Tangisan Seorang Istri

Tangisan Seorang Istri
Pertemuan


__ADS_3

Pagi itu, seperti biasanya Awa berangkat sekolah dengan diantar Ayahnya menggunakan motor. Tidak ada rasa malu di dalam dirinya, walaupun dia sudah kelas 3 SMA. Pagi itu entah kenapa, Awa bangun kesiangan sehingga dia terlambat pergi ke sekolah nya. Dia yang tidak bisa berbuat apa-apa, hanya berdiri di depan pagar sekolahnya. Karena peraturan sekolahnya apabila terlambat maka tidak diperbolehkan masuk kelas.


Tidak lama kemudian, datang seorang anak laki-laki yang juga terlambat sepertinya.


" Sepertinya aku mengenalnya" gumam Awa.


"Kamu Reno kan?" tanya Awa kepada anak laki-laki itu.


" Iya" balas Reno singkat


Reno terlihat sangat santai, sedangkan Awa terlihat seperti orang yang sudah di ujung tanduk. Awa memang sebelumnya tidak pernah terlambat datang ke sekolah karena dia adalah anak yang disiplin sehingga sering dijadikan percontohan bagi teman-temannya.


Mereka hanya saling bertatapan saja, diam dan tak mau bicara.


" Bagaimana ini, aku akan ketinggalan pelajaran Bapak Yono" kata Awa sambil memegang pagar sekolahnya.


"Kalau terlambat yah terlambat aja, lagian anak sepertimu gak mungkin gak lulus karena satu kali terlambat" kata Reno sambil mengejek.


Awa hanya diam saja, tak ingin menjawabnya.


"Hey, apakah kau ingin berdiam saja disitu. Ayok ikut aku, aku akan mengantarkanmu pulang ke rumah" kata Reno sambil memakai helmnya.


Awa masih diam saja, seolah tak perduli dengan ucapan yang dilontarkan Reno padanya.

__ADS_1


"Jadi cewek kok sombong banget sih, di sini gak ada cewek selain kamu. Jadi gak mungkin aku bicara sama orang lain selain kamu." ucap Reno sambil kesal.


"Memang tidak ada siapa-siapa di sini, jangan sok mengenaliku yah, aku hanya tahu namamu saja" ucap Awa dengan tegas.


"Ikut gak, kalo gak mau yaudah aku pulang duluan. Percuma kamu nunggu, pagarnya gak akan di buka kecuali pulang sekolah. Penawaran terakhir yah untukmu mau ikut atau gak?" ucap Reno sambil menyalakan motornya.


"Ikut atau enggak yah, masa aku akan menunggu Ayah sampai pulang sekolah, gak mungkin banget" gumam Awa.


"Yaudah lah kalo gitu, daripada aku berdiri di sini, aku ikut pulang denganmu. Tapi jangan merasa senang yah, aku mau ikut denganmu karena aku tidak ingin diejek oleh teman-temanku karena terlambat." jelas Awa pada Reno.


Mereka pun pulang bersama, sesampainya di rumah Reno meminta nomor WhatsApp Awa.


"Hey bolehkah aku meminta nomor WhatsApp mu, kau pasti punya kan" ucap Reno.


"Nomor WhatsApp ku mahal, gak sembarangan ngasih sama orang" ucap Awa dengan rasa sombong.


Reno pun segera pergi dari rumah Awa, tanpa mengucapkan salam pada Awa. Awa pun masuk ke rumahnya dan segera merebahkan tubuhnya ke kasurnya. Tanpa disadari Awa pun tertidur sangat pulas hingga malam hari.


"Nak ayok bangun, ini sudah magrib ayo sholat dulu nak" ucap ibunya dengan tergesa-gesa.


Awa pun terkejut dan langsung duduk di tempat tidurnya, tak lama kemudian HP nya berbunyi yang menandakan ada chat masuk dari WhatsApp. Awa segera mengambil HP nya, dan membuka WhatsApp. Dan ternyata ada chat dari nomor yang tidak dikenalinya. Awa pun tak menghiraukannya dan langsung pergi meninggalkan HP nya ke kamar mandi.


Setelah dari kamar mandi Awa pun kembali ke kamarnya dan melaksanakan sholat magrib. Seusai sholat, Awa langsung mengambil HP nya dan kembali melihat chat itu.

__ADS_1


"Perasaan kemaren aku gak ada ngasih nomor ke orang, tapi siapa yah" guman Awa dengan penuh tanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung .....


Episode selanjutnya akan segera hadir yah teman-teman😊


Episode selanjutnya masih mengisahkan tentang awal pertemuan Awa dan Reno sebelum menikah.

__ADS_1


Semoga suka yah teman-teman, silahkan ngasih masukannya dan like yah karena ini adalah novel pertamaku.


Terimakasih😅


__ADS_2