Tangisan Seorang Istri

Tangisan Seorang Istri
*Kabar Duka*


__ADS_3

Suana di kantor masih separti Biasa . karyawan bekerja seperti biasa,


Seoalah tidak ada yang terjadi


Itu karna mereka belum Menerima pesan dari kota S


hendarawan yang malang, Akhirnya meninggal di kota S Tampa keluarga nya.


Dan berita Meninggal nya hendarawan Belum sampai ke perusahaan.


Tepat jam 11 siang


Di mana haris dan rizwan baru Akan memulai rapat penting


Tiba tiba tlpon di ruangan Sekretaris iwan berdering


Tapi sungguh di sayang kan Tidak Ada yang mengdengar kan deringan telpon


Di ruangan itu ,


karena semua sibuk.


Pada hari, dimana hendarawan meninggal


Suster heny tak putus asa ada Satu lagi no yang belum ia hubungi


Ini dia mellysa


"Kenapa ya? no buk mia tak ada di daftar no hp bapak?


batin melyysa"


" Tauh ah nanti saja mikir nya


Setelah menunggu cukup lama Akhir nya no ponsel tersambung


"Hallo bisa bicara dengan bu Mia?


"Maaf ini mellysa manatu nya.


Ini siapa Ya ?


"Ini heny yang merawat pak Hendarawan di kota S"


"Oh gitu ada apa dengan ayah Mertua saya mbak?


"Sebelum nya kami mohon Maaf yang sebesar besar nya


Kami menelpon hanya ingin Mengabari kalau pak Hendrawan sudah meninggal Dunia tadi pagi .dan kami akan Segera memberangkat kan. Jenazah beliau dalam beberapa Jam lagi .jenazah tuan akan tiba Di rumah duka bapak rizwan Sesuai permintaan beliau sebelum meninggal"


Bagai kan di sambar petir mellysa mendengar


kabar duka ini


"Aku yakin ini pasti bohong"


" Ia mematikan tlpon rumahnya


Tapi tidak lama kemudian


Telpon rumah nya


Berdering lagi


"Hallo buk. "anda pasti Berbohong kan ??


Mbak pasti bohong kan???


Tolong mbak


Kasih kabar yang bener donk"


" maaf buk kami akan segera Berangkat tolong sampai kan Kepada semua kerabatnya"


Mellysa tak percaya apa yang Iya dengar iya pun berusaha Menghubungi. ibu mertua ipar Dan suami nya tapi semua Usaha nya sia sia


"Entah kenapa ibu.


Susah sekali di tlpon anisa Juga. ni pada kemana sih Kalian


Ucap melysa sendiri


Mas iwan juga


Ya allah kalian gak ingin apa, Menyaksikan ayah tuk terakhir Kali nya,


Kirim pesan aja ah siapa tau Nanti di baca oleh mereka aku Harus kekantor"


Mellysa pergi tampa Mempedulikan penampilan nya


Sesampainya di kantor buk


Tunggu panggil karyawan kantor karna iya heran melihat


Seorang istri C I O Berpenampilan gembel


"Ada apa sih mana bos kalian??"


"Mereka sedang rapat


Di lantai 5"


"Oh tuhan "


"Ibu bisa menunggu di ruangan bapak silah kan "


"Cepat kalian kabari


Ada kabar duka"


Bertepatan dengan itu rizwan Keluar dari liff


Ia sangat terkejut melihat Menampilan istri nya

__ADS_1


"ma..,


Apa apaan ini cepat ma masuk keruangan papa,


"Emang penting ya menpilan Mama . bagi papa saat ayah Mertua ku terbujur kaku?


"Apaan sih ngomong yang Jelas donk kamu. ayah kenapa? Kenapa ma..?


"Pa sebentar lagi jenazah ayah Akan tiba di rumah kita"


"Kamu pasti bohong kan ma? "Tidak pa, buat apa mama Bohong ini soal kematian pa," "Ayo pa kita pulang "


"Haris kabari anisa suruh Kabari ibu juga jenazah ayah Akan segera tiba kita tidak Punya banyak waktu ,:


"Pa ayo donk jangn begini


Doa kan yang terbaik buat ayah "


Haris kita akan berjumpa di Rumah ..,


Aku sudah kirim pesan sih ke mereka mbak tapi ga ada respon sama sekali gini ini mbak? ucap haris ke mellysa


"Iwan seakan tak percaya apa yang baru saja ia dengar


Ia pun mulai mengingat Kembali dari kecil hingga Dewasa bagaimana Hendrawan sangat menyayangi Diri nya dan anisa hingga tiba Lah teruak nya perselingkuhan Nya dengan sandara


"Tidak ini pasti kabar burung Ini pasti bohong aku yakin itu batin iwan, tak percaya apa yang ia dengar dari istri nya"


Ma coba kamu hubungi orang yang mengabari kabar duka itu Sewaktu mereka


Menghubungi mama ia Mengatakan kalau mereka Sudah akan berangkat aku Yakin sebentar lagi mereka Akan tiba pa,Mellysa dan iwan Bergegas pulang


Di lain tempat anisa dan mia menikmati hari mereka berdua


Entah mengapa hari ini mereka Kompak shoping


Hp mereka Di tinggal kan di mobil


Setelah selesai belanja anisa ingin menbayar belanjaan nya Tiba tiba ia teringat kartu kredit Sama dompet nya ketinggalan Di mobil saat itu lah anisa Melihat hp ada puluhan panggilan tak terjawab dari kantor mellysa mas haris mas Iwan ada apa ini


"Aku yakin pasti Ada sesuatu ucapa nisa"


Di saat yang bersama haris menghubungi anisa dengan cepat anisa mengangkat nya,


"Hallo ma. buruan pulang, Penting apa ibu ada


Brsama mu?


"Iya pa ibu bersama ku


Tapi katakan dulu pa ada apa?


"Sekarang juga mama sama ibu pulang kerumah mas iwan sekarang "


".iya iya pa"


Ada apa sih semoga tidak Terjadi sesuatu pada anak Anak


Buk kita pulang sekarang


Ada masalah apa nisa


Hp nisa berdering lagi kini gantian iwan yang menghubungi adik nya


"Hallo mas..,


Nisa mas harap secepat nya pulang kalau tidak kalian akan menyesal hp pun di mati kan


Di kediaman rizwan


sebuah mobil jenazah Memasuki rumah mereka


tentu saja yang memjeput Jenazah pak hendarwan bukan putra mau pun ptri nya Malainkan kedua menantu nya


Itu karna iwan tak percaya Kalau ayah yang meninggal


Lagi pula ia masih terauma Dengan kepergian dewi


Suara ruangan serunau Ambulans membuat seluruh Tubuh iwan ngilu


"Ya allah benar kah ayah ku Telah pergi ,?tapi kenapa Secepat itu?


Jenazah hendarawan sudah


Terbaring kaku di ruang tamu


"Pa. "Jangan menangisi nya


Ayah sudah meninggal kan kita"


"Kenapa ibu belum juga tiba Ucap haris "


"Jika mereka tidak datang kita Berangkat saja ayah ke Pemakaman "Ucap mellysa


oqia apa suda ada yang Mengurus pemakaman nya?Ucap iwan ke keharis dan ke Yang lain


"Semua sudah siap tuan Sebelum kami terbang kemari Kami sudah mengabari


Orang yang di tunjuk tuan


Buat mengurus semua nya Sebelum Beliau meninggal


Dunia, beliau hanya ingin di Mandi kan oleh putra nya


Di saat hendarawan akan di Mandi kan ,


Anisa dan mia pun Tiba anisa Semangkin panik ,


Bu..ini tidak benar.


Pasti ada yang salah


Cepat buk,

__ADS_1


Anisa sudah memikir kan riski Yang mengalami kecelakaan


Tak terlintas di pikiran nya kalo Itu Jenazah ayah nya,


"buk..., riski,"


" Nisa jangan bicara Sembarangan"


tampa memberikan salam mia Dan anisa buru buru masuk


"Ibukk...,". iwan.., siapa ini??


"Ayah buk,


Seketika anisa ambruk Berteriak memanggil nya "ยนAyah...., kau pasti bercanda


kan mas?"ucap anisa tak Percaya


" Apa kau yakin ini ayah Mu Wan? ucap ibu nya"


"Ibuk apakah pantas di bawa bercanda ketika ayah tak lagi bernyawa "


"Ayah....hkis hkis hkis ayah bangun maaf aku ayah aku Mohon ayah...,jangan tinggal kan aku. Bu ayah suda gak Ada" Anisa.., mas dan haris akan memandikan ayah


"Tidak boleh aku ingin ayah bu" "Bik bawa non anisa kekamar"


"Baik nyonya"


"Wan tunggu.., sebentar,


Dalam hati mia


Berbicara kenapa sih mas


kenapa kau meninggalkan ku


Sudah berapa lama mas sakit


Segitu tak berharga nya kah Aku di mata mu sehingga kau Menanggung derita ini Sendirian batin .mia


Ia pun memeluk jenazah Mantan suami nya,


Rasa sakit dan yesek di dada Mia sehingga ia tak sanggup Lagi ia bendung akhirnya ia Pun hestris masssssss......,


Jangan tinggal kan aku


beberapa orang datang Menenang kan mia suadah Bu Kita harus memandi kan ayah Segera kasihan ayah buk Sebaik nya kita berusaha


Tegar tenang dan tabah jangan Menangis lagi Aku bersyukur jenazah di pulang kekita coba bayang kan kalau ayah di kebumikan di sana, akhirnya


Mia mulai melemah


perlahan lahan tubuh kaku Hendaran diangkat ke Pemadian jenazah di mana di Sana ada kedua anak dan Menantu nya


suwdah memangku


Tubuh kaku hendarawan Mereka mukai memandikan


Jenazah, sekita itu pula rumah Rizwan di banjiri umat Manusia Seluruh penjuru dunia sudah Mengetahuinya


Luar biasa, ternyata Perangsangka buruk orang Selama ini hilang seketika Dengan datang nya tubuh tak Bernyawa itu


Riski yang sedang mengikuti Ujian tiba tiba terhenti saat ada Penjaga kantin sekolah nya Mengabari kalau kakek nya Meninggal Di sini sintia tidak di Kabari karna mereka tidak tau Hubungan mereka


Sintia mendengar itu


Yang tak perduli dengan Amarahnya riski yang pasti ia Harus bertemu papa nya


Ketika menaiki mobil riski tak Menolak nya ia sadar kabar Buruk ini jauh lebih penting dari Pada bertengkar dengan sintia Bukan waktu yang tepat buat Marah marah


Sesampainya di rumah riski Menghampiri opa. ya yang Sudah siap di berangkat kan keperistirahatan terakhir nya


"Opaaaa...., ucap riski "


"Kenapa secepat ini


Papa kalau papa pergi dila Sama siapa pa?


Bangun donk papa dila kangen Ama papa,


Yaa allah ..,kini aku benar Benar sendiri papa ku Meninggal mama ku pula jahat Dan gak tau kemana


"Sintia ikhlas kan ayah pergi ya


Allah lebih menyayangi nya Ucap mellysa ke sintia "


"Tapi kak aku bener bener gak Punya siapa siapa lagi selain Papa "


Sintia manangis di Pangkuan mellysa ,


Setelah semua keluarga Berkumpul akhir nya


Hendarawan pun di bawa kepemakaman


Setelah selesei satu persatu Tamu yang datang permisi


Tinggal lah anak anak dan cucu


Dan mantan istri serta Beberapa orang kepercayaan


Hendarawan


Tuan, nyonya kami akan Istirahat dulu insya allah kami Akan menemui tuan sebelum Kami kembali kekota s


Tapi kalian tinggal di mana Kami akan ke apartemen nya Tuan hendrawan tuan.


kalau gitu kami permisi


๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž


terkadang kita selalu cepat menilai seseorang tampa melihat sisi baik nya


setelah kepergian seseorang dari hidup kita baru lah kita sadar kalau dia sangat lah berarti dalam hidup kita

__ADS_1


penyesalan pun tiba dan itu semua sudah tidak ada artinya


__ADS_2