
di minggu lalu pertemuan
riski, andere, riswan
sangat mengejut kan. bagaimana tidak,
seorang andere pengusaha sukses no satu di Kota (D)
ternyata punya masalalu
yang pahit
dulu dia sering di buli oleh teman teman nya .
termasuk
rizwan
mereka selalu mengatakan.
kalau andere tidak akan bisa sukses.
karna dia hanya seorang pecundang.
andere mengucapkan terimakasih
pada semua
teman teman nya yang pernah
menghina nya
berkat mereka.
Andere bisa sukses sampai
sekarang,bisa mencapai ke suksesan berkat bulyan teman teman nya,
rizwan merasa sangat malu
melihat kejayaan andere,
walau pun sudah satu minggu
berlalu tapi semua kata kata andere yang merendah masih
terngiang ngiang di telinga ,
Di kantor
riswan mengingat kembali bagaimana andere merendah kan diri seperti dulu
Aku senang bisa bertemu
dengn mu riz,
aku tak menyangka kalau riski
ada lah putra mu,
rizwan tertunduk malu bila ia ingat perbuatan nya dulu
dengan wajah tegak rizwan membarani kan diri meminta maaf pada teman SMP nya itu
"maaf kan aku ndere
sungguh aku benar bener,
minta maaf,"
tidak ada yang perlu di maaf
kan .justuru aku ingin berterimakasih pada kalian semua, kalau bukan. karna kalian .aku tidak akan bisa seperti
sekarang ini.
ucapan kalian waktu itu aku jadi kan cambuk untuk aku
bisa sukses seperti
sekarang ini "ucapan ketika itu
masa iya andere akan menjadi
besan ku,
entah sudah berapa kali
nadia mengetuk pintu ruangan
rizwan tapi tidak ada jawaban
maka nya dia membarani kan diri untuk masuk karna ada berkas yang harus di tanda tangani
kedatangan nadia membuyar kan lamunan nya,
"kenapa masuk gak ketuk pintu
dulu. nadia ?
"maaf sudah dari tadi saya mengetuk pintu ,
tapi bapak tidak membuka nya,"
"o. ya maaf kalau begitu"
nadia sekretaris rizwan mengganti kan haris
karna anisa kini sudah memiliki
perusahaan sendiri yang bergerak di bidang textil
dan suami nya yang mengurus nya, nadia juga orang kepercayaan rizwan,
waktu pulang kantor telah tiba
entah kenapa hari ini rizwan ingin membawa mobil sendiri
sebelum ia pulang ke rumah
dia berkeliling dulu mencari
udara segar
di tengah perjalanan nya ia melihat sosok wanita yang selama ini dia cari dia adalah sandara rizwan tidak tau dengan siapa dia sekarang
baru saja dia akan menghampiri nya tiba tiba saja dia menghilang
bagai di telan bumi,
setelah puas iya mencari sandara tak ketemu akhirnya
dia kembali pulang kerumah,
"ma.., dimana riski ?
"belum pulang pa. emang nya
kenapa sih! ?"
"gak kenapa napa ko
papa hanya ingin
memastikan kalau dia baik baik saja "
"apa maksud papa ?"
"tidak ada maksud apa apa
ma."jawab nya pelan
ia berlalu dari istrinya
ia tak ingin membuat mellysa hawatir, tapi dugaan nya salah
__ADS_1
mellysa lebih dulu menghampiri dan mengikuti nya ke kamar
dan bertanya tanpa henti
tapi rizwan tetap bungkam
itu membuat mellysa sangat marah .
baik jika kamu tidak ingin menjawab, aku akan pergi dari rumah ini untuk selama nya
kamu memang tidak bisa berubah, aku benar benar sudah muak, mellysa pun keluar dari dan membanting
pintu dengan keras hingga seisi rumah keluar.
dari mereka masing masing
bersamaan dengan itu riski
pun masuk kerumah
mellysa yang melihat riski
kembali pulang dengan selamat langsung menghampiri
nya dan memeluk nya
"apa kau baik baik
sayang,?
"iya ma, riski baik baik saja "
"terus kamu dari mana?
kenapa
jam segini baru pulang?"
"riski ketemu aqira ..,
membicara kan pernikahan
kami ,
mellysa tak percaya apa yang ia dengar nya
"apa kau serius......?"
"riski serius ma!"
"segara beritahu kan yang lain, riski mau bersih kan badan dulu"
"baik lah sayang"
seketika rasa hawatir mellysa
buyar seketika
saat riski memberi nya kabar
baik,
waktu makan malam telah tiba
mellysa segera menemui ibu
mertua nya,
dan menyampai kan kabar baik
dari riski ,
tok.., tok.., tok..,
"masuk pintu gak di kuci"
ucap mia dari dalam
mellysa pun masuk setelah
"ada apa nak?tanya mia ke mellysa.
"kebetulan kalian di sini "
"kenapa tante,?"
tanya risma
"riski akan segara menikah"
"apaaaaaaa.,"ucap sintia
marasa sangat terkejut
"coba kau ulangi lagi berita mu
itu mell, "ucap mia ia tak percaya apa yang baru saja ia
dengar
mellysa dengan senang hati,
mengulangi ucapan nya
"iya....,ibu riski mengundang kita
makan malam
ia ingin memberitahukan
langsung kepada kalian
bahwa tidak lama lagi
riski akan menikah dengan aqira,
"sebaik nya kalian bersiap
agar saat riski memberikan
kabar baik nya kita sudah siap"
ucap mia kepada kedua gadis itu, risma sedikit kecewa
mendengar berita itu
berbeda dengan sintia
ia tak menyangka kalau riski
akan menikah secepat ini.
tidak butuh waktu lama
untuk berkumpul di meja makan,
semua sudah hadir ,
kecuali riski
"ma.., ada kabar apa? sih,
kenapa ibuk bahagia sekali?
ucap iwan ke istrinya
tapi mellysa masih kesal
pada suami nya
maka nya ketika iwan berta
nya pada nya
ia memilih diam ,
__ADS_1
sengaja mellysa tak
memberitau kan suami nya
biar lah itu jadi urusan riski,
"bik tolong panggil kan riski
aku sudah sangat lapar,"
"baik tuan "
baru saja bi iyem akan memanggil riski
tapi riski sudah keluar dari kamar nya,
tapi riski tidak langsung
menuju meja makan
ia menuju ke arah pintu keluar mia yang melihat riski ke arah pintu keluar
mia memanggil nya
"riski kamu mau kemana?"
"sebentar oma ada tamu spesial,
yang akan makan malam
bareng kita "
riski pun berlalu pergi, membuka
pintu, rupa nya riski sedang
menunggu aqira
masuk lah qira mereka sedang
menunggu kita
aqira masuk ,kedalam rumah setelah riski menpersilah kan nya masuk dengan
berjalan ber.iringan dengan riski
aqira melangkah dengan anggun,
mia sangat takjup melihat
penampilan aqira sungguh
sangat berbeda saat pertama
kali dia datang kerumah riski.
"selamat oma?"ucap aqira
"malam sayang "
"kau cantik sekali "
ucap mellysa
"terimakasih tante, tante juga cantik ,
semua yang hadir di sini cantik kecuali riski ,"
itu lah mengapa riski selalu nyaman bila bersama aqira
semua yang ada di meja makan
tertawa mendengar candaan
aqira,
"maaf kan aku sayang, "
"It'is okay"
mereka memulai makan malam
tampa suara hanya ada suara garpu dan sendok
yang saling beradu ,
setelah makan malam
riski tidak membuang waktu
ia pun segera mengumun kan
pernikahan nya
"ma, pa, oma..., riski akan segera menikah dengan aqira,
semua persiapan sudah mulai
kami urus kan"
"secepat ini? ucap iwan
"bagaimana kami akan menbantu mu kalau pernikahan
mu mendadak nak?
ucap mia
"oma,tidak perlu mengurus apa pun, riski hanya butuh doa oma dan papa, mama "
"selamat ya kak"ucap risma
"terimakasih. dek kakak akan bicara sama nenek untuk menunda ke pulangan mu "
"iya "
"selamat , riski, qira "
"terimakasih, tante ucap aqira barengan ama riski,"
"ternyata kalian emang jodoh "
ucap mia
"kemari lah sayang berikan
pelukan pada mama "
riski, aqira menghampiri mellysa dan memeluk nya
"semoga kalian bahagia.
dan cepat berikan mama cucu"
"mama," ucap aqira
"maaf kan mama sayang "
"pa, "
"putra ku ,"
rizwan memeluk putra nya
penuh haru tampa sadar air mata nya jatuh, ia kembali
mengingat dewi
papa bahagia sekali nak ternyata kau sudah dewasa.
maaf ya kalau karya ku
mungkin membosankan
tapi insya allah aku akan
__ADS_1
berusaha agar tidak membosan kan mohon saran dan doa nya agar aku lebih baik dalam berkarya