Tangisan Seorang Istri

Tangisan Seorang Istri
78


__ADS_3

riski setia menunggu aqira sadar tak pernah sekali pun


iya meninggal kan nya riski juga


tak pernah tidur


ada rasa bersalah di hati nya


kenapa tadi pagi dia meninggi suara ke aqira


riski terus mengusap pucuk kepala aqira sekali iya mencium nya penuh kasih


setelah menunggu beberapa jam akhir nya aqira sadar juga


pelan pelan aqira membuka mata nya betapa bahagia nya Aqira saat iya buka mata orang yang pertama kali ia lihat ada lah suami nya


riski tak menyadari klo aqira sudah sadar dari tadi


riski kembali memcium pucuk kepala aqira


dan saat dia akan mencium aqira ,aqira membuka mata nya


dqn berkata


" mas...,"


"iya sayang,mas di sini


gimana keadaan mu sekarang?


"aku baik mas, cuma lemas


aja, "ucap aqira


"iya sayang lain kali jangan buat mas takut "


"mas di mana papa andere sama papa rizwan "


"papa andere di luar kota


papa rizwan di ruang tunggu"


"aku ingin ketemu mereka mas"


"iya sayang bentar ya, mas masih ingin bersama mu sebentar, "


"ihhh,sok romantis ,"


Aqira tersenyum bahagia


aqira emang sangat mencintai riski dari jaman sekolah kuliah sampai lah riski benar benar jadi suami nya


aqira menatap suami sampai puas Riski yang di tatap begitu


menjadi sedikit ke pedean


"gak usah di tatap gitu juga sayang ,wajah tampan ini


hanya milik aqira seorang"


"apaan sih .oia mas bawa mama sama papa juga sintia"


riski malas banget kalau sudah menyangkut sintia


"iya sayang "


riski pun berlalu meninggal kan aqira menuju ruang tunggu


"pa,ma .kamu tia aqira sudah bangun, "


sintia tau kalau Riski tidak suka kehadiran nya


ayo sayang ,ucap melysa ke sintia


Riski dan rizwan mengikuti nya dari belakang.


Rizwan menghentikan langjah


nya," ada apa pa ??"


"papa ingin bicara berdua saja dengan mu "


"apa gak sebaik nya kita


menemui aqira dulu pa "


"nanti saja "


"ayo kita kekantin "


rizwan dan riski


melangkah kekantin


setelah melangkah beberapa saat akhirnya mereka pun tiba di tempat di mana mereka bisa


menikmati makanan ringan


Riski menarik kursi untuk Riszwan dan untuk nya juga


"silahkan pa"ucap Riski


"terimakasih nak "


setelah duduk mereka mrmesan kopi pahit kesukaan Riski dan Riswan


serta beberapa makanan ringan lain nya,sebelum memulai pembicaraan mereka makan


dulu ,


"oia apa yang ingin papa


katakan ?"


Riswan terdiam sejenak


lalu menarik nafas dalam dalam kemudian membuang nya,


"begini nak ,sebenar nya aqira kenapa apa kah penyakit nya serius ??"


"maksud papa ??"


"ya, jujur saja nak papa takut "

__ADS_1


apa yang papa takut kan


aqira baik baik saja pa""


setiap bulan kami kontrol>


ke dokter kandungan.


"lalu kenapa aqira bisa keram??"l


:itu pa kami sedang bertengka


pa, "pp0lp0l"""


"apa yang kalian ribut kan?


ada ada saja gak bisa kah kau


mengalah sedikit riski?"


"bukan soal mengalah pa,


aqira itu merahasiakan sesuatu dari ku"


merahasiakan apa riski


apa itu sangat mengganggu mu


sehingga hanya istri mu merahsia kan sesuatu pada mu


lalu kau mengabaikan kandungan nya, "


"papa tau apa Yang di rahsia kan nya ??"


"apa "


"sandara ada lah ibu tiri aqira"


pruuut air kopi yang di sedu


rizwan sempontan muncarat kemuka riski


rizwan sangat terkejut


"papa, pelan pelan donk


basah ni, "


"maaf kan papa nk,


"tapi ko bisa ?masa iya andere yang mau menghancur kan


kita nak"ucap rizwan


"Bukan papa andere musuh kita


tapi sandarA pa,


papa andere juga koban nya


mama nya aqira di tabrAk oleh


sandara sampai meninggal pa"


''iya pa,papa andre sedang di luar kota saat ini untuk menghindari sandara''


''apa kalian sudah melapor kan nya kepolisi?"


"sudah pa "


di tempat lain


melysa dan sintia sudh sampai di ruangang aqira


"Aslamualaikum sayang "


"waalaikumsalam ma,


tante tia"


"gimana kabar mu nak. ?"


"baik ma "


dimana papa,sama mas Riski?"


"mereka pergi minu. kopi"


"oo maaf kan aku ma


gara gara aku mama,pap,


dan semua orang jadi susah


tante tia juga ni aku selalu


banget nyusah kan tante"


ngomong apa sih ra


"mama gak pernah merasa di susah kan ko "


"santai aja ra Siap tau nanti kamu yang akan membantu tante iya kan"


"siapa tu merasa merepat kan


orang siapa ayo siapa si ma yang merasa gitu"


tiba ketiga kum itu sedikit melihat kearah Suara itu


riski dan rizwan mendengar kan


aqira minta maaf pada melysa


dan sintia


"eh papa," ucap aqira


"sayang kamu itu membawa kebahagiaan di rumah kami


jadi jangan pernah bilang


aqira menyusah kan

__ADS_1


sama sekali gak nak "ucap rizwan sambil mengusap pujuj


kepala menantu nya


"iya pa makasih ya semua "


"oia gimana kalau


sementara ini


aqira tingal bareng mama?? "


mendengar tawaran mertua nya timbul ide aqira untuk


ngerjai suami nya


"iya ma, aku setuju "


"tapi sayang kita kan "


"aku mau tinggal di rumah


mama boleh ya mas "


belum sempat riski memberikan alasan sudah di potong oleh aqira


"di izin kan kenapa si ki "


Riski gak tega juga melihat


wajah orang orang yang ia kasih memelas gitu


dengan sangat terpaksa riski


mengizinkan Aqira ngenap di rumah orang tua nya


"iya udah deh kamu boleh


ketempat mama "


"makasih mas"


"iya sayang ,sekarang istirahat ya, kasian tu bayi nya"


"iya nak,"ucap melysa


"pa,sebaik nya bawa mama dan tante tia pulang


agar mereka bisa istrahat"


"tapi ,nak kami ingin di sini


menemani aqira., "


lalu oma gimana ?


oh astaga aku sampai lupa ki."


ucap rizwan


"biar aku saja yang pulang mas"


ucap sintia


mbak ikut kamu deh tia,


kalau mama tinggal gak apa aoa kan sayang?


...ucap melysa ke menantu nya "iya gak apa apa ma...


aku udah baikan ko


sampai kan peluk cium ku untuk. oma insyaallah


besok aku dah boleh pulang"


"benar kah sayang, "ucap Riski


"iya mas, aku yang minta


bosan disini"


"tapi sayang apa kau yakin sudah baikan. ?"


benar mas "ucap aqira


"ya sudah kalau kamu sudah gak apa apa mama akan beres kan kamar untuk kalian"


terimakasih mama ku cantik


ucap aqira


"kamu ni ya ada ada saja"


"sayang aku antar mama


dulu ya "


"iya mas, hati hati ma"


"iya sayang makasih"


"pa,mama pulang ,"


"iya ma,hati hati ,tia kamu


jangan ngebut ya santai aja


kabari setelah sampai di rumah


riski mengantarkan melysa


sampai parkiran sementara


rizwan, lebih memilih menemani menantu nya


ketimbang iya mengantar kan istri nya


"tia.., terimakasih ya kamu selalu ada untuk aqira "


"bukan apa apa ko yang penting aqira dan kamu bahagia


insyaallah aminn

__ADS_1


aku ikhlas


__ADS_2