Surat Cerai Yang Ku Layangkan

Surat Cerai Yang Ku Layangkan
Nyonya Amalia VS Adel


__ADS_3

Setelah sarapan pagi selesai, Samuel serta tuan Wijaya segera berpamitan untuk pergi ke kantor, mereka berdua mengendarai mobil yang berbeda, dua mobil pun sudah melaju meninggalkan halaman rumah, nyonya Amalia yang melihat suaminya sudah berangkat bekerja pun kembali masuk ke dalam rumah, namun saat baru beberapa langkah, Tiba-tiba.


"Mama... "Adel yang memanggilnya.


Nyonya Amalia yang mendapat panggilan pun seketika memberhentikan langkahnya dan menoleh ke arah Adel.


"Ma, ada yang ingin Adel bicarakan." Adel yang mendekat ke arah sang ibu mertua.


"Apa, bicaralah, jangan lama-lama, aku sedang sibuk." jawab nyonya Amalia ketus.


Adel terdiam sejenak."Mama punya uang 10 juta tidak, Adel ingin meminjamnya, besuk kalau mas Sam sudah gajian, akan Adel kembalikan." ucap Adel dengan percaya diri.


"10 juta? untuk apa?." tanya nyonya Amalia.


"Itu ma.. ada kebutuhan Adel yang belum bisa ke beli, dan sisanya akan Adel kirim ke orang tua Adel."


"Uang 10 juta hanya untuk kebutuhanmu, lalu kamu kira keluargaku juga tidak mempunyai kebutuhan, aku tidak punya uang 10 juta." jawab nyonya Wijaya.

__ADS_1


"Nanti Adel kembalikan ma, Adel janji." Adel yang terus memaksa sang ibu mertua.


"Kembalikan dengan apa, kamu saja nganggur, gak punya penghasilan apa-apa, dari dulu kamu hanya memanfaatkan putra ku bukan? apa kamu tidak sadar dengan ke hadiran mu di dalam hidup Samuel, Samuel menjadi sengsara."


Adel yang mendengar ucapan nyonya Amalia seketika diam.


"Sudahlah, syukuri apa yang kamu miliki sekarang, jangan menuntut ini, itu, masih mending ya kamu saya izinkan tinggal di sini, karena tidak bisa bayar sewa rumah, itu pun karena kamu hamil anak dari Samuel, coba kalau tidak, amit-amit dah aku bisa menerima perempuan kaya kamu." Nyonya Amalia yang semakin tajam ucapannya.


Adel yang mendengar ucapan nyonya Amalia seketika menjadi panas. "Mama kenapa malah jadi jelek-jelek ini aku, aku kan cuman minjam uang 10 juta, uang 10 juta itu gak banyak."


"Tinggal bilang aja deh kalau gak mau minjemin, pake acara jelek-jelek in segala sama ngerendahin" Adel yang berjalan masuk ke dalam rumah begitu saja.


Nyonya Amalia yang melihat perilaku Adel seketika sangat kesal. "Hehhh anak tidak punya sopan santun, orang tua lagi bicara malah di tinggalin." teriak nyonya Amalia namun Adel tidak mengindahkan nya.


"Astaga, sabar, bagaimana bisa Samuel mendapatkan wanita yang tidak punya moral seperti itu, dia jauh lebih buruk dari Riri, Samuel-Samuel bagaimana bisa kamu berselingkuh dengan wanita seperti itu, mama heran kepadamu nak." ucap nyonya Amalia dengan pelan sambil mengelus dadanya.


Hari semakin sore, nyonya Amalia baru saja keluar dari kamarnya, karena sebentar lagi suami dan anaknya akan pulang, ia harus segera menyiapkan makanan untuk makan malam, namun setibanya di ruang tamu, nyonya Amalia melihat Adel sedang duduk santai menikmati acara TV sambil bersenandung.

__ADS_1


"Kamu ngapain?." tanya nyonya Amalia membuat Adel sedikit terkejut.


"Nonton TV, mama bisa lihat kan." jawab Adel lalu kembali bersenandung.


Nyonya Amalia yang melihat perilaku Adel semakin jengkel dan benci. "Kamu bisa lihat kan ini sudah jam berapa, Samuel sebentar lagi pulang, seharusnya kamu sebagai istri segera menyiapkan makanan untuk suami, bukan malah enak-enak nonton TV sambil nyanyi-nyanyi."


Adel yang kembali mendengar celoteh nyonya Amalia pun seketika sedikit menutup kupingnya. "Duhh.. mama ini kenapa sih dari tadi ngoceh mulu, kuping ku sakit lama-lama, mama tenang aja nanti pasti aku masak, jangan khawatir."


"Ehhh kamu itu kalau di bilangin orang tua kok ngelawan terus, seharusnya kamu itu punya malu, sudah numpang, tidur, numpang makan, numpang hidup, masih aja berani sama orang tua, kalau kamu begini terus mending sana kamu tidur di jalan, jangan di sini."


Adel yang melihat wajah mertuanya begitu marah pun seketika langsung beranjak berdiri. "Iya maa, maaf, Adel akan segera menyiapkan makanan untuk mas Sam." Adel yang sudah berjalan menuju ke dapur.


Saat di dapur Adel begitu sangat kesal, hidup dengan sang mertua membuat dia merasa tidak bebas, dan nyaman, setiap hari hanya mendapat omelan dan selalu di banding-bandingkan dengan Riri.


"Nggak anak nggak ibu sama aja, sukanya selalu banding-bandingkan aku dengan Riri, apa sih hebatnya Riri, sangat menyebalkan sekali, Lama-lama aku bisa kriput tinggal di sini terus, andai saja, aku punya rumah sendiri, aku gak akan tinggal sama orang tua rempong itu, crewet nya minta ampun, kaya radio bodol." Adel yang terus menggerutu sambil memotongi beberapa bahan yang akan di masak.


"Rumah segede ini, hanya ada satu pembantu, dasar orang kaya pelit, gak mampu bayar apa gimana sih, masa setiap hari aku di suruh masak, nyuci dan ngepel, Kok bisa-bisa nya Riri betah mempunyai mertua seperti Amalia, kalau gak karena hartanya gua ogah dah." Adel yang kembali mengerutu.

__ADS_1


__ADS_2