, namun ternyata apa, Romi adalah mantan mu dulu sebelum dengan ku, dan ternyata kalian masih menjalin hubungan karena anak yang ada di dalam perutmu adalah anaknya bukan anakku!." Samuel yang begitu terlihat marah, matanya terlihat begitu sangat merah terdapat kebencian.
__ADS_1
"Tidak mas.. itu tidak benar, Romi hanya lah berbohong, dia berkata seperti itu hanya untuk memeras ku." Adel yang terus mencari alasan.
"Seharusnya aku dari dulu sadar Adel, bahwa kau bukan lah wanita yang baik, aku menyesal menjalin hubungan denganmu, aku rela meninggalkan berlian seperti Riri hanya demi mempertahankan batu bata sepertimu!." ucap Samuel dengan begitu sangat marah.
Adel semakin ketakutan, ia takut Samuel akan mengusirnya dari rumah ini. "Maafkan aku mas.. maaf, tapi semua ini tidak benar, ini adalah anakmu." Adel yang mendekat ke arah Samuel dan mencoba meriah tangannya, namun Samuel menolak.
"Menjauh lah dariku.. aku tidak sudi menyentuhmu wanita ular." Samuel yang mendorong tubuh Adel agar menjauh darinya.
"Kenapa mas tega kepadaku?." Adel yang seketika menitihkan air mata.
"Seharusnya aku yang bertanya kepadamu, kenapa kamu tega membohongiku? apa kurangnya aku dari mu, ha.. apa.. semua yang kamu minta aku selalu memberikannya, kamu minta uang, aku mengabulkan, ibu mu meminta uang aku berikan, kamu menyuruhku menceraikan Riri aku turuti, dan kamu meminta ku bertanggung jawab atas anak itu aku siap, tapi apa! janin itu bukan anakku brengsek!."
"Aku benci dengan wanita sepertimu, kamu adalah wanita paling berbisa yang pernah aku temui!." Samuel yang menunjuk ke arah Adel.
Adel yang melihat Samuel begitu sangat marah seketika menjadi takut, ia pun berjalan mundur untuk menjauh.
"Aku Terima semua kekuranganmu, bahkan aku memaksa keluarga ku untuk menerimamu, namun ini kah balasan yang kau berikan kepadaku wanita ular!." Samuel yang seketika langsung menjambak rambut Adel.
__ADS_1
"Auuu.. sakit mas.. aku minta maaf mas.. aku tahu aku salah, tapi aku benar-benar mencintaimu, aku takut kehilanganmu."
"Lebih baik kamu musnah dari muka bumi ini." Samuel yang semakin menjambak rambut Adel secara kencang.
Di ruang keluarga, nyonya Amalia dan tuan Wijaya yang mendengar Samuel teriak-teriak, dan beberapa barang pecah mencoba untuk menghampiri. Mereka berdua berlari menaiki anak tangga untuk menuju ke kamar anaknya. Namun saat tuan Wijaya baru saja membuka pintu ia melihat Samuel sudah mencekik leher Adel, bahwa tuan Wijaya juga melihat kamar begitu berantakan.
Tuan Wijaya yang melihat tindakan anaknya seketika terkejut. "Samuel.. apa-apa an kamu." tuan Wijaya yang sudah menarik tubuh Samuel agar menjauh dari Adel.
"Uhuk-uhuk.. " Adel yang betuk-batuk karena di cekik oleh Samuel.
"Adel kamu tidak apa-apa?." tanya tuan Wijaya. "Samuel kamu ini apa-apa an, Adel sedang hamil, apa kamu gila, dan apa ini, kenapa semua barang berserakan."
Nyonya Amalia yang melihat anaknya begitu marah hanya diam, karena baru pertama kalinya nyonya Amalia melihat anaknya begitu sangat murka.
"Lepaskan dia pa, jangan menyentuh wanita ular itu, dia membohongiku." teriak Samuel. " Asal Papa dan mama tahu, janin yang ada di dalam kandungan Adel bukanlah anakku, melainkan anak dari laki-laki lain." lanjut Samuel lagi.
Degggg...
__ADS_1
Tuan Wijaya dan nyonya Amalia yang mendengar ucapan Samuel seketika terkejut, mereka masih tidak percaya bahwa itu bukanlah cucunya, yaitu bukan benih Samuel, melainkan benih orang lain.