Surat Cerai Yang Ku Layangkan

Surat Cerai Yang Ku Layangkan
Kedatangan Anya


__ADS_3

Keesokan harinya, Riri sudah bangun lebih dulu dengan baby Exzi, karena baby Exzi sudah terbiasa bangun pagi sebelum mommy nya bangun, Riri pun langsung mengendong baby Exzi untuk melihat pemandangan di pagi hari dari atas balkon, sedangkan Alex yang tidur sendiri di kamar sebelah belum terlihat batang hidungnya, karena tadi malam Akex sibuk menonton bola hingga larut pagi. Mungkin dia masih mengantuk pikir Riri.


Alex dan Riri memutuskan untuk berlibur selama tiga hari di sana, Riri benar-benar menikmati pemandangan di pagi hari, bahkan suasana di sana begitu sangat sejuk, di tambah suara deburan ombak yang saling berlomba-lomba. Riri pun memutuskan untuk turun ke bawah di lantai satu, yaitu tempat yang terdapat kolam renang dan taman. Riri begitu bahagia menikmati hari liburnya bersama baby Exzi dan juga Alex, ya walaupun kemarin ada sedikit drama karena Alex bertemu dengan Anya, yang mengaku mantan kekasih Alex.


Saat Riri sedang menikmati suasana di pagi hari di Villa, tiba-tiba pintu bel Villa berbunyi, Riri pun seketika menoleh ke arah pintu depan, Riri berfikir siapa yang datang ke sini sepagi ini, apakah itu Mita asistennya, sepertinya tidak mungkin Mita datang ke Villa sepagi ini. Riri pun mencoba berjalan untuk membukakan pintu, karena ia begitu penasaran siapa yang datang ke Villa tempatnya menginap di jam setengah 7 pagi.


"Cek lak." Pintu yang sudah terbuka. Saat Riri membuka pintu Riri di kejutkan dengan wanita yang kemarin di lihatnya di pantai, yaitu Anya, Riri berfikir bagaimana Anya bisa tahu kalau Riri dan Alex menginap di Villa ini, bahkan untuk apa Anya datang ke Villa tersebut.


"Kamu?." ucap Riri yang masih syok dengan kedatangan Anya di Villa tersebut.


"Hay.. selamat pagi." sapa Anya sambil tersenyum.


"Ngapain kamu ke sini, dan dari mana kamu tahu kalau aku menginap di Villa ini?." tanya Riri dengan penuh curiga.


"Boleh aku masuk?."


"Aku tanya sama kamu dari mana kamu tahu kalau aku menginap di sini, dan buat apa kamu kesini, orang tanya itu di jawab dulu, bukanya balik nanya." Riri yang sudah tidak ramah lingkungan lagi.


"Kan kemarin aku sudah bilang bahwa ayahku adalah owner dari Villa dan transportasi di sini, jadi itu hal yang gampang untuk aku sampai sini."jawab Anya.


"Lalu untuk apa kamu datang ke sini? ada perlu apa?." Riri yang menatap tidak suka kepada Anya, Riri benar-benar terganggu dengan kehadiran Anya, apa lagi jika Anya dan Alex saling bertemu.


"Kemana Alex? apa dia belum bangun?." Anya yang mencoba sedikit melihat ke dalam rumah untuk mencari keberadaan Alex.

__ADS_1


"Apa kamu ke sini hanya untuk mencari Alex?."


"Iya.. karena aku ingin mengantarkan sarapan untuknya, ini makanan spisyal untuk nya." Anya yang sudah menteng sebuah box makanan di tangannya.


"Ehh anda nona Anya yang terhormat, apa anda ini kemarin tidak dengar bahwa Alex itu adalah calon suami saya, seharusnya anda bisa berfikir dong, pantas tidak anda memberikan makanan kepada calon suami orang."


"Loh.. kan baru calon suami, belum nikah kan, sebelum janur kuning melengkung Alex bukan punya siapa-siapa, yang udah nikah aja masih bisa di selingkuhi apa lagi yang baru calon, contohnya kamu." ejek Anya.


"Eh.. tutup ya mulut Anda, anda tahu tidak anda ini sangat meresahkan." sahut Riri.


Riri yang mendengar ucapan-ucapan Anya rasanya ingin menarik rambut pirang di depannya tersebut. "Coba saja aku nggak bawa baby Exzi udah aku jambak tu rambut pirang." ucap Riri di dalam hati.


"Pergilah aku tidak mengizinkan mu masuk." ucap Riri dengan sangat tegas.


Riri yang melihat Anya semakin menjadi-jadi pun semakin geram. "Aku bilang pergi, wanita tidak punya malu!." Riri yang mencoba untuk mendorong Anya agar pergi dari Villa tersebut.


Alex yang berada di lantai dua yang mendengar ada kegaduhan di bawah seketika langsung bangun dan menuju ke lantai satu. "Sayang.. apa kamu ada di bawah." panggil Alex yang sudah menuruni anak tangga.


Alex yang sudah berada di lantai satu seketika terkejut dengan kehadiran Anya di Villa mereka, apa lagi Anya dan Riri sedang berdebat. "Sayang.." panggil Alex lagi yang mendekat ke arah Riri dan Anya.


Anya yang melihat ke hadiran Alex pun seketika tersenyum. "Hay Alex, kita ketemu lagi." sapa Anya.


Alex yang melihat kehadiran Anya semakin geram, belum juga dia dan Riri baikan, malah Anya datang lagi di hubungan mereka.

__ADS_1


"Nih mantan kamu datang lagi." ucap Riri sangat cuek.


Alex yang mendengar ucapan Riri seketika merasa muak, Alex benar-benar malas jika Riri berkata bahwa Anya adalah mantannya.


"Mending selesaikan dulu deh hubungan mu dengan wanita ini jika memang hubungan kalian dulu belum selesai!." ucap Riri kepada Alex lalu berjalan pergi untuk kembali ke kamar namun di cegah oleh Alex.


"Sayang.. kamu mau ke mana, jangan pergi." Alex yang menarik tangan Anya.


"Aku malas ya Alex mempunyai laki-laki yang belum selesai dengan masa lalunya, apa lagi kalian pernah berhubungan sampai sejauh sana." ucap Riri. "Aku sudah tidak mau terluka, cukup kemarin saja!." lanjut Riri.


"Iya aku tahu, kamu diam di sini dulu." perintah Alex terhadap Riri.


Alex pun seketika menatap ke arah Anya yang masih berdiri di ambang pintu. "Kamu mau ngapain sih ke sini Anya? kalau kamu datang ke sini hanya cuman untuk merusak hubungan ku dengan Riri itu tidak akan bisa, lebih baik kamu pergi, lagi pula kita hanya teman, jadi kamu tidak usah mengaku-aku kalau aku adalah mantan kamu, aku tidak Terima itu!."


"Tapi memang itu kenyataannya Alex kita itu mantan."


"Stop Anya!." bentak Alex."Aku tidak pernah suka sama kamu, dan mohon pengertiannya aku dan Riri sebentar lagi menikah, jadi jangan membuat onar, dan mengaku-ngaku kalau kamu itu mantan aku, lebih baik kamu pergi dan jangan pernah menemui aku lagi."


"Niat aku baik lo Alex." ucap Anya sambil memasang muka memelas. "Aku hanya ingin mengantarkan sarapan."


"Aku tidak butuh, jadi aku ulangi sekali lagi, jangan mengganggu ku dan Riri, jangan membuat kita renggang karena ucapan-ucapan palsu mu itu, kamu paham!." bentak Alex lagi yang merasa tidak suka dengan Anya.


"Dan sekarang aku minta tolong pergi dari sini." lanjut Alex lagi.

__ADS_1


Anya yang di usir oleh Alex pun seketika pergi, dengan wajah yang yang kecewa.


__ADS_2