
hari demi hari yang di lalui riski
sangat melelahkan.
perusahaan yang di berikan dewi ke keluarganya hampir bangkrut. untung saja semua
yang bekerja di situ masih jujur semua,
coba kalau seperti di kota kota besar mungkin sudah lama perusahaan dewi gulung
tikar.
nabila ini adalah anak yatim piatu dia di besar kan dan di sekolah kan di panti asuhan
dia ini sangat pintar walaupun dia hanya sekolah nya hanya tamat smk tapi dia sangat berbakat di bidang bisnis
ketika riski mengatakan akan mengjaga nya seperti mama mellysa semua yang ada di ruangan itu melihat kearah riski
mereka mengira ada hubungan
khusus nabila dan riski yang tapi mereka tidak tau ,
padahal..... itu,
hanya bercanda doang
"ha ha ha ha santai kakek
riski dan nabila itu gak pernah saling kenal serius amat menanggapi nya
riski tersenyum sendiri mengingat ekspresi keluarga nya saat itu,
"selamat siang pak?
sapa nabila entah sejak kapan ia di sana
"pagi..., sudah berapa lama kamu di sana kenapa gak mengetuk pintu dulu "
"saya .mengetuk pintu dari tadi
pak ,
tapi bapak melamun,
dari pada saya kesemutan
menunggu bapak selesei menghayal
saya pikir
sebaik nya saya menyadar kan
bapak, "
"kamu benar anak pintar,
mana tugas yang kuberikan.
biar ku periksa dulu"
"ini pak sudah saya selesai
kan, "
terimakasih.
sama sama pak
nabila sosok gadis yang periang mudah bergaul
berbeda dengan risma
susah tersenyum selalu menyendiri dan kurang percaya diri. padahal dia cantik penampilan juga ok
sejauh ini tidak ada yang tau apakah dia punya pacar atau tidak
"kakek..., apa kah risma tidak punya teman atau sahabat
karna selama riski di sini gak pernah,ada tuh teman nya yang nyariin "
"kakek sama paman mu
tidak pernah melihat nya berteman."
"sejak kapan itu kek?
"sejak kecil "
"emang nya dia tak pernah cerita ke tante kalau
dia suka sama seseorang ?
"gak pernah ki"
"oh kalau gitu mulai besok kalian jangan biar kan risma larut dalam kesendirian nya
itu tidak baik paman "
"apa kamu yakin riskin?
"tentu saja paman"
johan dan istrinya
merasa hawatir mendengar penjelasan riski
iya mulai memikir kan kata kata riski mungkin ada benar nya ia mulai memikir kan tentang jodoh buat risma agar ia kelihatan normal.
memang selama ini putri nya itu selalu sendiri
awal nya ia pikir itu bagus
tapi setelah riski datang dan memjelas kan bahaya selalu
menyendiri.
setiap hari riski dan nabila bekerja keras demi membangkit kan perusahaan
yang hampir saja bangkrut
johan sudah tidak muda lagi
sedang kan putri nya masih belum tau sama ada dia bisa di kasih tanggung jawab atau tidak di tengah kesibukan
riski memulihkan
__ADS_1
perusahaan kakek nya
ia tak menyadari ada seorang
ayah yang sangat merindukan
putra nya tak lain adalah rizwan
sudah dua bulan riski pergi tak sekalipun ia menghubungi ayah nya segitu marah kan riski ke ayah nya hingga ia lupa
kalau ayah nya masih hidup
malam semangkin larut
tapi riski dan nabila masih bekerja keras bagaimana cara nya agar perusahaan nya bisa normal dalam tiga bulan
risma yang semula hanya diam saja kini mulai terlibat dengan mereka.
"apa kalian menbutuh kan sesuatu ?
jika kamu tak keberatan
tolong bantu kami menyelesaikan ini "
riski menyerah kan map yang berisi berkas.
risma pun menerima nya. ia pun mulai bekrja semampu nya.
"dengar kan kakak baik baik risma, untuk satu bulan kedepan kita harus beker keras karna tidak lama lagi kakak akan kembali ke kota (D) kakak masih harus kuliah,
dan kamu nabila segera lah kamu mendaftar kuliah mu"
"tapi pak aku tak kan sanggup
membiyayai kuliah dan keperluan ku.dan yang lain "
"kamu tidak usah hawatir .
soal itu. perusahaan yang akan menanggung nya biyaya pendidikan mu. dan kebutuhan mu, dan mulai sekarang kamu akan tinggal di rumah kakek. bersama risma ".
"tapi pak. aku tidak mau merepot kan keluarga pak johan "sekarang kalian boleh istirahat besok masih banyak pekerjaan kita iya kan?
"baik pak" ucap nabila
"kak..., aku mau bicara."ucap risma ke riski
"kau bicara apa risma?
"aku mau ikut kakak kekota (D)
sudah lama aku ingin pergi
dari kota ini kak
bahkan aku ingin sekali
kuliah di luar kota
tapi. ayah, ibu ,kakek, nenek,
selalu menakut nakuti ku
agar aku mengunrung kan niat
ku tuk pergi, tapi setelah
riski tak percaya dengan apa
iya dengar. seorang risma yang sangat tertutup rupa nya, menyimpan sejuta harapan. dan impian. riski sangat bahagia ,
melihat risma mengeluar kan
semua isi hati nya.
"apa kau yakin ingin kekota D
bersama kakak ?
"tentu saja aku yakin "
baik kalo begitu buktikan
dulu pada kakak
kalau bisa hidup di kota,"
"apa yang harus aku buktikan
pada kakak"
yang pertama kamu harus membantu nabila. menyelesaikan tugas yang ku berikan.
dan yang kedua
yakin kan, mereka kalau kamu
bisa hidup di kota .
tampa mereka,
yakin kan, ke mereka kalau kamu bisa mandiri, "
"kalau yang pertama insya allah
aku bisa kak tapi kalau yang kedua separti nua sulit"
"kamu harus mencoba nya
dulu,soal hasil nya
itu urusan nanti"
"apa kakak akan membantu ku?
"insya allah kakak pasti bantu,"
"terimakasih kakak ,
aku bahagia punya kakak seperti mu, "
"risma langsung memeluk
riski tampa ragu, riski yang mendapat perlakuan seperti itu
tentu saja sangat terkejut
__ADS_1
ia tak mengka kalau risma
akan memeluk nya.
tentu saja jiwa kelelakian nya
sepontan bangkit
maklum riski lalaki normal
risma pula cantik
tapi riski dari kecil sudah di didik dengan moral yang baik
dia juga tau menjaga batasan nya jadi hal seperti itu tidak akan terjadi ,
"risma...,kakak mau berpesan
satu hal pada mu,
jangan sesekali mengucap kan kata terimakasih ,
dengan cara memberikan pelukan dengan
lawan jenis mu, itu tidak baik "
"maaf kan aku kak
aku terlalu senang akhirnyaaku bisa bebas terbang ke angkasa" "risma kamu harus mengontorol
perasaan mu ok ,"
risma pun berlalu dari hadapan
riski bingun harus bagaimana
masalah kantor belum bers tambah lagi masalah risma
"oh.., ya allah berikan aku petunjuk mu, "batin riski
riski merabah tubuh nya di sofa
karna terlalu lelah
ia tertidur di sofa sampai pagi
karna terlalu lelah ia tak menyadari semua orang di rumah sudah bersiap berangkat
kekantor, riski dan nabila
sengaja melangkah pelan pelan
agar riski tak mendari langkah kaki mereka
dan benar saja semua sudah pergi bekerja tinggal lah nenek
di rumah sendiri .
tepat jam sepuluh pagi
baru lah riski sadar,
"nenek.....,jam berapa ini?
"jam sepuluh nak,
"haaaa, jam sepuluh ,
"apa mereka. ....,
"semua sudah berangkat dari
tadi .istirahat lah dulu"
"istirahat riski sudah cukup nek
sebaik nya riski kekantor dulu"
riski bersih kan diri mu lalu sarapan setelah itu nenek mau bicara denga mu ini penting nak,"
"baik lah nek riski. mandi dulu."
setelah beberapa menit mandi riski selesei lalu ia sarapan
tidak butuh lama tuk menyelesai kan nya akhirnya
riski menemui nenek nya di ruangan tamu.
"ada apa nek serius amat.
maaf ya nek bercanda "
"nenek mau minta tolong?
"apa tu nek "
"telpon papa mu sekarang
nenek mau bicara dengan nya,
walau bagaimana pun dia pernah jadi menantu nenek, karna dia lah keluarga nenek bisa hidup layak."
"tapi nenek, papa kan..."
"sayang ,mama mu meninggal
bukan kesalahan papa mu. tapi
itu sudah takdir nak."
mohon doa dan dukungan
nya agar aku lebih bijak dalam berkarya
ππ¬π¬π¬π²
ππβππ
π± CallΒ me π±
ππ¬π¬π¬π²
ππβππ
π± CallΒ me π±
__ADS_1
salam sejahtera dari ku
semoga kalian semua sehat selalu aminnn