Surat Cerai Yang Ku Layangkan

Surat Cerai Yang Ku Layangkan
Penjelasan Alex


__ADS_3

Riri sudah lebih dulu tiba di Villa di bandingkan Alex, Riri pun masuk ke dalam kamar begitu saja, karena ia begitu tidak suka dengan kehadiran Anya di pantai barusan. Mita yang sedang diluar balkon kamar sambil menggendong baby Exzi sedikit merasa aneh, kenapa Riri balik ke Villa sendiri tidak bersama Alex, di tambah raut wajah Riri begitu sangat muram, seharusnya Riri bahagia setelah dari pantai, tapi ini terlihat cemberut.


Mita pun mencoba mendekat ke arah Riri yang sedang sibuk mengambil baju ganti. "Kemana Alex, kok kamu pulang sendiri?." tanya Mita kepada bos serta temannya tersebut.


"Nggak tau, dia masih di bawah, soalnya tadi habis ketemu sama mantan pacarnya." jawab Riri sedikit cuek.


Mita pun seketika paham kenapa Riri tampak muram dan cemberut, ternyata dia cemburu dengan mantan Alex. "Emang Alex punya mantan?." tanya Mita lagi.


"Ya nggak tahu, tanya aja tuh sama orangnya." Riri yang menunjuk ke arah Alex yang baru saja tiba di kamar mereka.


Mita pun menoleh ke arah Alex yang baru saja masuk ke dalam kamar, sedangkan Riri sudah masuk ke dalam toilet untuk mandi sekalian ganti baju yang lebih nyaman.


"Riri mana?." tanya Alex kepada Mita.


"Baru aja masuk kamar mandi, mau mandi kayanya, lo di cuekin ya sama Riri." Mita yang meledek Alex sambil tersenyum.


Mita memang seperti itu, saat ia di luar jam kerja, atau di jam santai, ia selalu bersikap formal kepada Riri dan juga Alex, karena Riri pernah bilang selama di luar jam kerja posisi mereka sama, tidak ada bos dan bawahan, mereka bisa menjadi sahabat dan saudara.


"Iya.. padahal dia hanya salah faham saja." jawab Alex sambil menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.


"Emang mantan kamu yang mana sih, emang kamu punya mantan? kaka Riri kamu tidak pernah pacaran."


"Dia bukan mantan, tapi cuman temen biasa, dulu kita teman satu kuliah saat di Australia, sempet sih dulu dia suka sama aku, tapi aku tolak, karena aku cuman suka sama satu cewek saat itu, belum bisa membuka hati untuk siapa pun." Alex yang seketika menjadi curhat.


"Satu cewek itu Riri maksud kamu?." tanya Mita yang masih berdiri tidak jauh dari Alex sambil menimang baby Exzi yang sedang tertidur pulas.

__ADS_1


"Ya iya lah siapa lagi, dia aja yang nggak tau betapa susahnya aku menunggu dia sampai janda."


"Jadi dulu kamu do'ain Riri untuk menjadi janda gitu?."


"Bukan begitu Mita, ah susah juga ngomong sama kamu, cewek memang semua seperti itu, semakin di jelasin semakin cari-cari masalah." ucap Alex yang seketika marah dengan Mita.


Mita yang melihat Alex marah pun seketika tertawa. Setelah Alex dan Riri sudah kembali ke Villa, Mita pun segera pamit untuk pulang, karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus ia tangani. Mita sudah memberikan baby Exzi kepada Alex, sedangkan Riri belum juga keluar dari toilet padahal sudah hampir 30 menit di dalam sana.


"Gue pamit dulu ya, dan jangan lupa jelasin kepada Riri, kalau memang wanita itu bukan mantan kamu, biar Riri tidak salah faham." ucap Mita.


"Iya-iya, nanti gue jelasin sama Riri, lo hati-hati di jalan ya."


"Oke.. titip salam buat Riri, gue pulang duluan." Mita yang sudah keluar dari kamar dan melambaikan tangan, begitu pun dengan Alex ia pun sudah melambaikan tangan kepada Mita.


Tidak lama setelah Mita pulang, akhirnya Riri pun sudah keluar dari dalam toilet, Riri yang baru saja keluar dari toilet bersikap cuek seakan-akan tidak tahu kalau ada Alex yang sedang tidur di samping baby Exzi.


Riri tidak lagi mengindahkan ucapan Alex, Riri tahu Alex berbicara seperti itu hanya untuk memancing dirinya saja. Padahal dari tadi di dalam toilet Riri tidak mendengar sama sekali tangisan baby Exzi, itu hanya akal-akalan Alex saja. Maka dari itu tidak mempan untuk seorang Riri, apa lagi Riri merasa di bohongi, Riri tipikal wanita yang tidak suka di bohongi dan tidak mudah untuk luluh begitu saja dengan rayuan laki-laki.


Berkali-kali Alex mencoba mengajak bicara Riri, namun tetap saja Riri cuek dan tidak perduli dengan ucapan Alex. Alex yang dari tadi tidak mendapat respon dari Riri dan terus di cuekin Riri menjadi tidak kuat, ia benar-benar tidak bisa kalau di diamkan oleh calon istrinya tersebut. Alex pun memutuskan untuk turun dari ranjang tempat tidur, lalu memeluk Riri dari belakang yang sedang memakai skincare malam.


"Sayang" peluk Alex dari belakang.


"Ih.. minggir.. badan kamu bau, jangan deket-deket, aku sudah mandi." Riri yang tidak mengizinkan Alex untuk memeluknya.


"Kamu kenapa sih sayang marah terus sama aku, emang aku salah apa?."

__ADS_1


"Pake tanya salah apa lagi, emang kejadian tadi sore kamu udah lupa, oh ya kecantikan Anya membuat kamu jadi amnesia ya?."Riri yang beranjak berdiri dari tempat duduknya.


Alex yang mendengar nama Anya seketika menarik nafasnya dengan susah payah." Anya lagi Anya lagi.. aku jelasin ya sayang, aku jujur benar-benar jujur, aku dan Anya hanya teman biasa, tidak lebih dan tidak kurang, dulu kita satu fakultas, dan satu kelas, dan kita banyak mendapat tugas bersama, salah satunya di sebuah hotel, cuman tidak hanya kita berdua saja, tapi juga banyak teman-teman aku." Alex yang mulai menjelaskan.


"Memang dulu aku dan Anya kerap di jodoh-jodohkan, tapi aku selalu tidak mau dan membantah, karena masih ada satu wanita yang selalu di hati aku yaitu bernama Riri hingga saat ini aku pun masih mencintainya, dan aku tidak pernah mencintai Anya, justru Anya yang selalu menyatakan cintanya kepada ku lebih dulu, tapi aku lagi-lagi menolaknya, dengan alasan ingin fokus kuliah, karena aku tidak ingin menyakiti hati Anya, cuman sekedar itu saja tidak ada yang spesyal, dan kita sudah tidak lama jumpa mungkin sekitar dua tahunan, karena Anya masih melanjutkan studinya di Australia, sedangkan aku memutuskan untuk balik ke indonesia."lanjut Alex lagi.


"Bohong." sahut Riri.


"Ya Tuhan benar sayang, aku sudah jujur, aku sama sekali tidak pernah menaruh rasa dengan Anya, aku dulu menganggap Anya hanya lah teman kuliah biasa."


"Apa buktinya kalau kamu dan Anya tidak pernah ada hubungan?."


"Kamu masih belum percaya sama aku dan minta bukti?." tanya Alex.


"Iya, karena aku sudah tidak mau di bohongi laki-laki yang kedua kalinya."


.


.


.


.


Like dulu yok yang banyak, kalau gak di like Author gak mau UP lagi 😌

__ADS_1


Hehe.. bercanda ya..


Happy Reading orang-orang baik ❤


__ADS_2