Surat Cerai Yang Ku Layangkan

Surat Cerai Yang Ku Layangkan
Ancaman Romi


__ADS_3

"Kalau kamu tidak mengirim uang 10 juta aku akan bilang bahwa anak yang kamu kandung adalah anakku." Pesan dari Romi yang baru saja Adel baca.


Adel yang membaca pesan tersebut sontak terkejut bagaimana Romi bisa mendapat nomor ponselnya, Adel juga berfikir uang sebanyak itu akan ia dapatkan dari mana, ia bahkan tidak punya uang sebanyak itu.


"Jangan gila kamu Rom, aku tidak punya uang sebanyak itu." Adel yang kembali mengirim pesan.


Tidak lama Romi pun kembali membalas pesan dari Adel. "Aku tidak perduli, kalau kamu tidak memberinya aku akan menemui Samuel di kantornya, kalau perlu di rumah kalian." ancam Romi.


Adel semakin ketakutan dengan ancaman sang mantan kekasih, jika Samuel mengetahui bahwa janin yang di kandung Adel bukan anaknya, Samuel bisa meninggalkan Adel.


"Baiklah.. beri aku kesempatan dua hari, aku akan memberikan uang itu, namun setelah aku memberikan uang tersebut, jangan lagi kamu mengganggu hidupku." pesan Adel.


"Oke." jawab Romi.


Namun saat Adel masih sibuk melihat ponselnya tiba-tiba Samuel sudah berada di belakangnya. "Sedang apa kamu?." tanya Samuel yang membuat Adel begitu sangat terkejut.

__ADS_1


"Eh mas.. tidak, aku hanya sedang membalas pesan dari mama." Adel yang langsung menyembunyikan ponsel di belakang tubuhnya.


"Cepat buatkan aku sarapan, ini sudah jam berapa, mama dan papa saja sudah bangun." ucap Samuel.


Beberapa hari ini Adel dan Samuel tidur di rumah orang tua Samuel, mereka berdua pun memutuskan untuk pindah ke rumah tuan Wijaya, karena perintah tuan Wijaya. Sebab Samuel sudah tidak bisa membayar sewa rumah mereka, mau tidak mau Samuel pun menerima tawaran dari sang ayah.


"Iya mas.. ini aku mau turun." Ucap Adel.


Samuel yang udah rapi akan pergi ke kantor pun segera keluar dari kamar, namun saat masih di ambang pintu, Adel memanggilnya.


Samuel yang mendapat panggilan dari Adel seketika menoleh. "Ada apa?."


Adel pun berjalan mendekat ke arah Samuel. "Apa mas punya uang 10 juta?." tanya Adel sedikit takut menatap ke arah Samuel.


"Untuk apa kamu minta uang 10 juta, apa itu hanya untuk membeli tas atau baju saja."

__ADS_1


"Tidak mas, ini tadi mama menelfon ku, katanya mama butuh uang 10 juta untuk berobat dan membeli kebutuhan sehari-hari, kalau aku punya uang pasti sudah aku beri tanpa memintamu."


"Halah, pasti mama mu bohong kan, pasti hanya untuk berfoya-foya dan pergi ke mall, mama mu itu hanya menghabiskan uang saja, aku tidak punya uang, bilang ke pada mamamu." ucap Samuel dengan tegas.


"Tapi mas.. mama sangat membutuhkan uang itu." Adel yang memohon sambil meraih tangan Samuel.


"Aku tidak punya uang, apa kamu lupa, kita saja tidak bisa membayar sewa rumah sampai pindah ke sini, dan aku baru beberapa hari kerja di kantor papa, mana mungkin aku punya uang sebanyak itu."


Adel yang mendengar ucapan Samuel seketika diam, memang benar Samuel baru beberapa hari kerja di kantor, mana mungkin ia punya uang, apa lagi perusahaan keluarga Samuel sedang tidak baik-baik saja.


"Cepat turun dan buatkan aku sarapan ini sudah siang, jangan hiraukan telfon dari mamamu, dia itu hanya beralasan."


Adel yang mendapat perintah dari Samuel hanya mengangguk lalu keluar dari kamar. Adel yang sedang membuat sarapan di dapur seketika bingung dari mana dia akan mendapatkan uang 10 juta itu, Saat Adel sedang membuat nasi goreng ia menatap ke arah kedua orang tua Samuel yang sedang sibuk menikmati roti di meja makan.


"Apa aku minta ke orang tua mas Sam saja, pasti mereka punya jika hanya 10 juta." ucap Adel pelan.

__ADS_1


Adel pun seketika memutuskan untuk meminta ke mertuanya, secara tuan Wijaya adalah bos besar, tidak mungkin jika tidak mempunyai uang. Adel sedikit meringis, hatinya sedikit tenang, ia sudah tidak bingung minta uang kepada siapa, ia pun kembali melanjutkan kesibukannya, yang sedang membuatkan sarapan untuk keluarga Wijaya.


__ADS_2