
waktu terus berlalu Aqira telah kembali
Kerumah Riswan,
dan Riski harus bolak balik
dari rumah orang tua nya Kerumah mertua nys emang melelahkan
tapi demi si buah dan istri tercinta
rasa lelahnya hilang setelah melihat
Aqira baik'baik saja
waktu persalinan Aqira tinggal satu bulan lagi
semua persiapan sudah hampir selesai
"mas kalau bisa aku mau melahirkan normal"
ucap Aqira mantap
"tapi sayang apa kamu yakini??"
"tentu saja yakin sayang ,"ucap Aqira
di tempat lain
Andere sudah menyewa pengacara hebat
sementara Sandara sema sekali tidak menyadari kalau hidup nya dalam masalah besar seperti biasa Sandara bangun pagi buat sarapan roti bakar kesukaan nya
Sandara sedikit terkejut melihat
Riski dimeja makan
Sandara memutar bola matanya
mencari Aqira dan suami ,
Riski pura pura ikut mencari
apa yang di cari Sandara
"kau sedang mencari siapa? tanya Riski
"Haaa a,aku tidak mencari siapa pun
Heran aja kenapa kamu bisa berada disini
sementara istri mu ada di rumah mu "Jawab Sandara gugup
"aku sengaja nginap disini di suruh papa
menemani kamu ,"
"Oyaaa aku ko tak percaya gitu ya Ama kamu"
"terserah kamu ,mau percaya atau tidak aku hanya akan mendengar kata papa Andere" "terserah kamu lah Riski"ucap Sandara
Sandara sama sekali tidak curiga pada
Riski setelah selesai sarapan
Sandara pamit ingin keluar sebentar
semua yang terjadi di rumah itu Andere sudah tau karena ada kamera di rumah Andere ini , Andere dan Riski selalu berkomunikasi setiap ada kesempatan
bersenang senang lah ,
Sandara besok adalah hari bersejarah dalam hidup mu, batin Riski
seperti biasa setelah Riski menyelesai sarapan nya iya pergi ke kantor
bekerja seperti biasa , dalam perjalanan nya ponsel nya berdering Riski tau siapa yang menelepon nya
"aslamualaikum Papa,"ucap Riski
"waalaikum salam nak," jawab Andere
"ada pa,?"
" hari kamu jangan kekantor temui keluarga mu cerita kan rencana kita ,"
"baik pa," Riski memutar balik kan mobil
kearah rumah Nya riski menemui keluarga besarnya ,
setibanya di rumah Riski memencet bel pintu rumah 🏡 nya
kebetulan yang membuka pintu adalah Rizwan,
"aslamualaikum pa,?"
__ADS_1
"waalaikum salam,"
"kebetulan papa yang buka pintu
besok papa Andere akan melaporkan
Sandara ke polisi👮,"
"Riski , bicaralah ke Sintia , bagaimana pun dia berhak tau tentang hal ini
karna seburuk apa pun Sandara
dia tetap wanita yang melahirkan nya "
"iya pa "
Riski memang akan bicara ke sintia
tapi bukan tentang ibu nya
tapi mengajak nya keluar kota bareng
Aqira ini mengantisipasi
agar Sandara tidak lolos lagi
maaf aku Tia semua ku lakukan untuk melindungi keluarga ku
semoga suatu hari nanti kau memaaf kan ku
Riski membatin,
Riski menarik nafas dalam dalam kemudian
membuang nya perlahan lahan
ia melangkah masuk menuju kamar Aqira
tok tok tok
"sayang buka pintu.?"
"bentar sayang,"jawab Aqira dari dalam yang masih bisa di dengar oleh Riski
Aqira segera membuka pintu nya
"sayang tidak kekantor hari ini ?"
eh di perjalanan tiba tiba teringat
sesuatu jadi nya ngantor disini
aja bareng istri mas tercinta"
"sayang aku mau pergi belanja boleh gak??"
"tentu saja boleh sayang
emang nya mau belanja apa- sih "
"mau beli baju buat calon bayi kita ?
kan sebentar lagi aku lahiran "
"benar kah sayang ,
terimakasih sayang karena
memberikan aku hadiah terindah "
"iya sayang sama sama "
"sayang Gimana kalau kita liburan satu hari
atau dua hari kamu boleh bawa teman
siapa aja yang kamu suka"
"sayang kamu tau aja jalan pikiran ku
aku mangkin cinta sama kamu mas
aku akan membawa Tante Sintia
mas ,"
"maaf kan mas Ra ,bukan maksud
membohongi mu .
tapi ini satu satu nya cara agar Sandara mendapatkan hukuman yang setimpal
kau mungkin bisa memanfaatkan. nya
__ADS_1
tidak dengan ku sayang ,
batin Riski
"mas ,"tegur Aqira ke Riski
sepontan saja Riski kaget
karna dari tadi dia emang termenung gimana kalau sampai Aqira tau kalau sikit banyak nya
dia memanfaatkan
istri nya dan mengelabui Sintia
"sayang kamu kenapa ??
aku lihat seperti ada beban berat "
"tentu saja aku punya beban berat sayang karna saat ini sayang sedang hamil
tidak lama lagi lahiran
dan kamu minta nya normal aku hanya hawatir saja sayang"
"gak usah hawatir sayang aku bukan satu satunya wanita yang melahirkan normal
masih banyak kali
ada ada saja Mas ini "
sebenarnya awal nya itu hanya alasan agar Riski bisa menghindari semua pertanyaan istri nya rupa nya cara ini membuat
dia beneran hawatir sungguh berat cobaan ini hanya untuk menangkap. Sandara
batin Riski
sebenarnya Sintia dan AQira sudah curiga ke Riski kenapa tiba tiba keluar kota di saat dia hamil tua ,"Tante Tia
apa kah Tante juga merasa kan hal sama tentang mas Riski "
"maksud mu ,apa Ra ?"
Sintia bingung dengan pertanyaan Aqira yang mendadak begitu
"Tante,jangan tersinggung Donk
aku nanya apa kah Tante tidak merasakan keanehan ke mas Riski
masa iya ngajak liburan saat perut ku membuncit begini ,"
"oooh kirain"batin Sintia
Sintia pun merasa sangat bersalah keatas Aqira ia mengira dia tau kalau dulu Riski
pernah mencintai nya
kenapa lah aku begitu bodoh ya
"Tante , " iya....,"jawab Sintia sedikit terkejut karna Aqira tiba tiba memegang bahu nya
" apa Tante baik baik saja??"
"iya....,tentu saja, Tante baik sayang ucap Sintia sedikit membohongi Aqira
ya Allah maaf kan lah jika aku salah
aku terpaksa berbohong agar Aqira tidak curiga pada ku batin Sintia
setelah persiapan selesai akhir nya mereka pergi keluar kota bersama
Aqira kelihatan bahagia
tapi berbeda dengan Riski
semoga papa berhasil dalam misi nya ya Allah batin Riski
aku sampai membohongi mereka demi
menangkap Sandara sungguh
aku benci keadaan ini lagi lagi Riski mengumpat dalam hati
'mas....,"
"iya sayang "
"aku haus ,"ucap Aqira
"iya ya kita minggir ya "
perjalanan mereka masih jauh
semoga Andre berhasil menangkap ular berbisa Sandara
__ADS_1