Takdir Pengantin Pengganti

Takdir Pengantin Pengganti
34. Insiden Tidak Disengaja.


__ADS_3

Sejak pertemuan di kantor waktu itu, Bella memilih menghindari Noah dan menjalankan hidupnya seperti saat-saat pertama kali menikah. Dia tak ingin lagi berharap bisa membalikkan perasaan Noah, sebab dia tahu pria itu tak akan pernah berbalik mencintainya.


Kini yang ada dalam pikiran Bella hanya satu, yaitu bersiap menjalani kehidupannya sendiri, karena siapa tahu saja Noah tiba-tiba mengajukan permohonan perceraian demi bisa kembali bersama Maria, wanita yang hingga kini selalu dicintainya.


Noah sebenarnya sadar akan perubahan sikap yang Bella tunjukan. Namun, entah mengapa pria itu malah terlihat biasa-biasa saja. Noah tidak peduli bila Bella bahkan tak lagi menganggap dirinya ada. Sebab hubungan mereka sejak awal memang seharusnya tidak terjadi.


Akan tetapi, lama kelamaan mengabaikan Bella kini malah terasa semakin sulit. Padahal seharusnya mudah saja dia lakukan seperti saat pertama menikahi Bella.


Noah jadi uring-uringan sendiri dan sikapnya menjadi semakin menyebalkan di mata Bella.


Ada saja satu dua pertengkaran yang terjadi karena Noah memulainya lebih dulu, padahal Bella sedang tidak melakukan apa-apa. Contohny seperti saat ini.


Bella hanya bisa menelan kekesalannya, tatkala Noah lagi-lagi membongkar semua isi lemari yang sudah dia rapikan.


Noah berdalih bahwa semua isi lemarinya tidak sesuai urutan seperti yang dia mau, padahal jelas-jelas Bella sudah melakukannya. Dia bahkan sampai mencatat betul-betul perkataan Noah di ponsel.

__ADS_1


"Lakukan lagi! Waktumu satu jam dari sekarang!" titah Noah marah.


"Lemari sebesar ini aku tak mungkin membereskannya dalam waktu singkat!" protes Bella.


"Jangan membantah perintahku! Cepat lakukan atau akan kubakar semua baju-bajumu!" ancam Noah.


"Setidaknya, jangan kau bongkar semua, agar aku bisa memperbaiki yang salah saja." Bella kembali membuka suaranya dengan nada datar.


Bukannya meminta maaf, Noah malah membentak Bella lebih keras. Dia bahkan mengancam akan memecat Bella.


Terang saja dia tak ingin kehilangan pekerjaan pertamanya. Kehilangan pekerjaan berarti Bella harus rela terkurung lagi di rumah, dan itu adalah hal terakhir yang dia inginkan.


Bella menghela napas pasrah. Menangis pun rasanya percuma, Noah terlalu egois jadi seorang laki-laki.


Alhasil, dengan mata basah Bella kembali menyusun tiap lembar pakaian Noah ke lemari. Sementara Noah kembali fokus pada pekerjaannya di laptop.

__ADS_1


Bella tidak bisa berkutik, sebab pria itu mengerjakan tugasnya tepat di atas ranjang sembari mengawasi Bella.


Butuh waktu satu jam empat puluh menit bagi Bella untuk merapikan semua isi lemari Noah. Itu artinya, dia menghabiskan empat puluh menit lebih lama dibandingkan dengan waktu yang diberikan Noah.


Hal itu tentu saja membuat Noah naik pitam. Dia bahkan dengan kasar menarik tangan Bella yang hendak pergi meninggalkannya.


Bella sontak memberontak. Sekuat tenaga gadis itu berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman Noah. Namun nahas, kekuatan Noah yang jauh lebih besar membuat tubuh gadis itu limbung seketika.


Bella terjatuh tepat di atas tubuh Noah yang terbaring di ranjang. Tak hanya itu saja, kedua bibir mereka bahkan saling menempel satu sama lain.


Mata Bella terbelalak lebar. Tubuhnya kini terasa kaku tak bisa digerakkan.


Beruntung kewarasannya masih menguasai diri. Dengan cepat dia segera bangkit dari atas tubuh Noah. Namun anehnya, pria itu malah menahan tubuh Bella agar tetap berada dalam posisi yang sama.


Noah dengan sadar tak ingin melepaskan kecupan tersebut. Mata tajamnya menatap Bella penuh arti.

__ADS_1


__ADS_2