
Apa yang di takutkan Riri tidak menjadi kenyataan, akhirnya Samuel datang ke persidangan mereka berdua. Riri yang melihat dari jauh ke datangan Samuel merasa lega. Riri masih berdiri mematung menatap Samuel yang berjalan ke arahnya, dan tidak lama mereka berdua pun saling pandang satu sama lain. Riri tatap lamat-lamat laki-laki di depannya, laki-laki yang dulu pernah membahagiakannya akan segera lepas dari hidupnya.
"Aku datang sesuai permintaanmu." ucap Samuel di depan Riri.
"Hem... persidangan akan segera di mulai mari kita masuk." Riri yang berjalan akan masuk ke dalam ruangan namun ditarik oleh Samuel.
"Ri..... " Samuel yang sudah meraih tangan Riri.
Riri yang mendapat tarikan dari Samuel pun memberhentikan langkahnya, namun tidak berbicara apapun.
"Aku tanya kepada mu yang terakhir kalinya, apakah kita akan tetap bercerai?."
"Iyah... sidang perceraian akan tetap berlanjut." jawab Riri tanpa ragu.
Alex yang juga masih berdiri di depan Riri sangat lega mendengar Riri berkata dengan tegas di depan Samuel, jika mereka berdua akan tetap bercerai.
"Baiklah... aku Terima semuanya." sahut Samuel sambil menghela nafasnya.
Riri dan Alex pun udah berjalan lebih dulu masuk ke dalam ruang persidangan, dengan di ikuti Samuel di belakangnya, di dalam ruangan sudah cukup ramai orang-orang yang akan menyaksikan Riri dan Samuel bercerai.
Riri sudah duduk di tempat yang sudah di sediakan, dan Samuel pun juga segera duduk bersebelahan dengan Riri. Namun saat Samuel akan duduk, ia dengan cepat ditarik oleh tuan Wijaya.
"Samuel, apa kamu juga tidak bisa mendapatkan hati Riri lagi, apa kalian akan benar-benar bercerai, apa-apa an ini?." ucap tuan Wijaya sangat lirih.
"Maafkan Samuel pa, Samuel tidak bisa mendapatkan Riri kembali keputusan Riri juga tidak bisa di ganggu gugat, ia sangat menginginkan perceraian ini." jawab Samuel sambil menunduk tanpa menatap wajah sangat ayah.
"Kenapa kamu sebagai anak tidak bisa di andalkan, lalu akan jadi apa keluarga kita tanpa keluarga Riri Sam."
"Pa.. sudahlah, Samuel sudah lelah dengan semua ini, lagi pula ini juga semua salah Samuel, Samuel sudah mati-matian untuk membujuk Riri, namun kesalahan Samuel sangat fatal, hingga dia tidak bisa menerima Samuel lagi."
__ADS_1
"Itu karena kamu bodoh Sam, coba saja kamu ti_." sebelum tuan Wijaya melanjutkan ucapannya tiba-tiba hakim persidangan mengetok palu di depannya.
"Tok.-tok...." seketika membuat tuan Wijaya memberhentikan ucapannya.
"Saya mohon bapak kembali ke tempat duduk bapak, karena persidangan akan segera di mulai." ucap Hakim.
Tuan Wijaya yang mendapat perintah dari hakim pun kembali ke tempat duduknya. Dan persidangan pun di mulai. Setelah bukti-bukti perselingkuhan Samuel di tujukan kepada hakim, dan beberapa perdebatan-perdebatan antara keluarga perempuan dan keluarga laki-laki akhirnya Hakim pun memutuskan bahwa Samuel dan Riri resmi bercerai, mereka berdua sudah resmi pisah tidak lagi menjadi pasangan suami, istri lagi, bahkan Samuel juga tidak mendapat denda apapun.
Riri yang mendengar Hakim sudah mengetok palu pertanda resminya perceraian mereka, Riri begitu sangat lega, akhirnya dia sudah lepas dari kehidupan Samuel, tidak hanya Riri pihak keluarga Riri pun juga ikut bahagia, begitu pun Alex.
"Maafkan mama nak, maafkan mama, jika nanti kau tumbuh besar tanpa seorang ayah." ucap Riri pelan sambil mengusap perut yang sedikit mulai menonjol.
Samuel yang duduk di samping Riri, seketika menatap ke arah mantan istrinya tersebut yang sedang mengusap perut buncit nya, entah kenapa adegan itu membuat Samuel terharu, kini ia resmi bercerai, dan Riri bukan lagi tanggung jawabnya.
"Andai aku tidak pernah berselingkuh bermain wanita, semua ini tidak akan pernah terjadi, pasti aku akan hidup bahagia bersama istri dan calon anakku, namun semua telah terlambat, aku baru menyadari bahwa Riri berarti di hidupku." ucap Samuel di dalam hati terus saja menatap ke arah mantan istrinya tersebut.
Ruangan sudah tampak mulai sepi, kini Riri mulai beranjak berdiri dari kursinya, tidak ada sedikit pun air mata yang menetes dari kedua mata cantiknya. ia jalan perlahan untuk meninggalkan ruangan, namun saat baru berjalan beberapa langkah ia kembali di hentikan oleh Samuel.
"Riri... " Samuel yang kembali menyentuh jemari Riri.
Riri yang mendapat sentuhan dari Samuel seketika mencoba untuk menolaknya.
"Maaf" ucap Samuel, yang baru sadar sekarang Riri bukan lagi istrinya.
"Ada apa lagi? kita sudah resmi bercerai."
"Aku hanya ingin bicara sebentar saja, kita memang sudah resmi untuk bercerai, dan memulai kehidupan baru lagi, namun aku hanya ingin berkata, bukankah tidak ada mantan ayah dan mantan anak, jika nanti anakku sudah lahir pasti kamu tidak akan memberitahu siapa ayahnya, karena ayahnya begitu sangat bejat dan penuh dosa, namun satu keinginanku Ri, tolong beritahu dia kelak jika sudah besar tumbuh dengan baik, beri tahu dia jika aku sangat menyayanginya." ucap Samuel.
Riri yang mendengar ucapan Samuel hanya mengangguk pelan, Riri juga berfikir bagaimana pun Samuel tetap ayah dari janin di dalam perutnya.
__ADS_1
"Bolehkah aku minta permintaan terkahir kepadamu?."
"Apa?." tanya Riri.
"Izinkan aku sekali saja mengusap dan mencium anakku di dalam perutmu." ucap Samuel.
Riri pun terdiam sejenak, dan akhirnya dia mengizinkan Samuel untuk mengusap dan mencium janin di perutnya. "Silahkan."
Samuel pun mulai menunduk, dan mendekatkan wajahnya ke arah perut Riri yang sedikit membuncit, Samuel usap dengan lembut perut mantan istrinya tersebut, dan beberapa kali mencium perut sang mantan istri.
"Maafkan papa nak, papa tidak bisa menjaga mama dan kamu dengan benar, papa titip mama ya, jagain mama dengan baik, papa yakin jika nanti kamu sudah lahir, kamu akan menjadi anak yang baik tidak seperti papa, sehat selalu di dalam perut mama, dan jangan nakal ya, papa menyayangimu." ucap Samuel sambil mengusap perut Riri.
Riri yang tadinya begitu tabah dan kuat, kini air matanya tidak bisa di bendung lagi, air mata lolos begitu saja saat mendengar Samuel berkata seperti itu di depan perutnya.
"Selamat tinggal pa, aku yakin bisa hidup bahagia tanpa papa, dan akan tumbuh besar dengan baik, jaga diri papa baik-baik,." ucap Riri seakan membahasakan anaknya di dalam perut.
Samuel yang mendengar ucapan Riri seketika tersenyum. Samuel pun kembali berdiri, dan Riri pun kembali melangkah meninggalkan Samuel. Samuel terus menatap wanita yang berjalan keluar meninggalkan ruangan.
"Aku menyayangimu Ri." ucap Samuel pelan sambil menitihkan air mata.
.
.
.
.
Siapa yang naruh bawang di sini🥺 jangan lupa untuk like nya ya kakak-kakak
__ADS_1