
Pagi ini Alex memutuskan untuk menemui Riri di rumahnya. Setelah kemarin Riri bertemu dengan kedua orang tua Alex, Riri tidak mau mengangkat telfon atau membalas pesan dari Alex, Alex yang baru saja turun dari mobil pun dengan cepat masuk ke dalam rumah Riri. Saat sampai di ambang pintu Alex melihat ART Riri yang sedang menyapu di halaman rumah.
"Apakah Riri ada di rumah bik?." tanya Alex kepada ART Riri yang bernama bik Sri.
"Ada tuan, nyonya Riri sedang bersantai di dekat kolam renang." jawab bik Sri.
"Baiklah, terimakasih.".
" Sama-sama tuan." bik Sri yang sedikit menunduk untuk memberi hormat.
Alex pun langsung masuk ke dalam rumah, dan menuju ke sebuah kolam renang yang tidak jauh dari pintu depan, di sana Alex melihat wanita cantik yang sedang mengenakan daster bermotif beruang sedang duduk santai bermain air di tepi kolam.
Alex pun seketika berjalan mendekat ke arah Riri, dan memeluk tubuh Riri dari belakang. "Kenapa kamu tidak mengangkat telfon dan membalas pesan ku dari kemarin?." Alex yang sudah menjatuhkan kepalanya di pundak Riri.
Riri yang melihat ke hadiran Alex secara tiba-tiba sedikit terkejut. "Kenapa kamu pagi-pagi sudah sampai sini?." tanya Riri balik sedikit menoleh ke arah belakang.
"Jawab dulu pertanyaanku, kenapa dari kemarin tidak mengangkat telfon ku, dan membalas pesanku."
"Aku hanya malas main ponsel, dan ingin menghabiskan waktu sendiri."
"Tidak mungkin kamu malas, kamu saja bisa mengangkat telfon dari Mita, bagaimana bisa kamu tidak mengangkat telfon dari ku, bukankah itu curang?. "
__ADS_1
"Itu karena aku dan Mita sedang membahas pekerjaan, karena kita sedang membahas hal penting." jawab Riri seketika menatap kembali ke arah depan.
"Lalu menurutmu aku tidak penting, hingga kamu mengabaikan ku?."
"Bukan begitu Alex... aku hanya_." sebelum Riri selesai bicara Alex lebih dulu menyahut nya.
"Ada apa denganmu, bicaralah kepadaku, Tuhan menciptakan mulut itu bukan tanpa alasan Ri, aku bukan dukun yang tau akan semua hal."
"Tanpa aku beri tahu, kamu pasti juga sudah paham Lex." Riri yang melepaskan tangan Alex yang sedang memeluknya, lalu Riri beranjak berdiri dan duduk di sebuah kursi.
Alex pun seketika mengikuti Riri dan duduk di sebelah Riri. "Apa kamu seperti ini karena ucapan mama kemarin?."
Riri yang mendapat pertanyaan dari Alex hanya diam, Riri terus menatap ke arah depan tanpa menatap wajah sang pacar.
Riri pun seketika menatap wajah Alex di sampingnya, ia tatap lekat-lekat kedua netra berwarna biru tetsebut. "Kamu bilang mama mu belum mengenal aku? sebelum aku mengenal mamamu, mamamu lebih dulu mengenal aku Lex, aku adalah mantan model internasional, aku adalah putri dari pemilik Hadiwinata Grub, dan aku juga adalah perempuan yang menjadi korban selingkuhan suamiku, sebelum kamu menjabarkan semua tentang aku kepada mama mu, mama mu lebih dulu tahu soal aku, semua prestasi, pendidikan tinggi, jabatan yang aku miliki tidak berarti apa-apa di mata mamamu, karena semua tertutup oleh berita tentang perselingkuhan suamiku, dan kehamilanku tanpa suami." ucap Riri panjang kali lebar.
Ini semua hanya perlu waktu Ri,, mama hanya perlu waktu untuk menerima ke adaan mu sekarang."
"Tidak Lex, aku tahu sampai kapan pun mama mu tidak akan bisa menerima aku, karena aku adalah barang bekas, mama mana yang tega melihat anaknya mendapat barang bekas, semua orang tua menginginkan anaknya mendapatkan yang tetbaik."
"Stop Ri, stop... kamu bukan barang bekas, kamu seperti ini bukan kesalahanmu, kesalahanmu hanya satu yaitu kamu salah dalam memilih kepala rumah tangga, hanya itu saja, sisanya itu adalah kesalahan Samuel, Samuel yang tidak bisa menjadi seorang ayah dan suami yang baik."
__ADS_1
Riri yang mendengar ucapan Alex seketika menitihkan air matanya. Alex yang melihat Riri menangis pun langsung memeluknya. Riri terus saja menangis di pelukan Alex. air mata terus mengalir membasahi pipi mulusnya.
"Aku benci dengan takdirku sendiri, Lex, aku benci dengan situasi ini, apa Tuhan sedang menghukum ku?."
"Dengan alasan apa Tuhan menghukum mu, tuhan memberikan cobaan ini karena Tuhan menyayangi mu." Alex yang terus mencoba menenangkan Riri. "Aku mencintaimu Ri, sampai kapan pun aku akan tetap mencintaimu, mau mama tidak merestui kita, sekalipun dunia tidak merestui kita, aku akan tetap memilihmu sebagai pendamping hidupku." ucap Alex sambil mencium kening Riri secara lembut.
"Tapi pernikahan tanpa restu orang tua itu tidak baik Lex, seperti dulu papa ku yang sebenarnya tidak merestui aku menikah dengan Samuel dan seperti ini lah akhir dari pernikahanku, aku tidak mau itu terulang kembali."
Alex pun menyentuh wajah Riri yang masih basah oleh air mata, Alex mendekat kan wajahnya ke arah wajah Riri. "Itu tidak akan terulang lagi, aku akan berusaha mencari cara agar mama ku merestui hubungan kita, dan bisa menerima mu apa adanya, aku akan berjuang agar kita mendapat restu dari orang tua sayang."
Riri yang melihat Alex begitu berjuang untuk mendapat kan nya seketika kembali menangis. Riri tidak menyangka selama ini ada laki-laki yang tulus kepadanya, tanpa memandang fisik, tahta, dan harta.
"Aku mencintaimu Alex." ucap Riri lirih namun sangat jelas.
Alex yang mendengar ucapan Riri bahwa mencintainya pun seketika tersenyum. "Aku lebih dan lebih mencintaimu nyonya Riri." Alex yang kembali mencium kening Riri dengan lembut.
.
.
.
__ADS_1
Besuk lagi UP nya bobok dulu bolo...
Happy Reading ❤