
riski dan melysa terus berbicara. dari hati ke hati.
tampa mereka sadari
Ada dua pasang mata
yang mengdengar kan.
semua obrolan mereka.
orang tersebut rizwan dan mia.
rizwan dan ibu nya.
saling pandang
mereka tak menyangka
kalau selama ini riski
begitu memperhati kan
ibu sambung nya itu.
ada rasa sakit di dada rizwan
mendengar pengakuan melysa ke riski ,
entah kenapa,
di dalam kehidup nya ini.
dia harus menyakiti dua wanita baik sekaligus,
ada rasa sesak di dada nya,
iya pun mengutuk diri nya sendiri
ya allah.., kau cabut saja
nyawa ku ini .
agar aku tak lagi menyakiti
istri ku,
dulu kau kirim dewi pada ku tapi aku buat dia menangis
lalu sekarang kau kirim
lagi melysa pada ku
hal yang sama pun terjadi
pada nya,
batin iwan dia tidak
mungkin Mengeluar kan
unek unek nya ,
ia juga harus memikir kan kesehatan. ibu nya ,yang sudah.
tidak muda lagi,
sebelum riaski menyadari keberadaan nya. dan mia
ia pura pura mengetuk pintu
tok...,tok..., tok...,
tampa di suruh masuk
riswan dan mia pun masuk
"papa, oma ,"
"ada ma, apa putra mu minta
di beli kan mainan ?"
"iya ni pa,riski minta di belikan boneka barby,"
"mama.....,gak ko pa.ada ada aja mama ni ,"
kalau papa&mama mu gak mau belikan biar oma yang belikan "
"oma..., mama...,sama aja ,
"gak usah di belikan sudah punya ko pintar masak lagi?
"itu lah maksud oma "
ha ha ha ha
semua tertawa dengan bahagia .
kecuali sintia
yang secara tak sengaja mengdengar kan obrolan mereka
"maaf kan ,
mama sandara ya ki"
batin sintia,
keluarga besar dewi sudah menerima undangan
pernikahan riski.
mereka semua berencana menghadiri hari pernikahan
riski cucu satu satu nya
dari putri nya, dewi
"ayah...,apa kah ayah yakin? akan bepergian .
dengan kondisi ayah yang sedang sakit ?"
__ADS_1
"tentu saja yakin ,ayah &ibu harus menghadiri di pesta perkawinan riski ,
dulu ketika putri ku
menikah aku kurang beruntung
hingga tidak bisa menyaksi kan
nya,"
"baik lah ayah ,"
kedua adik dewi tidak bisa membatah lagi
karna apa dia kata kan itu ada benar nya ,
"kita berdoa saja mas agar ayah ,ibu di berikan kesehatan
tidak kuran satu apa pun,
ucap desti ke suami nya
hari hari ,yang di tinggu tunggu ,
telah pun tiba.
pak umar dan keluarga nya. memutus untuk ke kota (D)
seminggu lebih cepat dari hari pernik han riski.
riski ,sengaja menyuruh
kakek nya untuk .
datang lebih awal,
agar riski bisa melepas rindu
pada mereka lebih lama .
riski sudah menyewa kan tempat untuk mereka istrahat
selama mereka di kota D
Sebelum pak umar
meninggal kan kota S
tidak lupa ia nyekar dulu,
ke makam putrinya
mengirimi alfatiha.
serta ayat ayat pendek.lain nya
setelah itu pak umar berdoa
ya.allah ,tenpat kan lah putri di putri ku di sisi mu yang agung,
"riski masih asyik dalam mimpi
nya ketika hp nya bergetar.
aslamualaikum riski ,
Terdengar suara dari sebrang sana
waalaikum salam ,
siapa ni ?
"ini paman ,"
"ya allah ,maaf paman aku lupa"
"tidak apa apa nak"
"kalau gitu..., paman
langsung saja,
ke apartemen yang sudah riski bilang kemarin.
sebentar riski kirim kan
alamat nya"
"iya nak ,"
Riski bangkit dari tempat
tidur nya, membersih kan diri setelah selesei, lalu ia bergegas menuju ,apartemen yang sudah iya sewa selama satu bulan
untuk keluarga mama nya,
agar mereka merasa nyaman
selama di kota D ,
"ini sih bukan apartemen,
ini sih istana riski,
"cantik sekali" ucap johan
riski sengaja menyewa tempat untuk kakek dan nenek nya agar mereka benar benar bisa menikmati nya dengan nyaman,
riski bukan hanya menyewa tempat tinggal tapi juga menyewa beberapa pembantu
untuk keluarga Dewi
"ibu ini sangat mewah
pakai pembantu lagi ," ucap johan ,ke lastri ibu nya,
Bagi mereka.ini biasa saja,
kalau bagi kita ini baru luar biasa buk,!
tidak lama kemudian riski pun tiba di tempat yang sudah
__ADS_1
ia sewa ,
"aslamualakum nek?ucap riski memberi salam
"waalaikum salam cucu ku ,ucap lastri "pada riski
"Apa kabar paman ?
"Alhamdulillah sehat nak hanya kakek mu yang sedikit kurang sehat ,"
"benar kah ,?"
riski menghampiri kakek nya
dan memeriksa keadaan nya
dan ternyata umar beneran sakit ,riski menyaran kan agar
umar di rawat di rumah sakit
tapi umar menolak nya dengan halus ,
"kakek kita rumah sakit ya,?"
"Tidak usah cucu ku
kakek akan baik baik saja sampai hari pernikahan mu,"
"kalau gitu kita pasang infus saja di rumah ya agar nanti
kake bisa bernyayi untuk ku "
umar pintar mengelabui cucu nya dan tak di sangka riski jauh lebih pintar dari nya ,
"Baik lah nak terserah mu saja "
ucap umar pasrah
riski pun menelpon seseorang ,
di sebrang sana entah siapa dia hanya riski yang tau ,
setelah beberapa menit riski kembali menemui keluarga nya.
"Sebentar lagi dokter akan tiba,
paman"
"terimakasih ya nak"
"sama sama paman"
riski kembali mendapat kan telpon dari seseorang
dan kemudian mematikan
telpon nya,dan keluar kearah pintu keluar ,mereka yang ada di situ hanya diam
Menyaksi kan riski sedang sibuk ,dan mereka tidak tau
apa yang sedang riski kerja kan,
10menit sudah berlalu
kini riski kembali membawa
beberapa orang
"Bibik ini semu keluraga ku.
dan ini nenek dan kakek ku. tolong rawat mereka dengan baik,
riski percaya kan mereka berdua pada bibik,
dan kalian berdua
urus rumah dan memasak jika salah satu mereka membutuh kan kalian,
riski harap kamu sudah siap ,
kalian mengerti,"
"iya tun saya mengerti,"
"ya sudah sana mulai lah bekerja ,"
"Riski apa semu ini. tidak
berlebihan nak,?"
ucap umar
"tentu saja tidak kakek,
kake &nenek adalah
tamu riski disini,
jadi sudah tugas tuan rumah untuk melayani tamu nya, senyaman mungkin,
semua fasilitas sudah riski berikan ini tidak ada bandingan nya denang kehadiran kakek sekeluarga ke temapat di dulu mama pernah merajut mimpi mimpi nya untuk membahagia kan kalian
karna mama sudah pergi
riski yang akan mewujut kan impian mama dan kakek tidak usah mikir kan apa apa,
semua ini riski tidak memakai uang papa,
riski pakai uang peninggalan mama ,jadi kakek dan yanf lain
tidak usah hawatir
aman kek aman
he he he,
riski tersenyum bahagia
bisa membuat nenek nya tersenyum,
maaf sahabat dalam beberapa hari tidak up karna kesehatan
__ADS_1
saya sedikit menurun
maaf ya