
"Ada apa ini?." tanya Alex yang berjalan mendekat ke arah Samuel dan juga Riri yang sedang berdebat.
Samuel yang melihat kehadiran Alex seketika terkejut, namun Samuel sudah tidak heran lagi jika Alex datang ke rumah Riri, karena sebentar lagi Alex dan Riri akan menikah.
"Ada perlu apa lagi kamu Sam ke sini? kenapa kamu tiba-tiba datang ke sini?." tanya Alex lagi yang menatap ke arah Samuel.
"Aku hanya ingin melihat anakku yang sudah lahir di dunia, apa aku salah jika aku hanya ingin menemuinya?." jawab Samuel.
"Untuk apa kamu masih menemuinya?." Alex yang seketika kembali melangkah dan berdiri di samping Riri.
"Dia anakku, mau bagaimana pun dia adalah darah dagingku, semesta tidak bisa merubah kehendak bahwa aku adalah ayah dari anak itu."
"Tapi aku melarang kamu menemui anak ini, lalu kamu bisa apa, aku yang hamil dan melahirkannya." sahut Riri yang seakan tidak Terima dengan ucapan Samuel.
"Aku hanya ingin menemui dan menyambut dia di dunia ini, aku tidak akan mengambilnya dari kamu, tidak akan, karena aku juga sadar bahwa aku sudah tidak pantas untuk menjadi ayah dari anak itu, aku hanya ingin bertemu dengannya." jawab Samuel lagi.
__ADS_1
"Jika aku mengizinkanmu menemui bayi ini sekali, pasti kamu akan menemui nya terus menerus, aku tidak bisa itu, iya memang benar tidak ada mantan anak dan mantan ayah, tapi aku hanya tidak ingin dia tahu masa lalu pernikahan kedua orang tuanya yang gagal karena orang ke tiga, dan bayi ini akhirnya yang menerima imbasnya, aku tidak ingin masa depan anakku suram hanya karena masa lalu orang tuanya." jelas Riri.
"Aku tidak akan membiarkan masa depan anakku suram Ri, dan ini akan menjadi pertemuan yang pertama dan terakhir dengannya, karena aku akan pindah ke Amerika esok lusa, kamu tidak perlu khawatir, aku akan pergi sejauh mungkin, dan tidak akan pernah menemuinya dan mengatakan kepadanya bahwa aku adalah ayahnya, jadi izinkan aku untuk melihatnya dan menimang nya untuk yang terkahir." Samuel yang terus memohon kepada Riri.
Riri yang melihat Samuel terus memohon pun seketika terdiam, matanya begitu berkaca-kaca menatap mata Samuel yang sendu, dan badan yang terlihat sedikit Kuru, terlihat dia begitu banyak beban dan masalah.
"Aku mohon Ri, izinkan aku untuk menggendongnya, dan menciumnya, agar beban yang aku rasakan karena kesalahanku kepadanya sedikit berkurang." Samuel yang lagi-lagi memohon.
Riri tetap diam, ia benar-benar begitu berat untuk memberikan bayinya kepada Samuel, yaitu ayah kandung Exzi sendiri, Riri mengingat betul betapa sakitnya dia saat dia di duakan, dan hamil tanpa suami.
"Biarkan Samuel menggendong baby Exzi sayang, karena bagaimana pun Samuel tetap lah ayah dari baby Exzi, itu mutlak, takdir pun tidak bisa mengubahnya jika Samuel bukan ayah dari baby Exzi." Alex yang mencoba untuk merayu Riri agar Riri memberikan baby Exzi kepada Samuel ayahnya.
"Tidak apa-apa.. aku tahu mungkin ini berat bagi kamu, tapi jika kamu melarang Samuel menemui anaknya sendiri, itu tandanya kamu juga jahat, biarkan Samuel melihatnya untuk yang terkahir kali, dia sudah bilang bukan dia tidak akan mengganggu dan menemui kamu dan baby Exzi lagi, berikan dia kesempatan untuk melihat anaknya, coba jangan kamu ingat kesalahan Samuel, tapi ingat lah dulu tanpa Samuel Exzi tidak akan ada dan lahir di dunia mewarnai hidup kita." lanjut Alex lagi agar Riri Terima kenyataan bahwa Samuel adalah ayah Exzi.
Setelah keraguan, dan ketidakrelaan yang membumbung tinggi, pondasi yang begitu kuat, akhirnya pondasi tersebut runtuh juga saat Riri mendengar ucapan Alex, entah kenapa setiap Riri mendengar tutur pitutur Alex hatinya menjadi tenang dan yakin.
__ADS_1
Riri pun sudah melangkahkan kakinya mendekat ke arah Samuel, ia sudah memberikan baby Exzi kepada Samuel dengan sangat pelan-pelan karena baby Exzi sedang tidur begitu pulas, dan Samuel pun langsung meraih baby yang begitu sangat tampan dari tangan Riri.
Baby Exzi pun sudah berada di pelukan Samuel, Samuel tatap lekat-lekat bayi yang begitu tampan berkulit putih, dengan hidung mancung menjulang tinggi, bibir yang tipis, dan bulu mata yang sangat lentik ia merasa bahwa Exzi sangat mirip dengan Riri, Samuel benar-benar merasa kagum dengan bayi di pelukannya.
"Hay sayang anak papa, kamu sangat tampan sekali sayang, kamu benar-benar mirip dengan mamamu, akhirnya papa bisa menggendong kamu, suatu penghargaan untuk papa bisa menciummu." ucap Samuel sambil mengecup kening sang baby.
"Kalian beri nama siapa dia?." tanya Samuel kepada Alex dan Riri.
"Aku memberi nya nama Alexzi Zefar Zefano, dan panggilannya adalah baby Exzi." jawab Alex.
"Wah.. nama kamu sangat bagus sekali sayang, daddy Alex sangat pintar memberi kamu nama." Samuel yang sedikit menyentuh hidung mancung baby Exzi. "Exzi.. mungkin papa terlalu banyak membuat salah kepada mu dan mama mu, tapi jujur papa sangat menyayangimu, nak.. tumbuhlah menjadi laki-laki yang baik ya sayang, papa ingin kamu tumbuh dengan keberanian dan tanggung jawab yang besar tidak seperti papa mu ini, papa yakin kamu akan tumbuh menjadi orang yang luar biasa seperti mama mu dan daddy Alex yang merawat mu hingga besar nanti, nama mu akan selalu ada di hati papa sampai kapan pun nak.. papa sangat menyayangimu sayang." Alex yang kembali mengecup kening anaknya.
Riri yang melihat Exzi di pelukan Samuel seketika menitihkan air matanya, ia benar-benar tidak mampu menahan air matanya, Riri begitu terharu melihat Samuel berkata seperti itu kepada anaknya, Alex yang melihat Riri menangis pun seketika langsung memeluknya, Alex langsung menenggelamkan wajah Riri ke dada bidang nya, dengan tangan Alex yang mengusap pundak Riri untuk menenangkannya.
"Sutts... sayang.. sudah ya jangan menangis.." Alex yang terus menenangkan Riri.
__ADS_1
"Aku sudah tidak benci dia Lex, tapi kenapa semua ini terjadi kepadaku, hik.. hik..." Riri yang terus menangis karena jalan hidupnya yang banyak lika liku.
"Tidak apa-apa sayang.. semua sudah ada garisnya, dan setelah ini semua akan baik-baik saja." ucap Alex lagi.