
waktu begitu cepat berlalu
tampa terasa setahun sudah meninggal nya hendarawan, rizwan dan mia terus mencari kebenaran sandara. dan orang orang yang menbuat mia kehilangan suami nya tuk selama nya dan sintia yang begitu ia kesihi, telah pergi meninggalkan, kalau tujuan mereka ingin membuat nya menderita maka bisa di pasti kan tujuan mereka sudah berhasil
selama satu tahun terakhir
mia begitu terpukul atas kepergian hendarawan dan sintia yang hampir bersamaan
untung lah anak anak nya selalu ada buat nya
dan mia pun kembali
kerumah besar,
riski sudah kuliah
dan sedikit demi sedikit sudah bisa melupakan kesedihan yang menimpa keluarga
di kantor
selamat pagi pak sapa semua staf kantor
sebagai pimpinan yang baik rizwan pun membalas nya dengqn senyuman ramah nya
"haris.., datang ke ruangan ku segera."
"iya pak "
di kantor haris dan rizwan tidak pernah mencampur aduk kan setetus mereka yang masih keluarga dekat
haris tetap menganggap nya atasan nya
kalau di kantor
begitu juga sebalik nya
tok tok tok" masuk "
"ada apa pak semua berkas yang bapak minta tuk rapat nanti sudah saya siap kan"
"aku memanggil mu bukan untuk pekerjaan
tapi ada hal lain
aku mau kau suruh orang
kepercayaan mu tuk menelidiki sandara sekali lagi aku mohon
temukan mereka segara"
"baik pak "
hari sudah sore waktunya
pulang ke rumah
iwan sudah tiba di rumah
selama setahun ini setelah
pulang kerja hal pertama
__ADS_1
yang ia lakukan ada lah mencari keberadaan ibu nya
dan seperti biasa mia termenung memandangi foto sintia dan hendarawan
"kenapa sih mas ,
kau meninggalkan
aku, belum puas kah kau menyakiti ku,
lalu kenapa kau meninggalkan ku untuk selama nya
apa aku emang tak pantas buat mu mas,"
lagi lagi air mata mia mengalir tampa bisa di bendung lagi
dan kamu tia apa kah mama tak berarti bagi mu sehingga kau pergi tampa persetujuan mama di mana kau sekarang sayang jika memungkin kan pulang lah sayang mama merindukan mu
"tok tok tok"
suara ketuk kan pintu sepontan saja membuat mia mengira itu sintia dan suara panggilan ibu dari anisa di kira sintia memanggil nya,
mama ,"tia apa kau sudah kembali sayang "
"ibu....,ini anisa "
"oh.., maaf kan ibu nisa
tapi ibu sangat merindukan nya nak"
"ibu.., tak perlu menjelaskan nya anisa ngerti ko buk,
cepat kembali kekita lagi
"apa kau mengizinkan dia kembali nisa?
"tentu saja ibu, kenapa ibu bisa berfikir kalau aku akan membeci sintia buk ,
aku menganggap nya seperti adik ku sendiri buk
"terimakasih nisa
jika sentia kembali dan riski tak mengizinkan dia tinggal di sini maka ibuk akan kembali
ke apartemen yang dulu "
"ya sudah jangan mikir lagi ya sebaik nya ibuk istrahat dulu ,
setelah anisa yakin ibuk nya sudah istirahat ia pun keluar dari kamar ibu nya
"kak mellysa riski dimana?
"ada tuh di kamar nya "
"aku mau menemui nya dulu kak"
di kamar riski
tok tok tok riski yang asyik belajar tiba tiba mendengar suara ketukan pintu
"tumben ada yang berani mengetuk pintu siapa ya "batin nya "boleh tante masuk "
__ADS_1
setelah ia mendengar suara tante anisa ia pun segera menbuka pintu
"boleh ko tante ,kenapa tidak"
"terimakasih sayang"
ada apa tante tumben banget
pasti ada hal penting
iya sayang tante hanya ingin tau...., tapi sebelum itu berjanji lah kalau kau tak kan marah
dengan pertanyaan tante ini
berjanji lah
"ok riski janji tak kan marah "
apa kau masih membenci sintia??
"Aku tidak pernah membenci nya tante hanya saja kerika itu aku sangat marah kenapa dia harus bohong pada ku padahal aku sangat yakin kalau dia fadila teman tk dan sd ku tante"
jika suatu hari nanti ia kembali kesini apa kau akan mengusir
nya??
"tentu saja tidak tante"
"kini kau membuktikan
kalau kau memang anak nya dewi ,terimakasih sayang
"buat apa tante berterimakasih"
"ya buat semua nya "
sekarang gantian riski yang ingin bertanya ke tante
"mau tanya apa sayang
kalau mau tanya soal cinta tante kurang mengerti, "
"aku ingin bertanya soal mama dewi tante
selama ini riski selalu bertanya
wanita seperti apa kah. mama ku sehingga tak seorang pun yang mau mencerita kan pada ku apa lagi papa"
sayang bukan nya tante tak mau cerita tapi waktu tante tidak banyak sayang lain kali
saja ya ,
tapi sampai kapan kalian
membidohi ku
nisa terdengar seorang wanita baruh baya dari balik pintu yang yang tak terkunci
sudah saat nya riski tau wanita seperti apa kah ibu nya
oma biar oma yang cerita kan
__ADS_1