
Hari berlalu begitu cepat
Tampa terasa seminggu sudah
Hendarawan Di peristirahatan Nya,semua keluarga nya masih Sangat terpukul ,
Terutama nya Riski sejak Kepergian sang Kakek gak ada Senyum atau canda tawa gak Juga sepatah kata Pun yang keluar Dari bibir nya setiap hari Hanya ada kebisuan
Semua orang sudah putus asa Melihat keadaan riski
Begitu juga dengan sintia
Mereka semua mungkin punya Segalanya keluarga besar Hidup mapan sementara sintia Sebatang kara
Sintia terus berpikir selagi Semua orang sibuk
"Aku tak boleh terus di sini aku Harus pergi dari kehidpun Mama mia gara gara ulah Mama sandara ,papa lah yang jadi korban nya
Aku harus menemui pengacara Papa aku harus ikut ke kota s Aku harus memulai hidup ku Tampa mereka. iya aku harus Pergi sebaik nya aku istirahat Dulu besok aku akan Menentukan nasib ku sendiri"
Malam berlalu begitu cepat
Waktu sholat subuh pun tiba
Sintia menunaikan kewajiban Nya sebagai muslim,
Semenjak ia tinggal di rumah Mia dia di ajar kan yang baik Baik seperti sholat berpuasa Dan sebagainya nya, maka Sintia tumbuh memnjadi gadis Yang muslimah baik dan sopan Dalam bertutur bahasa
Semoga saja ajaran mia di Bawa sampai ke akhir hayat,
"Ma..,doa kan ya semoga aku Bisa ketemu pngacara nya papa Agar aku gak menyusah kan Mama" batn sintia
Sebelum ia
Melangkah pergi,menuju Ke Partemen Hendarawan jarak Rumah mia dengan apartemen Hendarawan Tidak begitu jauh Maka nya tidak butuh waktu Lama tuk sampai di sana, akhirnya tiba lah sintia di kediaman hendarawan.
dan langsung
Sintia memencet bel pintu
Gak lama kemudian keluar Salah satu
penghuni Apartemen
heny melihat sintia dari atas sampai bawah, "ada yang bisa saya bantu nona??
"Iya buk saya fadila anak nya Pak hendarawan,"
"Oo iya mari silah kan masuk
pak hendarawan ada menitip kan pesan buat nona
dan jika nona mau ikut kami kekota S kami akan mengurus keberangkatan nona besok,
"Tapi saya tak punya paspor,"
"Semua sudah di urus oleh pak
Hendarawan , sebelum ia Meninggal "
Bener kah buk
apa nona mau melihat video
kusus buat nona??
"Mau buk "
"Mari kita lihat sama sama"
"aslamualaikum dila"
"waalaikumsalam papa"
sintia mulai menangis dia menjawab setiap ucapan hendarawan seolah olah mereka berbicara
"jangan menangis. papa baik baik aja ko .senyum donk biar papa semangat ngomong nya,
dila maaf kan papa ya
selama ini tak jujur sama dila
tolong jangan benci papa
sebenar nya fadila bukan lah anak kandung papa.
dan sampai sekarang papa juga tidak tau siapa ayah kandung mu, tapi sayang
kalo menurut papa sebaik nya jangan lah kau cari ayah kandung mu, tapi semua keputusan ada di tangan mu, sayang papa sangat menyayangi mu.
dila sayangi lah mama mia sebagaimana dila menyayangi mama sandara,"
"Dila sangat menyayangi mama mia, tapi kalo buat mama sandara, dila gak bisa pa
__ADS_1
dila benci mama"
"sayang jangan seperti itu dia ibu yang melahir
kan mu sayang"
"Tidak pa"
Dila sayang..., sewaktu kau melihat video ini itu arti nya papa sudah pergi jauh dan sangat jauh,l pesan papa jika dila ingin tinggal di kota S bersama tante heny bicara kan dulu sama mama karena walau bagaimana pun mama mia sudah merawat mu selama beberapa tahun terakhir ini
papa juga meninggal kan perusahaan kecil buat kamu sayang hanya itu yang bisa papa sampai kan selebih nya bicara kan lah dengan tante heny jaga diri mu baik baik sayang selamat tinggal sayang
"papa......,hkis hkis hkis hkis"
"nona yang sabar ya apa kamu yakin mau kekota s ???"
"iya tante
aku yakin besok aku kemari lagi
aku pulang dulu tante"
"iya hati hati non"
sintia pergi setelah pamit.
dalam perjalanan ia terus berfikir pamit apa minggat ya
sebaik nya aku pamit aja lah
setelah menempuh perjalanan25 Menit akhirnya tiba dila di kediaman mia
"Aslamualaikum bik"
"waalaikum salam tia"
"mAma mana bik"
"mama baru aja pergi arisan"
"oo ya sudah
Oia bik aku akan pergi
kekota S bik
aku akan tinggal di apartemen Papa di sana
bersama tante heny "
"iya bik aku yakin
aku gak sanggup setiap hari
melihat mama mia menderita
pasti mama merasa sakit hati setiap kali melihat ku dan aku sangat mengerti hal itu lagian riski juga gak sudi
melihat ku bik"
"Tapi sayang gimana dengan sekolah mu?"
"Aku akan sekolah di sana bik ya sudah aku mandi dulu ya bik jika mama sudah pulang tolong kasih tau tia bik"
hari semangkin sore tapi mia belum juga pulang sintia sudah sangat gelisah menunggu mama nya
"ko lama ya mama pulang nya" gak lama kemudian yang di tunggu pun tiba
"bik apa tia sudah kembali?"
"sudah mbak apa mau aku panggil kan"
" Tidak usah"
"aku kekamar dulu bik"
"iya mbak "
bik irah pun berlalu
menemui sintia
"tok tok tok
tia ini bibik .mama udah pulang ,Tia.."
"Oia bik terimakasih."sintia pun membaranilan diri tuk menemui ibu angkat nya itu
"Tok tok tok" Masuk pintu tudak di kunci "sintia pun masuk
"Ada apa ?tia.... besok aja kita bicara ya,soal nya mama capek banget nak.tampa sadar mi mengeluar kan kata nak nya
"Besok. tia akan pergi ma"
__ADS_1
" kamu mau kemana?"
"Aku akan ke kota S ma, ikut tante heny perawat nya papa aku gak mau membuat mama menangis lagi ma
dan aku sangat berterimakasih
atas semua yang mama lakukan dan berikan ke aku semua itu sangat bearti bagi ku ma aku tau aku salah. karna tak memberitahu mama siapa tia sebenar nya Sekali lagj maaf kan aku ma" mia hanya mendengar kan semua yang di omong kan sintia dia juga bingun apa kah dia harus bahagia kerna sintia akan pergi dari nya tuk selama nya tapi dia juga sedih karna dia sudah terlanjur sayang sama sintia,
" tia mama gak bisa menjawab mu sekarang . besok pagi kita bicara mama mau istirahat dulu tia"
"Iya ma
seperti nya mama gak peduli ko kalau aku pergi .sebaik nya aku merapikan barang barang ku aku tidak akan membawa barang barang yang di belikan mama aku hanya Membawa baju yang bekas di pakai mama bila aku rindu aku akan memcium nya. bau farfum mama dan foto nya batin
Dila tidak tau betapa sedih hati mia mendengar kan kata pergi dari sintia mia terlanjur menyayangi sintia seperti anak sendiri ya allah aku tidak munafik .kalau emang aku sangat kecewa tapi kan aku juga gak mau kalau dia pergi batin mia,"
di kediaman iwan masih merenungi kepergian sang ayah belum sempat iya bertanya siapa dan bagaimana kehidupan nya dengan sandara
dan sejak kapan dia sakit
"aku harus mencari tau
tapi dari mana memulai nya"
hari demi hari di lalui begitu cepat bagi keluarga yang di tinggal kan hendarawan
tampa terasa ini hari 40 meninggal nya beliau
sebuah titipan buat mia
dan sebua pesan pesan singkat tapi sangat bermakna buat
mereka yang mengerti
"Hanya itu saja yang bisa
saya sampai kan tuan nyonya
untuk pengetahuan tuan dan nyonya pak hendarawan orang nya sangat baik,
Oia tuan sesuai ke inginan nya nurfadilah biar lah kami membawa nya,"
"Terimakasih banyak pak"
"kalau begitu kami permisi"
sepeninggalan orang kepercayaan hendarawan
mia jatuh terkulai ia benar benar tak percaya kalau sintia akan meninggal kan nya
"Oma bagus lah kalau dia sudah pergi tidak ada lagi orang yang membuat oma menangis,
"Riski kau bicara apa,
bisa gak kau bicara yang baik baik saat ini ,
aku heran kenapa kau selalu kasar setiap kali bicara
ibu mu ada lah wanita baik lemah lembut dalam bertutur bahasa lalu kenapa kau tak mewarisi nya
"itu karna mama dewi itu bodoh pa ,mau percaya dengan mulut manis kalian sama seperti opa tewas di tangan kalian"
tidak ada yang percaya kalau riski akan berkata demikian
"riski....,"pelaaaak sebuah tamparan melayang di pipi riski
"iwan sudah.., Ucap mia dia tidak tau apa yang dia ucap kan"
"tapi buk dia ..,"Pa sudah lah
ayo sayang kita kemar mu"
Ucap mellysa ke riski
"aku benci papa "
ia pun berlalu dengan kemarahan nya
"iwan tak semestinya kamu memukul nya"
"tapi dia Sangat keterlaluan buk entah apa yang ada di pikiran nya saat ini buk
"entah lah wan ibu benar benar tak bisa berfikir saat ini "
"aku mengerti buk"
mia dan anak anak nya benar benar merasa kehilangan
entah sampai kapan kasus sandara dan tomi ini akan terungkap dan bagaimana jalan cerita nya sampai hendarawan menikahi sandara
semua masih teka teki ,
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
mohon dukungan nya buat Semua teman ku
terimakasih banyak yang masih setia di pada cerita ku