
lastri menberikan riski pengertian bahwa kepergian
dewi itu bukan salah siapa siapa itu memang sudah takdir nya,
"kita harua ikhlas nak "
riski menangis di pangkuan
nenek nya ia bangga punya keluarga seperti ini walaupun
mereka hidup sederhana
tapi hati mereka sangat kaya
"nek..., riski merindukan mama,"
"riski saja yang tak pernah .
melihat bagaimana wajah mama, bisa sangat merindukan
nya. apa lagi nenek yang melahir kan membesar kan nya,"
"iya nek. riski negerti,"
"sekarang telpon papa mu "
di kediaman rizwan
sudah dua bulan riski meninggal rumah seisi rumah.
semua merasa kehilangan
terutama nya rizwan
"ma...,apa kah riski benar benar akan meninggal kita?
"tidak pa, riski tidak seperti itu
berikan dia waktu.
tidak lama lagi dia pasti akan pulang,"
ketika rizwan dan mellysa
membicara kan tentang
riski tiba tiba bel pintu berbunyi
mereka saling memandang satu sama lain
mereka berharap
itu riski yang pulang
"bik tolong buka pintu "
"iya nyonya"
"Aslamualaikum "
"waalaikumsalam .
"apa kabar mas? ucap anisa
"baik alhamdulillah"
"aku kesini mau tau kabar nya riski, semalam tiba tiba aku mengingat nya mas,"
"iya..,bar.. u, papa riski menghubungi kita "
baru saja mellysa mau menjelas kan ke anisa kalau baru saja mereka membicara kan riski,
eh tiba tiba dia menelpon
jadi ucapan nya terhenti di situ
"cepat ma..., pasang pengeras
suara panggil ibu nisa'"
"Aslamualaikum ....,papa,
"waalaikumsalam sayang "
maaf riski ya pa,
baru kasih kabar sekarang,
riskisi buk pa,
keluarga mama lagi
mengalami kesulitan ,"
benar kah itu sayang
"terus sekarang gimana?
" sudah lebih baik .pa,"
"apa kamu membutuh kan
bantuan papa"
"saat ini belum pa. nanti kalau
riski membutuh kan nya pasti akan riski hubungi papa,"
"oia pa, ada yang mau ngomong sama papa,"
"siapa riski?
"nenek lastri pa."
"kita video call aja ya
kami sangat merindu kan mu
nak" ucap mia
"oma...,"
"iya,ini oma,"
"ini, nenek mau bicara sama papa"
"Aslamualaikum rizwan..,"
"waalaikumsalam.ibu
bagaimana kabar ibu dan ayah?
"kami baik baik saja "
"maaf aku buk aku gagal mengjaga dewi buk, "
tidak ada yang perlu di maaf kan nak. semua yang terjadi
ada lah takdir ,
"apa semua keluarga disana sehat nak?
"alhamdulillah sehat buk"
setelah sekian lama
mengobrol akhirnya
__ADS_1
telpon pun mereka pun
berakhir ada rasa lega,
di hati riski. karna ia sudah ngobrol bareng keluarga nya di kota (D).
"apa sekarang kamu lebih baik riski ?
"iya nek"
"sama sama. kalau kamu merasa tenang pekerjaan
apa pun pasti akan cepat selesai ."
"terimakasih nenek,
kalian semua memang hebat walaupun hidup sederhana
tapi pemikiran nenek dan yang lain sangat luas"
"maaf kan nenek sayang`
selama ini kamu mungkin menahan diri.
untuk tidak menelpon papa mu dan oma mu.
karna kamu merasa gak enak sama kami "
"bukan karna itu nek.
sebenar nya riski tu marah sama papa .
kenapa selama ini
keluarga mereka tidak pernah ada yang membicara kan
mama bagaimana dia
seperti apa keseharian nya dia.
hingga pada suatu hari riski bertemu dengan om dewa.
dia lah yang mencerita kan semua tentang mama,
saat
riski mencari tau dari oma
eh. malah di suruh berjanji
bahwa riski gak boleh membenci papa,
dan riski semangkin bingun
ada apa sebenar nya "
kami disini juga tidak tau nak. karna sewaktu mama mu menikahi papa mu.
mereka
tidak mengabari kami.
tapi sayang.., apa pun alasan
mereka menikah,
yang paling penting
kamu ada lah. hadiah terindah yang di tinggal kan dewi buat kami. walaupun kamu tak sepenuh nya bersama kami "
"hari sudah sore nek
bagaimana kalau kita jalan jalan sebentar lalu kita ke makam nya mama ,"
'baik lah sayang "
riski dan lastri pergi berkeliling
belah sepuas nya
semuanya di lakukan riski
untuk membahagia kan
menek nya. riski pun mengganti
semua perabot rumah nenek nya ia ingin membuat suasana
baru di rumah itu
"semua tabungan
mama selama ini sudah riski
guna kan di jalan yang benar"
ucap nya.
karna terlalu asyik bejalan jalan
dan berbelanja riski menhajak
nenek nya keluar kota
dan menikmati pemandangan
yang indah
"apa nenek bahagia?
"iya sayang. nenek sungguh bahagia,
kamu dan papa mu memang orang yang baik."
"terimakasih nek, "
"kita akan menginap di hotel ini besok pagi baru kita akan pulang "
"tapi nak bagaimana dengan kakek mu nak.
nenek yakin dia pasti hawatir sama kita ,"
"iya nenek,nanti kita hubungi mereka sekarang sebaik nya kita nikmati dulu malam ini
ok nenek ku sayang "
ada sebagian orang yang
melihat mereka aneh .
ada juga yang mengira
seorang lelaki tampan. memanfaat kan kekayaan nenek tersebut sungguh malang nasib mu riski
di kediaman lastri
mereka sudah pulang kantor
dari tadi mereka tak menyadari kalau ada yang beda dari rumah ini sekarang
kakek umar merasa heran
rumah nya seperti di sulap
saja semua serba baru
mereka duduk di ruang tamu melihat sekeliling mereka
__ADS_1
ini pasti kerjaan riski kita tunggu sampai dia pulang
tidak lama kemudian riski
menghubungi risma
"assalamualaikum. dek, "
"waalaikumsalam kak "
"gimana suasana di rumah hari ini? semoga kalian menyukai nya dan sampai kan salam ku pada kakek kalau malam ini riski dan nenek tidak pulang" "iya kak nanti di sampai kan" entah sudah berapa banyak uang yang di habis kan riski
selama dia berada di rumah nenek nya.
liburan nya tinggal beberapa minggu lagi
waktu yang singkat itu dia benar benar memamfaat nya dengan baik,
riski juga memperbaiki makam ibu nya,
dan tak lupa dia menyantuni anak yatim dan panti jompo,
uang dewi yang selama ini tetap di kirim lewat perusaha di perguna kan riski untuk berbuat baik walaupu begitu dia tetap memikir kan diri nya sendiri walapun uang dewi tetap mengalir dia tidak lupa diri riski pun berniat memperbaiki makan dewi,
waktu begitu cepat berlalu malam pun telah berakhir
saat nya riski bersiap siap untuk pulang .
"nenek hari ini kita pulang lebih cepat tidak apa apa kan nek ? "tidak apa apa sayang
lagian sudah cukup nenek berjalan jalan "
"insya allah jika nanti riski ada reski dari ka allah
riski pasti datang kesini membawa semua keluarga kita untuk berlibur"
" sayang belajar lah dengan giat jadi lah seorang dokter hebat yang menbatu orang susah seperti kami ini.
jangan kamu menyiyaya kan waktu hanya untuk membuat kami bahagia ,"
"iya nek, riski janji akan membuat kalian bangga pada ku setelah riski pulang nanti nenek jaga kesehatan ya
semua fasilitas yang membuat
nenek nyaman
sudah riski persiap kan di kamar nenek "
riski memang merenopadi kamar nenek nya seperti kama oma nya agar kakek dan nenek nya bisa istirahat dengan nyaman riski sangat bersyukur
bisa membahagia kan
mereka riski berjanji setelah riski kembali dia akan memanja kan oma nya,
jauh di lubuk hati paling dalam. riski sangat berterimakasih pada dan bersyukur pada allah karna mempunyai seorang ibu yang baik,
dan keluarga mereka juga sangat baik .
ya allah berikan lah mereka semua umur panjang agar saat aku menjadi seorang dokter mereka bisa menyaksikan nya amiin batin riski
karna terlalu larut dalam lamunan riski tak menyadari kalau dari tadi nenek nya memanggil nya,
"riski apa hari ini kita jadi pulang nak?
"i.. ya, nek riski siap siap dulu" lastri tersenyum bahagia melihat cucu nya.
lastri memohon kepada allah
"semoga putri ku di tempatkan di sisi mu yang agung "
tampa lastri sadari
air mata nya jatuh. mengingat putri nya yang sudah tiada,
setalah menunggu beberapa menit akhirnya riski pun sudah rapi. "ayo nek kita pulang"
"iya nak ."
di kantor
nabila dan tim yang lain sedang mengada kan rapat,
tentang sejauh manah hasil kerja keras mereka
selama ini,
walaupun riski tak di kantor tapi dia tetap memantau mereka dari jarak jauh.
maka nya
riski tidak jadi menunda kepulangan nya.
sedikit demi sedikit dia belajar dari haris dan rizwan
rapat yang di ada kan pun
saat ini ,atas saran mereka.
nabila terus saja berkomonikasi dengan riski tampa ada yang tau .rapat berjalan dengan lancar karna bimbingan
riski,
jaman memang sudah semangkin janggih semua bisa di lakukan dari jarak ber mil mil jauh nya.
semua setaf kantor mengagumi nabila dalam memimpin rapat.
johan benar benar
kagum dengan nabila
mereka tidak tau saja bahwa di balik kepintaran nya itu ada seseorang di balik telinga nya. setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam lama nya. akhirnya sampai lah
riski di rumah kakek nya
"assalamualaikum "
"waalaikumsalam "
riski mana buk?
"iya kekantor "
"coba ibu lihat kamar ibu riski memasang AC di dalam kamar ibu semua suda di gangti dengan yang baru
lihat foto mbak dewi
di buat sedemian cantik sehingga kita tidak menyadari kalau dia meninggal buk, "
desti menangis mengingat
saudara perempuan nya .
ππΈπΈπΈπΈπΈπΈ
πΈππΈπΈπΈπΈπΈ
πΈπΈππΈπΈπΈπΈ
πππππππ
πΈππππππΈ
πΈπΈππππΈπΈ
πΈπΈπΈππΈπΈπΈ
πΈπΈπΈππΈπΈπΈ
__ADS_1
πΈππππππΈ
berikan aku masukkan tulisan ku ini sudah bagus atau belum