
cepat sekali waktu berlalu
sebulan sudah setelah
pertemuan keluarga riski dan aqira .
sintia sangat sedih setelah dia tau kalau riski sebenarnya
mencintai nya
tapi karna sandara riski terpaksa mngubur cinta masa kecil nya kenapa ia baru sadar sekarang, kenapa dia tidak
ber.usaha untuk mendapat kan
riski ,
"semua ini gara gara mama sandara, " sintia membanting
semua barang barang nya.
sekita itu kamar yang beberapa
jam yang lalu tertata rapi kini bagai kan kapal pecah ,
suara gaduh dan tangisan
terdengar dari luar membuat
seisi rumah menghampiri
kamar sintia yang terkunci
dari dalam rizwan saat itu baru pulang dari kantor, heran
kenapa istri dan ibu nya
berkumpul di depan kamar sintia, risma ber.usaha mengetuk pintu tapi tidak
ada jawaban sama sekali .
sementara riski tenang saja
di kamar nya membalas
pesan pesan lucu dari aqira
tidak lama kemudian
terdengar suara ketukan pintu
tik.. tok.. tok.,
"kak riski buka pintu nya donk "
suara risma memanggil riski
riski pun akhir nya membuka
"ada apa dek?"
"mbak sintia mengunci pintu
kamar ,dan sepertinya
menghancur kan
isi kamar nya "
"biar kan saja,bentar lagi dia pasti membuka pintu kamar nya beri kan dia waktu"
"ko mas tau?"
"ya..., tau lah, kan dia tante nya
riski "
"tapi kenapa oma panik kak?"
"biasa lah seorang ibu
pasti lah hawatir terhadap anak gadis nya "
risma pun berlalu meninggal
kan kamar riski,
sedang kan riski ber.usaha
tenang agar dia tidak terpancing dengan apa yang di
lakukan sintia,
riski mengingat kembali
ketika dia pulang kuliah
di hadang jalan nya sama sintia
(kilas balik)
"riski. aku mau bicara dengan mu penting,"
"kamu mau bicara apa?
"apa kau beneran cinta sama aqira?
"pertanyaan macam apa itu"
"aku bertanya riski kau hanya tinggal menjawab,
iya atau tidak ?
"riski akan belajar mencintai nya ?
"maksud nya "
"masuk lah ke mobil aku akan menjelas kan nya "
sintia masuk ke mobil,
riski malaju kan mobil
nya dengan kecepatan tinggi
hingga membuat sintia ketakutan,
"berhenti lah riski,
apa kau berniat membunuh ku "
riski tak hirau kan ucapan sintia
karna riski sudah tiba di sebuah
cafe favorit para remaja kini.
"ikut dengan ku
sebelum pernikahan ku berlangsung.
riski ingin
__ADS_1
memberitau kan sesuatu padamu ,
riski harap setelah
kau mengatahui semu nya
bersikap lah seperti biasa?
riski mulai mengatakan
semua yang terpendam di hati nya selama ini
sintia tak kuasa menahan tangis nya,
iya mulai bicara
"kau bohong ?"
"untuk apa riski bohong.
tapi saat ini riski hanya
akan mencintai nya "
"apa kah semudah itu kau melupakan cinta pertama mu?"
"aku mencitai mu,
tapi juga sangat membenci mu
dan kebencian ku padamu
melebihi cintaku "
tapi kenapa kau sangat
membenci ku apa salah ku?
"kau mungkin tidak salah ,
tapi ibu mu yang salah
karna dia oma ku, opa ku menderita,
dan sekarang opa
ku telah meninggal"
"atas nama mama ku
aku minta maaf "
setelah riski memberitau kan apa yang mesti ia bertau kan
riski pun berlalu,
ada perasaan lega di hati nya
ia berjanji pada diri nya sendiri
akan segera membuka kan hati nya untuk aqira .
(begitu lah kilas balik )cerita nya
"dua hari setelah kejadian
sintia mengurung diri di kamar akhirnya dia pun sedikit demi sedikit mulai ceria seperti dulu
riski bersikap seperti biasa seolah olah tidak terjadi apa apa, untung saja sintia di besar
kan dari keluarga yang penuh cinta kasih ,sehingga sintia
membalas nya.
dia sadar apa yang di lakukan
ibu nya emang tak pantas
di maaf kan
ketika semua orang berkumpul
di meja makan mia menghampiri sintia,
memeluk nya dan mengusap
pucuk kepala nya,
sintia dapat merasa kan
ketulusan hati seorang ibu
"sayang mama, memang
bukan ibu kandung mu,
tapi mama menyayangi mu .
sama seperti mama, menyayangi anak anak mama yang lain "
"terimakasih ma,
tia juga menyayangi mama,
terus lah menjadi mama tia .
jangan pernah mama membenci tia, sama seperti
mama sandara yang membenci ku hiks... hkis...hkis"
"tidak sayang mama ridak akan pernah membenci ansk anak nya, "
sintia semangkin erat memeluk
mia seakan dia takut kehilangan nya
riski yang melihat derama antara ibu angkat dan putri angkat nya,
ikut bahagia akhirnya
sintia bisa berbesar hati melupa kan semua nya
"terimakasih ya allah
karna kau memberiku
seorang nenek yang berhati
malaikat .
dan untuk sintia semoga kau kirim kan lekaki yang baik
yang bisa menjaga nya dengan baik, "amiin
riski berdoa dalam hati
mereka yang ada di meja makan ikut senang
melihat nya
kini mereka telah selesai
__ADS_1
sarapan
aktivitas harian mulai
berjalan
yang kuliah kekampus
yang kerja kekantor
yang ibu rumah tangga
tetap di rumah mengurus
rumah dan anak anak.
di kediaman amdere
suasana di rumah andere sangat berbeda dengan di rumah rizwan
hari di mulai dengan bertengkar
dan akhirnya dengan
bertengkar pula
seperti di pagi ini
sintia mulai ber.ulah lagi
"mas kenapa sih kita tidak pindah saja dari sini?
"untuk apa pindah ,
rumah ini
masih sangat bagus ,"
"iya bagus tapi rumah ini atas nama mendiang istri mu,mas,"
"lalu kenapa kalau rumah ini atas istri ku
toh semua yang aku miliki
saat ini ada milik nya
hasil kerja keras kami "
"tapi dia sudah matii. mas"
"plaakkkkk,"
sebuah tamparan mendarat
di pipi sandara,
ini yang kesekian kali nya sandara memdapat kan tamparan keras ,
andere sangat murka jika ada seseorang yang tidak menghargai istri nya.
meski pun
istri nya sudah lama meninggal
tapi andere sangat mencintai nya,
istri ku bukan binatang
istriku ada lah wanita terhormat
kauuu, tidak pantas
menyebut nya mati
dia meninggal,bukan mati,
dia bersama para malaikat di surga
aku sangat yakin itu,
sandara aku tidak akan meceraikan mu tapi mulai saat ini kau tidur di kamar belakang
aku tidak mau lagi satu kamar dengan mu
oiya besok putri ku akan pulang
dan tinggal bersama ku sebelum pernikahan nya
aku harap bersikap baik lah ,
jika kau ingin mangajukan perceraian aku tidak keberatan
aku menanda tangani nya,
andere berlalu dari hadapan
sandara,
sementara sandara membating barang yang ada di meja makan,
kini otak licik nya mulai
bekerja
"aku tak keluar dari sini kalau
aku tak dapat apa apa
bersumpah
Andereeeeeee.....,
kau berengsek laki laki semua
sama ********, "
sandara tidak tau kalau di rumah andere di lengkapi cctv .
selama ini dia tidak pernah tau,
jadi semua gerak gerik nya rencana nya kelakuan nya di rekam oleh henpon andere.
ada seorang pembantu
kepercayaan andere dia adalah orang lama disana saat nyonya besar masih hidup
dia yang selalu mengwasi sandara,
"dasar wanita ular bersyukur
gak di lempar kejalanan
entah terbuat apa hati nya itu? "
batin mbok nah pembantu andere
*penbaca setia ku pelan tapi pasti akal busuk sandara akan ketahuan *
tetap lah beri kan aku saran
keritkan agar aku lebih baik dalam ber karay
__ADS_1