Tangisan Seorang Istri

Tangisan Seorang Istri
kerja keras


__ADS_3

hari demi hari yang di lalui riski


sangat melelahkan.


perusahaan yang di berikan dewi ke keluarganya hampir bangkrut. untung saja semua


yang bekerja di situ masih jujur semua,


coba kalau seperti di kota kota besar mungkin sudah lama perusahaan dewi gulung


tikar.


nabila ini adalah anak yatim piatu dia di besar kan dan di sekolah kan di panti asuhan


dia ini sangat pintar walaupun dia hanya sekolah nya hanya tamat smk tapi dia sangat berbakat di bidang bisnis


ketika riski mengatakan akan mengjaga nya seperti mama mellysa semua yang ada di ruangan itu melihat kearah riski


mereka mengira ada hubungan


khusus nabila dan riski yang tapi mereka tidak tau ,


padahal..... itu,


hanya bercanda doang


"ha ha ha ha santai kakek


riski dan nabila itu gak pernah saling kenal serius amat menanggapi nya


riski tersenyum sendiri mengingat ekspresi keluarga nya saat itu,


"selamat siang pak?


sapa nabila entah sejak kapan ia di sana


"pagi..., sudah berapa lama kamu di sana kenapa gak mengetuk pintu dulu "


"saya .mengetuk pintu dari tadi


pak ,


tapi bapak melamun,


dari pada saya kesemutan


menunggu bapak selesei menghayal


saya pikir


sebaik nya saya menyadar kan


bapak, "


"kamu benar anak pintar,


mana tugas yang kuberikan.


biar ku periksa dulu"


"ini pak sudah saya selesai


kan, "


terimakasih.


sama sama pak


nabila sosok gadis yang periang mudah bergaul


berbeda dengan risma


susah tersenyum selalu menyendiri dan kurang percaya diri. padahal dia cantik penampilan juga ok


sejauh ini tidak ada yang tau apakah dia punya pacar atau tidak


"kakek..., apa kah risma tidak punya teman atau sahabat


karna selama riski di sini gak pernah,ada tuh teman nya yang nyariin "


"kakek sama paman mu


tidak pernah melihat nya berteman."


"sejak kapan itu kek?


"sejak kecil "


"emang nya dia tak pernah cerita ke tante kalau


dia suka sama seseorang ?


"gak pernah ki"


"oh kalau gitu mulai besok kalian jangan biar kan risma larut dalam kesendirian nya


itu tidak baik paman "


"apa kamu yakin riskin?


"tentu saja paman"


johan dan istrinya


merasa hawatir mendengar penjelasan riski


iya mulai memikir kan kata kata riski mungkin ada benar nya ia mulai memikir kan tentang jodoh buat risma agar ia kelihatan normal.


memang selama ini putri nya itu selalu sendiri


awal nya ia pikir itu bagus


tapi setelah riski datang dan memjelas kan bahaya selalu


menyendiri.


setiap hari riski dan nabila bekerja keras demi membangkit kan perusahaan


yang hampir saja bangkrut


johan sudah tidak muda lagi


sedang kan putri nya masih belum tau sama ada dia bisa di kasih tanggung jawab atau tidak di tengah kesibukan


riski memulihkan

__ADS_1


perusahaan kakek nya


ia tak menyadari ada seorang


ayah yang sangat merindukan


putra nya tak lain adalah rizwan


sudah dua bulan riski pergi tak sekalipun ia menghubungi ayah nya segitu marah kan riski ke ayah nya hingga ia lupa


kalau ayah nya masih hidup


malam semangkin larut


tapi riski dan nabila masih bekerja keras bagaimana cara nya agar perusahaan nya bisa normal dalam tiga bulan


risma yang semula hanya diam saja kini mulai terlibat dengan mereka.


"apa kalian menbutuh kan sesuatu ?


jika kamu tak keberatan


tolong bantu kami menyelesaikan ini "


riski menyerah kan map yang berisi berkas.


risma pun menerima nya. ia pun mulai bekrja semampu nya.


"dengar kan kakak baik baik risma, untuk satu bulan kedepan kita harus beker keras karna tidak lama lagi kakak akan kembali ke kota (D) kakak masih harus kuliah,


dan kamu nabila segera lah kamu mendaftar kuliah mu"


"tapi pak aku tak kan sanggup


membiyayai kuliah dan keperluan ku.dan yang lain "


"kamu tidak usah hawatir .


soal itu. perusahaan yang akan menanggung nya biyaya pendidikan mu. dan kebutuhan mu, dan mulai sekarang kamu akan tinggal di rumah kakek. bersama risma ".


"tapi pak. aku tidak mau merepot kan keluarga pak johan "sekarang kalian boleh istirahat besok masih banyak pekerjaan kita iya kan?


"baik pak" ucap nabila


"kak..., aku mau bicara."ucap risma ke riski


"kau bicara apa risma?


"aku mau ikut kakak kekota (D)


sudah lama aku ingin pergi


dari kota ini kak


bahkan aku ingin sekali


kuliah di luar kota


tapi. ayah, ibu ,kakek, nenek,


selalu menakut nakuti ku


agar aku mengunrung kan niat


ku tuk pergi, tapi setelah


riski tak percaya dengan apa


iya dengar. seorang risma yang sangat tertutup rupa nya, menyimpan sejuta harapan. dan impian. riski sangat bahagia ,


melihat risma mengeluar kan


semua isi hati nya.


"apa kau yakin ingin kekota D


bersama kakak ?


"tentu saja aku yakin "


baik kalo begitu buktikan


dulu pada kakak


kalau bisa hidup di kota,"


"apa yang harus aku buktikan


pada kakak"


yang pertama kamu harus membantu nabila. menyelesaikan tugas yang ku berikan.


dan yang kedua


yakin kan, mereka kalau kamu


bisa hidup di kota .


tampa mereka,


yakin kan, ke mereka kalau kamu bisa mandiri, "


"kalau yang pertama insya allah


aku bisa kak tapi kalau yang kedua separti nua sulit"


"kamu harus mencoba nya


dulu,soal hasil nya


itu urusan nanti"


"apa kakak akan membantu ku?


"insya allah kakak pasti bantu,"


"terimakasih kakak ,


aku bahagia punya kakak seperti mu, "


"risma langsung memeluk


riski tampa ragu, riski yang mendapat perlakuan seperti itu


tentu saja sangat terkejut

__ADS_1


ia tak mengka kalau risma


akan memeluk nya.


tentu saja jiwa kelelakian nya


sepontan bangkit


maklum riski lalaki normal


risma pula cantik


tapi riski dari kecil sudah di didik dengan moral yang baik


dia juga tau menjaga batasan nya jadi hal seperti itu tidak akan terjadi ,


"risma...,kakak mau berpesan


satu hal pada mu,


jangan sesekali mengucap kan kata terimakasih ,


dengan cara memberikan pelukan dengan


lawan jenis mu, itu tidak baik "


"maaf kan aku kak


aku terlalu senang akhirnyaaku bisa bebas terbang ke angkasa" "risma kamu harus mengontorol


perasaan mu ok ,"


risma pun berlalu dari hadapan


riski bingun harus bagaimana


masalah kantor belum bers tambah lagi masalah risma


"oh.., ya allah berikan aku petunjuk mu, "batin riski


riski merabah tubuh nya di sofa


karna terlalu lelah


ia tertidur di sofa sampai pagi


karna terlalu lelah ia tak menyadari semua orang di rumah sudah bersiap berangkat


kekantor, riski dan nabila


sengaja melangkah pelan pelan


agar riski tak mendari langkah kaki mereka


dan benar saja semua sudah pergi bekerja tinggal lah nenek


di rumah sendiri .


tepat jam sepuluh pagi


baru lah riski sadar,


"nenek.....,jam berapa ini?


"jam sepuluh nak,


"haaaa, jam sepuluh ,


"apa mereka. ....,


"semua sudah berangkat dari


tadi .istirahat lah dulu"


"istirahat riski sudah cukup nek


sebaik nya riski kekantor dulu"


riski bersih kan diri mu lalu sarapan setelah itu nenek mau bicara denga mu ini penting nak,"


"baik lah nek riski. mandi dulu."


setelah beberapa menit mandi riski selesei lalu ia sarapan


tidak butuh lama tuk menyelesai kan nya akhirnya


riski menemui nenek nya di ruangan tamu.


"ada apa nek serius amat.


maaf ya nek bercanda "


"nenek mau minta tolong?


"apa tu nek "


"telpon papa mu sekarang


nenek mau bicara dengan nya,


walau bagaimana pun dia pernah jadi menantu nenek, karna dia lah keluarga nenek bisa hidup layak."


"tapi nenek, papa kan..."


"sayang ,mama mu meninggal


bukan kesalahan papa mu. tapi


itu sudah takdir nak."


mohon doa dan dukungan


nya agar aku lebih bijak dalam berkarya


πŸ˜­πŸ’¬πŸ’¬πŸ’¬πŸ˜²


πŸ‘”πŸ‘‰β˜ŽπŸ‘ˆπŸ‘š


πŸ“± CallΒ me πŸ“±


πŸ˜­πŸ’¬πŸ’¬πŸ’¬πŸ˜²


πŸ‘”πŸ‘‰β˜ŽπŸ‘ˆπŸ‘š


πŸ“± CallΒ me πŸ“±

__ADS_1


salam sejahtera dari ku


semoga kalian semua sehat selalu aminnn


__ADS_2