
Adel yang beberapa minggu lalu di usir oleh Samuel, kini ia memutuskan untuk tinggal bersama sang mama, di sebuah kontrakan minimalis, namun Adel sangat tidak nyaman tinggal bersama orang tuanya, karena sang mama terus memarahinya, hingga Adel pun merasa muak dengan mamanya sendiri, yang terus menceloteh membuat telinga Adel merasa panas.
"Eh bangun.. tidur terus.. sana temui Samuel lagi, supaya kamu tidak jadi di ceraikan." ucap mama Rita kepada anaknya.
Adel yang masih tidur pulas seketika membuka matanya kala mendapat sentuhan dari mamanya, yang terus mengganggunya. "Apa sih ma? Adel masih ngantuk." jawab Adel sambil menguap.
"Bangun.. bentar lagi kamu melahirkan, hanya tinggal menghitung hari saja, cepat temui Samuel, dan yakin kan dia lagi agar tidak menceraikan mu, apa kamu akan membiarkan begitu saja anak mu lahir tanpa bapak."
"Aduh.. mama ini.. harus berapa kali sih ma aku bilang sama mama, mas Sam sudah tidak mau bertemu dengan ku, apa lagi mengakui anak ini, bagaimana bisa Adel meyakinkan mas Sam, sedangkan mas Sam saja sudah tau kalau anak ini bukan anaknya."
"Ya karena kamu yang bodoh!." mama Rita yang sudah memukul kepala Adel begitu saja.
"Aduh.. sakit ma.." ucap Adel sambil mengusap kepalanya.
"Coba saja kamu pintar dalam menyembunyikan rahasia kamu, pasti kamu tidak ketahwan oleh keluarga Samuel, dan untuk apa juga kamu bertemu dengan Romi, itu namanya kamu bunuh diri, sebenarnya otak mu di taro di mana sih, mama sampai heran, sangat sia-sia sekali mama melahirkan mu, tidak ada gunanya."
"Bukan aku yang menemui Romi, tapi Romi yang selalu menemui ku, dan memanfaatkan situasi itu agar dia bisa memeras ku, coba saja kalau Romi tidak kembali, pasti aku akan tetap tinggal di rumah itu." Adel yang tidak Terima karena terus di salahkan oleh mamanya.
"Halah.. kamu hanya alasan saja.. sudah bangun sana siap-siap.. temui lagi Samuel sebelum terlambat, jangan hanya buat beban untuk mama, ya kalik bayi itu lahir tanpa bapak, kamu kira biaya rumah sakit, susu, dan perlengkapan bayi yang lainnya itu murah."
"Aku sudah tidak bisa menemui mas Sam ma.. aku akan menemui Romi saja, dan memintanya untuk bertanggung jawab, setidaknya anak ini tidak akan malu karena punya ayah."
__ADS_1
"Apa kamu bilang? kamu akan menemui Romi si laki-laki miskin itu? apa kamu gila.. jika kamu minta pertanggung jawaban sama dia, itu sama saja bohong, apa yang kamu harapkan dari Romi, hanya anak pedagang, makan saja susah apa lagi memberi kamu dan anak mu makan, dia cuman bisa judi dan mabok saja, hidup dengan dia tidak ada masa depannya."
"Lalu Adel harus bagaimana ma.. mama hanya marah-marah saja.. hanya meminta Adel ini itu, tanpa memberi solusi yang benar.. Adel tu capek setiap hari denger mama ngoceh terus." Adel yang seketika juga ikut marah kepada mamanya.
"Eh di bilangin orang tua malah balik marah, emng kamu udah pinter, ha.. sampe mamamu sendiri di bentak-bentak."
"Ah.. tau ah.. susah bicara sama mama, dan hasilnya pasti tetap sama saja, Adel yang akan kalah." Adel yang sudah beranjak dari ranjang tempat tidur dengan kesusahan, karena perutnya yang semakin besar sudah menginjak umur 9 bulan. Adel pun sudah berjalan keluar dari kamar untuk menuju ke kamar mandi, hari ini Adel memutuskan untuk menemui Romi dan memintanya untuk bertanggung jawab atas anak yang di kandungnya.
Setelah Adel siap, ia pun segera pergi dari rumah untuk mencari Romi, pagi-pagi begini, pasti Romi ada di tongkrongannya, yaitu di tempat geng motor, yang tidak jauh dari lokasi rumah mama Rita. Adel pun memutuskan untuk naik angkutan umum, karena uang nya menipis tidak mungkin dia naik taksi. Setelah perjalanan 15 menit Adel pun akhirnya tiba, ia segera turun dari angkot, benar saja, dari kejauhan Adel melihat Romi sedang bermain remi dengan teman-temannya, tidak rame hanya ada empat orang saja di sana.
"Rom.. Romi.." panggil Adel namun Romi tak kunjung menoleh, mungkin tidak mendengar karena sangat asik dengan teman-temannya.
Adel pun semakin berjalan mendekat dan ia mencoba kembali memanggilnya. "Rom.." panggil Adel lagi, namun lagi-lagi Romi tidak mendengarnya. Namun salah satu teman Romi yang menghadap ke arah Adel menyadari ke hadiranmu Adel.
Teman-teman Romi yang mendengar ucapan Krisno seketika menoleh, termasuk Romi. Romi yang melihat kehadiran Adel di tongkrongannya seketika terkejut, Romi pun langsung beranjak berdiri untuk menemui Adel.
"Ngapain kamu ke sini?." Romi yang sudah menarik tangan Adel untuk menjauh dari teman-teman Romi.
"Aku ingin menemui mu lah.. pake tanya?." jawab Adel sedikit sinis.
"Iya untuk apa? aku sedang sibuk, mending kamu pulang saja sana."
__ADS_1
"Aku mau kamu bertanggung jawab atas anak ini." sahut Adel secara tiba-tiba.
Romi yang mendengar ucapan Adel semakin terkejut. "Apa? apa aku tidak salah dengar?." tanya Romi. "Bukankah kamu sendiri yang bilang tidak mau aku mengakui anak itu, karena aku miskin tidak sanggup untuk menafkahi nya, kenapa sekarang berbeda, oh ya.. apa gara-gara kamu di usir oleh Samuel waktu itu, jadi berubah pikiran."
"Iya.. karena kamu datang lagi di kehidupanku, jadi rahasiaku terbongkar, Samuel akan seger menceriakan ku, dan tidak mau mengakui anak ini, jadi aku minta kamu harus bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan."
"Terus kamu menyalahkan ku?." Romi yang menatap tajam mata Adel.
"Iya lah.. kamu yang merusak rumah tangga ku dengan Samuel, dan lagi pula anak ini juga anak mu, kamu harus bertanggung jawab dan menafkahi nya."
"Hahahah.. Romi yang tertawa begitu kencang kala mendengar ucapan Adel. " Aku tidak mau, lagi pula anak itu belum tentu anakku, karena saat itu kamu tidak hanya tidur denganku, mungkin itu juga anak dari laki-laki lain."
"Romi..!" bentak Adel.
"Apa? kamu mau marah, memang benar kan.. kamu tidak hanya tidur denganku dan Samuel, kamu itu piala bergilir, yang di gilir sana dan sini, di pinjam sana dan sini."
"Plakkkk!." Adel yang menampar pipi Romi begitu saja. "Tutup mulutmu brengsek!."
Romi yang mendapat tamparan dari Adel bukannya kesakitan malah tersenyum kecut. "Pergilah dari sini, aku tidak akan bertanggung jawab atas anak itu, anak itu hanya akan merepotkan hidupku saja, jadi enyah lah.. jangan menemui ku lagi, anda paham nona Adel terhormat." ucap Romi lalu berjalan pergi begitu saja kembali ke teman-temannya.
"Romi.. ini anakmu.." teriak Adel.
__ADS_1
"Sutssss... brisik.. sudah pergi sana." ucap Romi yang masih berjalan meninggalkan Adel.
Adel tidak tahu lagi harus berbuat apa, Romi saja yang jelas-jelas ayah dari anaknya tidak mau bertanggung jawab, apa lagi Samuel yang sudah begitu kecewa kepadanya. Di tambah sang mama yang selalu memarahinya dan menuntut ini itu kepadanya.