
hari hari pun berlalu begitu cepat tampa di sadari seminggu sudah riski berada di rumah selama seminggu itu pula dia mengajak risma berkeliling.
"besok riski sudah masuk kampus.dan kamu silah kan
kau pakai kamar itu. untuk
belajar lewat internet
disana semua sudah ada yang kamu butuh kan,"
"terimakasih kak"
"sama sama"
"riski temani papa makan yuk"
"mama kan ada pa."
"mama mau pergi arisan
ajak risma juga kita makan di luar, "
"apa oma boleh ikut pa?
"tentu saja boleh kalau oma di rumah "
"emang nya oma kemana pa?
"oma pergi ke rumah tante anisa"
"oo gitu "sana ajak. risma,
papa sudah sangat lapar "
risma apa kamu ingin ikut
dengan kami,
"kemana,?
"makan siang sama papa,"
"iya aku ikut"
"buruan,gak pakai lama.
10 menit dari sekarang "'
"kelamaan kak ayo pergi "
"eh.., ko ke balik ni ,aku yang di tunggu,
" riski....,apa kau perlu lukuran dulu baru kita bisa pergi makan,
lama sekali, "
"Hmmmmm, "risma hanya menarik napas dalam dalam "
"iya paaaa, bentar"
"kami duluan.riski"
"papa.tunggu"
"tapi iwan pura pura tidak mendengar kan putra nya memanggil nya"
"riski sudah siap pa,"
"oh tidak papa beneran pergi."
riski berlari kecil keluar rumah memasti kan kalau rizwan tidak beneran meninggal kan nya .
dia tersenyum lebar saat riski melihat mobil riswan masih
menunggu nya,
"riski....,kira papa beneran ninggalin,"
"iya, gak mungkin lah nak"
riski masuk ke mobil duduk di
samping rizwan
ada rasa bangga di hati rizwan
dia tak percaya putra Nya sudah sebesar ini dalam hati iya menbatin
putra mu sudah besar wi,
aku yakin kamu pasti bangga, punya
putra yang baik tampan lagi.
jika bisa maaf kan lah aku wi,
riski menperhatikan rizwan dari ekor mata nya,
" sebenar nya papa kenapa sih"
"kita sudah sampai tuan "ucap pak man,
"o...,iya pak, terimakasih,"
rizwan sudah memesan meja
dari tadi sebelum mereka
menuju restoran.
semua nya sudah di hidang hanya tinggal menikmati saja
risma benar benar kagum melihat kekayaan riski
yang menurut nya luar biasa
semua serba instan sangat berbeda dengan kehidupan
di kediaman nya kota S
kalau selama ini
dia hanya menyaksikan
kehidupan seseorang seperti
ini hanya ada di sinetron
tapi kali ini risma merasa kan nya sendiri
dan itu beneran nyata,
tante dewi beruntung.
punya suami kaya tampan, baik pula .
"kok bengon risma ,"
ucap riswan
gak apa apa om
__ADS_1
"boleh om tanya sesuatu.
sama kamu ?
"boleh donk om,"
" apa nenek baik baik saja,
ya om mereka baik baik saja
hanya kakek yang sesekali
kelihatan sedih .
saat memandang foto tante dewi ,
risma seperti nya mengerti arah kemana pertanyaan.
suami tante nya itu
riski hanya jadi pendengar
setia menyaksi kan obrolan
mereka
"apa kamu punya adik risma?
"punya om tapi sekolah di asrama jarang pulang "
"kalau tente desti berapa anak mereka?
"punya satu om
satu asrama sama adik ku,"
"lalu bagaimana dengan perusahaan papa mu"
riski mulai hawatir dengan
berbagai pertanyaan dari riswan ke risma
baru saja dia mau menjegah pembicaraan mereka
tiba tiba
ada panggilan alam yang membuat riski menunda nya menghenti kan obrolan mereka
"risma tolong kamu jawab
pertanyaan om, "
bagaimana keadaan perusahaan papa mu ?
"perusahaan papa hampir bangkrut om,
beruntung
di saat yang tepat kak riski datang menyelamat kan perusahaan kami ,
saat ini perusahaan papa di pimpin oleh kak riski
dari jarak jauh setiap hari mereka memberi kan
laporan ke kak riski ."
"benar kah itu,
" iya om "
setelah riski selesai dengan hajat nya.
pembicaraan mereka pun selesai riswan berperilaku seperti
ya allah ternyata putra ku bukan hanya tumbuh menjadi besar tapi dia juga sudah dewasa
sudah mengambil keputusan
mana yang benar mana yang tidak, lagi lagi rizwan mengingat dewi
dan membatin seandainya waktu bisa aku putar
aku akan memutar nya tak kan ku biar kau meninggal kan ku
semoga di kehidupan selanjut kau tetap menjadi istriku, batin iwan
"papa pulang yuk "
"gimana kalau kita bawa risma ke mall belanja,
"boleh pa,"
"sebaik nya tidak usah om
aku gak mau menyusah kan om
dan kak riski "
"kamu tidak menyusah kan
kami risma "
"tapi om"
"tidak menerima penolakan,"
ucap riski
"ayo pa"
mereka bertiga pergi
berbelanja,
risma tidak memilih apa pun. dia hanya memandang sebuah carger hp yang memang dia butuh kan .
tapi kemudian dia sadar dia tak kan sanggup membeli nya melihat banrol nya saja dia langsung pergi .
tapi risma tidak menyadari ada sepasang mata yang memperhati.kan nya dari tadi
dia ada lah rizwan
tampa pikir panjang riswan
langsung pergi ketoko hp
yang lain.
agar risma tidak mengatahui nya ,
riski membeli bebera piama dan yang lain lain nya.
risma jadi gak enak hati mereka
bener bener memanja kan nya
entah sudah berapa lama
mereka bertiga di mall itu
gingga tidak ada yang menyadari hari sudah sore.
__ADS_1
"papa..,oma bertanya kapan kita pulang?
"sesegera mungkin ,
sampai kan pada oma begitu.
emang nya kita di luar negri apa,
baru juga sebenta kita pergi. sudah di suruh pulang"
"ini sudah sore pa waktu
nya kita pulang. "
riski heran, melihat rizwan dia sperti melihat seseorang tapi siapa, serius amat riski mengikuti pandangan rizwan
ke arah yang di tuju
betapa terkejut nya riski ternyata dia ada lah sintia
gadis kecil nya dulu yang berhasil membuat hati nya ketika itu berbunga bungan
ya..,nama juga cinta monyet
tapi sekarang sintia ada lah adik angkat papa yang arti nya tante riski.
"untuk papa melihat gadis itu,
jangan bilang papa jatuh cinta
pada nya.
riski tak kan setuju pa,"
ngomong apa sih mana mungkin papa jatuh cinta dengan adik papa sendiri lagian cinta papa itu hanya untuk mama de..., kalimat nya terhenti di situ dia tidak ingin riski tau kalau selama ini
dia tidak pernah mencintai mellysa walaupun dia sudah berusaha tapi tetap saja dia
ga bisa dia hanya melakukan
tugas sebagai seorang suami tidak lebih rizwan sadar itu salah tapi ini mengkut hati.
riswan berencana mau menjelas kan pada putra nya,
maksud papa, bukan seperti
itu, "tidak ada yang perlu papa jelas kan
riski hanya ingin tau kenapa papa masih ingi. bertemu ai penghianat itu
ada bebera kunci rashsia yang ada dalam diri nya dan itu tentang perusahaan kita dan ke hancuran rumah tangga oma kamu"
"bener kah itu pa. "
papa sudah menyuruh orang tuk mencari tau dia di mana,
tinggal sama siapa kuliah di mana, tapi hasil nya nihil
dan itu arti nya dia di lindungi oleh orang orang yang
perpengaruh
"coba kamu kesana berpura pura lah menbarak nya
lalu kenalan,
ya kamu ngerti lah maksud papa, "
entah apa yang mendorong riski sehingga dia tidak membantah omong rizwan
apa kah cinta di hati nya bersemi kembali atau dia sedang marah ketika nama sintia ada di balik hancur keluarga nya entah lah biar lah waktu yang bicara
riski makai topi dan menambah sedikit kumis tipis nya
agar sintia tidak mengenal nya
riski menghampiri dan pura pura menabrak sintia.
"maaf kan saya
dek .aku beber bener gak sengaja"
" iya tidak apa apa"
"apa kamu terluka?
"tidak sama sekali "
melihat buku buku yang berserakan riski membantu nya
memberes kan nya ada rasa menyesal di hati nya tapi dengan cepat riski menguasai hati nya, belum sempat riski berdiri tiba tiba ada beberapa
gadis menghampiri nya
"kamu kenapa dila? apa pemuda ini mengganggu mu
sama sekali tidak aku saja yang
kurang hati hati
"ya tuhan dia bener fadila ku" batin riski
riski dia bukan fadila mu tapi dia sintia musuh mu
riski berbicara pada diri nya sendiri
sekali lagi. maaf kan saya
ini no hp saya. jika kamu butuh sesuatu hubungi saya .
dan ini kartu nama nya
riski menerima nya tampa bicara .
riski melihat kartu nama yang di berikan ,
"ternyata dia pakai nama asli
dia juga kuliah di kampus yang sama dengan ku "
riski mengajak riswan dan risma pulang
karna hari sudah berganti malam
mereka pun melaju pulang
tampa ada yang bersuara,
tidak butuh waktu lama.
akhir nya mereka pun sampai di rumah,
➕➕🅰🅰🅰➕➕
🍀🍀😊😊😊🍀🍀
📖📖🙏🙏🙏📖📖
saran keritkan nya sangat berarti bagi ku
1 l
__ADS_1
1