
Setelah semua para tamu hadir, acara meniup lilin dan memotong kue pun akan di mulai, Tuan Argantara dan nyonya Jini pun sudah naik ke atas panggung, sedangkan Alex memutuskan untuk tetap di bawah menemani Riri. Acara begitu sangat ramai, tepuk tangan dan teriakan terus bersautan untuk memeriahkan acara.
Setelah Nyonya Jini meniup lilin dan memotong kue ia pun langsung memeluk sang suami, dia begitu bangga mempunyai seorang suami seperti tuan Argantara dan anak tunggal seperti Aleksander. Menurut nyonya Jini harta yang paling berharga adalah mereka berdua.
Setelah nyonya Jini selsai memberi sambutan dan sedikit cerita tentang keluarganya, kini giliran tuan Argantara yang ingin memberikan sambutan kepada para tamu undangan.
"Selamat malam semua, saya Argantara selaku suami Jini dan ayah dari Aleksander ingin mengumumkan suatu hal yang menurut saya itu penting." ucap tuan Argantara di depan semua para undangan. "Saya tidak akan berbicara banyak seperti istri saya, saya hanya akan memberi tahu bahwa putra tunggal saya akan segera menikah." lanjut tuan Argantara.
Para tamu undangan yang mendengar ucapan tuan Argantara pun semua terkejut namun juga bahagia, pasalnya kerabat, tetangga, serta teman tuan Argantara dan teman nyonya Jini tau, bahwa Alex tidak pernah menjalin asmara dengan siapa pun dan tiba-tiba akan menikah.
Nyonya Jini yang masih berdiri di samping tuan Argantara sangat terkejut dengan ucapan suaminya, bagaimana bisa sang suami mengumumkan pernikahan anaknya di acara ulang tahunnya.
"Siapa yang akan menjadi calon istri tuan Aleksander?. tanya salah satu kerabat Alex.
" Apakah dia ada di sini?." tanya yang lainnya.
"Kapan pernikahannya, apakah kita akan di undang?."
Pertanyaan yang silir berganti, se akan-akan semua orang ingin tahu dengan siapa Alex akan melabuhkan hatinya.
__ADS_1
Tuan Argantara pun melanjutkan ucapannya. "Iya benar calon menantu saya ada di sini, Alex akan menikah dengan Riri yaitu putri dari pemilik Hadiwinata Grub, pemilik perusahaan besar di kota ini." Tuan Argantara yang menunjuk ke arah Riri dan Alex.
Semua orang pun terkejut dengan ucapan tuan Argantara, semua tamu undangan menatap ke arah Riri yang sedang berdiri di samping Alex. Nyonya Jini yang tadinya terlihat bahagia kini raut wajah menjadi marah.
"Apa ini apa-apa an, anak kita tidak akan menikah dengan Riri, mama tidak merestuinya." ucap nyonya Jini di samping sang suami.
"Sutttsss.. diam..."Ucap tuan Argantara, dan nyonya Jini pun semakin jengkel.
" Hah.. calonnya Alex adalah putri pemilik Hadiwinata Grub, loh bukannya dia janda ya?." ucap tamu undangan.
"Emng kenapa kalau dia janda, memang ada yang salah, sekarang ma udah biasa orang janda dapet perjaka, lagi pula kelurga Hadiwinata Grub itu bukan keluarga sembarangan lo, dia pemilik perusahaan terbesar di kota ini, bahkan perusahaannya nomor satu, semua manca negara juga tahu." sahut tamu undangan yang lainnya.
"Iya.. ya mungkin Alex akan menjadi ayah dari anak itu."
"Tapi memang cantik ya, pantas saja dia menjadi model papa atas dulu sebelum menikah, pesonanya memikat hati."
"Iya benar, tapi aku juga sedikit curiga, pasalnya kan dia janda, apa tuan Argantara hanya ingin hartanya saja?."
"Sutsss... jangan bicara seperti itu, Argantara itu orang yang baik, dulu dia juga orang tidak punya hingga menikah dengan Jini anak konglomerat, dan akhirnya bisa sampai sekarang tajir melintir, jadi setara lah kalau sama calon besannya yang kaya raya tujuh turunan gak akan habis."
__ADS_1
Riri dan Alex terus mendengar ucapan-ucapan dari para tamu undangan, banyak yang memuji mereka berdua, namun juga banyak yang menghina dan mencomooh mereka, namun itu tidak membuat Alex memutuskan Riri, Alex akan tetap menikahi Riri dan menerima Riri apa adanya.
"Ya mungkin Riri itu maaf adalah janda karena baru saja bercerai dengan sang suami, namun bagi saya dan keluarga itu tidak masalah, karena semua orang mempunyai masa lalu, dan yang lalu biar lah berlalu, keluarga saya bisa menerima Riri dengan baik, dan semoga keluarga besar Riri juga bisa menerima keluarga saya dengan baik, dan menjadikan dua keluarga menjadi satu." ucap Tuan Argantara lagi. "Hanya itu yang ingin saya sampaikan, karena saya begitu bahagia, karena anak semata wayang yang saya bangga-banggakan akan segera menikah, terimakasih." Tuan Argantara yang sudah menutup acara.
"Tidak pa, pernikahan ini tidak benar, anak kita tidak akan menikah dengan Riri, biar mama yang giliran bicara, bahwa itu tidak benar." nyonya Jini yang ingin berbicara namun di halangi oleh tuan Argantara.
"Untuk tamu undangan, silahkan menikmati makanan yang sudah di sediakan, anggap saja seperti rumah sendiri." ucap tuan Argantara lagi di depan mikrofon.
Tuan Argantara pun langsung menarik tangan nyonya Jini agar segera turun dari panggung acara.
"Lepasin pa.. papa ini apa-apa an sih!." nyonya Jini yang menarik paksa tangannya karena di genggam oleh sang suami.
"Mama jangan berbuat ulah, turuti saja keinginan papa."
"Untuk apa papa mengumumkan pernikahan Alex di acara ulang tahun mama, seharusnya papa itu membuat mama bahagia, bukan malah seperti ini."
"Sudah diam saja.. kalau tidak seperti itu, mama tidak akan merestui mereka berdua, semua orang sudah tau, jadi jangan berbuat ulah, mama paham?."
"Mama kecewa dengan papa!." nyonya Jini yang berjalan pergi begitu saja meninggalkan suaminya.
__ADS_1