
Di kediaman iwan
Hendarawan bingun melihat keadaan mia
Iya bingun harus ngapain
"Mia...,bangun mi aku mohon Bangun lah aku dah bilang Kamu harus kuat bangun mia
Ia pergi mencari mencari Sesuatu yang Bisa membangun Kan mia
"Ya allah aku mohon
Aku hanya ingin jujur sebelum Ajal ku tiba ya allah.
Bantu aku ya allah .
Hendarawan menggenggam Tangan mia
Maaf kan aku mia
Aku janji setelah semua ini.
Aku akan pergi,
Dan gak akan pernah kembali Aku mohon mia sadar lah.
Mia.., jika kau mengdengar kan Aku maka dengar kan lah,
Sintia itu memang putri nya Sandara tapi bukan putri ku
Aku menikahi nya pun bukan Karna aku mencintai nya
Tapi karna di jebak oleh
Teman ku
Kau tidak tau selama ini
Aku sangat menderita.
Aku merampok
Perusahaan mu
Semata mata karna ingin Melingdungi kamu dan anak Kita, dan perusahaan kamu
Setiap saat nyawa kalian dalam Bahaya aku berusaha Semampu aku melindungi Kalian walaupun aku harus Mengorbankan hidup ku
Hingga pada suatu hari aku Mengdengar kabar kalau Musuh paling tangguh di Perusahaan mu telah Meninggal dunia baru lah aku Tenang ,
Dan terbongkar nya semua ini Bukan tampa sengaja mia tapi Semua itu sudah aku atur
Aku membenci diri ku sendiri Kenapa aku harus menyakiti Orang yang paling aku cintai Dan paling berjasa
Dalam hidup ku.
Hendarawan terus saja bicara Ia Tak menydari kalau mia
Sudah sadar dan mendengar Kan semua penuturan mantan Suami nya bukan hanya itu Iwan dan istri nya juga Mendengar kan nya
Anisa dan haris juga ada di situ
Sesekali ia mengusap air mata Nya hendarawan kembali Melihat ke arah mia tapi Dengan cepat mia menutup Mata nya pura pura belum Sadar agar ia tau kisah selanjut Nya sedang kan iwan dan yang Lain bergeser ketepi agar Hendarawan tak menyadari Kehadiran mereka
Oia mia sintia itu tak bersalah Dari kecil ia tak pernah meendapatkan kasih sayang Dari ibu nya
Setelah aku mengebalikan perusahaan mu sandara Mengusir kami dari rumah Berbulan bulan kami tinggal di Jalanan sehingga aku berfikir Jika sintia terus bersama ku ia Tidak akan punya masa depan Maka nya aku menitip kan nya Pada mu mia .aku yakin kau Pasti bisa mendidik nya Denagan baik dan menjadi Wanita yang kuat hebat seperti Kamu sekali lagi maaf kan aku Mia, jika kau mendengar kan ku Aku mohon jika bisa maaf kan Lah aku mungkin setelah ini Aku akan kembali ke kota s Aku akan menghabiskan sisa Hidup ku di sana mengenai Sintia jika kau tak bisa menerima nya tolong jangan Kau usir dia dian tak bersalah Dia hanya korban seorang Wanita yang tak bertanggung Jawab
Aku mohon mia bangun lah
"Ayah .
"Sejak kapan kalian di sana" Sudah lama, cukup lama mwengdengar kan semua Penjelasan ayah,
__ADS_1
jika memang ayah mencintai ibu kenapa masalah sebesar ini Ayah hadapi sendiri
"Oia jika sintia bukan anak
AYah kita tes DNA ucap anisa
" Ayah bersedia nak ,
Mia pun bangun dan langsung.
Menampar hendarawan
"Kau biar kan kami hidup
Dalam kebencian terhadap mu selam ini mengutuk mu dan Entah apa lagi
Apa kau pikir aku tidak akan Membantu mu jika kau dalam Kesulitan sepuluh tanun mas kau hidup seatap dengan Sandara apa kau yakin gak pernah menyentuh nya
"Aku tak pernah menyentuh Nya mia aku hanya Memperlihat kan keharmonisan Kami di depan sintia tapi Sesungguhnya
aku sangat menbenci nya
Anisa tak lagi bisa Membendung air mata dan Rindu nya ia langsung Memeluk ayah nya dari dulu keyakinan ku
Terhadap mu ayah tak pernah Surut kau ada lah pria terbaik
"Oia siapa kah musuh
kita itu ayah??
"Pak tomi persusahan yang
selama ini ingin menguling kan
perusahaan kita
Aku hanya butuh maaf kalian hanya itu
"maaf kan aku ayah, ucap anisa
"aku juga minta maaf ayah ucap haris riski dan sintia berdiri memantung ia bingung harus nagapain ketika itu juga ia berlari karna iwan memberinya kode
"papa "
"sayang maaf kan papa ya
"Aku sangat merindukan mu pa
dila sudah tidak sanggup lagi membohongi ibu mia dia terlalu baik Ternyata papa benar kalian keluarga hebat aku bersyukur bisa tinggal bersama kalian
"riski sangat marah mendengar pengakuan fadila
"kau pembohong dari dulu
Aku tu curiga pada mu
Aku tau kalau kau itu fadila
Aku Membenci mu
Semua heran kenapa riski tiba tiba marah besar
Harus. nya oma yang marah Tapi kenapa cucu nya
cinta kah riski??
oooh tidak
"maaf kan aku ,ki aku tak punya pilihan lain
"lagian kenapa kau memanggil Opa dengan sebutan papa?
Aku di besar kan oleh papa dan Aku tak punya siapa siapa Selain papa jadi suka atau tidak suka aku tetap memanggil nya papa
__ADS_1
"mia maaf kan aku
"iya mas
"Aku memaaf kan mu
jauh sebelum kau minta maaf
semua orang sibuk masing masing hanya mia dan hendarawan yang terus bicara
"Mia rawat lah sintia sepenuh Jiwa mu jangan kau biar kan sandara membawa nya
aku mohon
Mari makan ayah
Ucap nisa
Semua makan bersama
Terimakasih ya allah akhirnya Aku bisa meninggal dengan
Tenang mia hanya diam
Setelah ini apakah hendarawan Akan meminta nya jadi istri nya Kembali rasa nya hati ini sudah Tak punya rasa
Lagian kan belum tentu Hendarawan mau balikan lagi
Begitu lah pikiran mia terus Saja berdiskusi di benak nya
Makan sudah selesai waktu Nya berkumpul kembali mereka Bertukar cerita tampa terasa
Hari sudah sore anisa pamit Pulang mia juga pamit pulang
"Mia terimakasih ya
Buat apa mas karna kamu Pernah memjadi bagian dari Hidup ku aku titip anak anak Pada mu semoga kau selalu Bahagia
"Iya mas sama
Aku pulang dulu mas
Sedangkan hendrawan masuk kamar tamu tapi sebelum nya Ia pamit dulu sama iwan
"Mellysa di mana iwan
"Ada tu Lagi mandi ayah
"sampai kan pada nyA aku mau numpang semalam saja lagi besok ayah akan kembali ke kota dan gak tau kapan bisa pulang tolong ya nak
"Iya...,ayah
Tapi kenapa ayah harus kembali ke kota s bukan nya di sana ayah sendirian?
"Iya mel tapi di sana lah hidup Mati ayah
"Maksud ayah ??
"Bukan apa apa,mell
ayah istirahat dulu ya
terimakasih telah menerima ayah di sini
kenapa sih yah
ngomong gitu banget
walau pun ayah dan ibu tidak bersama tapi ayah tetap lah ayah nya mas iwan
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
mohon dukungan nya teman teman karya Pertama ku ini akan segera tamat
__ADS_1
aku lagi menulis karya kedua ku
judul nya perjuangan seorang ibu