Tangisan Seorang Istri

Tangisan Seorang Istri
merasa malu


__ADS_3

di minggu lalu pertemuan


riski, andere, riswan


sangat mengejut kan. bagaimana tidak,


seorang andere pengusaha sukses no satu di Kota (D)


ternyata punya masalalu


yang pahit


dulu dia sering di buli oleh teman teman nya .


termasuk


rizwan


mereka selalu mengatakan.


kalau andere tidak akan bisa sukses.


karna dia hanya seorang pecundang.


andere mengucapkan terimakasih


pada semua


teman teman nya yang pernah


menghina nya


berkat mereka.


Andere bisa sukses sampai


sekarang,bisa mencapai ke suksesan berkat bulyan teman teman nya,


rizwan merasa sangat malu


melihat kejayaan andere,


walau pun sudah satu minggu


berlalu tapi semua kata kata andere yang merendah masih


terngiang ngiang di telinga ,


Di kantor


riswan mengingat kembali bagaimana andere merendah kan diri seperti dulu


Aku senang bisa bertemu


dengn mu riz,


aku tak menyangka kalau riski


ada lah putra mu,


rizwan tertunduk malu bila ia ingat perbuatan nya dulu


dengan wajah tegak rizwan membarani kan diri meminta maaf pada teman SMP nya itu


"maaf kan aku ndere


sungguh aku benar bener,


minta maaf,"


tidak ada yang perlu di maaf


kan .justuru aku ingin berterimakasih pada kalian semua, kalau bukan. karna kalian .aku tidak akan bisa seperti


sekarang ini.


ucapan kalian waktu itu aku jadi kan cambuk untuk aku


bisa sukses seperti


sekarang ini "ucapan ketika itu


masa iya andere akan menjadi


besan ku,


entah sudah berapa kali


nadia mengetuk pintu ruangan


rizwan tapi tidak ada jawaban


maka nya dia membarani kan diri untuk masuk karna ada berkas yang harus di tanda tangani


kedatangan nadia membuyar kan lamunan nya,


"kenapa masuk gak ketuk pintu


dulu. nadia ?


"maaf sudah dari tadi saya mengetuk pintu ,


tapi bapak tidak membuka nya,"


"o. ya maaf kalau begitu"


nadia sekretaris rizwan mengganti kan haris


karna anisa kini sudah memiliki


perusahaan sendiri yang bergerak di bidang textil


dan suami nya yang mengurus nya, nadia juga orang kepercayaan rizwan,


waktu pulang kantor telah tiba


entah kenapa hari ini rizwan ingin membawa mobil sendiri


sebelum ia pulang ke rumah


dia berkeliling dulu mencari


udara segar


di tengah perjalanan nya ia melihat sosok wanita yang selama ini dia cari dia adalah sandara rizwan tidak tau dengan siapa dia sekarang


baru saja dia akan menghampiri nya tiba tiba saja dia menghilang


bagai di telan bumi,


setelah puas iya mencari sandara tak ketemu akhirnya


dia kembali pulang kerumah,


"ma.., dimana riski ?


"belum pulang pa. emang nya


kenapa sih! ?"


"gak kenapa napa ko


papa hanya ingin


memastikan kalau dia baik baik saja "


"apa maksud papa ?"


"tidak ada maksud apa apa


ma."jawab nya pelan


ia berlalu dari istrinya


ia tak ingin membuat mellysa hawatir, tapi dugaan nya salah

__ADS_1


mellysa lebih dulu menghampiri dan mengikuti nya ke kamar


dan bertanya tanpa henti


tapi rizwan tetap bungkam


itu membuat mellysa sangat marah .


baik jika kamu tidak ingin menjawab, aku akan pergi dari rumah ini untuk selama nya


kamu memang tidak bisa berubah, aku benar benar sudah muak, mellysa pun keluar dari dan membanting


pintu dengan keras hingga seisi rumah keluar.


dari mereka masing masing


bersamaan dengan itu riski


pun masuk kerumah


mellysa yang melihat riski


kembali pulang dengan selamat langsung menghampiri


nya dan memeluk nya


"apa kau baik baik


sayang,?


"iya ma, riski baik baik saja "


"terus kamu dari mana?


kenapa


jam segini baru pulang?"


"riski ketemu aqira ..,


membicara kan pernikahan


kami ,


mellysa tak percaya apa yang ia dengar nya


"apa kau serius......?"


"riski serius ma!"


"segara beritahu kan yang lain, riski mau bersih kan badan dulu"


"baik lah sayang"


seketika rasa hawatir mellysa


buyar seketika


saat riski memberi nya kabar


baik,


waktu makan malam telah tiba


mellysa segera menemui ibu


mertua nya,


dan menyampai kan kabar baik


dari riski ,


tok.., tok.., tok..,


"masuk pintu gak di kuci"


ucap mia dari dalam


mellysa pun masuk setelah


"ada apa nak?tanya mia ke mellysa.


"kebetulan kalian di sini "


"kenapa tante,?"


tanya risma


"riski akan segara menikah"


"apaaaaaaa.,"ucap sintia


marasa sangat terkejut


"coba kau ulangi lagi berita mu


itu mell, "ucap mia ia tak percaya apa yang baru saja ia


dengar


mellysa dengan senang hati,


mengulangi ucapan nya


"iya....,ibu riski mengundang kita


makan malam


ia ingin memberitahukan


langsung kepada kalian


bahwa tidak lama lagi


riski akan menikah dengan aqira,


"sebaik nya kalian bersiap


agar saat riski memberikan


kabar baik nya kita sudah siap"


ucap mia kepada kedua gadis itu, risma sedikit kecewa


mendengar berita itu


berbeda dengan sintia


ia tak menyangka kalau riski


akan menikah secepat ini.


tidak butuh waktu lama


untuk berkumpul di meja makan,


semua sudah hadir ,


kecuali riski


"ma.., ada kabar apa? sih,


kenapa ibuk bahagia sekali?


ucap iwan ke istrinya


tapi mellysa masih kesal


pada suami nya


maka nya ketika iwan berta


nya pada nya


ia memilih diam ,

__ADS_1


sengaja mellysa tak


memberitau kan suami nya


biar lah itu jadi urusan riski,


"bik tolong panggil kan riski


aku sudah sangat lapar,"


"baik tuan "


baru saja bi iyem akan memanggil riski


tapi riski sudah keluar dari kamar nya,


tapi riski tidak langsung


menuju meja makan


ia menuju ke arah pintu keluar mia yang melihat riski ke arah pintu keluar


mia memanggil nya


"riski kamu mau kemana?"


"sebentar oma ada tamu spesial,


yang akan makan malam


bareng kita "


riski pun berlalu pergi, membuka


pintu, rupa nya riski sedang


menunggu aqira


masuk lah qira mereka sedang


menunggu kita


aqira masuk ,kedalam rumah setelah riski menpersilah kan nya masuk dengan


berjalan ber.iringan dengan riski


aqira melangkah dengan anggun,


mia sangat takjup melihat


penampilan aqira sungguh


sangat berbeda saat pertama


kali dia datang kerumah riski.


"selamat oma?"ucap aqira


"malam sayang "


"kau cantik sekali "


ucap mellysa


"terimakasih tante, tante juga cantik ,


semua yang hadir di sini cantik kecuali riski ,"


itu lah mengapa riski selalu nyaman bila bersama aqira


semua yang ada di meja makan


tertawa mendengar candaan


aqira,


"maaf kan aku sayang, "


"It'is okay"


mereka memulai makan malam


tampa suara hanya ada suara garpu dan sendok


yang saling beradu ,


setelah makan malam


riski tidak membuang waktu


ia pun segera mengumun kan


pernikahan nya


"ma, pa, oma..., riski akan segera menikah dengan aqira,


semua persiapan sudah mulai


kami urus kan"


"secepat ini? ucap iwan


"bagaimana kami akan menbantu mu kalau pernikahan


mu mendadak nak?


ucap mia


"oma,tidak perlu mengurus apa pun, riski hanya butuh doa oma dan papa, mama "


"selamat ya kak"ucap risma


"terimakasih. dek kakak akan bicara sama nenek untuk menunda ke pulangan mu "


"iya "


"selamat , riski, qira "


"terimakasih, tante ucap aqira barengan ama riski,"


"ternyata kalian emang jodoh "


ucap mia


"kemari lah sayang berikan


pelukan pada mama "


riski, aqira menghampiri mellysa dan memeluk nya


"semoga kalian bahagia.


dan cepat berikan mama cucu"


"mama," ucap aqira


"maaf kan mama sayang "


"pa, "


"putra ku ,"


rizwan memeluk putra nya


penuh haru tampa sadar air mata nya jatuh, ia kembali


mengingat dewi


papa bahagia sekali nak ternyata kau sudah dewasa.


maaf ya kalau karya ku


mungkin membosankan


tapi insya allah aku akan

__ADS_1


berusaha agar tidak membosan kan mohon saran dan doa nya agar aku lebih baik dalam berkarya


__ADS_2