
Pagi ini Alex akan kembali menemui tuan Tiger untuk membatalkan bisnis yang telah ditawarkan oleh tuan Tiger kepadanya, ia sudah meluncur menuju ke perusahaan Tiger grup yang lokasinya cukup jauh sekitar 1 jaman, Alex pergi bersama sekretarisnya yang bernama David, serta sopir pribadinya, di perjalanan Alex berkali-kali mendapat pesan dari calon mertuanya yaitu tuan Hadiwinata untuk ber hati-hati dengan Tiger serta bodyguard-bodyguard nya, karena mereka semua sangat licik.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya Alex pun tiba di sebuah perusahaan besar dengan Huruf besar tertera jelas di depan perusahaan tersebut adalah Tiger Grup. Mobil Alex pun sudah memasuki parkiran kantor, mobil mewah hitam pun sudah terparkir sempurna di depan gedung megah tersebut, Alex segera turun dari mobil kala mobil sudah di buka oleh laki-laki memakai baju serba hitam.
"Selamat pagi pak." sapa laki-laki berbusana serba hitam tersebut sambil menundukkan bahunya untuk memberi hormat, dan Alex hanya mengangguk pelan.
Alex pun sudah berjalan masuk untuk menuju ke ruangan tuan Tiger, dengan David yang terus berjalan di belakangnya, Alex begitu terlihat sangat tampan dengan setelan jas berwarna Navy, dan rambut yang begitu sangat rapi, tak sedikit wanita di sana menatap ke arah Alex karena ketampanan Alex dan gaya Alex yang begitu cool penuh dengan karisma, siapa yang tidak merasa kagum dengan laki-laki tinggi, putih, wajah blasteran dengan netral berwarna biru.
Alex sudah memasuki lift untuk menuju ke lantai 4 yaitu ruangan tuan Tiger, saat tiba di depan ruangan, Alex melihat ada dua bodyguard yang sedang berjaga di depan ruangan. Salah satu Bodyguard pun sudah membukakan pintu untuk mempersilahkan Alex masuk ke dalam ruangan.
Saat Alex masuk ke dalam ruangan, ia di kejutkan dengan kehadiran Anya di dalam ruangan tersebut. "Hay Alex.." sapa Anya sambil melambaikan tangannya ke arah Alex.
Alex yang mendapat sapaan dari Anya, dia hanya diam, karena tujuan dia datang ke kantor tersebut untuk bertemu dengan tuan Tiger bukan dengan anaknya yang rempong itu.
"Selamat datang di perusahaan saya Tiger Grup, tuan Alex yang terhormat." Tuan Tiger yang sudah beranjak berdiri untuk bersalaman dengan Alex.
"Terimakasih tuan." Alex yang sudah berjabat tangan dengan tuan Tiger.
"Bagaimana apa kita bisa memulai bisnis kita, kapan kita akan memulainya, jangan terlalu di tunda-tunda itu tidak baik." ucap tuan Tiger dengan kedua tangan masuk ke dalam saku celananya.
"Maaf tuan sepertinya saya sudah tidak bisa melanjutkan bisnis ini." Alex yang menatap ke arah taun Tiger.
__ADS_1
Tuan Tiger yang mendengar ucapkan Alex seketika mendelik, ia juga menatap kearah Alex. "Maksud anda?." tanya tuan.
"Saya memutuskan untuk membatalkan bisnis ini, dan saya menolak tawaran Tiger grup untuk bekerja sama dengan perusahaan saya." jelas Alex lagi.
Seketika raut wajah tuan Tiger pun berubah kala mendengar ucapan Alex yang membatalkan bisnis begitu saja. "Kenapa? apa ada masalah? perusahaan saya perusahaan besar lo, apa kamu meragukan perusahaan saya?." tanya tuan Tiger.
"Tidak tuan, bukan begitu, saya hanya ingin fokus mengelola perusahaan calon istri saya terlebih dahulu, mungkin perusahaan kita bisa bergabung di lain kesempatan."
Anya yang mendengar ucapan Alex seketika beranjak berdiri dari tempat duduknya untuk mendekat ke arah ayahnya. "Pa.. Anya tidak mau jika Alex membatalkan bisnis dengan papa." ucap Anya pelan di samping telinga sang ayah.
Tuan Tiger pun berjalan sedikit mendekat ke arah Alex."Bisnis itu tidak bisa di batalkan tuan, karena anda sudah menandatangi surat kesepakatan, dan jika anda melanggarnya perusahaan anda akan di kenalan denda." ucap tuan Tiger di depan Alex.
"Saya tahu, dan saya akan siap membayar denda tersebut." jawab Alex tanpa ragu.
Alex yang mendapat rayuan dari tuan Tiger seketika diam, dia pun menatap ke arah David sekretarisnya, dia begitu sangat bingung harus membatalkan bisnis itu atau harus lanjut, namun dia kembali teringat oleh ucapan Riri "batalkan atau kita selesai". Alex tidak sanggup jika harus meninggalkan Riri dan juga baby Exzi, bahkan Alex juga teringat dengan ucapan calon mertuanya yaitu tuan Hadiwinata yang mengatakan bahwa perusahaan tuan Tiger adalah perusahaan yang licik, sudah banyak yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut namun pada akhirnya perusahaan itu bangkrut dan di ambil alih oleh perusahaan Tiger Grup, Alex yang seketika mengingat ucapan tuan Hadiwinata kembali pada keputusannya.
" Bagaimana tuan Alex, apa kamu masih ingin membatalkan tawaran saya?." tanya tuan Tiger lagi.
"Iya.. saya akan tetap membatalkan bisnis ini, dan saya akan siap membayar denda 100 juta tersebut." ucap Alex tanpa ragu.
Anya yang mendengar Alex benar-benar membatalkan bisnis bersama ayahnya seketika panik, kesempatan untuk mendapatkan Alex pasti akan gagal. "Papa.. bagaimana ini?." rengek Anya.
__ADS_1
"Anda harus membayar denda dua kali lipat yaitu 200 juta jika ingin membatalkan bisnis ini?." ucap tuan Tiger secara tiba-tiba.
Alex yang mendengar ucapan tuan Tiger seketika syok, bagaimana bisa dia harus membayar denda dua kali lipat. "Bukannya di surat perjanjian sudah tertera jelas jika salah satu pihak membatalkan bisnis harus membayar denda 100 juta, kenapa sekarang menjadi naik 200 juta, itu tidak masuk di akal tuan." ucap Alex yang tidak setuju dengan keputusan tuan Tiger seakan-akan memeras nya. "Itu namanya anda memeras saya?." lanjut Alex.
"Ya karena saya tidak terima anda membatalkan proyek bisnis begitu saja, enak saja, sudah berapa ratus juta anggaran yang saya keluarkan untuk bekerja sama dengan perusahaan anda, dan sekarang anda batalkan begitu saja!." tuan Tiger yang seketika marah.
"Maaf tuan, perusahaan kami juga berhak untuk menolak atau membatalkan tawaran dari perusahaan lain, walaupun itu sudah di sepakati, asal kita tahu konsekuensinya." ucap David yang membela Alex.
"Tidak bisa.. jika perusahaan kalian ingin bisnis ini di batalkan kalian harus membayar denda 200 juta."
"Loh.. tidak bisa dong tuan, di surat perjanjian sudah tertera jelas denda itu hanya 100 juta."
"Jika kalian tidak mau membayarnya, saya akan laporkan kalian ke kantor polisi." ancam tuan Tiger.
"Silahkan, saya tidak takut, saya akan laporkan anda balik atas dugaan pemesanan." Anda tahu itu, permisi!." Alex yang memberi hormat kepada tuan Tiger lalu berjalan pergi begitu saja untuk keluar dari ruangan.
Namun saat Alex baru saja keluar dari ambang pintu tiba-tiba ada yang memukul tubuhnya dari belakang.
"Bruak!." Alex yang seketika jatuh tak sadarkan diri atas lantai.
Davit yang melihat atasannya di pukul oleh seseorang mencoba untuk menolongnya.
__ADS_1
"Pak Alex!. Teriak David, namun seketika ada dua orang dari arah belakang yang juga menarik tubuh Davit lalu membungkam mulut David hingga David juga jatuh pingsan begitu saja.