Tangisan Seorang Istri

Tangisan Seorang Istri
tamu cantik


__ADS_3

tampa menbuang waktu riski melaju mobil nya ke arah rumah nya,


setelah beberapa menit riski mengendari mobil .


.tiba tiba dia teringat bahwa dia tengah membawa anak gadis orang,


riski pamit ke aqira untuk menemui orang tua nya


ini lah yang aqira suka dari


riski dia selalu bertanggung


jawab dalam segala hal


di jaman sekarang ini pemuda seperti ini sudah sangat langka


"kita kekantor papa aja "


"ok..,"


"riski kenapa harus pamit dulu sih gak membuang waktu" ucap aqira


"riski di ajar kan papa,


jadi laki laki itu harus bertanggung jawab jangan se enak nya membawa anak gadis orang"


"apa kau tidak takut dengan papa ku ?


kenapa riski harus takut


riski kan tidak melakukan


kesalahan, "


"kita sudah sampai,"


mobil riski memasuki


sebuah gedung mencakar langit sebuah perusahaan


besar di kota (D)


dengan lambang sebuah nama


singkat A&N,


riski masuk tampa ragu ber.iringan dengan aqira


semua setaf kantor


membungkuk hormat


aqira sangat di hormati


karna dia tidak sombong


selalu bersikap ramah


pada semua karyawan papa nya ,


"selamat siang non,


pak rangga sudah menunggu


nona,"


"terimakasih. santi"


"sama sama non "


sesampainya aqira di depan pintu ruangan


aqira tidak lupa mengetuk


pintu dulu.


"Siang pa."


"siang sayang "


"ada angin apa putri kecil papa datang menemui ku, "


"papa berhenti lah memanggil ku putri kecil papa "


"iya.., iya ,ada apa sayang ,


katanya besok baru mau ketemu papa?


"ada seseorang yang ingin


ketemu papa, "


"siapa ? suruh dia masuk,"


"masuk lah "


"Aslamualaikum,om"


"waalaikumsalam ,ada yang


bisa om bantu, "


"saya riski om ingin minta izin


membawa aqira kerumah ,


jika om mengizin kan nya,"


Andre tidak langsung


menjawab dia memperhatikan


riski dengan teliti


lalu ia meraih telpon nya


dan menghubungi


seseorang di sebarang sana entah siapa dia tidak ada yang


tau sesekali dia melirik


ke riski setelah dia selesai


dia pun berkata,


"baik lah aku percaya pada mu


tapi ingat antar kan dia pulang


sebelum jam 10,"


"baik. om ,terimakasih "


"qira kemari lah sayang


pulang lah tepat waktu


ya nak "


"baik papa, qira pergi dulu ya "


aqira mencium pipi kiri dan kanan, papa nya


seperti nya pak andre sangat mencintai putri nya lalu

__ADS_1


kenapa dia tinggal di apartemen, batin riski


setelah menempuh


perjalanan kurang lebih 30 menit akhirnya riski dan aqira tiba di kediaman keluarga


hendarawan.


riski memencet bel


dan yang membuka pintu ada lah sintia


dan dia sangat mengenal aqira


tapi aqira tidak mengenal nya


"Aslamualaikum "ucap riski


"waalaikumsalam ,


masuk lah kami semua menunggu kalian ,"


"riski kamu bilang hanya oma yang ingin bertemu dengan ku


tapi kenapa keluarga mu ada,"


"mana riski tau,


bersikap lah seperti pacar .


jangan sampai mereka curiga


pada mu,


"sore.., oma, ma, pa,, tante, om,"


"sore juga "ucap mellysa mewakili yang lain


"kenal kan ini aqira


pacar riski, qira ini lah keluarga ku, riski akan memperkenal kan mereka pada mu "


selamta sore semua ,"ucap aqira


riski menghampiri angota keluarga nya satu persatu


dan memperkanal kan nya


kamu sungguh cantik sayang ucap oma


kalau dia gak cantik mana mungkin riski mencintai nya oma, ucap riski


"apa dia peria romantis?


tanya haris


"tidak om. dia bukan peria romantis, "jawab aqira


"apa dia pernah menyakiti mu?


kali ini anisa yang bertanya


"selalu tante,


belum sempat riski Menjawab


mellysa balik bertanya


"ada dia pernah memujimu?


"pernah tante"


"kapan terakhir dia memuji mu? "itu tadi barusan"


satu pertanyaan lagi sayang


pertanyaan yang satu ini sulit bagi aqira untuk menjawab nya


tapi demi menyempurna kan


ekting nya iya harus memjawab nya dengan hati hati


riski berdoa dalam hati.


ya allah semoga aqira tak salah jawab .


"aku lupa om kapan terakhir


dia menguncap kan kata


cinta ,


tapi semalam kata nya dia


akan menjadi kan ku istrinya segera,"


betapa terkejut nya riski


mendengar cerita aqira


semua mata tertuju pada riski


"sudah berapa lama kalian pacaran?


tanya mia


sudah lama sekali oma


kira kira 2tahun yang lalu


"riski selama itu kau pacaran


baru sekarang kau memperkenal kan nya pada


kami,"ucap anisa


"bukan seperti itu .


riski hanya ingin...,"


"membuat kejutan buat oma "


belum selesai perkataan riski


sudah di potong oleh aqira


riski sangat marah melihat


tingkah aqira yang kelewat bats


riski salah besar dengan meminta batuan aqira


mama bantu riski,


riski mohon ,


riski membatin


aqira tau kalau riski sedang


marah ,


makanya ketika riski


masuk kamar aqira buru buru pamit pulang ,

__ADS_1


"oma...,dan mama mellysa, papa rizwan, tante, om, mbak, aqira pulang dulu ya,"


"tapi kenapa buru ,buru, sayang


oma masih ingin mengobrol"


sama kamu,


"insya allah


lain kali qira datang lagi"


"apa perlu aku panggil kan riski? acap sintia


"tidak perlu mbak ,


aku yakin dia masih capek.


biarkan dia istirahat


dulu ,"


sementara di kamar,


riski mengutuk diri nya sendiri


kenapa iya begitu bodoh


membawa aqira


ketemu keluarga nya,


riski bermaksud mengantar kan


aqira pulang


iya manggil nya mesra.


"sayang saat nya makan malam ,


sayang..., ayo lah riski tidak marah pada mu.


hanya saja kamu telah memberitahu mereka


semua nya,


riski hanya sedikit kesal .


ayo donk keluar ,"


riski sayang siapa yang sedang kau panggil itu,?


"tentu saja aqira oma"


"dia sudah pulang dari tadi"


"tapi kenapa cepat sekali .


dia pulang bahkan tak menemui ku dulu "


kata nya kamu sedang istirahat


tidak boleh di ganggu


"riski kami menyukai


gadis pilhan mu itu" ucap anisa


tapi tante dia bukan gadis biasa


"maksud mu?


dia putri nya pak andere


dia bagai kan berlian tante "


ko kamu bisa kenal dengan putri nya?


kalian ketemu di mana?


"kami bertemu berapa tahun yang lalu"


"riski bertemu dengan nya di sebuah acara teman ku"


"apa kau mencintai nya? tanya melysa


"ya...,tentu saja riski mencintai nya ma, "


"cepat sana susul dia atau gak telpon dulu lah!


"tapi ma, aqira paling tidak suka di ganggu ,


"sayang..., perasaan wanita itu halus, sebagai seorang lalaki kamu harus pandai mengambil


hati pasangan mu,"


"iya ma. aku telpon aqira dulu"


riski terus menghubungi


Aqira,


tapi tak sekali pun ia memcoba untuk memjawab nya,


"ya allah bantu lah aku untuk mengatasi perasaan ku


sungguh aku sangat mencintai nya, "


di kediaman mia


sintia dan risma sudah semangkin akrab


terkadang mereka tidur satu kamar, mereka tidur berdua


mia senang sekali melihat mereka mia berencana menelpon keluarga lastri


untuk meminta izin agar risma bisa kuliah dikota (D)


tapi sebelum itu mia harus bicara dulu dengan risma.


mia tidak bisa menyembunyi kan perasaan bahagianya


karna beberapa hari ini dia kedatangan gadis cantik catik srmua


karna itu lah dia mengajak risma, sintia, mellysa pergi


shoping,


➕➕🅰🅰🅰➕➕


🍀🍀😊😊😊🍀🍀


📖📖🙏🙏🙏📖📖


kalian tidak akan pernah tau .


kau mencintai siapa, lalu menikah dengan siapa ,


cinta itu rumit


➕➕🅰🅰🅰➕➕


🍀🍀😊😊😊🍀🍀


📖📖🙏🙏🙏📖📖

__ADS_1


a


__ADS_2