Tangisan Seorang Istri

Tangisan Seorang Istri
Kerinduan Dewi


__ADS_3

"Hari sudah semangkin sore tapi iwan , belum juga pulang "kenapa ya ,kak iwan.., kok, belum pulang juga ini kan dah sore ..dewi berdiri menuju kamar nya "Apa aku merindukan nya padahal baru pagi tadi ketemu apa kamu merindukan papa mu, sayang dewi mengelus perut nya yang sudah mulai kelihatan


"Sesaat kemudian bel pintu berbunyi


"Aslamualaikum bi


"Waalaikumsalam ,den iwan berlalu meninggal kan bi irah .


"Iwan membukan pintu kamar nya ia mencari sekeliling kamar tapi ia tak menemukan istri nya ia penasaran kemana gerangan yang di cari apa dia di dapur kali bati iwan,


"Sudah lama kak sapa dewi. sontak iwan kaget "Kamu dari mana aja sayang...,??"Aku dari dapur kak ambil minum, nih minum nya


dewi menjukkan gelas berisi air putih, dewi meletakkan bawahannya lalu betgegas menghampiri suaminya dan memeluknya,


"Iwan di perlakukan seperti itu tentu saja kaget heran senang karna seumur pernikahannya belum pernah sejarah nya dewi memeluk suami nya apa lagi memulai sama selali gak pernah..


"ada apa dengan istri ku kenapa kelakuan nya seprti ini batin iwan ada rasa hawatir yang berkecamuk di hayi nya,


"Kamu kenapa sayang apa kamu sakit???


Tanya iwan pada istri nya lalu memeriksa keadaan nya memperhatikan nya


"Aku baik baik saja kak aku hanya merindukan kakak, maaf ya kak ,aku tiba tiba memeluk kakak, aku juga gak tau kenapa aku gak bisa mengontrol perasaan rindu ini ,dewi menunduk kan kepalanya tandanya ia menyesal melakukannya ,


"Iwan menggapai istri nya memeluk dlnya dengan erat "Untuk hal yang srperti ini kamu gak boleh minta maaf, aku susmi mu kamu berhak ke atas ku ingat kamu sedang mengandung anak kita jadi jangn sesekali minta maaf, aku yang seharus nya minta maaf karna selama 2tahun aku gak pernah izin kan kamu menyentuh ku tapi sekarang aku milik mu sayang, iwan menutur kan kata menyesal "Aku juga minta maaf ya kak, lalu dewi membalas pelukan suami nya


" Iwan merasakan ada yang aneh dalam diri nya saat dewi memeluk nya ia pun paham ia tak menyia nyiakan momen ini karna ini momen langka iapun menggengdong istri nya keparaduan mereka,


,setelah memulai pemanasan maka terjadilah yang seharusnya terjadi pada pasangan suami istri ini.


"Sayang lain kali klo kamu menginginkan nya jangan merass malu atau mersa bersalah ,


karna aku gak akan pernah menolak nya .


.Dewi diperlakukan seperti itu merasa bahagia ,ia berniat membersih kan diri tapi sebelum melangkah iwan keburu menahan nya,


"Sebentar lagi ya sayang aku madih ingin seperti ini sebentar lagi, ia mempererat pelukan nya, "Terimakasih sayang ,karna sabar menghadapi sikap ku. terimakasih karna kmu .mau menikah dengan ku, setelah kamu pulng nanti kamu gak akan meninggal kan ku suara ,iwan parau seperti ada yang mengganjal di tenggorokan nya lalu perlahan melepaskan pelukan nya pada istri nya


"Aku gak akan meninggal kan kakak cinta ataupun tampa cinta aku jani, dewi juga tidak tau kenapa dia bisa bicara seperti itu .kemudian ia sadar bahwa kata katanya menyinggung perasaan suami nya


"maaf ,aku tak....,.belum sempat ia menerus kan ucapan nya iwan sudah meraih tubuh istri nya ,"Maaf kan semua kesilapan ku selama ini


aku tau aku salah tak seharus nya aku mengabaikan mu selama ini

__ADS_1


"Sudah lah kak, jangan di bahas lagi ya aku sudah melupakan nya .,


"Sayang aku lapar,


'Sama kak aku juga sangat lapar ,kalo gitu aku mandi dulu ya kak,


"Dewi malangkah menuju kamar mandi sememtara iwan melamun jauh entah apa yang ia pikir kan sehingga ia tidak sadar kalo istri sudah siap dari tadi


"Kak... kak..kak. yang di panggil tetap diam lalu dewi menyentuh wajah suami nya


"I.....ya sayang kenapa ko sebentar kali mandinya, kak ini sudah setengah jam yang lalu kak, kata nya lapar


"Oia lupa kakak


iwan bergegas menuju kamar mandi .


setelAh acara mandi aelaei mereka pun menuju maja makan


iwan tak sadar kalo ibu nya sudah pulang di kediaman nya dari tadi siang .bi tolong bngun kan ibu


"Tapi nyonya sudah pulang tadi siang den,


kata nya tuan sedang sakit den,


"Ah...., itu hanya alasan ayah agar ibu kembali pada ayah, aku akan menjemput ibu,


"tapi ibu tidak mampir sayang..., ibu juga tidak menelpon aku takut ibu kenapa napa,


"Aku akan kerumah besar sayang,


"Aku mau ikut kak


"Tapi apa kamu yakin sayang, disana nanti ada ayah insaallah aku yakin lagian aku merindukan kamar kita


"Iwan heran tengkah dewi satu hari ini agak aneh semua yang ia lakukan di luar dirinya sendiri "Kakak kenapa melihat ku begitu apa ada yang salah "Tidak sayang hanya takjub aja kamu mangkin cantik,


" Bisa aja kakak ni.


"Bik.., ayok ikut kita kerumah ibu, ucap iwan ke pembantunya ,


"Iya den, "Ayok sayang kita berangkat, buruan bik ,saya tunggu di mobil ,


setelah berapa saat bi irah datang menghampiri mereka masuk mobil duduk di jok belakang

__ADS_1


setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit akhirnya mereka tiba di kediaman ibu mia


"Aslamualaikum ,ibu panggil iwan, Waalaikumsalam. bentar, terdengar sahutan dari dalam seprti suara anak remaja apa anis sudah pulang ini kan belum waktu nya pulang batin iwan ,pintu terbuka ,iya ada yang bisa saya bantu om ,tanya sang gadis yang kira kira usia nya 17 thun nan gitu iwan semangkin heran, "Anda siapa kenapa anda berada di rumah saya "


"Mama......, ada tamu, "Suruh masuk saja na jawab seseorang dari dalam ,wanita muda itu keluar dari dalam betapa terkejutnya iwan ternyata wanita yang tinggal di rumah nya adalah nadia setaf kantornya yang di cabang yang letaknya di kota (L)


"Nadia kamu "Iya, pak. mari silahkan masuk


kita bicara di dalam. duduk pak .bik bawakan minum bik, "iya nya"kenal kan ini istri saya dewi ini bik irah dulu birah ini kerja disini sekarang bik irah ikut saya ucap iwan


"Iya pak. ibu mia sama pak hendarawn sudah menjelaskan semua nya bapak sama ibu menjual rumah ini ke suami kakak dengan mencicil nya pak, dengan sarat jangan ada yang di rubah semua masih tetap sama pak,


"Lalu ibu sama ayah kemana??? "tanya iwan ke nadia,"Mereka membeli sebuah apartemen di kota,B ,pak maaf pak ,mereka tidak membari tau hanya saja mereka berpesan kalo seandainya pak iwan kemari beliao menitip kan surat ini buat kalian ,


"Nadia melangkah meninggal kan mereka menuju kamar dimn dulu kedua orang tuanya tinggal, dewi melihat esprisi wajah suami nya berusaha memberi kekuatan agar ia kuat karna saat ini dewi sama bik irah sama seperti iwan tak percaya kenyataan bahwa ibu mertuanya pergi tampa mereka ketahui kemana tak tampa sadar air mata dewi jatuh juga tapi sebelum iwan sadar ia buru buru menghapus nya


nadia kembali membawa ampolop coklat


"Ini titpan ibu buat klian,


"nadia terimakasih ya karna kamu yang tinggal disini aku yakin ibu mempercayai mu lebih dari sekadar karyawan di kantor


"Iya pak Saya sudah menganggap ibu mia seperti ibu saya sendiri ,nadia pun tak sanggup menahan buliran bening nya dan berhasil lolos jatuh tampa sadar "Semoga ibu baik baik saja ya pak


"Nadia mulai sekarang jangam panggil aku pak ya panggil aku iwan saja aku kan adik mu


boleh aku memanggil mu mbak nadia, tanya iwan kenadia


"mereka berpelukan ,"Tentu saja boleh wan kita sodara sekarang, lidia kemari sayang.


"Kemari saya ini oom kamu dan tante dewi beri salam pada mereka, "Cantik sepertibak ucap dewi "Terimakasih tante


"Kalo gitu kami permisi pulang dulu ya mbak , "Ko buru buru wan, gak makan malam dulu


bentar lagi mas budi pulng


"Terimakasih mbak. dewi harus banyak istrihat maklum hamil muda mbak


" Oo selamat ya sudah berapa bulan wi tanya nadia"Masuk tiga bulan mbak "Oia itu lagi rentan rentanya wan ,


"Mereka pun pamit pulang iwan melihat sekali lagi kesekeliling rumah nya dimana ia dan adik perempuan nya di besar kan ,nadia melihat itu menepuk bahu iwan dan berkata


"kamu gak usah hawatir wan mbak akan menjaga rumah orangtua kita dengan baik

__ADS_1


"Terimakasih mbak kami pulang aslamualakumlaikum ,


"Waalaikumsalam salam hati hati ya "dewi melambai kan tangan kemudian masuk mobil...,


__ADS_2