
Pagi hari setelah pergelutan yang panas tadi malam, Riri baru saja terbangun dari tidurnya, saat ia terbangun ia melihat Alex masih tertidur pulas di sampingnya. Riri seketika menggosok matanya dan menatap pada jam dinding, saat Riri sedang menajamkan matanya ternyata waktu sudah menunjukan pukul 10 pagi. Riri pun seketika langsung teringat dengan baby Exzi yang ia titipkan kepada sang ibu mertua yaitu nyonya Jini. Dan akan ia ambil pagi hari jam 7. Seketika Riri pun langsung beranjak untuk turun dari ranjang tempat tidur. Namun saat ia baru saja turun ia menyadari bahwa ia belum memakai apa-apa. Riri langsung saja meraih handuk di sebuah kursi untuk menutupi tubuh polosnya.
Riri seketika langsung berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri, ia benar-benar sudah sangat kesiangan, bagaimana ia lupa dengan anaknya, apa lagi ia titipkan ke ibu mertua, bukan ke nyonya Tata ibunya sendiri. Hanya memerlukan waktu 10 menit Riri sudah kembali keluar dari dalam kamar mandi dan segera memakai baju. Setelah semua sudah siap, ia tidak lupa untuk memoles wajahnya dengan beberapa rangkain make up seperti maskara, pensil alis, blas on dan lipstik berwarna nude.
Alex yang mendengar suara berisik di kamar seketika membuka matanya, ia menggeliat sambil menguap menatap ke arah istrinya. "Loh sayang.. kamu aku ke mana, masih pagi lo." tanya Alex yang udah beranjak duduk.
"Pagi dari mana, ini sudah siang sayang, lihat sudah hampir setengah 11, aku harus segera menjemput baby Exzi di rumah mama Jini." Riri yang menunjuk ke arah jam dinding.
Alex yang seketika menatap ke arah jam dinding, karena dia tidak percaya jika ini sudah jam setengah 11. Namun saat menatap jam dinding benar saja waktu susah menunjukan pukul 10 lebih 20 menit. Baru kali ini Alex bangun se siang ini, Alex pun seketika tertawa kala teringat pergelutan tadi malam yang mencapai 5 ronde hingga sampai jam 4 pagi.
"Kaki mu tidak sakit sayang?." tanya Alex.
"Tidak.. memang kenapa?." Riri yang menoleh ke arah Alex sambil memakai blas on di pipinya.
"Tidak apa-apa, aku kira kamu tidak bisa jalan." jawab Alex sambil turun dari ranjang tempat tidur.
Riri yang mendengar ucapan Alex seketika tertawa. "Hahaha.. seharusnya yang tanya seperti itu aku, apakah kamu baik-baik saja?." tanya Riri yang mengingat pergelutan tadi malam adalah pengalaman pertama yang baru Alex rasakan.
__ADS_1
"Iya-iya.. kamu sudah berpengalaman, tunggu aku, kita akan jemput baby Exzi bersama, aku mandi sebentar." Alex yang berjalan menuju kamar mandi.
"Tidak usah sayang.. biar aku saja, kalau nunggu kamu semakin lama nanti, aku tidak enak dengan mama Jini, jika baby Exzi terlalu lama di sana."
Alex yang mendengar ucapan istrinya seketika menoleh. "Exzi itu juga cucu mama, tidak mungkin mama akan memarahi mu, mama justru suka karena baby Exzi di sana, untuk teman mama di rumah."
"Tapi tetap saja sayang, pasti mama lelah jagain baby Exzi, apa lagi kemarin habis resepsi pernikahan kita."
"Suttsss.. aku tidak lama sayang hanya 10 menit saja." Alex yang susah masuk ke dalam kamar mandi.
"Uluh-uluh.. pengantin baru jam segini baru bangun, bahkan sampai lupa jemput anak nya." ledek nyonya Jini kepada anak dan menantunya.
"Berapa ronde tadi malam Al, kok sampai kesiangan?." tanya tuan Guntoro kepada anak semata wayangnya.
"Lima pa." jawab Alex yang sudah mendekat ke arah kedua orang tuannya.
"Plak".
__ADS_1
"Au.. sakit sayang." Alex yang menoleh ke arah Riri saat Riri memukul tangannya.
"Tidak usah di perjelas juga sayang, aku jadi malu." ucap Riri lirih.
"Bagaimana rasanya, enak tidak?." tanya tuan Argantara lagi yang terus meledek anaknya
"Enak pa, benar-benar surga dunia.". jawab Alex lagi yang terus menanggapi pertanyaan ayahnya.
Riri yang mendengar ucapan Alex semakin merasa malu dengan mertuanya, bagaimana bisa Alex di beri pertanyaan seperti itu menjawab dengan jujur.
.
.
.
Udah up dari pagi sebenernya.. 🥱
__ADS_1