Tangisan Seorang Istri

Tangisan Seorang Istri
menyakiti


__ADS_3

riski dan melysa terus berbicara. dari hati ke hati.


tampa mereka sadari


Ada dua pasang mata


yang mengdengar kan.


semua obrolan mereka.


orang tersebut rizwan dan mia.


rizwan dan ibu nya.


saling pandang


mereka tak menyangka


kalau selama ini riski


begitu memperhati kan


ibu sambung nya itu.


ada rasa sakit di dada rizwan


mendengar pengakuan melysa ke riski ,


entah kenapa,


di dalam kehidup nya ini.


dia harus menyakiti dua wanita baik sekaligus,


ada rasa sesak di dada nya,


iya pun mengutuk diri nya sendiri


ya allah.., kau cabut saja


nyawa ku ini .


agar aku tak lagi menyakiti


istri ku,


dulu kau kirim dewi pada ku tapi aku buat dia menangis


lalu sekarang kau kirim


lagi melysa pada ku


hal yang sama pun terjadi


pada nya,


batin iwan dia tidak


mungkin Mengeluar kan


unek unek nya ,


ia juga harus memikir kan kesehatan. ibu nya ,yang sudah.


tidak muda lagi,


sebelum riaski menyadari keberadaan nya. dan mia


ia pura pura mengetuk pintu


tok...,tok..., tok...,


tampa di suruh masuk


riswan dan mia pun masuk


"papa, oma ,"


"ada ma, apa putra mu minta


di beli kan mainan ?"


"iya ni pa,riski minta di belikan boneka barby,"


"mama.....,gak ko pa.ada ada aja mama ni ,"


kalau papa&mama mu gak mau belikan biar oma yang belikan "


"oma..., mama...,sama aja ,


"gak usah di belikan sudah punya ko pintar masak lagi?


"itu lah maksud oma "


ha ha ha ha


semua tertawa dengan bahagia .


kecuali sintia


yang secara tak sengaja mengdengar kan obrolan mereka


"maaf kan ,


mama sandara ya ki"


batin sintia,


keluarga besar dewi sudah menerima undangan


pernikahan riski.


mereka semua berencana menghadiri hari pernikahan


riski cucu satu satu nya


dari putri nya, dewi


"ayah...,apa kah ayah yakin? akan bepergian .


dengan kondisi ayah yang sedang sakit ?"

__ADS_1


"tentu saja yakin ,ayah &ibu harus menghadiri di pesta perkawinan riski ,


dulu ketika putri ku


menikah aku kurang beruntung


hingga tidak bisa menyaksi kan


nya,"


"baik lah ayah ,"


kedua adik dewi tidak bisa membatah lagi


karna apa dia kata kan itu ada benar nya ,


"kita berdoa saja mas agar ayah ,ibu di berikan kesehatan


tidak kuran satu apa pun,


ucap desti ke suami nya


hari hari ,yang di tinggu tunggu ,


telah pun tiba.


pak umar dan keluarga nya. memutus untuk ke kota (D)


seminggu lebih cepat dari hari pernik han riski.


riski ,sengaja menyuruh


kakek nya untuk .


datang lebih awal,


agar riski bisa melepas rindu


pada mereka lebih lama .


riski sudah menyewa kan tempat untuk mereka istrahat


selama mereka di kota D


Sebelum pak umar


meninggal kan kota S


tidak lupa ia nyekar dulu,


ke makam putrinya


mengirimi alfatiha.


serta ayat ayat pendek.lain nya


setelah itu pak umar berdoa


ya.allah ,tenpat kan lah putri di putri ku di sisi mu yang agung,


"riski masih asyik dalam mimpi


nya ketika hp nya bergetar.


aslamualaikum riski ,


Terdengar suara dari sebrang sana


waalaikum salam ,


siapa ni ?


"ini paman ,"


"ya allah ,maaf paman aku lupa"


"tidak apa apa nak"


"kalau gitu..., paman


langsung saja,


ke apartemen yang sudah riski bilang kemarin.


sebentar riski kirim kan


alamat nya"


"iya nak ,"


Riski bangkit dari tempat


tidur nya, membersih kan diri setelah selesei, lalu ia bergegas menuju ,apartemen yang sudah iya sewa selama satu bulan


untuk keluarga mama nya,


agar mereka merasa nyaman


selama di kota D ,


"ini sih bukan apartemen,


ini sih istana riski,


"cantik sekali" ucap johan


riski sengaja menyewa tempat untuk kakek dan nenek nya agar mereka benar benar bisa menikmati nya dengan nyaman,


riski bukan hanya menyewa tempat tinggal tapi juga menyewa beberapa pembantu


untuk keluarga Dewi


"ibu ini sangat mewah


pakai pembantu lagi ," ucap johan ,ke lastri ibu nya,


Bagi mereka.ini biasa saja,


kalau bagi kita ini baru luar biasa buk,!


tidak lama kemudian riski pun tiba di tempat yang sudah

__ADS_1


ia sewa ,


"aslamualakum nek?ucap riski memberi salam


"waalaikum salam cucu ku ,ucap lastri "pada riski


"Apa kabar paman ?


"Alhamdulillah sehat nak hanya kakek mu yang sedikit kurang sehat ,"


"benar kah ,?"


riski menghampiri kakek nya


dan memeriksa keadaan nya


dan ternyata umar beneran sakit ,riski menyaran kan agar


umar di rawat di rumah sakit


tapi umar menolak nya dengan halus ,


"kakek kita rumah sakit ya,?"


"Tidak usah cucu ku


kakek akan baik baik saja sampai hari pernikahan mu,"


"kalau gitu kita pasang infus saja di rumah ya agar nanti


kake bisa bernyayi untuk ku "


umar pintar mengelabui cucu nya dan tak di sangka riski jauh lebih pintar dari nya ,


"Baik lah nak terserah mu saja "


ucap umar pasrah


riski pun menelpon seseorang ,


di sebrang sana entah siapa dia hanya riski yang tau ,


setelah beberapa menit riski kembali menemui keluarga nya.


"Sebentar lagi dokter akan tiba,


paman"


"terimakasih ya nak"


"sama sama paman"


riski kembali mendapat kan telpon dari seseorang


dan kemudian mematikan


telpon nya,dan keluar kearah pintu keluar ,mereka yang ada di situ hanya diam


Menyaksi kan riski sedang sibuk ,dan mereka tidak tau


apa yang sedang riski kerja kan,


10menit sudah berlalu


kini riski kembali membawa


beberapa orang


"Bibik ini semu keluraga ku.


dan ini nenek dan kakek ku. tolong rawat mereka dengan baik,


riski percaya kan mereka berdua pada bibik,


dan kalian berdua


urus rumah dan memasak jika salah satu mereka membutuh kan kalian,


riski harap kamu sudah siap ,


kalian mengerti,"


"iya tun saya mengerti,"


"ya sudah sana mulai lah bekerja ,"


"Riski apa semu ini. tidak


berlebihan nak,?"


ucap umar


"tentu saja tidak kakek,


kake &nenek adalah


tamu riski disini,


jadi sudah tugas tuan rumah untuk melayani tamu nya, senyaman mungkin,


semua fasilitas sudah riski berikan ini tidak ada bandingan nya denang kehadiran kakek sekeluarga ke temapat di dulu mama pernah merajut mimpi mimpi nya untuk membahagia kan kalian


karna mama sudah pergi


riski yang akan mewujut kan impian mama dan kakek tidak usah mikir kan apa apa,


semua ini riski tidak memakai uang papa,


riski pakai uang peninggalan mama ,jadi kakek dan yanf lain


tidak usah hawatir


aman kek aman


he he he,


riski tersenyum bahagia


bisa membuat nenek nya tersenyum,


maaf sahabat dalam beberapa hari tidak up karna kesehatan

__ADS_1


saya sedikit menurun


maaf ya


__ADS_2