
riski setia menunggu aqira sadar tak pernah sekali pun
iya meninggal kan nya riski juga
tak pernah tidur
ada rasa bersalah di hati nya
kenapa tadi pagi dia meninggi suara ke aqira
riski terus mengusap pucuk kepala aqira sekali iya mencium nya penuh kasih
setelah menunggu beberapa jam akhir nya aqira sadar juga
pelan pelan aqira membuka mata nya betapa bahagia nya Aqira saat iya buka mata orang yang pertama kali ia lihat ada lah suami nya
riski tak menyadari klo aqira sudah sadar dari tadi
riski kembali memcium pucuk kepala aqira
dan saat dia akan mencium aqira ,aqira membuka mata nya
dqn berkata
" mas...,"
"iya sayang,mas di sini
gimana keadaan mu sekarang?
"aku baik mas, cuma lemas
aja, "ucap aqira
"iya sayang lain kali jangan buat mas takut "
"mas di mana papa andere sama papa rizwan "
"papa andere di luar kota
papa rizwan di ruang tunggu"
"aku ingin ketemu mereka mas"
"iya sayang bentar ya, mas masih ingin bersama mu sebentar, "
"ihhh,sok romantis ,"
Aqira tersenyum bahagia
aqira emang sangat mencintai riski dari jaman sekolah kuliah sampai lah riski benar benar jadi suami nya
aqira menatap suami sampai puas Riski yang di tatap begitu
menjadi sedikit ke pedean
"gak usah di tatap gitu juga sayang ,wajah tampan ini
hanya milik aqira seorang"
"apaan sih .oia mas bawa mama sama papa juga sintia"
riski malas banget kalau sudah menyangkut sintia
"iya sayang "
riski pun berlalu meninggal kan aqira menuju ruang tunggu
"pa,ma .kamu tia aqira sudah bangun, "
sintia tau kalau Riski tidak suka kehadiran nya
ayo sayang ,ucap melysa ke sintia
Riski dan rizwan mengikuti nya dari belakang.
Rizwan menghentikan langjah
nya," ada apa pa ??"
"papa ingin bicara berdua saja dengan mu "
"apa gak sebaik nya kita
menemui aqira dulu pa "
"nanti saja "
"ayo kita kekantin "
rizwan dan riski
melangkah kekantin
setelah melangkah beberapa saat akhirnya mereka pun tiba di tempat di mana mereka bisa
menikmati makanan ringan
Riski menarik kursi untuk Riszwan dan untuk nya juga
"silahkan pa"ucap Riski
"terimakasih nak "
setelah duduk mereka mrmesan kopi pahit kesukaan Riski dan Riswan
serta beberapa makanan ringan lain nya,sebelum memulai pembicaraan mereka makan
dulu ,
"oia apa yang ingin papa
katakan ?"
Riswan terdiam sejenak
lalu menarik nafas dalam dalam kemudian membuang nya,
"begini nak ,sebenar nya aqira kenapa apa kah penyakit nya serius ??"
"maksud papa ??"
"ya, jujur saja nak papa takut "
__ADS_1
apa yang papa takut kan
aqira baik baik saja pa""
setiap bulan kami kontrol>
ke dokter kandungan.
"lalu kenapa aqira bisa keram??"l
:itu pa kami sedang bertengka
pa, "pp0lp0l"""
"apa yang kalian ribut kan?
ada ada saja gak bisa kah kau
mengalah sedikit riski?"
"bukan soal mengalah pa,
aqira itu merahasiakan sesuatu dari ku"
merahasiakan apa riski
apa itu sangat mengganggu mu
sehingga hanya istri mu merahsia kan sesuatu pada mu
lalu kau mengabaikan kandungan nya, "
"papa tau apa Yang di rahsia kan nya ??"
"apa "
"sandara ada lah ibu tiri aqira"
pruuut air kopi yang di sedu
rizwan sempontan muncarat kemuka riski
rizwan sangat terkejut
"papa, pelan pelan donk
basah ni, "
"maaf kan papa nk,
"tapi ko bisa ?masa iya andere yang mau menghancur kan
kita nak"ucap rizwan
"Bukan papa andere musuh kita
tapi sandarA pa,
papa andere juga koban nya
mama nya aqira di tabrAk oleh
sandara sampai meninggal pa"
''iya pa,papa andre sedang di luar kota saat ini untuk menghindari sandara''
''apa kalian sudah melapor kan nya kepolisi?"
"sudah pa "
di tempat lain
melysa dan sintia sudh sampai di ruangang aqira
"Aslamualaikum sayang "
"waalaikumsalam ma,
tante tia"
"gimana kabar mu nak. ?"
"baik ma "
dimana papa,sama mas Riski?"
"mereka pergi minu. kopi"
"oo maaf kan aku ma
gara gara aku mama,pap,
dan semua orang jadi susah
tante tia juga ni aku selalu
banget nyusah kan tante"
ngomong apa sih ra
"mama gak pernah merasa di susah kan ko "
"santai aja ra Siap tau nanti kamu yang akan membantu tante iya kan"
"siapa tu merasa merepat kan
orang siapa ayo siapa si ma yang merasa gitu"
tiba ketiga kum itu sedikit melihat kearah Suara itu
riski dan rizwan mendengar kan
aqira minta maaf pada melysa
dan sintia
"eh papa," ucap aqira
"sayang kamu itu membawa kebahagiaan di rumah kami
jadi jangan pernah bilang
aqira menyusah kan
__ADS_1
sama sekali gak nak "ucap rizwan sambil mengusap pujuj
kepala menantu nya
"iya pa makasih ya semua "
"oia gimana kalau
sementara ini
aqira tingal bareng mama?? "
mendengar tawaran mertua nya timbul ide aqira untuk
ngerjai suami nya
"iya ma, aku setuju "
"tapi sayang kita kan "
"aku mau tinggal di rumah
mama boleh ya mas "
belum sempat riski memberikan alasan sudah di potong oleh aqira
"di izin kan kenapa si ki "
Riski gak tega juga melihat
wajah orang orang yang ia kasih memelas gitu
dengan sangat terpaksa riski
mengizinkan Aqira ngenap di rumah orang tua nya
"iya udah deh kamu boleh
ketempat mama "
"makasih mas"
"iya sayang ,sekarang istirahat ya, kasian tu bayi nya"
"iya nak,"ucap melysa
"pa,sebaik nya bawa mama dan tante tia pulang
agar mereka bisa istrahat"
"tapi ,nak kami ingin di sini
menemani aqira., "
lalu oma gimana ?
oh astaga aku sampai lupa ki."
ucap rizwan
"biar aku saja yang pulang mas"
ucap sintia
mbak ikut kamu deh tia,
kalau mama tinggal gak apa aoa kan sayang?
...ucap melysa ke menantu nya "iya gak apa apa ma...
aku udah baikan ko
sampai kan peluk cium ku untuk. oma insyaallah
besok aku dah boleh pulang"
"benar kah sayang, "ucap Riski
"iya mas, aku yang minta
bosan disini"
"tapi sayang apa kau yakin sudah baikan. ?"
benar mas "ucap aqira
"ya sudah kalau kamu sudah gak apa apa mama akan beres kan kamar untuk kalian"
terimakasih mama ku cantik
ucap aqira
"kamu ni ya ada ada saja"
"sayang aku antar mama
dulu ya "
"iya mas, hati hati ma"
"iya sayang makasih"
"pa,mama pulang ,"
"iya ma,hati hati ,tia kamu
jangan ngebut ya santai aja
kabari setelah sampai di rumah
riski mengantarkan melysa
sampai parkiran sementara
rizwan, lebih memilih menemani menantu nya
ketimbang iya mengantar kan istri nya
"tia.., terimakasih ya kamu selalu ada untuk aqira "
"bukan apa apa ko yang penting aqira dan kamu bahagia
insyaallah aminn
__ADS_1
aku ikhlas