
Setelah melihat Anya pergi dari Villa tersebut Riri dan Alex pun kembali ke kamarnya, Riri pun sudah meletakkan baby Exzi di atas ranjang tempat tidur. Karena tangannya sudah begitu lelah dari tadi menimang putranya. Sedangkan Alex yang merasa bersalah dengan Riri mendekat ke arah Riri yang sedang merapikan selimut anaknya.
"Maafkan aku ya sayang, karena Anya kamu jadi merasa tidak nyaman?." ucap Alex yang duduk di ujung ranjang tempat tidur.
"Tidak apa-apa, aku sudah biasa menghadapi wanita seperti itu." jawab Riri tanpa menatap ke arah Alex.
"Apa kamu masih tidak percaya dengan ku jika aku dan Anya tidak mempunyai hubungan apa-apa?."
Riri pun seketika ikut duduk di samping Alex. "Tidak.. untuk apa juga aku marah, jika memang benar kamu dan Anya mempunyai hubungan itu kan sudah masa lalu, menurutku yang lalu biarlah berlalu, asalkan kamu jangan lagi mengulangi masa lalu itu, lagi pula aku sudah tahu wanita seperti Anya itu, wanita yang centil, sok cantik, dan terlalu percaya diri sudah biasa menggoda pasangan orang lain, aku sudah tidak heran lagi."
Alex yang mendengar ucapan Riri seketika menarik nafasnya dengan berat. "Tapi aku tidak mempunyai masa lalu atau kenangan dengan Anya sayang, bahkan tidak mempunyai sedikit pun rasa dengan Anya, jadi stop dong mengaitkan aku dengan Anya, aku tidak mau kamu selalu bilang bahwa Anya adalah mantan aku, aku sudah berkali-kali bilang kan aku tidak pernah punya mantan." Jelas Alex.
"Iya-iya aku percaya sama kamu, maafkan aku, mungkin aku yang terlalu egois dan posesif, hingga terlalu cemburu jika kamu di deketin sama mak rombeng itu." Riri yang menyentuh kedua pipi Alex dengan sangat lembut.
"Awas ya kamu kalau masih bilang, kalau Anya itu mantan aku, aku akan marah." ancam Alex.
__ADS_1
"Emang kamu bisa marah?." tanya Riri sambil tersenyum.
"Bisa lah, aku juga manusia biasa, tapi kalau sama kamu paling marahnya bentar." jawab Alex.
"Iya-iya, tapi kamu janji ya jangan pernah ada niatan untuk menyakiti aku dan baby Exzi."
"Dengerin aku." Alex yang sudah meraih tangan Riri lalu menggenggamnya, Alex tatap lamat-lamat wajah cantik di depannya. "Aku berjanji tidak akan pernah menyakiti kamu, sudah bertahun-tahun aku menunggu kamu Riri, begitu susah aku mendapatkan kamu, dari aku bertengkar dengan Samuel, beradu argumen dengan mama Jini karena kita tidak mendapat restu, jika memang aku hanya ingin memanfaatkan kamu untuk apa aku melawan orang tuaku demi nikah sama kamu, dan jika aku hanya ingin uang kamu, aku sudah punya sendiri, untuk apa aku minta uang kamu, tidak ada alasan untuk aku menyakiti kamu, aku sudah mati rasa sama perempuan-perempuan di luar sana." Jelas Alex.
"Tapi banyak wanita di luar sana yang lebih cantik dari aku Lex, yang masih singgel belum punya anak, dan mempunyai nama yang baik."
"Memang kenapa dengan kamu, aku tidak perduli dengan wanita-wanita di luar sana yang lebih cantik yang lebih seksi, bodo amat, aku maunya kamu, bukan wanita di luar sana, yang cantik memang banyak, yang sukses memang banyak, tapi yang bisa membuat kita nyaman, dan menerima kita apa adanya itu susah.. tidak semua wanita bisa, aku memilih kamu karena aku nyaman sama kamu."
"Wanita di luar sana ingin memiliki aku hanya karena uang, hanya karena aku kaya, hanya karena aku tampan, hanya karena aku anak konglomerat, mereka ingin memiliki aku dengan dasar HANYA.. bukan untuk hidup bersama hingga tua, bukan untuk melengkapi satu sama lain, dan pernikahan dengan prinsip HANYA tidak akan bertahan lama." Alex yang terus berbicara panjang kali lebar, namun itu tidak masalah untuk Riri, justru Riri sangat suka jika Alex berbicara sangat panjang.
"Jadi jangan pernah membandingkan kamu dengan wanita di luar sana, kehidupan orang lain itu berbeda-beda, aku tidak suka kamu membandingkan diri kamu dengan wanita lain, dan aku juga tidak suka kamu menyuruhku untuk merasakan wanita-wanita di luar sana, aku sudah tidak selera, apa kamu paham?."
__ADS_1
Riri yang mendengar ucapan Alex hanya mengangguk pelan sambil tersenyum. Ia benar-benar bangga bisa memiliki Alex, jika waktu bisa di putar, Ia lebih memilih menikahi Alex dari dulu di bandingkan menikah dengan Samuel, namun Riri juga tidak bisa melawan takdir, mungkin sudah jalannya seperti ini.
"Kita kemasi barang-barang kita semua, dan malam ini kita pulang." ucap Alex.
Riri yang mendengar ucapan Alex seketika terkejut. "Loh.. bukannya kita masih satu hari lagi di sini, kok udah mau pulang?." tanya Riri.
"Aku sudah tidak mau bertemu lagi dengan Anya, lebih baik kita segera pergi agar terhindar dari mulut berbisa Anya, karena mulut wanita seperti itu penuh dengan bisa, sangat mematikan." ucap Alex.
Riri yang mendengar ucapan Alex kembali tersenyum, Riri mengira Alex akan mudah ke rayu oleh wajah Anya yang cantik dan tubuh yang seksi bak gitar Spanyol, ternyata tidak justru Alex sangat merasa terganggu dan jijik dengan kehadiran Anya
"Ya sudah aku kemasi dulu barang-barang yang akan kita bawa pulang."
"Apa perlu aku bantu?." Alex yang menawarkan diri.
"No.. aku bisa sendiri, lebih baik kamu jagain baby Exzi sambil bermain game, biar aku saja yang memberesinya, toh barang nya juga tidak banyak."
__ADS_1
"Sendiko dawuh ratu, akan saya laksanakan." ucap Alex sambil menyatukan tangannya memberi hormat kepada Riri layaknya prajurit kepada Ratu.
Riri pun sudah mengambil dua koper di dalam almari dan segera memasukan baju dan barang-barang yang lainnya ke dalam koper, sedangkan Alex sedang merebahkan tubuhnya di samping baby Exzi sambil menikmati acara bola kesukaannya.