Surat Cerai Yang Ku Layangkan

Surat Cerai Yang Ku Layangkan
Perang telah di mulai


__ADS_3

Mobil hitam sudah melaju meninggalkan kediaman Riri, dengan tuan Hadiwinata dan Bimo yang sedang duduk di kursi belakang untuk menuju ke sebuah tempat yang sudah di kirimkan oleh beberapa bawahan tuan Hadiwinata yang mencari tahu keberadaan Alex.


"Kita akan kemana pa?, apakah lokasi Alex sudah di temukan?." tanya Bimo kepada ayahnya.


"Sudah.. sepertinya tempat ini tidak jauh dari kediaman Tiger sendiri." jawab tuan Hadiwinata sambil menunjukan ser lokasi kepada Bimo anaknya.


"Kita langsung saja menuju ke lokasi ya Black, sebelum kita terlambat." perintah tuan Hadiwinata kepada Black salah satu anak buahnya yang sedang mengemudikan mobil.


Tidak lama hanya membutuhkan waktu 20 menit mereka ber tiga pun sudah sampai. Tuan Hadiwinata dan Bimo pun sudah turun dari mobil dengan jarak lumayan jauh dari tempat Alex dan David di sandra. "Kamu tunggu di sini saja, dan jaga-jaga kalau ada musuh yang mengikuti kita, biar aku dan Bimo saja yang masuk ke dalam." perintah tuan Hadiwinata kepada Black agar tetap stay mengamati musuh dari dalam mobil.


"Baik bos." jawab Black dengan sangat hormat.


Tuan Hadiwinata dan Bimo pun sudah bersiap untuk masuk ke dalam rumah kosong dengan penjagaan yang begitu ketat di depan rumah tersebut. Terdapat dua anak buat Tiger yang sedang memantau situasi di depan rumah. Tuan Hadiwinata seketika meraih pistol di sakunya dan mengisinya dengan beberapa peluru, begitu pun dengan Bimo, Bimo sudah menggenggam pisau yang begitu sangat tajam, jika pisau itu sampai mengenai leher, di jamin satu sayatan saja leher langsung putus.


"Apa kamu sudah siap Bim?." tanya sang Ayah dengan sangat pelan.


Bimo yang mendengar pertanyaan dari ayahnya hanya menggeleng tanpa bersuara, dan mereka berdua pun sudah berjalan sambil mengendap-endap di sebalik tembok. Tuan Hadiwinata yang membawa protofon di tantangannya segera menghubungi Kenzo dan King yaitu anak buahnya yang sudah ada di dalam rumah tersebut. Kenzo dan King serta Black adalah anak buah tuan Hadiwinata di organisasi Mafia dari dulu hingga sekarang, mereka ber tiga masih setia kepada atasannya tersebut, dan selalu menjalankan tugas dengan benar.


"King.. Kenzo.. apakah kamu sudah menemukan di mana letak Alex dan David berada?." tanya tuan Hadiwinata sambil berjalan.


"Alex dan David berada di lantai 3 bos, dan di dalam sana terdapat Tiger dan beberapa anak buahnya." jawab King lewat protofon.


"Apakah Alex dan David baik-baik saja?." tanya Tuan Hadiwinata lagi.


"Terdapat luka lebam di wajah David, dan bercak darah di tubuh Alex, kemungkinan Tiger sudah menyiksa mereka berdua." jawab Kenzo.


"Baiklah.. terus pantau mereka, aku akan segera masuk bersama Bimo."


"Siap bos." jawab Kenzo. lagi.


Tuan Hadiwinata terus berjalan bahkan merayap dan meloncat agar bisa sampai di lantai 3, bukan hal sulit bagi tuan Hadiwinata dan Bimo untuk memanjat gedung-gedung pencakar langit, karena itu sudah hal biasa yang di lakukan mereka untuk bisa melawan musuh-musuhnya. Tuan Hadiwinata dan Bimo pun sudah sampai di lantai 2 mereka pun masuk ke dalam ruangan lewat jendela yang kacanya sudah pecah. Dengan sangat pelan tuan Hadiwinata melewati jendela tersebut begitu pun dengan Bimo. Mereka terus berjalan melewati tangga untuk menunju ke lantai 3, namun saat mereka masih sibuk berjalan tiba-tiba ada beberapa anak buah Tiger yang sadar dengan kehadiran mereka.


"Hey.. apa yang kalian lakukan di sini!." teriak anak buah Tiger.


Tuan Hadiwinata yang melihat ada 4 orang yang mendekat ke arahnya seketika langsung menembakkan pistol ke arah mereka.

__ADS_1


"Dor.. Dor..." Pistol yang terus meluncur dan seketika mengenai kepala salah satu anak buah Tiger.


"Dor.. Dor.." Anak buah Tiger yang juga memainkan pistolnya untuk menembak Tuan Hadiwinata dan juga Bimo.


Mereka ber 5 pun saling beradu tembak. Bimo yang melihat ayahnya kewalahan pun ketika segera meraih pistol di sakunya, ia lesatkan pistol begitu saja ke arah anak buah Tiger yang tidak jauh darinya.


"Hati-hati Bimo, dan tetap fokus!. perintah tuan Hadiwinata kepada putranya.


Tuan Hadiwinata terus saja menembakkan peluru ke arah anak-anak buah Tiger, tuan Hadiwinata tidak menyangka jika Tiger akan mengeluarkan anak buahnya begitu banyak, sedangkan dia hanya membawa 4 orang anak buah. Namun itu tidak masalah bagi tuan Hadiwinata dan Bimo, mereka begitu lihai dalam tembak menembak dan berkelahi.


"Dor.. Dor.." Bimo yang sudah melesatkan pelurunya hingga mengenai beberapa anak buah Tiger.


Dari lantai 3, Tiger yang sedang duduk santai sambil menatap ke arah Alex dan David seketika terkejut dengan suara tembakan dari lantai dua, beberapa anak buah Tiger yang berada di lantai 3 pun seketika berhamburan untuk turun menuju lantai 2.


"Hahaha.. seperti nya perang akan segera di mulai, sepertinya calon mertua bodoh mu itu sudah datang dan bersiap untuk menyelamatkanmu!." tuanTiger yang sudah beranjak berdiri lalu menyentuh dagu Alex.Terdapat rantai di bagian-bagian tubuhnya, hingga Alex tidak berdaya karena banyak luka di bagian tubuhnya.


"Anda benar-benar licik! orang sepertimu tidak pantas di dunia ini!." ucap Alex menatap tajam ke arah tuan Tiger.


"Hahaha.." tuan Tiger yang kembali tertawa."Salah siapa kamu tidak mau menerima cinta anak ku, malah ingin menikah dengan putri Hadiwinata, coba saja kamu menerima Anya, kamu tidak akan seperti ini tuan Alex."


"Cuhhh!." Alex yang sudah meludahi wajah tuan Tiger begitu saja. "Tidak sudi aku menikahi putri dari penjahat seperti mu!." teriak Alex.


"Bukkk! "


Alex yang mendapat pukulan dari tuan Tiger kembali oleng, bahkan tubuhnya sudah di penuhi dengan luka dan lebam.


Kenzo dan King yang mendengar suara tembakan dari lantai 2 pun seketika segera menghubungi bosnya. "Tes-tes.. bos.. apakah bos aman?." tanya King lewat protofon.


"Anak buah Tiger semakin banyak, kalian bisa keluar sekarang dari per sembunyikan kalian."balas tuan Hadiwinata lewat protofon.


King dan Kenzo yang mendapat perintah dari bosnya seketika keluar dari persembunyiannya, King sudah lompat dari jendela untuk masuk ke dalam lantai 3, dengan di ikuti Kenzo di belakangnya. Anak buah tuan Tiger yang melihat ke hadiran King dan Kenzo segera meraih senjatanya. Begitu pun King dan Kenzo, mereka berdua sudah meraih pistol dari sebalik saku celananya.


"Dor.. Dor.." King yang sudah melesatkan peluru ke arah tiga anak buah Tiger, sedangkan Kenzo sedang mendekat ke arah musuh yang sedang menjaga Alex dan David, Kenzo langsung menggunakan pisau tajamnya untuk memusnahkan musuh agar bisa menuju ke tempat Alex dan David di sandra.


"Sial kenapa mereka banyak sekali!." teriak King yang masih beradu tembak dengan anak buah Tiger, King terus bersembunyi di sebalik tong besar untuk menghindar dari tembak-tembakan mereka.

__ADS_1


"Apa kamu takut dengan mereka? ini baru permulaan Kingdom!." Teriak Kenzo yang masih memainkan pisau tajamnya ke arah musuh.


"Tapi ini tidak sebanding namanya, masa 5 lawan seribu, itu konyol." teriak King balik seakan dia merasa di curangi.


"Apakah kamu sudah lelah? apakah kamu ingin menyerah sekarang juga?."Ejek Kenzo. Di situasi yang sangat tegang Kenzo dan King masih saja bisa bercanda.


"Apakah kamu mengejek ku Kenzo barak?." timpal King yang terus melesatkan peluru ke arah lawan.


Kenzo yang mendengar ucapan Kingdom hanya tertawa.


Di lantai 2 tuan Hadiwinata dan Bimo terus berusaha untuk melawan anak-anak buah Kenzo, mereka terus berjuang untuk sampai di lantai 3, bahkan Bimo sudah terluka karena sayatan-sayatan pisau yeng mengenai tubuhnya Namun itu tidak membuat Bimo menyerah ia terus melawan anak buah tiger dengan pistolnya.


"Apa Tiger menjebak kita pa, kenapa jumlah mereka semakin banyak?." tanya Bimo kepada ayahnya.


"Iya.. ini sudah trik Tiger dari dulu, jika dia akan perang pasti akan mengeluarkan ank buah begitu banyak." sahut tuan Hadiwinata.


"Tiger benar-benar licik." Bimo yang terus menembak beberapa anak buah Tiger.


Black yang melihat kondisi di dalam sana sudah tidak kondusif pun seketika memutuskan untuk masuk ke dalam rumah besar tersebut, ia tahu pasti bos dan juga rekan-rekan nya membutuhkan dirinya, Black sudah mengeluarkan pistol dari saku celananya, ia sudah melesatkan peluru tersebut ke arah anak buah Tiger yang sedang berjaga di depan rumah.


"Dor.. Dor.." seketika dua anak buah Tiger pun tergeletak begitu saja di tanah.


Black yang sudah melihat mereka mati pun langsung masuk ke dalam rumah, namun baru saja tiba di ambang pintu rumah ia di kejutkan dengan beberapa anak buah Tiger yang juga sedang membawa pistol. "Sialan, kenapa jumlah mereka banyak sekali." ucap Black.


Black pun seketika berlari ke arah samping rumah, dengan bersembunyi di sebalik tembok untuk melesatkan peluru ke arah musuh.


"Dor.. Dor.." Black yang terus melesatkan pelurunya, dan seketika 5 anak buah Tiger pun tergeletak begitu saja.


Setelah melihat situasi sedikit aman, Black kembali berjalan untuk masuk ke dalam rumah, dengan melihat depan dan belakang untuk memastikan tidak ada musuh yang mengejar dan mengikutinya.


...****************...


Bab tersulit bagiku, dan bab paling panjang yang aku tulis 😔


Jangan lupa untuk like, comment dan vote kakak-kakak.

__ADS_1


Semoga selalu suka dengan karya-karya saya.


Terimakasih 🌹


__ADS_2