
"Gimana pa? apa papa sudah bertemu dengan Alex?." tanya Anya yang berada di dalam mobil ayahnya.
"Sudah.. jadi itu yang namanya Alex?." tuan Tiger yang juga masuk ke dalam mobil mewah berwarna hitam.
"Iya.. tampan bukan?."
"Keren.. tapi dari bicaranya dia cukup keras, dan sepertinya susah untuk di dapatkan."
"Pokoknya Anya mau papa bantu Anya untuk bisa mendapatkan Alex." ucap Anya.
"Itu akan sulit Anya, Alex bukan lah laki-laki sembarangan, apa lagi keluarga calon istrinya, dia putri Hadiwinata, kamu tahu, Hadiwinata itu adalah pebisnis besar bahkan dia juga mantan mafia." jelas tuan Tiger.
"Jadi papa takut sama orang tua pacar Alex?."
"Ya nanti papa akan bantu kamu agar bisa mendapatkan Alex, bagaimana pun caranya." ucap tuan Tiger secara terpaksa, karena ia sedikit takut berurusan dengan keluarga Hadiwinata, karena tuan Tiger tahu betul seperti apa Hadiwinata.
"Beneran kan pa.. terimakasih papa..." Anya yang udah memeluk tubuh sang ayah.
Di tempat lain Alex baru saja tiba di kediaman calon mertuanya yaitu kediaman tuan Hadiwinata. Alex segera turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah, saat Alex masuk ke dalam rumah ia melihat Riri dan Exzi sedang bermain dengan nyonya Tata Anastasya.
Riri yang melihat Alex sudah kembali sedikit terkejut, Riri pun mencoba berjalan untuk mendekat ke arah Alex yang sudah duduk di sebuah sofa. "Bentar ya ma, Riri titip baby Exzi dulu." ucap Riri kepada sang mama dan nyonya Tata pun hanya mengangguk pelan.
"Loh.. kok balik lagi sayang, katanya ada meeting penting, apa di batalkan?." tanya Riri yang duduk di depan Alex.
"Jadi sayang, aku sudah bertemu dengan orangnya." jawab Alex.
"Terus?." tanya Riri lagi.
"Ternyata pemilik Tiger Grup adalah ayah dari si Anya?." jawab Alex.
"Anya mantan kamu itu?."
__ADS_1
"Bukan mantan, udah di bilangin bukan mantan lagi." Alex yang menatap kesal ke arah Riri.
"Ah maksud aku Anya teman kamu saat kuliah di Australia dulu." Riri yang meralat ucapannya.
"Iya.. kalau aku tahu dia ayah dari Anya mending aku tolak tawaran bekerja sama dengan perusahaannya."
"Terus gimana, apa kamu mau lanjutin bisnis sama mereka? aku tidak setuju sayang."
Namun saat Riri dan Alex masih sibuk berbincang-bincang, Tiba-tiba baby Exzi menangis, Riri pun segera beranjak berdiri untuk mengambil baby Exzi. "Bentar baby Exzi menangis sayang." ucap Riri dan Alex hanya mengangguk pelan.
Di posisi saat ini Alex benar-benar bingung secara perusahaan Alex dan perusahaan Tiger grup sudah saling sepakat untuk bekerja sama bahkan Alex juga sudah menandatangani surat kesepakatan mereka. Alex pun seketika menyenderkan kepalanya di sofa sambil memijat keningnya.
Tuan Hadiwinata yang dari tadi sibuk membaca koran di luar ruangan seketika berjalan mendekat ke arah Alex sambil membawa secangkir kopi hitam di tangannya. "Ada apa Lex, apa ada masalah?." tanya tuan Hadiwinata kepada calon menantunya.
Alex yang melihat kehadiran tuan Hadiwinata sedikit terkejut. "Ah tidak pa.. hanya masalah kecil."
"Papa dengar kamu akan bekerja sama dengan perusahaan Tiger Grup, apa itu benar?." tanya Tuan Hadiwinata lagi.
"Iya pa, benar." jawab Alex.
"Memang kenapa pa? apa perusahaan Tiger grup bermasalah, sepertinya perusahan itu juga perusahaan yang berkembang dengan pesat." Alex yang berdiri mendekat ke arah calon mertuanya.
"Bukan perusahannya yang bermasalah, tapi CEO nya yang bermasalah, kamu tahu kan siapa owner di perusahaan itu?." tuan Hadiwinata yang menatap ke arah Alex.
"Pemiliknya adalah tuan Tiger, tapi ada apa dengan tuan Tiger?."
"Dia adalah manusia paling licik yang pernah papa kenal?." jawab tuan Hadiwinata sambil melesat kopi hitam di tangannya.
"Hah.. papa kenal dengan tuan Tiger?." Alex yang sangat terkejut dengan ucapan calon papa mertuanya.
"Iya.. Tiger dulu adalah teman semasa SMA dan kuliah papa, dulu ia selalu iri dengan prestasi papa karena papa selalu mendapat juara 1 di kelas, sedangkan Tiger selalu di posisi juara 2, kita selalu berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan juara 1, namun sayang Tiger tidak pernah bisa mengalahkan kecerdasan papa, dan tidak bisa menggantikan posisi papa." tuan Hadiwinata yang mulai bercerita.
__ADS_1
"Lalu?." Alex yang begitu penasaran dengan cerita tuan Hadiwinata yang mengenal ayah Anya.
"Bahkan kita juga satu universitas yang sama, Tiger selalu mengikuti papa dimana pun papa menempuh pendidikan, karena dia begitu sangat tidak suka dengan kecerdasan papa dan bakat-bakat papa." lanjut tuan Hadiwinata.
Alex masih tidak percaya bahwa ayah dari Riri dan Anya adalah teman satu sekolah, bahkan satu kelas.
"Bahkan dulu kita sempat satu organisasi yang sama." ucap tuan Hadiwinata lagi.
"Organisasi? organisasi apa pa?." tanya Alex.
"Mafia" jawab tuan Hadiwinata.
"Mafia? papa mantan Mafia?." Alex yang semakin terkejut, ia tidak menyangka bahwa calon mertuanya adalah mantan Mafia yang banyak di takuti oleh orang-orang.
"Iya bahkan papa adalah ketua Mafia di dalam kelompok papa dulu."
Alex yang mendengar ucapan tuan Hadiwinata seketika diam, pantas saja calon mertuanya ini banyak di takuti oleh orang-orang, bahkan banyak di takuti oleh pebisnis besar dari kalangan kelas kakap, jadi dia ternyata mantan ketua Mafia.
"Lalu apa yang membuat papa dan tuan Tiger menjadi musuh?."
"Seperti yang papa katakan, Tiger ingin sekali menggantikan posisi papa sebagai ketua Mafia dulu, namun Tiger lagi-lagi tidak berhasil, karena dia merasa terus terkalahkan oleh papa, akhirnya dia memutuskan ingin membunuh papa, agar dia bisa naik pangkat menjadi ketua Mafia, namun itu tidak semudah yang ia pikirkan, papa lebih cerdas dari dia. bahkan berkali-kali Tiger selalu ingin menjatuhkan perusahaan Hadiwinata Grup agar Tiger Grup bisa menjadi perusahaan nomor satu di kota ini, namun kenyataannya apa dia juga tidak bisa menjatuhkan Hadiwinata Grup, si raja perusahaan di kota ini."
"Dan kamu tahu apa puncak dari dendam Tiger kepada papa?." Tuan Hadiwinata yang menatap ke arah Alex.
"Apa pa?." tanya Alex.
"Tiger telah membunuh kedua orang tua papa dengan sangat keji."
Alex yang mendengar cerita tuan Hadiwinata seketika semakin syok dan takut, ternyata sebegitu dendamnya tuan Tiger kepada tuan Hadiwinata.
"Tapi di situ papa tidak tinggal diam, bukankah nyawa harus di balas dengan nyawa, papa renggut nyawa anak laki-laki satu-satunya dari Tiger, agar dendam papa terbalaskan."
__ADS_1
"Berarti awal dari dendam itu karena tuan Tiger tidak pernah bisa mengalahkan papa, akhirnya tuan Tiger melakukan hal keji tersebut?."
"Iya.. papa harap kamu hati-hati dengannya, tapi kamu tidak usah khawatir papa akan selalu menjaga kamu dan juga Riri, papa tidak akan biarkan Tiger kembali mengambil harta papa." ucap tuan Hadiwinata sambil menepuk pundak calon menantunya tersebut.