
Setelah lulus pun mereka berdua memutuskan untuk mencari pekerjaan sekalian kuliah malam. Mereka mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan besar yang ada di kotanya. Tapi, mereka bekerja di perusahaan berbeda. Awa bekerja sebagai sekretaris di perusahaannya, dan Reno sebagai administrasi keuangan di perusahaannya. Setiap harinya seperti biasa, Reno selalu menjemput Awa untuk berangkat bekerja, dan pulang bersama walaupun berbeda kantor. Tak terasa Awa dan Reno telah menginjak umur 25 tahun, ini lah yang Reno tunggu-tunggu Reno akan melamar Awa.
Malam itu, Reno memutuskan pergi ke rumah Awa bersama orang tuanya untuk melamar Awa. Sesampainya di rumah Awa, Reno dan orang tuanya disambut baik oleh orang tua Awa.
"Sebelumnya maksud kedatangan nak Reno sama ibu ini apa yah?" tanya ibu Awa.
"Begini Bu, sebelumnya saya tidak membicarakan ini pada Awa. Tapi saya akan membicarakannya di sini Bu. Maksud kedatangan saya ke sini adalah ingin melamar Awa anak ibu." ucap Reno dengan percaya diri.
Awa yang terkejut mendengar perkataan Reno, sontak menjawabnya.
"Apa? Kamu ingin melamar aku?" ucap Awa dengan terkejut.
"Iya, wa. Aku rasa kita sudah cukup untuk menikah, karena aku juga sudah siap" jawab Reno padanya.
"Kalau ibu sih terserah Awa aja yah, ibu selalu mendukung apapun keputusannya" ucap ibu Awa tegas.
"Hemmm baiklah. Awa mau menikah sama Reno" jawab Awa dengan malu-malu.
Akhirnya mereka pun menikah, mereka mendapatkan hadiah rumah dari ibu Awa.
"Akhirnya kita menikah juga yah" ucap Reno pada Awa saat di kamar.
"Iyah mas, aku sangat bahagia sekali" jawab Awa dengan senyuman manis di bibirnya.
"Aku janji, aku akan jadi suami yang bertanggungjawab dan juga akan membahagiakan kamu dengan segala caraku" ucap Reno dengan senyuman.
" Iyah mas aku percaya sama kamu sepenuhnya" balas Awa.
Pagi hari pun tiba, Awa segera mandi dan menyiapkan makanan untuk suaminya yang sedang tertidur pulas di kamar. Setelah selesai dia segera membangunkan suaminya, untuk menyuruhnya mandi dan bersiap pergi ke kantor bersama.
"Ayok mas bangun, kamu mandi dulu" ucap Awa sambil mengelus rambut suaminya.
__ADS_1
"Iyah Iyah aku bangun sayang" jawab Reno dengan lembut.
Setelah, makan bersama mereka segera bergegas pergi ke kantor. Setelah sampai di kantor Awa langsung membuka laptopnya dan menyiapkan jadwal manajernya. Managernya yaitu Pak Ryan pun datang, sontak membuat Awa berdiri dan mengucapkan salam pada pak Ryan.
"Pagi pak" ucap Awa dengan penuh senyuman di bibir manisnya.
"Pagi" ucap Ryan dengan manis.
"Oh iya, sudah kamu siapkan jadwal saya hari ini?" tambah Ryan.
"Iyah pak sudah saya siapkan, bapak tenang saja semuanya aman terkendali pak" jawab Awa dengan tegas.
"Baiklah bagus, saya suka cara kerja kamu dari dulu sampai sekarang" ucap Ryan dengan senyuman.
Siang pun datang, lalu Ryan keluar dari ruangannya dan segera menghampiri Awa yang masih menatap laptopnya.
"Awa, ayo pergi makan siang bersama-sama anggap saja ini traktiran saya karena kamu sudah bekerja keras" ucap Ryan pada nya.
"Baiklah pak, saya ikut bapak" jawab Awa.
"Nah ini cafe favoritku wa, kamu pernah kesini?" tanya Ryan.
"Oh, jadi bapak sering kesini yah" jawab Awa sambil menatap sekelilingnya.
"Jangan panggil bapak lah kalau sedang di luar, lagian kita ini kan seumuran santai aja kali" ucap Ryan dengan tawanya.
"Maaf pak, tapi saya sudah terbiasa" ucap Awa sambil menundukkan kepalanya.
"Nah kan bapak lagi, panggilan Ryan saja lah" ucap Ryan dengan sedikit kesal.
"Emm iya pak, eh maaf Ryan" ucap Awa sambil menggaruk-garuk kepalanya.
__ADS_1
Mereka pun memesan makanan, setelah makan mereka segera pergi dari cafe dan bergegas menuju kantor. Mereka pun duduk di kursi masing-masing.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung............
Episode selanjutnya akan segera hadir yah
__ADS_1
Jangan lupa komen, like dan masukin saran nya juga yah😂
Terima kasih 😁