
Perasaan Noah campur aduk, ketika mendapati Harold tidak merespon apa-apa setelah mendengar penjelasan Tristan dan dirinya barusan. Pria itu bahkan bergeming saat Tristan menyodorkan beberapa foto bayi Bella. Namun, saat selembar foto di antaranya jatuh ke atas pangkuan Harold, dia baru menunjukkan emosinya.
Bagaimana tidak, foto tersebut merupakan foto bergambar Donna, istri sahabatnya, yang sedang memangku bayi perempuan cantik. Ketidakpercayaan yang semula hadir membelenggu Harold kini runtuh seketika.
Detik itu juga, pria paruh baya yang selalu terlihat tegas dan hangat itu menangis tersedu-sedu sambil memeluk foto tersebut.
Noah mengepalkan kedua tangannya erat. Pria itu tengah berusaha sekuat tenaga untuk membentengi diri.
Saat itu lah, dua orang polisi datang ke ruang perawatan Noah bersama Oliver dan Louis, salah seorang kepercayaan Harold. Mereka baru saja memeriksa CCTV rumah keluarga Werner atas persetujuan Oliver. Harold memang memercayakan keduanya untuk mengurus soal Jessica dan Martha.
Semula, CCTV yang polisi minta hanya untuk membuktikan kekerasan yang Jessica lakukan pada Bella, sebelum gadis itu koma. Namun, ternyata mereka menemukan banyak kejutan dan fakta lain di sana.
"Apakah Anda tahu soal ini semua Tuan Werner?" tanya salah seorang petugas kepolisian, setelah menunjukkan satu rekaman CCTV acak beberapa bulan silam, sebelum Bella menikah dengan Noah.
Kendati terkejut dengan apa yang baru saja dilihatnya, Harold berusaha terlihat baik-baiksaja. "Aku tidak sering melihatnya, karena Jessica lah yang mengurus seluruh CCTV. Kalau pun melihat, aku tidak pernah menemukan sesuatu yang buruk seperti ini!"
"Itu karena Nyonya Jessica mengatur rekaman-rekaman tersebut hanya tersimpan dalam jangka satu bulan saja, dan akan terhapus otomatis setelahnya. Beruntung kami menemukan satu CCTV yang luput dari pengawasannya. Dari para asisten rumah tangga, CCTV tersebut memang sempat rusak dua tahun silam dan sudah diperbaiki. Mungkin karena aksesnya berbeda, atau campur tangan Tuhan bekerja," kata petugas kepolisian itu.
__ADS_1
Harold terdiam. Amarah dan penyesalan bercampur dalam dada pria itu. Dia sama sekali tidak menyangka, Jessica bisa melakukan hal keji pada Bella selama ini. Pasalnya, dia sama sekali tak pernah melihat ada keganjilan pada diri sang putri ... atau, Harold memang tidak pernah menyadari hal tersebut sebelumnya.
Terlalu banyak beban pikiran membuat Harold limbung di kursi rodanya. Tristan dengan cepat memanggil perawat untuk menangani Harold. Sementara Noah akhirnya memberi kesaksian bahwa dia melihat beberapa peristiwa saat Jessica sedang melukai Bella. Pria itu bahkan mengaku, bahwa dia juga melakukan kekerasan selama menikah dengan gadis itu.
"Bawa saya juga, Pak! Saya akan mempertanggungjawabkan semua. Sekretaris saya akan mengantar CCTV apartemen sebagai bukti yang telah saya lakukan padanya." Dalam keadaan lemah, Noah mengulurkan kedua tangannya kepada polisi tersebut. Ini lah satu-satunya cara yang bisa Noah lakukan untuk menebus seluruh kesalahan pada Bella dan Harold, sang ayah tercinta.
Mendengar pengakuan Noah, Tristan sontak menghardiknya. Dia bahkan menahan petugas kepolisian yang hendak memborgol tangan Noah. Namun, Noah menepis keras tangan Tristan.
"Tolong, titip Bella dan ayahku," ucap Noah lirih.
"Br3ngseek, kau lah yang harus mengurus mereka, bukan aku! Melarikan diri seperti ini malah membuat harga dirimu tak lebih tinggi dari seonggok sampah, siaalan!" maki Tristan. Meski mulutnya berkata kasar, mata pria itu berkaca-kaca menatap sahabat terbaiknya.
Perlahan, Noah turun dari ranjang dengan kondisi tangan terborgol. Agar tidak menimbulkan kericuhan, mereka menutup kedua tangan Noah menggunakan jaket.
"Pak, izinkan saya untuk menemui seseorang," pinta Noah, begitu mereka sampai di luar ruangan.
...**********...
__ADS_1
Bella tengah terpejam saat Noah masuk ke dalam ruang ICU. Perawat yang ada di sana berkata, bahwa kondisi Bella sudah mulai membaik, meski tangan dan kakinya belum bisa digerakkan. Rencananya, besok pagi Bella akan dipindahkan ke ruang perawatan biasa, bila kondisinya memungkinkan.
Noah mengangguk. Mengenakan pakaian khusus, pria itu masuk ke dalam bilik perawatan Bella.
Perasaan bersalahnya semakin melambung tinggi, tatkala melihat kondisi Bella dari jarak dekat.
Pria itu membelai tangan Bella yang terasa sedikit dingin, sambil mengucapkan seuntai kata maaf yang selama ini tak pernah sudi dia utarakan untuk sang istri.
"Aku mencintaimu, Bella. Bencilah aku sepuas hati setelah ini. Raihlah kebahagiaanmu sendiri, dan biarkan aku yang menanggung semua rasa sakitmu mulai sekarang."
Setelah mengatakan hal demikian, Noah mencium lembut kening Bella. Tak lupa, dia mendaratkan sebuah kecupan manis di bibir sang istri sebagai tanda cinta sekaligus perpisahan.
Setetes air mata Noah mengalir jatuh membasahi pipi Bella.
Viola dan Emma hanya bisa menangis, saat melihat Noah keluar dari ruang ICU, dan mengulurkan tangannya lagi pada petugas kepolisian, agar mereka memasang borgolnya kembali.
"Tu—tuan," panggil Viola terbata.
__ADS_1
Noah tersenyum sendu. "Terima kasih sudah menjaga Bella selama ini," katanya sebelum benar-benar pergi meninggalkan tempat tersebut, tanpa menoleh sekali pun.