Tangisan Seorang Istri

Tangisan Seorang Istri
Pertemuan dua keluarga


__ADS_3

seharian Riski mengurus kakek dan nenek nya,kini saat nya dia pamit ,pulang


walaupun melelahkan tapi Riski tetap


tersenyum karna mereka ada lah keluarga mama kandung nya ,


"Johan sebaik nya lepas kan saja


infus ini .ayah sudah tidak apa apa ko,"


"tidak usah ayah "ucap Desti


"tapi nak kita sudah sangat merepotkan


Riski , biaya pernikahan nya juga tidak sedikit,"


"Apa ayah tidak dengar ,


apa yang di ucap kan Riski ke kita.


tadi, yang di berikan saat ini


semua nya uang mbak Dewi"


kau percaya itu nak ??ucap Umar


"tentu saja ayah, aku sangat percaya,"


Umar pun terdiam ,dia kembali pasrah


hari demi hari kesehatan umar kian membaik


dan hari pernikahan Riski,


sudah semangkin Dekat .


tapi sampai saat ini keluarga Rizwan belum tau kan kedatangan keluarga Dewi


tidak ada yang tau apa rencana Riski


merahasiakan kedatangan mereka hanya dia yang tau Risma juga tidak tau kalau


kedua orangtua nya sudah tiba di kota( M),


"Apakah hari ini papa sibuk ??"


Riski bertanya pada Rizwan


"tidak, emang kenapa,?"


Rizwan balik tanya


"Ada kejutan untuk papa,"


"benar kah, apa tu? sudah lama papa


tak menerima kejutan dari seseorang,"


"sabar di donk pa,"


"kapan....,papa jadi gak sabar ,"


ayok kita berangkat sekarang ,


apa mama boleh ikutan Riski?,ucap Melisa


tiba tiba langkah Riski terhenti


dan berfikir tidak ada waktu untuk berkenalan


mama Melisa harus tau


kedatangan keluarga mama Dewi


dan keluarga mama Dewi bahwa ada seorang wanita yang bener bener mirip sama mama


Riski ..., sapa Riswan membuyar kan lamunan Nya,


"i.iya pa."


"mama bertanya apa boleh dia ikutan"


"tentu saja boleh ma,"ucap Riski ke mmelysa


dengan penuh suka cinta mmelysa bergegas akan mengganti baju ,


"bentar ya sayang mama ganti baju dulu"


tidak usah di ganti ,mama itu sudah cantik luar dalam.


jadi gak dan ,dan ,juga tetap santik ko,


yang lain sabar ya


kalian pasti kebagian ko,


emang makanan kena gaian entar,batin Riski


melisa pun menuruti kemauan Riski


Rizwan hanya diam saat Riski berkata


demikian dia dapat merasakan kalau kata itu hkas untuk nya ,tapi memilih diam karna apa yang Riski ucap kan ada benar nya ,


Riski berangkat Riswan dan melysa ikut saja Tampa bertanya kemana arah mobil ini berhenti nantinya,


setelah hampir 45 menit akhirnya Riski tiba di sebuah rumah yang lumayan besar ,

__ADS_1


riski memarkirkan mobil nya ,


sebelum ia turun ia berkata ,


"Riski harap papa ,


sudah siap dengan kejuta nya !"


"tentu saja papa sudah sangat siap"


Riski pun keluar dari mobil di ikuti


oleh ke dua orang tua nya,


"ini rumah siapa Ki? tanya melysa


"masuk aja dulu ma,"


Riski memenjet bel pintu rumah tersebut,


pintu pun di buka oleh seorang pembantu


rumah,


"silahkan tuan ,"ucap pembantu rumah


Riski pun masuk di iringi Rizwan & Melysa


"assalamualaikum kakek,"


waalaikum salam cucu ku"Umar melihat'kebelakang betapa terkejutnya,


Umar saat melihat Melysa ,


Tampa sadar ia menghampiri dan memeluk


Melysa putri ku ayah merindukan mu nak


karma suara kakek rada ribut maka terdengarlah sampai ke kamar masing-masing bukan hanya Umar yang terkejut tapi semua keluarga Dewi


Lastri tak kuasa menahan rasa terkejut nya


iya pun ambruk jatuh pingsan


nenek...,ibu....,ucap Iwan bersamaan dengan Riski mereka berdua menghampiri


nenek dan mantan mertua nya ,itu


Johan Desti menghampiri melysa


"mbak Dewi...,


kami merindukan mu mbak ,


kalau selama ini mbak Dewi masih hidup,


"Tante...,dia mama melysa bukan mama Dewi," ucap Riski dari belakang,


"kamu pasti bohong kan nak,"


"apa mama kamu hilang ingatan ki,?"


ucap Johan


"Paman..., mama tidak hilang ingatan ,


tapi emang dia bukan mama Dewi,


tapi mama melysa,"


Desti dan Johan melihat Melysa dari ujung rambut sampai ujung kaki


melihat setiap inci tubuh melysa


mencari cari kebenaran kalau memang yang berdiri di hadapan mereka bukan


saudara mereka,


tapi semua itu sangat mirip sama sama Dewi


tidak ada perbedaan


sama sekali sempurna milik Dewi,


belum selesai Riski memberi penjelasan pada


paman dan Tante nya ,


kini Lastri telah sadar dari pingsan


ia pun kembali mengingat kembali kenapa


dia pingsan,


setelah mengumpulkan semua kesadaran nya


perlahan lahan ia telah mengingat semua,


ia berdiri ,dan menghampiri melysa


ia memeluk nya dan menangis ,


hiks hiks hiks ,😭😭😭😭😭


Lastri tak berkata apapun ia hanya


menatap nya dalam dalam ,

__ADS_1


seolah berbicara pada dirinya sendiri,


kalau yang lain melysa hanya mematung tak bersuara tapi berbeda saat Lastri memeluk nya , "ibu.....,"ucap nya membuat yang lain heran apa lagi Iwan


dengan cepat Iwan menghampiri melysa


"sayang ,apa maksud mu dengan ibu,?"


"pa...,aku sangat merindukan mama ku,"


"Hmmmm,"


Lastri tau melysa berbohong , Lastri


masih saja diam ia berkata dalam hati


"ya Allah, aku tau dia bukan putri ku


tapi aku dapat rasa kan .ada sesuatu yang kau miliki dari putri ku ,


setelah pertemuan menegang kan ini


selesai akhirnya Riski duduk di antara mereka


"maaf Riski kakek ,nenek papa,mama


kanepa selama ini Riski tidak mempertemukan kalian ,itu karna


kakek tidak sehat , selama ini,


setelah Riski melihat kakek jauh lebih baik


maka nya Riski mengajak papa,mama bertemu kakek ,nenek ,"


"terimakasih ya nak "ucap Lastri


membuka suara nya yang dari tadi diam


"kenapa nenek selalu berterimakasih


pada Riski,?


"sayang...,hanya itu yang bisa kami ucapkan


nak ,"ucap Desti


"bagaimana kabar mu wan.???


tanya Umar,


"aku baik' ayah"


"Iwan...,buka lah hati mu, untuk melysa


dia wanita baik dan mungkin jauh lebih baik


dari Dewi,


Dewi,tak kan tenang di sana jika kau tidak bisa memanfaatkan diri mu sendiri ,


lupa kan dia mulai lah hidup yang baru


usia mu tidak muda lagi wan,


sampai kapan kau akan hanyut dalam rasa bersalah ini


kami semua keluarga Dewi sudah ikhlas nak ,!"


Iwan menangis sejadi jadinya


ia tak pernah menyangka


kalau mantan mertua nya tau semua isi hati nya , melysa hanya tertunduk lesu untuk pertama kalinya ada seseorang yang


mewakili perasaan nya,


"maaf kan aku ibu aku berdosa ,pada Dewi "


"idak nak ini sudah takdir Dewi ,


dan sekarang ini lah masa depan mu


ibu yakin Dewi sangat bahagia bila kamu


membuka kan hati mu untuk nya "


"iya ibu, aku janji akan mengikhlaskan


Dewi demi putra ku Reza,😭


"melysa.., maaf kan suami mu ya nak,


berikan dia kesempatan,


"insya Allah ibu "


setelah Melysa bertemu dengan keluarga Dewi seakan ada beban yang hilang dari


pundak nya yang selama ini ia pikul,


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


terimakasih semua


berikan aku masukan agar aku lebih baik


lagi

__ADS_1


__ADS_2