Tangisan Seorang Istri

Tangisan Seorang Istri
79


__ADS_3

waktu terus berlalu Aqira telah kembali


Kerumah Riswan,


dan Riski harus bolak balik


dari rumah orang tua nya Kerumah mertua nys emang melelahkan


tapi demi si buah dan istri tercinta


rasa lelahnya hilang setelah melihat


Aqira baik'baik saja


waktu persalinan Aqira tinggal satu bulan lagi


semua persiapan sudah hampir selesai


"mas kalau bisa aku mau melahirkan normal"


ucap Aqira mantap


"tapi sayang apa kamu yakini??"


"tentu saja yakin sayang ,"ucap Aqira


di tempat lain


Andere sudah menyewa pengacara hebat


sementara Sandara sema sekali tidak menyadari kalau hidup nya dalam masalah besar seperti biasa Sandara bangun pagi buat sarapan roti bakar kesukaan nya


Sandara sedikit terkejut melihat


Riski dimeja makan


Sandara memutar bola matanya


mencari Aqira dan suami ,


Riski pura pura ikut mencari


apa yang di cari Sandara


"kau sedang mencari siapa? tanya Riski


"Haaa a,aku tidak mencari siapa pun


Heran aja kenapa kamu bisa berada disini


sementara istri mu ada di rumah mu "Jawab Sandara gugup


"aku sengaja nginap disini di suruh papa


menemani kamu ,"


"Oyaaa aku ko tak percaya gitu ya Ama kamu"


"terserah kamu ,mau percaya atau tidak aku hanya akan mendengar kata papa Andere" "terserah kamu lah Riski"ucap Sandara


Sandara sama sekali tidak curiga pada


Riski setelah selesai sarapan


Sandara pamit ingin keluar sebentar


semua yang terjadi di rumah itu Andere sudah tau karena ada kamera di rumah Andere ini , Andere dan Riski selalu berkomunikasi setiap ada kesempatan


bersenang senang lah ,


Sandara besok adalah hari bersejarah dalam hidup mu, batin Riski


seperti biasa setelah Riski menyelesai sarapan nya iya pergi ke kantor


bekerja seperti biasa , dalam perjalanan nya ponsel nya berdering Riski tau siapa yang menelepon nya


"aslamualaikum Papa,"ucap Riski


"waalaikum salam nak," jawab Andere


"ada pa,?"


" hari kamu jangan kekantor temui keluarga mu cerita kan rencana kita ,"


"baik pa," Riski memutar balik kan mobil


kearah rumah Nya riski menemui keluarga besarnya ,


setibanya di rumah Riski memencet bel pintu rumah 🏡 nya


kebetulan yang membuka pintu adalah Rizwan,


"aslamualaikum pa,?"

__ADS_1


"waalaikum salam,"


"kebetulan papa yang buka pintu


besok papa Andere akan melaporkan


Sandara ke polisi👮,"


"Riski , bicaralah ke Sintia , bagaimana pun dia berhak tau tentang hal ini


karna seburuk apa pun Sandara


dia tetap wanita yang melahirkan nya "


"iya pa "


Riski memang akan bicara ke sintia


tapi bukan tentang ibu nya


tapi mengajak nya keluar kota bareng


Aqira ini mengantisipasi


agar Sandara tidak lolos lagi


maaf aku Tia semua ku lakukan untuk melindungi keluarga ku


semoga suatu hari nanti kau memaaf kan ku


Riski membatin,


Riski menarik nafas dalam dalam kemudian


membuang nya perlahan lahan


ia melangkah masuk menuju kamar Aqira


tok tok tok


"sayang buka pintu.?"


"bentar sayang,"jawab Aqira dari dalam yang masih bisa di dengar oleh Riski


Aqira segera membuka pintu nya


"sayang tidak kekantor hari ini ?"


eh di perjalanan tiba tiba teringat


sesuatu jadi nya ngantor disini


aja bareng istri mas tercinta"


"sayang aku mau pergi belanja boleh gak??"


"tentu saja boleh sayang


emang nya mau belanja apa- sih "


"mau beli baju buat calon bayi kita ?


kan sebentar lagi aku lahiran "


"benar kah sayang ,


terimakasih sayang karena


memberikan aku hadiah terindah "


"iya sayang sama sama "


"sayang Gimana kalau kita liburan satu hari


atau dua hari kamu boleh bawa teman


siapa aja yang kamu suka"


"sayang kamu tau aja jalan pikiran ku


aku mangkin cinta sama kamu mas


aku akan membawa Tante Sintia


mas ,"


"maaf kan mas Ra ,bukan maksud


membohongi mu .


tapi ini satu satu nya cara agar Sandara mendapatkan hukuman yang setimpal


kau mungkin bisa memanfaatkan. nya

__ADS_1


tidak dengan ku sayang ,


batin Riski


"mas ,"tegur Aqira ke Riski


sepontan saja Riski kaget


karna dari tadi dia emang termenung gimana kalau sampai Aqira tau kalau sikit banyak nya


dia memanfaatkan


istri nya dan mengelabui Sintia


"sayang kamu kenapa ??


aku lihat seperti ada beban berat "


"tentu saja aku punya beban berat sayang karna saat ini sayang sedang hamil


tidak lama lagi lahiran


dan kamu minta nya normal aku hanya hawatir saja sayang"


"gak usah hawatir sayang aku bukan satu satunya wanita yang melahirkan normal


masih banyak kali


ada ada saja Mas ini "


sebenarnya awal nya itu hanya alasan agar Riski bisa menghindari semua pertanyaan istri nya rupa nya cara ini membuat


dia beneran hawatir sungguh berat cobaan ini hanya untuk menangkap. Sandara


batin Riski


sebenarnya Sintia dan AQira sudah curiga ke Riski kenapa tiba tiba keluar kota di saat dia hamil tua ,"Tante Tia


apa kah Tante juga merasa kan hal sama tentang mas Riski "


"maksud mu ,apa Ra ?"


Sintia bingung dengan pertanyaan Aqira yang mendadak begitu


"Tante,jangan tersinggung Donk


aku nanya apa kah Tante tidak merasakan keanehan ke mas Riski


masa iya ngajak liburan saat perut ku membuncit begini ,"


"oooh kirain"batin Sintia


Sintia pun merasa sangat bersalah keatas Aqira ia mengira dia tau kalau dulu Riski


pernah mencintai nya


kenapa lah aku begitu bodoh ya


"Tante , " iya....,"jawab Sintia sedikit terkejut karna Aqira tiba tiba memegang bahu nya


" apa Tante baik baik saja??"


"iya....,tentu saja, Tante baik sayang ucap Sintia sedikit membohongi Aqira


ya Allah maaf kan lah jika aku salah


aku terpaksa berbohong agar Aqira tidak curiga pada ku batin Sintia


setelah persiapan selesai akhir nya mereka pergi keluar kota bersama


Aqira kelihatan bahagia


tapi berbeda dengan Riski


semoga papa berhasil dalam misi nya ya Allah batin Riski


aku sampai membohongi mereka demi


menangkap Sandara sungguh


aku benci keadaan ini lagi lagi Riski mengumpat dalam hati


'mas....,"


"iya sayang "


"aku haus ,"ucap Aqira


"iya ya kita minggir ya "


perjalanan mereka masih jauh


semoga Andre berhasil menangkap ular berbisa Sandara

__ADS_1


__ADS_2