
riski masih terlelap dibawah foto ibu nya ia tak menyadari
hari sudah mulai gelap
seperti biasa iwan selalu masuk kekamar setelah sholat magrib. ketika pintu terbuka suara pintu membangunkan riski dari mimpi indah nya
ia segera berlalu dan memcari tempat persembunyian yang aman, jika mama.., melihat ku
disini bantu aku keluar dari sini ma. batin riski.
iwan pun berlalu dari hadapan bingkai foto dewi sepertinya ia akan mengabil sesuatu
kesempatan itu tidak di sia sia kan riski dengan cepat kilat ia pun berlalu. tapi sayang mellysa melihat nya
"riski ngapain kamu.
di kamar itu ,
"gak ngapa ngapain ma, rencana nya.
sih mau melihat lihat, ada apa sih di dalam .tapi papa mengunci nya"
"mama kira kamu masuk kedalam ,
"gak ko ma"
"riski kamu sudah makan?
'belum ma. oia ma apa mama
pernah masuk kedalam .
"tentu saja pernah sayang
yang menbersih kan nya harus mama gak boleh orang lain,"
"benar kah itu ma"
"sayang coba kamu pergi lihat
oma dulu siapa tau aja dia mau makan" baik ma"
mellysa begitu sesak menjawab pertanyaan riski
"semoga suatu hari nanti kau akan memaafkan papa mu karna pernah membuat mama
selalu menangis"batin mellysa
malam pun berlalu begitu cepat riski bangun sholat subuh lalu beres beres dia membawa beberapa lembar pakaian rencana nya ia akan menginap di rumah dewa
dewa ada lah teman dewi seaktu iwan tak memperdulikan
diri nya bahkan dewa pernah jatuh hati pada dewi
tapi setelah ia tau dewi sudah menikah bahkan dewa juga tau kalau dulu iwan tak pernah menganggap nya ada
"pa. ma. riski akan nginap di rumah teman dalam beberapa hari ada tugas kuliah yang sulit aku mengerti, "
"baik lah hati hati ya sayang"
ucap mellysa
"tunggu. riski papa ingin tau yang mana teman mu
apa papa mengenal nya?
"papa tidak mengenal nya dia dosen riski pa. "
"iwan biar kan riski pergi
dia sudah dewasa lagian ini kan urusan kuliah pergi lah sayang
hati hati ya jangan lupa kabari oma "
"iya oma ,terimakasih "
riski pun pergi meninggalkan
papa nya setelah memeberi salam
"apa yang membuat mu takut wan semangkin kau mengekan dia dia semangkin memjauh dari mu "
"tapi buk riski akan
pargi kekota (g) dimana di situ keluarga besar dewi aku takut buk mereka akan mengambil putra ku "
"emang nya kamu pikir riski itu anak berusia 5 tahun
iwan iwan "
"sudah lah pa, jangan terlalu banyak mikir dia putra kita dia pasti akan memilih kita
iya kan ma....?
setelah beberapa hari riski akhirnya menghubungi
mia
"hallo oma"
"hallo sayang Kenapa baru sekarang kamu menelpon oma
apa kamu tidak sayang oma lagi,?
"maaf kan aku oma akhir akhir ini riski sangat sibuk jadi maaf ya oma"
"kapan kau akan kembali kerumah ?
"secepat nya oma oia teman ku sudah datang ,riski harus pergi
daaa oma
aslamualaikum"
__ADS_1
waalaikum Salam
mia dapat merasa kan kalau riski sedikit demi sedikit mulai menjauh
"siapa yang menelpon ibuk?
tanya melilysa
"riski mell," apa dia
baik baik saja?
"iya...., dia baik baik saja mell"
"sukur lah kalo gitu
mas iwan selalu hawatir memikir kan nya"
"tidak ad yang perlu di hawatir kan mell dia sudah besar jika memang di takdir kan dia harus
kembali ke keluarga nya kita tidak akan bisa menahan nya"
dengan berderai air mata
mia mengatakan yang dia sendiri sulit menerima kalau seandai nya riski pergi meninggalkan nya
Sementar di kediaman dewa riski sedang melihat lihat apartemen yang akan ia beli
ia benar benar sudah mantap dengan keputusan nya tuk tinggal sendiri
untuk pertama kali nya iya mengguna kan ATM milik dewi
mari kita cek ada berapa banyak isi nya setelah di cek
"oh tuhan uang mama sebanyak
itu gak nyangka riski "
Di kediaman dewa
bu tati sangat sayang pada riski
dia masih ingat betul bagai mana dewi bersikap dengan nya dulu sopan lemah lembut
namun di mata nya menyimpan duka tapi dewi selalu pandai menybunyikan nya
"ma riski ingin tau banyak tentang dewi aku juga gak berani mencerita kan hal sebenar nya pada riski maka nya aku saran kan agar ia kembali saja kekampung dewi di kota (G) "
"kenapa baru sekarang dia
ingin mencari tau tentang mama nya bukan nya dari kemarin, kemarin"
"dia baru sadar kalo di dalam keluarga iwan tidak pernah ada yang mengingat nya
bahkan kalo dia bertanya tidak ada yang mau memjawab nya"
"sungguh malang nasib mu wi
semoga kau di tempat kan di syurga nya allah aminn"
riski kembali kerumah dewa
dia ingin memberi tahu kalau uang mama nya sangat banyak
aslamualaikum om
waalaikumsalam karna terlalu senang dia tak lagi memenjet bel pintu atau mengetuk dulu
"Ada apa riski?
aku senang banget oma
ternyata mama meninggal kan aku uang yang banyak
om dewa mana om?
ada tu di kamar nya
sana temui om mu itu"
"om dewa "
kamu kenapa riski? perasaan ujian belum selesai hasil nya pun belum ketahuan
apa yang membuat mu begitu bahagia "
riski bahagia bukan karna nilai atau apa pun itu tapi riski bahagia karna mama dewi
meninggal banyak uang om"
"oooya sebanyak apa riski
dewa tak percaya dia meninggal kan riski di kamar dan berlalu iya pun bercanda
riski jika bener mama dewi meninggal kan banyak uang besok kita pergi cari apartemen
yang kau idam kan itu bagaimana "
"iya om riski setuju "
dewa pun tertawa mendengar
riski menerima tawaran dewa
"dewa membatin
dewi kepolosan mu kau wAris kan ke putra mu dia tidak tau
harga apartemen itu sangat mahal mencapai ratusan juta rupiah,
"baik lah nak besok kita akan
melihat lihat ok "
__ADS_1
"ok om"
malam pun berlalu kini tiba lah
hari di mana riski mengajak
dewa pergi ke agen perumahan
semua nya sudah ia persisp kan termasuk uang nya
"om kalo bisa riski gak mau
ambil keridit, cash aja "
"iya.., riski kita tanya dulu ya
harga nya nanti baru kita pikir kan gimana nya"
dewa merasa kasihan melihat riski terlalu bersemangat dengan kartu AMT yang ia pegang dan dia gak tau berapa isi nya dan dewa pun tidak tau kalau sebenar nya riski sudah mengecek saldo nya
riski kan berpendidikan gak sebodoh itu lah mau pergi
melihat lihat tampa tau ada duit apa gak nya,
kini tiba lah mereka di agen rumah dewa langsung menemui menjer nya.
"selamat pagi pak," saya dewa ini keponakan saya riski"
"pagi pak "ucap riski "
saya daneil ,saya sudah menyiap kan gambar model model apartemen yang bapak ingin semua harga dan ansuran nya sudah kami cantum kan
riski dan dewa mengambil
kertas yang bergambar kan
model model rumah yang sangat cantik tapi tentu saja harga nya sangat cantik,
lalu kemudian riski menanyakan pendapat riski
tentang gambar yang di pilih nya dan tak bisa di pungkiri pilihan riski emang sangat memukau mata yang melihat nya "luar biasa menakjub kan
pilihan mu memang bagus,
tapi nak harga nya pun luar bias bagus, "
"apa oom menyukai nya
tentu saja oom menyukai nya,"
riski pun pergi menemui menejer nya dan menyerah kan yang ia sukai
"kita ambil yang ini aja pak
om dewa menyukai ini ",
"baik lah kalau begitu bapak mau dp berapa dulu
nanti kita bisa urus kan"
"o..., maaf pak saya mau bayar cahs"
" tapi pak "tenang saja pak saya tidak akan menipu bapak ko
gimana kalau sekarang saya teransfer uang nya kerekening
perusahaan, "
"boleh pak dewa yang melihat itu mulai yakin kalau riski
memang punya uang
setelah semua urusan rumah selesai riski mengajak dewa pergi makan di mana dulu ia pernah makan bersama dewi
setelah duduk beberapa saat pesanan pun tiba
tentu saja dewa heran,
om dewa tak perlu heran begitu semua sudah riski atur om
dan terimakasih banyak karna om dan oma tati selalu ada buat mama ketika mama terpuruk aku sangat menghargai itu semua harapan dan cita cita mama akan riski penuhi om "
"kamu.., ngomong apa sih ,
om dewa dan oma tati
tak pernah mengharapkan
pamrih menolong dewi kami ikhlas ko nak, "
"tidak apa apa om "
oia om mau tanya emang nya Berapa isi ATM dewi ?
"
pasti om tak kan percaya mendengar kan nya maka bersiap lah
1..2..3..,hampir 500 juta om, "
"apaaaa, dewa benar benar terkejut, kenapa kamu gak cerita sama om riski "
"bagaimana mau cerita .om aja gak pernah kasih kesempatan
buat jelasin nya kalau mama meninggal uang sebanyak itu"maaf kan oom ya "
"kenapa minta maaf justru bagus kan karna oom terkejut "
riski dan dewa tertawalepas mereka tak menyadari ada sepasang mata yang iri melihat mereka Tertawa lepas betapa bahagia nya dia
riski lupa kalau dia punya seorang ayah yang mengharap kan diri nya .
kini iwan benar benar sedih
__ADS_1
ia teringat dengan dewi
gimana dulu ia selalu mengabai kan nya kini baru ia rasa kan betapa sakit nya di abaikan dengan orang yang kita cintai,