
seharian Riski mengurus kakek dan nenek nya,kini saat nya dia pamit ,pulang
walaupun melelahkan tapi Riski tetap
tersenyum karna mereka ada lah keluarga mama kandung nya ,
"Johan sebaik nya lepas kan saja
infus ini .ayah sudah tidak apa apa ko,"
"tidak usah ayah "ucap Desti
"tapi nak kita sudah sangat merepotkan
Riski , biaya pernikahan nya juga tidak sedikit,"
"Apa ayah tidak dengar ,
apa yang di ucap kan Riski ke kita.
tadi, yang di berikan saat ini
semua nya uang mbak Dewi"
kau percaya itu nak ??ucap Umar
"tentu saja ayah, aku sangat percaya,"
Umar pun terdiam ,dia kembali pasrah
hari demi hari kesehatan umar kian membaik
dan hari pernikahan Riski,
sudah semangkin Dekat .
tapi sampai saat ini keluarga Rizwan belum tau kan kedatangan keluarga Dewi
tidak ada yang tau apa rencana Riski
merahasiakan kedatangan mereka hanya dia yang tau Risma juga tidak tau kalau
kedua orangtua nya sudah tiba di kota( M),
"Apakah hari ini papa sibuk ??"
Riski bertanya pada Rizwan
"tidak, emang kenapa,?"
Rizwan balik tanya
"Ada kejutan untuk papa,"
"benar kah, apa tu? sudah lama papa
tak menerima kejutan dari seseorang,"
"sabar di donk pa,"
"kapan....,papa jadi gak sabar ,"
ayok kita berangkat sekarang ,
apa mama boleh ikutan Riski?,ucap Melisa
tiba tiba langkah Riski terhenti
dan berfikir tidak ada waktu untuk berkenalan
mama Melisa harus tau
kedatangan keluarga mama Dewi
dan keluarga mama Dewi bahwa ada seorang wanita yang bener bener mirip sama mama
Riski ..., sapa Riswan membuyar kan lamunan Nya,
"i.iya pa."
"mama bertanya apa boleh dia ikutan"
"tentu saja boleh ma,"ucap Riski ke mmelysa
dengan penuh suka cinta mmelysa bergegas akan mengganti baju ,
"bentar ya sayang mama ganti baju dulu"
tidak usah di ganti ,mama itu sudah cantik luar dalam.
jadi gak dan ,dan ,juga tetap santik ko,
yang lain sabar ya
kalian pasti kebagian ko,
emang makanan kena gaian entar,batin Riski
melisa pun menuruti kemauan Riski
Rizwan hanya diam saat Riski berkata
demikian dia dapat merasakan kalau kata itu hkas untuk nya ,tapi memilih diam karna apa yang Riski ucap kan ada benar nya ,
Riski berangkat Riswan dan melysa ikut saja Tampa bertanya kemana arah mobil ini berhenti nantinya,
setelah hampir 45 menit akhirnya Riski tiba di sebuah rumah yang lumayan besar ,
__ADS_1
riski memarkirkan mobil nya ,
sebelum ia turun ia berkata ,
"Riski harap papa ,
sudah siap dengan kejuta nya !"
"tentu saja papa sudah sangat siap"
Riski pun keluar dari mobil di ikuti
oleh ke dua orang tua nya,
"ini rumah siapa Ki? tanya melysa
"masuk aja dulu ma,"
Riski memenjet bel pintu rumah tersebut,
pintu pun di buka oleh seorang pembantu
rumah,
"silahkan tuan ,"ucap pembantu rumah
Riski pun masuk di iringi Rizwan & Melysa
"assalamualaikum kakek,"
waalaikum salam cucu ku"Umar melihat'kebelakang betapa terkejutnya,
Umar saat melihat Melysa ,
Tampa sadar ia menghampiri dan memeluk
Melysa putri ku ayah merindukan mu nak
karma suara kakek rada ribut maka terdengarlah sampai ke kamar masing-masing bukan hanya Umar yang terkejut tapi semua keluarga Dewi
Lastri tak kuasa menahan rasa terkejut nya
iya pun ambruk jatuh pingsan
nenek...,ibu....,ucap Iwan bersamaan dengan Riski mereka berdua menghampiri
nenek dan mantan mertua nya ,itu
Johan Desti menghampiri melysa
"mbak Dewi...,
kami merindukan mu mbak ,
kalau selama ini mbak Dewi masih hidup,
"Tante...,dia mama melysa bukan mama Dewi," ucap Riski dari belakang,
"kamu pasti bohong kan nak,"
"apa mama kamu hilang ingatan ki,?"
ucap Johan
"Paman..., mama tidak hilang ingatan ,
tapi emang dia bukan mama Dewi,
tapi mama melysa,"
Desti dan Johan melihat Melysa dari ujung rambut sampai ujung kaki
melihat setiap inci tubuh melysa
mencari cari kebenaran kalau memang yang berdiri di hadapan mereka bukan
saudara mereka,
tapi semua itu sangat mirip sama sama Dewi
tidak ada perbedaan
sama sekali sempurna milik Dewi,
belum selesai Riski memberi penjelasan pada
paman dan Tante nya ,
kini Lastri telah sadar dari pingsan
ia pun kembali mengingat kembali kenapa
dia pingsan,
setelah mengumpulkan semua kesadaran nya
perlahan lahan ia telah mengingat semua,
ia berdiri ,dan menghampiri melysa
ia memeluk nya dan menangis ,
hiks hiks hiks ,😭😭😭😭😭
Lastri tak berkata apapun ia hanya
menatap nya dalam dalam ,
__ADS_1
seolah berbicara pada dirinya sendiri,
kalau yang lain melysa hanya mematung tak bersuara tapi berbeda saat Lastri memeluk nya , "ibu.....,"ucap nya membuat yang lain heran apa lagi Iwan
dengan cepat Iwan menghampiri melysa
"sayang ,apa maksud mu dengan ibu,?"
"pa...,aku sangat merindukan mama ku,"
"Hmmmm,"
Lastri tau melysa berbohong , Lastri
masih saja diam ia berkata dalam hati
"ya Allah, aku tau dia bukan putri ku
tapi aku dapat rasa kan .ada sesuatu yang kau miliki dari putri ku ,
setelah pertemuan menegang kan ini
selesai akhirnya Riski duduk di antara mereka
"maaf Riski kakek ,nenek papa,mama
kanepa selama ini Riski tidak mempertemukan kalian ,itu karna
kakek tidak sehat , selama ini,
setelah Riski melihat kakek jauh lebih baik
maka nya Riski mengajak papa,mama bertemu kakek ,nenek ,"
"terimakasih ya nak "ucap Lastri
membuka suara nya yang dari tadi diam
"kenapa nenek selalu berterimakasih
pada Riski,?
"sayang...,hanya itu yang bisa kami ucapkan
nak ,"ucap Desti
"bagaimana kabar mu wan.???
tanya Umar,
"aku baik' ayah"
"Iwan...,buka lah hati mu, untuk melysa
dia wanita baik dan mungkin jauh lebih baik
dari Dewi,
Dewi,tak kan tenang di sana jika kau tidak bisa memanfaatkan diri mu sendiri ,
lupa kan dia mulai lah hidup yang baru
usia mu tidak muda lagi wan,
sampai kapan kau akan hanyut dalam rasa bersalah ini
kami semua keluarga Dewi sudah ikhlas nak ,!"
Iwan menangis sejadi jadinya
ia tak pernah menyangka
kalau mantan mertua nya tau semua isi hati nya , melysa hanya tertunduk lesu untuk pertama kalinya ada seseorang yang
mewakili perasaan nya,
"maaf kan aku ibu aku berdosa ,pada Dewi "
"idak nak ini sudah takdir Dewi ,
dan sekarang ini lah masa depan mu
ibu yakin Dewi sangat bahagia bila kamu
membuka kan hati mu untuk nya "
"iya ibu, aku janji akan mengikhlaskan
Dewi demi putra ku Reza,😭
"melysa.., maaf kan suami mu ya nak,
berikan dia kesempatan,
"insya Allah ibu "
setelah Melysa bertemu dengan keluarga Dewi seakan ada beban yang hilang dari
pundak nya yang selama ini ia pikul,
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
terimakasih semua
berikan aku masukan agar aku lebih baik
lagi
__ADS_1