
Satu bulan setelah perceraian Riri bersama Samuel, Riri pun mencoba membuka hatinya untuk Alex, sering kali Riri dan Alex menghabiskan waktu bersama, kehamilan yang sudah memasuki usia 5 bulan, Riri sudah mulai jarang datang ke kantor, dan posisinya sementara di gantikan oleh sang kakak yaitu Bimo. Riri percayakan perusahaannya itu kepada sang kakak yang sama-sama berkecimbung di dunia bisnis. Sehari-hari Riri habiskan waktunya di rumah, sesekali ke kantor kala Riri merasa bosan, dan pergi ke mall untuk shoping bersama Mita sekretarisnya atau bersama Alex, jika Alex ada waktu kosong yaitu free, namun kerap sekali Alex menyempatkan waktunya untuk sang pujaan hati, bahkan setiap hari mereka hampir bertemu.
Saat Riri sedang duduk santai di pagi hari di dekat kolam renang, tiba-tiba ponselnya pun berdering.
"Kluting" seketika membuat Riri meraih ponsel yang tidak jauh darinya.
Riri melihat ada pesan dari Alex yang bertuliskan. "Aku jemput di rumah ya, dan cepat siap-siap, kita akan bertemu mama." pesan dari Alex.
Riri yang membaca pesan tersebut agak bingung. "Mama?." Riri seketika berfikir. "Alex mau ketemu mamaku, untuk apa?."
Riri yang masih tidak paham dengan pesan Alex pun seketika kembali mengirim pesan. "Untuk apa kita akan menemui mama Tata, apa ada yang ingin kamu bicarakan?." Riri yang sudah menulis pesan lalu ia kirimkan ke Alex.
Tidak lama Alex pun kembali membalas pesan dari Riri. "Bukan bertemu mama Tata, kita akan bertemu mama ku, kamu dandan yang cantik ya."
Deggggg....
Riri yang kembali membaca pesan dari Alex seketika merasa deg-degan. Baru pertama kalinya Riri akan menemui orang tua Alex. "Tapi aku belum siap Lex untuk menemui orang tuamu, apa lagi keadaanku seperti ini." pesan Riri.
"Sudah jangan khawatir, cepat siap-siap, aku jemput sekarang." pesan dari Alex, seketika membuat Riri beranjak berdiri dari tempat duduknya.
Riri pun segera masuk ke dalam rumah, namun saat tiba di ambang pintu tiba-tiba ia sudah melihat ke hadiran Alex di depannya.
"Lohh.. kok belum siap-siap?. " tanya Alex membuat Riri terkejut.
"Kamu kok udah sampai sini saja, katanya baru mau OTW?."
__ADS_1
"Biarin, nanti kamu kelamaan siap-siapnya kalau aku baru OTW."
"Tapi aku belum siap Lex untuk bertemu dengan orang tuamu, lihat perutku udah besar, aku malu bertemu dengan orang tua mu." Riri yang memasang muka memelas.
"Lalu kamu kapan siapnya, nunggu anak kita ini lahir? tanya Alex.
Lagi-lagi jantung Riri berdebug sangat kencang. "Anak kita?."ucap Riri di dalam hati, baru kali ini Riri mendengar Alex berkata anak kita, padahal jelas-jelas janin di dalam perutnya bukan anak Alex.
" Hey aku tanya kamu kapan siapnya, dan untuk apa kamu malu, kamu seperti ini kan bukan keinginanmu?.
"Aku takut Lex, mama atau papa mu tidak menyambut ke hadiran ku."
"Mama dan papa baru saja pulang dari Australia, dan aku sudah bilang kepadanya akan memperkenalkan kekasihku, dan mereka senang tidak sabar bertemu dengan mu, jadi kamu tidak perlu khawatir." Alex yang mengusap pipi Riri secara lembut.
"Baiklah.. aku akan ber siap-siap dulu."
"Tapi kamu ikut aku dulu."
"Kemana?" tanya Alex.
"Pilihkan baju yang bagus untukku, kamu kan laki-laki pasti lebih tau mana baju yang bagus untuk perempuan."
Alex yang mendengar ucapan Riri kembali tersenyum, Alex hanya mengangguk tanpa menjawab apapun.
Riri pun berjalan menuju ke kamarnya, dan di ikuti Alex di belakangnya, sesampainya di kamar Riri membuka almari yang begitu besar miliknya, di dalamnya terdapat baju begitu banyak ber aneka bentuk dan warna.
__ADS_1
"Aku bingung harus pakai yang mana, karena aku tidak punya baju." Riri yang mengeluh.
Alex yang mendengar ucapan Riri sontak terkejut. "Baju sebanyak ini, kamu bilang tidak punya baju? bahkan kemarin kamu juga habis shoping di mall, lalu ini apa kalau bukan baju sayang?."
"Semua jelek-jelek Lex, pasti tidak ada yang cocok di tubuhku."
"Jangan mengeluh, kamu pakai apa saja tetap cantik, ayo aku bantu untuk memilih." Alex yang seketika mendekat ke arah almari.
Riri pun sudah meraih beberapa pakaian, dari pakaian yang sexsi, elegan, dari yang biasa hingga yang termahal sampai ratusan juta harganya, Riri terus berdiri di depan kaca, satu persatu baju ia tempelkan di tubuh mungil namun berisi, sedangkan Alex duduk di atas ranjang tempat tidur sambil memperhatikan kekasihnya yang sedang sibuk dengan pakaiannya.
"Ini tidak cocok." Riri yang melempar pakaian di atas ranjang tempat tidur.
"Ini juga tidak cocok." Riri kembali lempar pakaian selanjutnya.
"Ah ini juga kenapa jelek sekali di tubuhku." Riri lempar lagi pakaian tersebut, hingga hampir mengenai Alex.
Alex yang dari tadi memperhatikan gelagat Riri yang memilih baju hampir 10 kali tapi tidak ada yang cocok pun seketika beranjak berdiri mendekat ke arah Riri.
"Kamu itu hanya akan bertemu dengan orang tuaku sayang, bukan bertemu dengan presiden, untuk apa kamu bingung akan mengenakan baju yang mana, asal kamu tahu ya, kamu itu tetap cantik memakai baju jelek pun." Alex yang memeluk tubuh Riri dari belakang, sambil mengusap perut buncit Riri.
"Aku harus tampil cantik di depan orang tuamu Lex, aku harus tampil sempurna di depan mereka."
Alex pun melepaskan pelukannya dari tubuh Riri lalu mengambil satu baju berwarna merah muda dari almari, dres dengan panjang selutut kaki, terdapat pita besar di bagian dada, polos namun terlihat anggun dan elegan.
"Pakai ini aja.. ini cocok untukmu, jangan menolak karena ini adalah pilihan ku." Alex yang memberikan dres itu kepada Riri.
__ADS_1
"Kamu yakin aku cocok memakai baju ini?."
"Iya.. cepat ganti, aku tidak sabar melihatnya.."