Tangisan Seorang Istri

Tangisan Seorang Istri
kenangan


__ADS_3

waktu begitu cepat berlalu


tampa terasa setahun sudah meninggal nya hendarawan, rizwan dan mia terus mencari kebenaran sandara. dan orang orang yang menbuat mia kehilangan suami nya tuk selama nya dan sintia yang begitu ia kesihi, telah pergi meninggalkan, kalau tujuan mereka ingin membuat nya menderita maka bisa di pasti kan tujuan mereka sudah berhasil


selama satu tahun terakhir


mia begitu terpukul atas kepergian hendarawan dan sintia yang hampir bersamaan


untung lah anak anak nya selalu ada buat nya


dan mia pun kembali


kerumah besar,


riski sudah kuliah


dan sedikit demi sedikit sudah bisa melupakan kesedihan yang menimpa keluarga


di kantor


selamat pagi pak sapa semua staf kantor


sebagai pimpinan yang baik rizwan pun membalas nya dengqn senyuman ramah nya


"haris.., datang ke ruangan ku segera."


"iya pak "


di kantor haris dan rizwan tidak pernah mencampur aduk kan setetus mereka yang masih keluarga dekat


haris tetap menganggap nya atasan nya


kalau di kantor


begitu juga sebalik nya


tok tok tok" masuk "


"ada apa pak semua berkas yang bapak minta tuk rapat nanti sudah saya siap kan"


"aku memanggil mu bukan untuk pekerjaan


tapi ada hal lain


aku mau kau suruh orang


kepercayaan mu tuk menelidiki sandara sekali lagi aku mohon


temukan mereka segara"


"baik pak "


hari sudah sore waktunya


pulang ke rumah


iwan sudah tiba di rumah


selama setahun ini setelah


pulang kerja hal pertama

__ADS_1


yang ia lakukan ada lah mencari keberadaan ibu nya


dan seperti biasa mia termenung memandangi foto sintia dan hendarawan


"kenapa sih mas ,


kau meninggalkan


aku, belum puas kah kau menyakiti ku,


lalu kenapa kau meninggalkan ku untuk selama nya


apa aku emang tak pantas buat mu mas,"


lagi lagi air mata mia mengalir tampa bisa di bendung lagi


dan kamu tia apa kah mama tak berarti bagi mu sehingga kau pergi tampa persetujuan mama di mana kau sekarang sayang jika memungkin kan pulang lah sayang mama merindukan mu


"tok tok tok"


suara ketuk kan pintu sepontan saja membuat mia mengira itu sintia dan suara panggilan ibu dari anisa di kira sintia memanggil nya,


mama ,"tia apa kau sudah kembali sayang "


"ibu....,ini anisa "


"oh.., maaf kan ibu nisa


tapi ibu sangat merindukan nya nak"


"ibu.., tak perlu menjelaskan nya anisa ngerti ko buk,


cepat kembali kekita lagi


"apa kau mengizinkan dia kembali nisa?


"tentu saja ibu, kenapa ibu bisa berfikir kalau aku akan membeci sintia buk ,


aku menganggap nya seperti adik ku sendiri buk


"terimakasih nisa


jika sentia kembali dan riski tak mengizinkan dia tinggal di sini maka ibuk akan kembali


ke apartemen yang dulu "


"ya sudah jangan mikir lagi ya sebaik nya ibuk istrahat dulu ,


setelah anisa yakin ibuk nya sudah istirahat ia pun keluar dari kamar ibu nya


"kak mellysa riski dimana?


"ada tuh di kamar nya "


"aku mau menemui nya dulu kak"


di kamar riski


tok tok tok riski yang asyik belajar tiba tiba mendengar suara ketukan pintu


"tumben ada yang berani mengetuk pintu siapa ya "batin nya "boleh tante masuk "

__ADS_1


setelah ia mendengar suara tante anisa ia pun segera menbuka pintu


"boleh ko tante ,kenapa tidak"


"terimakasih sayang"


ada apa tante tumben banget


pasti ada hal penting


iya sayang tante hanya ingin tau...., tapi sebelum itu berjanji lah kalau kau tak kan marah


dengan pertanyaan tante ini


berjanji lah


"ok riski janji tak kan marah "


apa kau masih membenci sintia??


"Aku tidak pernah membenci nya tante hanya saja kerika itu aku sangat marah kenapa dia harus bohong pada ku padahal aku sangat yakin kalau dia fadila teman tk dan sd ku tante"


jika suatu hari nanti ia kembali kesini apa kau akan mengusir


nya??


"tentu saja tidak tante"


"kini kau membuktikan


kalau kau memang anak nya dewi ,terimakasih sayang


"buat apa tante berterimakasih"


"ya buat semua nya "


sekarang gantian riski yang ingin bertanya ke tante


"mau tanya apa sayang


kalau mau tanya soal cinta tante kurang mengerti, "


"aku ingin bertanya soal mama dewi tante


selama ini riski selalu bertanya


wanita seperti apa kah. mama ku sehingga tak seorang pun yang mau mencerita kan pada ku apa lagi papa"


sayang bukan nya tante tak mau cerita tapi waktu tante tidak banyak sayang lain kali


saja ya ,


tapi sampai kapan kalian


membidohi ku


nisa terdengar seorang wanita baruh baya dari balik pintu yang yang tak terkunci


sudah saat nya riski tau wanita seperti apa kah ibu nya


oma biar oma yang cerita kan

__ADS_1


__ADS_2