Tangisan Seorang Istri

Tangisan Seorang Istri
Di rumah


__ADS_3

malam berlalu begitu cepat semenjak riski bertemu dengan


sintia dia kembali sangat pendiam ,


entah apa yang rasa kan saat ini apa kah cinta monyet nya telah kembali tumbuh atau kan kebencian yang kian bertambah


tapi kan cinta dan benci beda tipis, entah lah ,


hanya riski yang tau perasaan nya.


iwan jadi gak tega melihat


putra nya,


ia memutus kan


tidak melibat kan riski lagi


mellysa, heran melihat reaksi


suami nya kadang ceria kadang murung,


"gak tau lah pusing mikiri nya ,


dia aja belum tentu mikirin aku. sedih kah aku, bahagia kah aku.


dia akan peduli


di kampus


riski kembali bertemu dengan Sintia kali ini riski pura pura


tak mengenali nya


sedang kan sintia sangat


mengenal setiap inci wajah riski .


sintia mbuang jauh ego nya hanya untuk menegur riski bagaimana pun dia pernah satu atap sama riski selama beberapa tahun.


"Aslamualaikum iki,"


"waalaikumsalam.tia,"


"apa kabar kamu"ucap sintia


ke riski,


"kabar ku baik dan kamu?


"seperti yang kamu lihat "


riski tidak lagi menjawab


atau pun bertanya ia berlalu begitu saja


riski mencintai sintia,


tapi juga sangat membenci nya.


sintia menjegah langkah


riski lebih dulu sebelum riski bener bener menghindari nya


"aku ingin bicara dengan mu ki."


"bicara lah aku tidak punya banyak waktu"


"tapi jangn di sini nanti pulang


kuliah aku tunggu kamu di kafe orens "


tampa menunggu persetujuan


riski sintia pyn berlalu


meninggal kan riski sendiri


saat nya pulang kuliah


dia bingun harus kah dia


8pergi menemui sintia atau dia biar kan saja sintia menunggu


dia mengendarai mobil nya dengan perasaan tak menentu


mari kita lihat siapa yang akan jadi pemenang


cinta riski yang tulus


atau kah benci nya yang menggila


kenapa di kata kan gila


riski mbenci sintia tampa


alasan yang jelas.


sedang kan disini sintia juga korban orang tua mereka.


ya allah semoga riski bisa menemui ku walau hanya sebentar saja. aku hanya ingin tau kabar nya mama,


sementara di tempat lain riski mondar mandir seperti setrikaan untung saja gak ada yang melihat nya


"pergi apa gak ya,"ucap riski


di saat yang bersamaan pintu kamar nya di ketuk seseorang


dari luar,


"riski ini mama sayang ,"


"oh syukur lah masuk lah ma,"


"sayang ini sudah sore apa kamu tidak lapar?


"jam berapa ini ma "


riski tidak menjawab pertanyaan mellysa malah balik bertanya


"sudah jam 4sore sayang "


"terimakasih mama ku sayang


riski pergi dulu


tapi kamu mau kemana nak?


nanti riski cerita kan


riski pun berlalu


meraih kunci mobil dan pergi menemui sintia


"semoga saja dia masih di situ"

__ADS_1


ucap riski pada diri sendiri


tidak butuh waktu lama


akhir nya riski tiba


di kafe yang di tuju


dia memutar bola mata nya


mencari cari seseorang


tapi dia tidak menemu kan


yang di cari


riski putus asa dia melangkah kan kaki nya berniat nya ingim meninggal kan kafe tersebut


tapi tiba tiba langkah nya terhenti saat dia merasa ada yang memegang bahu nya


apa kau akan pergi sebelum menemui ku iki?


"ya...,iki kira kau sudah pulang, kelamaan nunggu."


"aku gak akan pulang sebelum


aku bisa menemui mu, "


sekarang kita sudah bertemu


apa yang ingin kau tau tentang


di rumah,"


"aku hanya tanya tentang mama apa dia sehat?


apa kau sungguh


peduli pada nya,?


tentu saja aku peduli!


jika kau merasa perduli kau tidak akan pernah meninggal kan nya begitu saja ,"


"apa maksud mu ki,?


"aku yakin kau tau maksud ku,"


"aku semangkin tak mengerti


dengan ucapan mu,"


"apa kah kau tau.


oma sangat terpukul ketika kau meninggal kan nya "


tapi saat itu aku pamit sama mama, dan dia tidak


mengata kan apa pun pada ku.


mama hanya diam seribu bahasa,jadi aku pikir mama sudah sangat membenci ku


karna aku anak nya sandra,"


"oma bukan orang seperti itu


oma menyayangi mu seperti


anak sendiri "


dia masih menyimpan semua barang barang milik sintia


hiks... hiks... hiks..,


"iki..., apa boleh aku menemui mama?


"tidak boleh"


"tapi kenapa ki"


"riski takut oma sakit lagi ketika kau akan meninggal kan nya,?


"aku janji tidak akan meninggal kan nya "


"tia.., jangan pernah berjanji jika kau akan mengingkari nya "


"apa kau masih marah pada ku?


"untuk apa aku marah pada mu," entah lah ki, aku selalu merasa kalau kau masih marah pada ku, jika itu benar maka maaf kan lah aku ki,


please.., forgive me,"


sambil melipat kedua tapat tangan nya


riski jadi gak tega melihat


ke sungguhan sintia


tampa pikir panjang riski mengajak nya pulang ke rumah


"kita mau kemana ki?


"mau mengajak mu ke K.U.A"


"mau ngapain ki?


"ya.., mau nikah lah "


"astaga riski ,


tolong kamu sadar kita masih


kuliah loh, lagian aku gak mau menikah muda "


"sintia...,apa kamu pikir, riski beneran mengajak mu ke K.U.A


ya. gak mungkin lah ,


riski mau mengajak mu bertemu oma, "


"benar kah itu riski,


ayok buruan aku sudah gak sabar ingin bertemu mama,"


"tia.., apa kamu gak takut kalau nanti papa sama oma mengusir mu,?


"takut sih ki tapi aku sangat merindu kan mama,"


"ya...,sudah ayok pulang sekarang "


sintia merangkul lengan riski tampa malu malu


sintia tidak sadar kalau sikap


nya itu.

__ADS_1


membuat riski semangkin serba salah


ada rasa bahagia di hati riski .


ketika sintia bermanja dengan nya


tapi riski harus mengawal perasaan nya .


bagaimana pun


sintia adik angkat papa


itu arti nya sintia itu .


ada lah tante riski .


kini tiba lah riski di rumah nya


"Aslamualaikum "


"waalaikum salam "


sungguh sangat kebetulan


keluarga mereka berkumpul semua


"eh riski baru pulang "


ucap anisa


"iya tante ,


aku ingin memita izin dari kalian semua ter.utama nya oma, papa juga tante anisa "


"mau minta izin apa sayang?


tanya mia


"tapi berjanji lah.


kalian semua


tak kan mengusir nya ,


"siapa dia riski?


"apa kau sudah menikah


diam diam nak? ucap mellysa


"mama, lihat dulu siapa yang


ku bawa ,"


"baik lah sayang suruh dia masuk,"ucap mia


"masuk lah "


sintia pun masuk. dan betapa terkejut nya mia melihat gadis cantik di hadapan nya tak lain dia ada lah sintia


iwan tak menyangka kalau riski akan membawa sintia secepat ini pulang kerumah


"mama...,"tia..., putri ku kamu kemana saja selama ini,?


kenapa kamu meninggal kan


mama,?


"maaf kan aku ma. tidak ada maksud ku meninggal kan


mama,


waktu itu ketika riski


mengusir ku,


aku benar benar takut di hakimi oleh kalian,


apa lagi saat malam itu


aku datang kekamar mama.


sedikt pun mama tak melihat ku .


ya.., aku pikir mama juga akan


mengusir ku ."


semua orang yang ada di sana


kecuali risma yang tak tau apa apa. dalam hati risma membatin


apa dia pacar nya kak riski?


cantik sungguh


mereka sangat serasi,


anisa dan haris juga ikut senang dengan kedatangan


sintia itu artinya dia dan iwan


tak perlu repot repot


menyewa orang tuk mencari tau di mana sandara


pelan pelan mereka pasti akan menyerah jika mereka tau sintia


ada bersama keluarga hendarawan,


😊🅰🅰😊😊😊😊😊


🅰😊😊🅰😊🅰🅰🅰


🅰🅰🅰🅰😊😊😊😊


🅰😊😊🅰😊😊😊😊


🅰😊😊🅰😊😊😊😊


mohon beri saran nya


agar aku lebih bijak dalam menulis


terimakasih semua


😁🅰🅰😁😁😁😁😁


🅰😁😁🅰😁😁🅰😁


🅰🅰🅰🅰😁🅰🅰🅰


🅰😁😁🅰😁😁🅰😁


🅰😁😁🅰😁😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2