Takdir Pengantin Pengganti

Takdir Pengantin Pengganti
49. Bantuan Tristan.


__ADS_3

Sepeninggal Jessica dan Martha, Harold yang sedari tadi menahan diri akhirnya jatuh tak sadarkan diri. Pria itu sejak tadi memegang dadanya yang terasa nyeri dan panas.


Melihat sang ayah pingsan dengan keringat dingin mengucur deras, Noah dengan sigap menghampiri beliau. Tak lupa dia juga menelepon petugas medis untuk datang ke rumah, dan juga menjelaskan kondisi Harold.


Sembari menunggu mereka datang, Noah diarahkan untuk melakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru). Beruntung dia memiliki pengetahuan dasar soal pertolongan pertama.


"Pa!" seru Noah, saat Harold akhirnya sadar setelah dia melakukan RJP selama sepuluh menit. Tak lama, ambulance pun datang dan langsung membawa mereka ke rumah sakit di mana Bella berada.


"Pertolongan pertama yang dilakukan pada beliau sangat membantu. Saat ini kami juga sudah memberikan obat pengencer darah. Untuk selanjutnya, pasien harus tetap berada di sini sampai benar-benar pulih," ucap seorang dokter UGD yang baru saja memeriksa keadaan Harold.


Noah pun setuju. Saat hendak mengurus kamar perawatan untuk sang ayah di bagian administrasi, Tristan datang menyusul. Noah memang sempat menelepon sahabatnya itu untuk datang menemani.


"Kau baik-baik saja?" tanya Tristan khawatir, tatkala mendapati wajah kusut Noah. Tak hanya kusut saja, Noah bahkan terlihat sedikit linglung dengan sorot mata kosong.


Tristan mengerti ini bukan waktu yang tepat untuk menanyakan apa yang telah terjadi. Alhasil, pria itu lebih memilih menutup mulutnya sementara.

__ADS_1


"Aku akan mengurus kamar ayahku dulu," katanya tanpa membalas tatapan Tristan.


"Biar aku saja, kau temani ayahmu." Tristan menahan tangan Noah, dan membiarkan pria itu duduk di sebelah Harold yang kini tengah tertidur.


...**********...


Tristan mematung tak percaya, setelah mendengar cerita singkat dari Viola dan Emma, soal kondisi Bella. Termasuk cerita tentang Noah yang merupakan anak kandung dari Jessica dan pria lain.


Saat pergi ke kantin untuk membelikan Noah minum, Tristan secara tidak sengaja bertemu dengan kedua gadis tersebut di koridor rumah sakit. Mereka sedang menunggui Bella yang masih terbaring di ICU.


Viola dan Emma pun tak kalah terkejut saat mendengar kabar, bahwa Harold juga dirawat di rumah sakit ini. Sebab, rekan kerjanya sama sekali tidak memberitahukan hal tersebut.


...**********...


"Aku juga sempat melihat Bella sebentar," sambung pria itu.

__ADS_1


Noah terdiam sejenak. "Aku ... merindukannya," ucap pria itu parau.


"Temuilah. Dia membutuhkanmu," usul Tristan.


Mendengar jawaban sang sahabat, Noah tertawa lirih. Entah mengapa, kenyataan yang baru saja dia ketahui, membuatnya takut untuk melihat Bella meski hanya dari jauh.


Noah tidak memiliki keberanian. Ingatan akan sikap kejam dan penghinaannya pada sang istri, kini menghantui seluruh sendi-sendi tubuh Noah.


Siapa sangka, hinaan yang selama ini selalu terlontar untuk Bella, kini berbalik pada dirinya.


Dia lah yang sampaah. Dia lah anak yang tidak diinginkan.


"Aku akan mencari anak itu," ujar Noah kemudian. Walau hatinya sangat terluka, bukan berarti Noah tak ingin anak kandung Harold ditemukan.


"Lalu setelah itu?" tanya Tristan.

__ADS_1


"Aku akan pergi meninggalkan semua ini, karena sejak awal ini bukan hidupku." Noah menghela napasnya yang terasa berat, sebelum kemudian berdiri dari sofa. Namun, Tristan dengan cepat menahan tangan pria itu.


"Aku yang akan mencarinya. Kondisimu sedang kacau. Penampilanmu bahkan seperti maya4t hidup sekarang. Jadi, kau cukup diam di sini!" kata Tristan tegas.


__ADS_2