Tangisan Seorang Istri

Tangisan Seorang Istri
persiapan


__ADS_3

riski masih terlelap dibawah foto ibu nya ia tak menyadari


hari sudah mulai gelap


seperti biasa iwan selalu masuk kekamar setelah sholat magrib. ketika pintu terbuka suara pintu membangunkan riski dari mimpi indah nya


ia segera berlalu dan memcari tempat persembunyian yang aman, jika mama.., melihat ku


disini bantu aku keluar dari sini ma. batin riski.


iwan pun berlalu dari hadapan bingkai foto dewi sepertinya ia akan mengabil sesuatu


kesempatan itu tidak di sia sia kan riski dengan cepat kilat ia pun berlalu. tapi sayang mellysa melihat nya


"riski ngapain kamu.


di kamar itu ,


"gak ngapa ngapain ma, rencana nya.


sih mau melihat lihat, ada apa sih di dalam .tapi papa mengunci nya"


"mama kira kamu masuk kedalam ,


"gak ko ma"


"riski kamu sudah makan?


'belum ma. oia ma apa mama


pernah masuk kedalam .


"tentu saja pernah sayang


yang menbersih kan nya harus mama gak boleh orang lain,"


"benar kah itu ma"


"sayang coba kamu pergi lihat


oma dulu siapa tau aja dia mau makan" baik ma"


mellysa begitu sesak menjawab pertanyaan riski


"semoga suatu hari nanti kau akan memaafkan papa mu karna pernah membuat mama


selalu menangis"batin mellysa


malam pun berlalu begitu cepat riski bangun sholat subuh lalu beres beres dia membawa beberapa lembar pakaian rencana nya ia akan menginap di rumah dewa


dewa ada lah teman dewi seaktu iwan tak memperdulikan


diri nya bahkan dewa pernah jatuh hati pada dewi


tapi setelah ia tau dewi sudah menikah bahkan dewa juga tau kalau dulu iwan tak pernah menganggap nya ada


"pa. ma. riski akan nginap di rumah teman dalam beberapa hari ada tugas kuliah yang sulit aku mengerti, "


"baik lah hati hati ya sayang"


ucap mellysa


"tunggu. riski papa ingin tau yang mana teman mu


apa papa mengenal nya?


"papa tidak mengenal nya dia dosen riski pa. "


"iwan biar kan riski pergi


dia sudah dewasa lagian ini kan urusan kuliah pergi lah sayang


hati hati ya jangan lupa kabari oma "


"iya oma ,terimakasih "


riski pun pergi meninggalkan


papa nya setelah memeberi salam


"apa yang membuat mu takut wan semangkin kau mengekan dia dia semangkin memjauh dari mu "


"tapi buk riski akan


pargi kekota (g) dimana di situ keluarga besar dewi aku takut buk mereka akan mengambil putra ku "


"emang nya kamu pikir riski itu anak berusia 5 tahun


iwan iwan "


"sudah lah pa, jangan terlalu banyak mikir dia putra kita dia pasti akan memilih kita


iya kan ma....?


setelah beberapa hari riski akhirnya menghubungi


mia


"hallo oma"


"hallo sayang Kenapa baru sekarang kamu menelpon oma


apa kamu tidak sayang oma lagi,?


"maaf kan aku oma akhir akhir ini riski sangat sibuk jadi maaf ya oma"


"kapan kau akan kembali kerumah ?


"secepat nya oma oia teman ku sudah datang ,riski harus pergi


daaa oma


aslamualaikum"

__ADS_1


waalaikum Salam


mia dapat merasa kan kalau riski sedikit demi sedikit mulai menjauh


"siapa yang menelpon ibuk?


tanya melilysa


"riski mell," apa dia


baik baik saja?


"iya...., dia baik baik saja mell"


"sukur lah kalo gitu


mas iwan selalu hawatir memikir kan nya"


"tidak ad yang perlu di hawatir kan mell dia sudah besar jika memang di takdir kan dia harus


kembali ke keluarga nya kita tidak akan bisa menahan nya"


dengan berderai air mata


mia mengatakan yang dia sendiri sulit menerima kalau seandai nya riski pergi meninggalkan nya


Sementar di kediaman dewa riski sedang melihat lihat apartemen yang akan ia beli


ia benar benar sudah mantap dengan keputusan nya tuk tinggal sendiri


untuk pertama kali nya iya mengguna kan ATM milik dewi


mari kita cek ada berapa banyak isi nya setelah di cek


"oh tuhan uang mama sebanyak


itu gak nyangka riski "


Di kediaman dewa


bu tati sangat sayang pada riski


dia masih ingat betul bagai mana dewi bersikap dengan nya dulu sopan lemah lembut


namun di mata nya menyimpan duka tapi dewi selalu pandai menybunyikan nya


"ma riski ingin tau banyak tentang dewi aku juga gak berani mencerita kan hal sebenar nya pada riski maka nya aku saran kan agar ia kembali saja kekampung dewi di kota (G) "


"kenapa baru sekarang dia


ingin mencari tau tentang mama nya bukan nya dari kemarin, kemarin"


"dia baru sadar kalo di dalam keluarga iwan tidak pernah ada yang mengingat nya


bahkan kalo dia bertanya tidak ada yang mau memjawab nya"


"sungguh malang nasib mu wi


semoga kau di tempat kan di syurga nya allah aminn"


riski kembali kerumah dewa


dia ingin memberi tahu kalau uang mama nya sangat banyak


aslamualaikum om


waalaikumsalam karna terlalu senang dia tak lagi memenjet bel pintu atau mengetuk dulu


"Ada apa riski?


aku senang banget oma


ternyata mama meninggal kan aku uang yang banyak


om dewa mana om?


ada tu di kamar nya


sana temui om mu itu"


"om dewa "


kamu kenapa riski? perasaan ujian belum selesai hasil nya pun belum ketahuan


apa yang membuat mu begitu bahagia "


riski bahagia bukan karna nilai atau apa pun itu tapi riski bahagia karna mama dewi


meninggal banyak uang om"


"oooya sebanyak apa riski


dewa tak percaya dia meninggal kan riski di kamar dan berlalu iya pun bercanda


riski jika bener mama dewi meninggal kan banyak uang besok kita pergi cari apartemen


yang kau idam kan itu bagaimana "


"iya om riski setuju "


dewa pun tertawa mendengar


riski menerima tawaran dewa


"dewa membatin


dewi kepolosan mu kau wAris kan ke putra mu dia tidak tau


harga apartemen itu sangat mahal mencapai ratusan juta rupiah,


"baik lah nak besok kita akan


melihat lihat ok "

__ADS_1


"ok om"


malam pun berlalu kini tiba lah


hari di mana riski mengajak


dewa pergi ke agen perumahan


semua nya sudah ia persisp kan termasuk uang nya


"om kalo bisa riski gak mau


ambil keridit, cash aja "


"iya.., riski kita tanya dulu ya


harga nya nanti baru kita pikir kan gimana nya"


dewa merasa kasihan melihat riski terlalu bersemangat dengan kartu AMT yang ia pegang dan dia gak tau berapa isi nya dan dewa pun tidak tau kalau sebenar nya riski sudah mengecek saldo nya


riski kan berpendidikan gak sebodoh itu lah mau pergi


melihat lihat tampa tau ada duit apa gak nya,


kini tiba lah mereka di agen rumah dewa langsung menemui menjer nya.


"selamat pagi pak," saya dewa ini keponakan saya riski"


"pagi pak "ucap riski "


saya daneil ,saya sudah menyiap kan gambar model model apartemen yang bapak ingin semua harga dan ansuran nya sudah kami cantum kan


riski dan dewa mengambil


kertas yang bergambar kan


model model rumah yang sangat cantik tapi tentu saja harga nya sangat cantik,


lalu kemudian riski menanyakan pendapat riski


tentang gambar yang di pilih nya dan tak bisa di pungkiri pilihan riski emang sangat memukau mata yang melihat nya "luar biasa menakjub kan


pilihan mu memang bagus,


tapi nak harga nya pun luar bias bagus, "


"apa oom menyukai nya


tentu saja oom menyukai nya,"


riski pun pergi menemui menejer nya dan menyerah kan yang ia sukai


"kita ambil yang ini aja pak


om dewa menyukai ini ",


"baik lah kalau begitu bapak mau dp berapa dulu


nanti kita bisa urus kan"


"o..., maaf pak saya mau bayar cahs"


" tapi pak "tenang saja pak saya tidak akan menipu bapak ko


gimana kalau sekarang saya teransfer uang nya kerekening


perusahaan, "


"boleh pak dewa yang melihat itu mulai yakin kalau riski


memang punya uang


setelah semua urusan rumah selesai riski mengajak dewa pergi makan di mana dulu ia pernah makan bersama dewi


setelah duduk beberapa saat pesanan pun tiba


tentu saja dewa heran,


om dewa tak perlu heran begitu semua sudah riski atur om


dan terimakasih banyak karna om dan oma tati selalu ada buat mama ketika mama terpuruk aku sangat menghargai itu semua harapan dan cita cita mama akan riski penuhi om "


"kamu.., ngomong apa sih ,


om dewa dan oma tati


tak pernah mengharapkan


pamrih menolong dewi kami ikhlas ko nak, "


"tidak apa apa om "


oia om mau tanya emang nya Berapa isi ATM dewi ?


"


pasti om tak kan percaya mendengar kan nya maka bersiap lah


1..2..3..,hampir 500 juta om, "


"apaaaa, dewa benar benar terkejut, kenapa kamu gak cerita sama om riski "


"bagaimana mau cerita .om aja gak pernah kasih kesempatan


buat jelasin nya kalau mama meninggal uang sebanyak itu"maaf kan oom ya "


"kenapa minta maaf justru bagus kan karna oom terkejut "


riski dan dewa tertawalepas mereka tak menyadari ada sepasang mata yang iri melihat mereka Tertawa lepas betapa bahagia nya dia


riski lupa kalau dia punya seorang ayah yang mengharap kan diri nya .


kini iwan benar benar sedih

__ADS_1


ia teringat dengan dewi


gimana dulu ia selalu mengabai kan nya kini baru ia rasa kan betapa sakit nya di abaikan dengan orang yang kita cintai,


__ADS_2