
Bella memeluk erat tubuh ringkih Madame Caroline yang kini hanya bisa duduk di kursi roda. Gadis itu menangis, mengetahui kabar bahwa ibu pantinya itu mengidap stroke sejak tiga tahun yang lalu. Beliau bahkan sempat tak mampu bicara selama hampir lima bulan.
"Bella anakku, kau cantik sekali, Nak," puji sang ibunda dengan suara lirihnya.
Bella menghapus air matanya. "Maafkan aku, Mom, aku tidak pernah datang berkunjung ke sini lagi. Aku bahkan tidak tahu bahwa Mom sedang sakit."
Caroline membantu Bella menghapus air matanya. "Tidak apa-apa, Sayang, tidak apa-apa. Ke mana suamimu? Mom dengar, kau sudah menikah," ujar sang ibunda kemudian.
Mendengar pertanyaan dadakan yang diajukan Caroline, Bella sontak tertunduk dan terdiam membisu. Mendung kembali menghiasi wajah cantiknya.
Menyadari perubahan yang terjadi pada diri Bella, Caroline pun mengangguk paham. "Pernikahan memang tidak selamanya berjalan mulus. Kau hanya perlu menguatkan hatimu untuk menjalani semua."
Bella mengangkat wajahnya. "Aku hanya perlu waktu, Mom, dan kuharap, aku bisa menenangkan diri di sini sekaligus melepas rindu," ucap Bella lirih.
__ADS_1
Caroline menganggukkan kepalanya. Wanita berusia enam puluh sembilan tahun itu mengelus kepala Bella penuh kasih sayang. "Rumah ini adalah rumahmu. Kau bebas masuk dan keluar. Tenangkan dirimu, tapi jangan sampai lupa, bahwa ada seseorang yang akan menunggumu di luar sana."
Mendengar nasihat sang kepala panti, Bella mengangguk patuh, meski dalam hati dia menyangsikan perkataan beliau. Sebab Bella tahu benar, Noah tidak akan pernah mencarinya.
Gadis itu pun kembali memeluk Caroline erat, sembari berterima kasih.
...**********...
Sementara Noah hanya bisa uring-uringan di rumah sejak kepergian Bella sejak empat hari yang lalu. Pria itu bahkan sampai tidak masuk ke kantor lagi dan tidak mengangkat telepon dari siapa pun, termasuk Maria.
Pantas saja, Noah selalu rajin makan di kantin lantai satu sejak kehadiran Bella, karena ternyata gadis itu merupakan istrinya sendiri.
Akan tetapi, alih-alih bekerja di kantor sebagai staf, mengapa Bella malah melamar pekerjaan sebagai penjaga kantin dengan gaji rendah. Bahkan, orang-orang tidak ada yang mengetahui identitas gadis itu sebenarnya.
__ADS_1
Celine yakin ada sesuatu yang salah pada pernikahan keduanya, dan sebagai orang luar, Celine sadar untuk tidak turut campur urusan mereka.
Wanita itu berjalan perlahan menuju lantai atas dan mengetuk satu-satunya pintu yang tertutup rapat di sana. Namun, tak ada sahutan apa pun.
"Tuan Werner, Anda ada di dalam? Maaf, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, saya mendatangi apartemen Anda. Saya hanya mengkhawatirkan kondisi Anda, Tuan!" seru Celine cukup keras.
Akan tetapi, lagi-lagi dia tidak mendengar suara Noah.
"Tuan Noah, tolong, jawab perkataan saya! Apa Anda ada di dalam?" tanya Celine sekali lagi.
Lima menit berada di sana, Celine hanya menemui keheningan saja. Takut terjadi apa-apa dengan sang bos, akhirnya Celine memilih turun ke lantai bawah guna meminta tolong security yang bertugas.
Dua orang security berbadan tegap pun datang dan berhasil mendobrak pintu kamar Noah.
__ADS_1
Celine memekik ketakutan, tatkala mendapati Noah ternyata sedang terbaring tidak berdaya di lantai depan pintu kamar mandi, dengan kepala berdaarah. Sepertinya, pria itu terjatuh setelah membentur wastafel yang ada di depan kamar mandi.