
Riri baru saja keluar dari ruang persidangan, dari kejauhan ia melihat Alex berdiri di dekat mobil kelihatan sedang menunggu dirinya. Alex yang melihat Riri langsung saja membukakan pintu.
"Sudah selesai, ayo masuk." ucap Alex.
"Lohh di mana Mita, apakah dia sudah pulang?." tanya Riri sambil menatap ke arah mobil.
"Iya dia sudah pergi terlebih dahulu naik taxsi, katanya dia ada urusan yang mendesak, lalu menitipkan kamu kepadaku." jawab Alex.
"Ahh begitu rupanya."
"Iya, ya sudah ayo masuk, aku antar pulang."
Riri dan Alex pun sudah masuk ke dalam mobil, dan mobil mewah berwarna hitam siap melaju meninggalkan gedung persidangan, di dalam mobil Riri hanya diam tanpa berbicara apapun fokus menatap pada jalan, sedangkan Alex yang sedang mengemudikan mobil sedikit mencuri pandang terhadap Riri.
"Apakah kamu baik-baik saja Ri?." tanya Alex membuat Riri tersadar dari lamunannya.
"Ah iya, aku baik-baik saja." Riri yang menoleh ke arah Alex di sampingnya.
"Apakah masih ada beban di fikiran mu, setelah kamu bercerai dengan Samuel?."
"Tidak Lex, aku justru merasa lega akhirnya aku bisa lepas dari dia, sekarang aku sudah bisa hidup bebas tanpa tekanan dari siapa pun, sekarang aku hanya ingin fokus terhadap janinku, hingga aku melahirkan dan membesarkan nya."
"Syukur lah jika kamu sudah lega." Alex yang kembali tersenyum, dan Riri pun juga ikut tersenyum.
__ADS_1
Alex kembali fokus melajukan mobil untuk menuju ke kediaman Riri. Di dalam mobil kembali sunyi, tidak ada obrolan apapun di antara mereka berdua, namun Alex menjadi salah tingkah ketika Riri terdiam saja sambil menyenderkan kepala di kaca mobil. Dan tidak lama hujan pun turun namun tidak terlalu deras. Alex ingin memulai obrolan lagi, namun bingung harus dari mana.
"Ri.. maaf atas ucapanku kemarin." Alex yang kembali mencari obrolan., agar bisa berbicara dengan Riri.
Riri yang mendengar ucapan Alex seketika menoleh. "Ucapan apa?." Riri yang lupa Alex mengucapkan sesuatu kepadanya.
"Aku yang mengungkapkan perasaan kepadamu, sepertinya waktu itu tidak tepat untuk aku mengungkapkan perasaan." jawab Alex sambil salah tingkah.
"Ah itu rupanya, seharusnya aku yang meminta maaf kepadamu Lex, bukan kamu."
"Memang kamu kenapa kok minta maaf?."
"Ya karena waktu itu aku belum bisa menjawab pertanyaan dari kamu, bukan waktunya yang tidak tepat, tapi karena aku masih syok, tidak menyangka kalau kamu menaruh rasa denganku."
"Oh, maaf ya kalau aku berbicara secara tiba-tiba, dan mungkin aku juga terlalu percaya diri mengatakan itu, tidak mungkin kan seorang Riri jatuh cinta kepadaku."
"Aku menyukai mu jauh sebelum kamu mengenal Samuel Ri, bukan saat ini, dan itu alasan aku sampai sekarang belum mempunyai wanita, karena aku merasa semua kelebihan wanita itu ada di kamu, aku tidak bisa menemukan wanita sesempurna kamu."
"Namun sekarang aku berbeda Lex, lihat ke adaan ku, aku hamil tanpa seorang suami, apakah kamu akan tetap mencintaiku, tidak kan?."
"Kenapa, apa ada yang salah, perasaanku akan tetap sama, seperti apapun kamu, hampir 5 tahun aku mencintai mu Riri."
Riri yang mendengar ucapan Alex seketika diam, Riri tatap lamat-lamat laki-laki di sampingnya, Laki-laki yang tak kalah tampan dari sang mantan suami, memiliki hidung yang menjulang tinggi, bibir yang merah, netra yang berwarna biru, dan wajah yang mempesona.
__ADS_1
"Kenapa tidak dari dulu aku menyadari bahwa kamu mencintaiku." ucap Riri didalam hati.
"Tapi aku paham perasaanmu saat ini, pasti kamu masih trauma dengan pernikahan dan membutuhkan waktu untuk sembuh dari semua ini." lanjut Alex yang melihat Riri hanya diam.
"Apakah kamu akan menerimaku, aku ini sedang hamil Lex, dan itu bukan anakmu."
"Kenapa tidak, aku akan menganggap janin itu seperti anakku sendiri."
"Kamu bisa menerimaku, namun apakah keluargamu bisa, keluargamu itu bukan orang sembarangan."
Alex pun seketika memberhentikan mobil begitu saja di pinggir jalan, lalu ia menatap wajah Riri begitu dekat. Kedua tangannya pun mencoba meraih wajah cantik Riri.
"Yang menjalani hidup itu kita berdua, bukan orang tuaku, apa lagi kamu juga bukan wanita sembarangan, mana mungkin orang tua ku menolak mu."
Riri yang mendengar ucapan Alex seketika hatinya menjadi berdebuk begitu kencang, wajah mereka saling bertatapan, dan mata pun saling pandang, hanya ada jarak 5 CM di atara mereka berdua, entah kenapa hati Riri menjadi luluh kala melihat laki-laki tampan di depannya. Riri juga merasa aman jika di dekat Alex, ia juga merasa nyaman bila bersama Alex. Riri berfikir apakah dia sudah mulai mencintai Alex.
"Fikirkan lagi ucapanku ini, dan berilah jawaban segera untukku, aku tidak memaksamu untuk mencintaiku, namun aku membutuhkan jawaban yang pasti, agar aku tidak bingung dengan perasaanku, agar aku tahu aku harus tetap mencintaimu, atau melepaskanmu Ri." ucap Samuel lalu menjauhkan wajahnya dari wajah Riri.
Riri yang mendengar ucapan Alex hanya mengangguk, Riri tidak lagi bisa berkata apapun terhadap Alex, rasanya bibir terkunci begitu saja, kala Alex terus menatap matanya.
.
.
__ADS_1
.
Up tipis-tipis. Author kerja dulu hehe 😁❤