
Black terus berjalan melewati tangga untuk menuju ke lantai dua, dengan tubuh mengendap-endap memastikan bahwa dirinya aman, setelah tiba di lantai dua, Black melihat ke sekitar, dan benar saja ia melihat bahwa bos nya dan Bimo sudah di kepung oleh beberapa anak buah Tiger, dari jauh Black langsung menembakkan senjatanya ke arah mereka semua.
"Dor.. Dor.. Dor.." Dan beberapa anak buah Tiger pun langsung tergeletak ke lantai.
"Black." ucap tuan Hadiwinata yang melihat kehadiran Black.
"Bos.. apakah bos dan tuan Bimo baik-baik saja?." tanya Black yang siap bergabung dengan tuan Hadiwinata dan Bimo.
"Iya.. kamu sendiri apakah baik-baik saja?." tanya balik tuan Hadiwinata.
"Saya baik-baik saja bos."
Setelah lantai dua aman, mereka bertiga pun sudah berjalan untuk menuju ke lantai 3, namun tiba-tiba dari lantai 3 kembali datang anak buah Tiger yang cukup banyak, Black, tuan Hadiwinata, dan Bimo pun kembali bersiap untuk menggunakan senjatanya.
Mereka ber tiga seketika membuat baris melingkar dengan menghadap lawan arah. "Dor.. Dor.." Bimo yang udah melesatkan peluru ke arah musuh, begitu pun tuan Hadiwinata dan juga Black, mereka bertiga terus saja menembakkan pistol ke arah lawan.
"Sepertinya kita telah di kepung bos, sepertinya Tiger sudah mengetahui bahwa kita akan datang." ucap Black yang berdiri di samping bosnya.
"Iya.. maka dari itu kita tidak boleh lengah, jika peluru itu masuk ke dalam tubuh kita, kita tidak akan selamat." ucap tuan Hadiwinata.
Setelah hampir 15 menit mereka bertiga memusnahkan musuh di lantai 2, akhirnya mereka bertiga bisa menuju ke lantai 3, setibanya di lantai 3, tuan Hadiwinata melihat Kenzo dan King terus melawan anak buah Tiger.
"Bimo cepat kamu selamatkan Alex dan juga David." perintah tuan Hadiwinata yang melihat Alex dan David sudah tak sadarkan diri.
"Baik pa." Bimo yang sudah berjalan untuk menyelamatkan Alex, dan David namun lagi-lagi di cegah oleh anak buah Tiger.
Tuan Hadiwinata pun sudah berjalan mendekat ke arah tuan Tiger yang sedang di jaga oleh beberapa anak buahnya, sedangkan Black membantu King dan Kenzo yang sedang berjuang untuk memusnahkan lawan.
"Akhirnya yang aku tunggu-tunggu telah tiba, aku kira kamu akan lupa dengan ku Hadiwinata." ucap tuan Tiger kepada teman seperjuangannya.
"Tutup mulut mu Tiger! kenapa kamu selalu mengganggu keluargaku, dulu kau menculik putriku, dan sekarang kau menculik Alex, apakah kamu kurang puas dengan apa yang kamu lakukan kepadaku!." tuan Hadiwinata yang menatap benci terhadap tuan Tiger.
"Bukankah katamu, nyawa harus di balas dengan nyawa, kau telah membunuh anak semata wayangku Aldo, apakah itu setimpal dengan apa yang aku lakukan kepadamu?."
__ADS_1
"Sebelum aku membunuh anakmu, kau lebih dulu membunuh orang tuaku, bukankah kita sudah imbang, kau membunuh dua nyawa sekaligus dari keluargaku!."
"Hahahah" Tiger yang tertawa lepas. "Itu masih kurang bagiku Hadiwinata, sebelum kamu mati di tanganku, aku tidak akan merasa puas, dan aku tidak akan berhenti untuk mengusik keluargamu."
"Lepaskan Alex sekarang juga, atau aku tidak akan mengampuni mu!." ancam tuan Hadiwinata.
"Hahaha tuan Tiger yang kembali tertawa. "Apa kau tidak lihat, anak buah mu hanya 4, sedangkan aku puluhan, lihatlah anak buah mu sudah lelah, dan jika aku membunuh anak laki-laki mu Bimo itu, anak buah mu akan tinggal 3, bukankah itu sangat mengerikan." ejek tuan Tiger terhadap tuan Hadiwinata.
"Kenapa harus mengerikan, bukankah dari dulu aku selalu menang dari mu, kamu itu hanya lah seekor kancil yang menjelma sebagai manusia, otak mu kosong, ucapan mu nol, kepribadianmu tidak sesuai dengan namamu, kamu bukanlah macan melainkan kancil yang di penuhi dengan beribu kecerdikan."
"Tutup mulut mu Hadiwinata! atau aku akan menembak calon menantu kesayanganmu itu?. Ancam tuan Tiger yang menunjuk ke arah Alex yang sudah tidak berdaya.
"Lakukan jika kamu bisa." ucap tuan Hadiwinata, dan seketika tuan Hadiwinata pun langsung melesatkan sebuah peluru ke arah anak buah tuan Tiger yang sedang berdiri di samping majikannya.
"Dor.. Dor.."
Tuan Tiger yang merasa terancam pun seketika langsung meraih pistolnya, beberapa kali ia melesatkan pistol ke arah tuan Hadiwinata namun dengan sigap dan cekatan tuan Hadiwinata menghindar.
"Dor.. Dor.. kamu akan mati Hadiwinata." teriak Tiger yang terus menembaki tuan Hadiwinata, namun tidak semudah itu menembak mantan ketua Mafia.
Bimo pun seketika membantu Alex untuk berdiri, dan membawa Alex untuk keluar dari rumah tersebut, begitu pun Black, yang sudah membawa David untuk keluar. Namun saat Bimo akan turun ke lantai dua, ia melihat sang ayah yang terus di serang oleh Tiger, Bimo yang melihat ayahnya pun mencoba untuk membantunya.
"Bawa Alex sekarang keluar dari rumah ini, aku akan membantu papa terlebih dahulu." Bimo yang sudah memberikan Alex kepada King.
"Tidak tuan, biarkan saya yang membantu bos besar Hadiwinata, tuan turun saja bersama Black dan Kenzo." ucap King.
"Tidak.. sudah cepat bawa Alex dan David, di sini sangat berbahaya." perintah Bimo.
King pun sudah berjalan turun menuju ke lantai 2 sambil membawa Alex, sedangkan Black membawa David, dan Kenzo juga ikut turun untuk menjaga temannya, karena suasana belum aman.
Bimo pun seketika berlari menghampiri ayahnya. Tuan Hadiwinata yang melihat anak laki-laki nya mendekat ke arahnya seketika berteriak di sebalik tembok. "Pergilah Bimo bersama King dan Kenzo, biar papa yang akan menyelesaikan pertempuran ini, di sini sangat berbahaya, kamu harus segera pergi."
"Tidak pa, Bimo akan selalu di samping papa, kita berangkat bersama, dan pulang harus bersama." teriak Bimo yang sedang bersembunyi di sebuah tong besar.
__ADS_1
"Dor.. Dor.." tuan Tiger yang sudah menembakkan pistolnya ke arah Bimo, dan dengan sigap Bimo pun menghindar.
Tuan Tiger seketika langsung mengganti pistolnya dengan pistol besar, dan jika peluru pistol tersebut mengenai organ manusia, manusia tersebut akan langsung mati.
"Dor.. Dor.." peluru yang sudah menembus tong besi tempat persembunyian Bimo. Bimo yang terus di serang oleh Tuan Tiger pun tidak diam, dengan mata yang jeli Bimo seketika menembak tuan Tiger hingga mengenai kakinya.
"Dor.."
"Ah.." teriak tuan Tiger. Namun di situ tuan Tiger tetap menghantam Bimo dengan peluru-pelurunya.
"Bimo.. bersembunyi lah, jika peluru itu mengenai tubuhmu, kamu bisa mati!." teriak tuan Hadiwinata yang masih sibuk dengan anak buah Tiger yang terus menyerangnya.
Bimo yang mendengar ucapan ayahnya seketika sadar, ia tidak bisa jika terus bersembunyi di tong besi tersebut. Bimo pun mencoba untuk berpindah tempat, dan mencari tempat berlindung, namun saat baru saja Bimo akan berdiri, tiba-tiba peluru menyerempet lengannya. Seketika lengan Bimo pun sedikit robek.
"Bimo!." teriak tuan Hadiwinata. Tuan Hadiwinata pun seketika berjalan mundur untuk menghampiri anaknya sambil melesatkan pelurunya ke arah tuan Tiger dan anak buahnya.
"Ahh.. tanganku." Bimo yang merasa ke sakitan di sebalik tong besi tersebut.
Tuan Tiger pun seketika berjalan mendekat ke arah Tuan Hadiwinata dengan kaki pincang karena tembakan Bimo. "Selamat tinggal Hadiwinata kamu akan mati di tanganku." tuan Tiger yang sudah siap untuk menembak tuan Hadiwinata yang sedang membantu Bimo untuk keluar dari tempat tersebut.
Namun sebelum tuan Tiger melesatkan pelurunya, ia sudah tertembak lebih dulu oleh Kenzo.
"Dor.." satu tembakan yang sudah mengenai dada tuan Tiger. Tuan Tiger yang mendapat satu tembakan di dadanya pun seketika langsung terjatuh begitu saja.
Tidak hanya tuan Tiger, bahkan Kenzo sudah melesatkan beberapa peluru ke arah anak buah Tiger hingga mereka semua mati.
Tuan Hadiwinata yang melihat Kenzo menembak tuan Tiger pun seketika terkejut. Bukanlah hal mudah untuk melesatkan sebuah peluru ke arah Tiger, karena Tiger bukanlah Mafia biasa.
Tuan Tiger pun sudah terbaring tak berdaya di lantai dengan darah terus bercucuran dari dadanya. "Jika aku mati, kalian juga harus mati." Tuan Tiger yang sudah melemparkan sebuah bom, yang durasi waktunya tinggal 5 menit lagi.
Kenzo dan tuan Hadiwinata yang melihat bom di depannya seketika panik. "Kita harus pergi dari sini sekarang bos."
Kenzo pun sudah membawa Bimo yang sudah tidak sadarkan diri, karena darah terus mengalir dari tangannya, mereka terus berjalan cepat untuk keluar dari rumah tersebut sebelum bom meledak. Mereka bertiga dengan susah payah turun ke lantai satu, dengan membawa Bimo yang yang tubuhnya cukup berat. Tidak ada waktu untuk mereka bertiga lagi, jika bom itu meledak mereka juga akan ikut mati. Tinggal satu menit, akhirnya mereka bisa keluar dari rumah besar tersebut, dan tidak lama rumah pun sudah meledak begitu saja, hingga Kenzo, Bimo, dan tuan Hadiwinata terpental karena besarnya ledakan bom.
__ADS_1
Alex dan David yang sudah sadar melihat tuan Hadiwinata, Bimo dan Kenzo sudah keluar dari rumah tersebut begitu sangat lega. Apa lagi Black, dan King, ia benar-benar merasa sangat lega akhirnya bos dan juga temannya bisa keluar dari rumah tersebut dengan selamat.