
Riski sangat bahagia bisa membahagiakan
kedua keluarga nya ,
melysa seolah menemukan keluarga nya kembali rindu nya ke keluarga nya sedikit berkurang dengan di pertemukan nya kedua orang tu Dewi
begitu juga Rizwan beban di hati nya selama ini sedikit berkurang, dengan meminta maaf
pada mantan mertua nya ,
"Riski kapan kamu akan membawa Aqira ketemu nenek nak ?ucap Lastri
"insya Allah besok nek jika ada waktu,"
ucap Riski ,
hari sudah semangkin siang waktu makan siang hampir habis Rizwan sudah gelisah
karna lapar Riski tau kalau papa nya tidak bisa menahan lapar
"bibik...,apa makan siang nya sudah siap ?
"sudah den!"
"ma..,pa..,kakek, nenek,paman .Tante
waktunya makan siang,"
"iya nak terimakasih,"ucap Desti
"Tante....,"
"iya.. iya..., maaf"
Riski tidak suka kata terimakasih dari
keluarga nya karna apa yang ia lakukan itu ikhlas Tampa pamrih
waktu pun terus berlalu
hari hari bahagia yang di tunggu keluarga besar mereka telah tiba Mia
sangat bahagia bisa bertemu besan, dan Risma sangat bahagia bisa bertemu dengan nenek , kakek nya juga kedua orangtua nya
Sintia sudah bisa menerima keputusan
Riski , untuk menganggap nya Tante ,
Andre menggelar pesta sangat meriah
semua keluarga nya kerabat nya seluruh staf kantor hadir Tampa terkecuali Sandara entah kemana dia di hari istimewa suami nya pun
ia raib bagai di telan bumi,
Sintia dan Aqira pun heran,di tengah manusia Aqira masih sempat menanyakan
ibu sambung nya,
"pa..,di mana Tante sandara ,?"
"tidak usah di pikir kan ,"ucap Andere
hari bahagia Riski dan Aqira pun berakhir
mereka berdua kelihatan nya sudah sangat lelah,para tamu dan kerabat satu persatu
permisi pulang kerumahnya
masing-masing,kini tinggal lah Riski,Aqira di hotel tersebut,,
"sayang mama pulang dulu ",ucap Melysa
selamat bertempur,papa pulang dulu kali ini Rizwan yang pamit sekaligus menggoda putra nya Riski ,di candai hanya
tersenyum, tipis,🌝
karna terlalu lelah akhirnyaa Aqira bejalan duluan Tampa menunggu Riski ,
ia bergegas masuk kamar terus membersihkan diri dan mengganti baju tidur
sementara Riski masih asyik ngobrol dengan teman teman nya
dari awal Aqira sudah tau kalau Riski tidak mencintai nya ,tapi dia juga tidak tau kenapa Riski mau menikahi nya
ah bodoh amat lah yang penting Riski
jadi milikku selamanya batin Aqira ,
Aqira pun tidak berharap banyak pada
pernikahan nya ,maka nya sebelum Riski
__ADS_1
menyuruh nya tidur di sofa
terlebih dulu Aqira berinisiatif
tidur di sofa ,karna memang malam sudah
sangat larut Aqira pun sangat mengantuk
iya mengambil bantal selimut untuk ia pakai di sofa , entah sudah berapa lama Aqira
terti, hingga ia tak menyadari Riski masuk kamar Riski tidak melihat sekeliling nya
karna terlalu gerah Riski pun langsung masuk kamar mandi menbersih kan diri
Riski juga beredar sebentar ,
sejenak iya berfikir .
"aku akan mencintai istri ku sepenuh jiwa ku
tidak akan aku biar kan Aqira menangis seperti mama Dewi dan mama melysa .
tapi Riski ko,tidak melihat Aqira di tempat tidur ,"batin Riski
Riski pun bergegas menyelesaikan mandi nya
lalu iya memastikan keberadaan Aqira yang kini menjadi istri nya ,
Riski Manarik nafas dalam dalam lalu memhbuang nya dan tak lupa
ia mengucap kan
bismillahirrahmanirrahim
semoga saja aku bisa membahagiakan istri ku aminnn,batin Riski
Riski mulai memeriksa tempat tidur, ketika
ia akan menelpon ,tiba tiba mata nya
tertuju di sofa seperti ada sesuatu di sana ,
iya pun bergegas memeriksa nya .
"astagfirullah
Aqira...., kenapa kamu tidur di sofa
Ra...., bangun Ra..., kenapa tidur di sini
tapi yang di bangun kan tak juga bangun
ahkir nya Riski menggendong tubuh kecil Aqira ,dan meletak kan nya di tempat tidur
dan menyelimuti nya ,
Riski pun berbaring di samping Aqira ,
ia pun mulai terlelap dalam tidur nya .
entah siapa yang mulai dan bagaimana
awal nya
Tampa mereka sadari mereka saling berpelukan,azan subuh berkumandang
Aqira bangun lebih awal , betapa terkejutnya
mendapati dirinya sedang memeluk Riski suami nya ,ya Allah kenapa aku disini
batin,Aqira iya menatap Riski penuh kasih
tapi tak berani melakukan lebih,
Aqira berfikir Riski sedang tidur
pelan dia mulai melepaskan pelukan Riski
tapi Riski semangkin memperkuat
pelukan nya
"jangan di lepas Ra biarkan seperti ini sebentar,"ucap Riski
"mas sudah bangun?
"sudah dari tadi "
"maaf mas aku gak sengaja'"
"apa nya yang gak sengaja'?"
__ADS_1
"aku gak sengaja tidur di samping mu
dan memeluk mu dan......!" ucapan nya di gantung Aqira tertunduk malu
"dan apa Ra ?" Riski kembali bertanya,
"dan memandang mu mas,
"emang ada larangan seorang istri memandang suaminya! gak kan ?
Riski ,suami Aqira dan Aqira istrinya Riski
tidak ada yang salah dalam ini kita sama sama sudah halal ,"ucap Riski panjang lebar
"Thank you me dear husband,"
"with.my dear wife"
Riski bener bener membuka hati nya untuk Aqira tapi Riski belum mau menyentuh Aqira
ia ingin mengajak Aqira berbulan madu di tanah kelahirannya ,kota( A)
"sayang waktu subuh sudah hampir habis kita solat yuk mulai sekarang Riski akan menjadi imam mu sampai akhir hayat ku" Amin
ucap Riski lalu mengecup kening Aqira
dan melonggarkan pelukannya
Aqira mandi, setelah semua selesai ia berwudhu , dan memakai mukenah
yang di kasih ke Riski sebagai mas kawin
kini giliran Riski yang mandi
dan bersiap menjadi imam buat istrinya.
hari menunjukkan pukul 10 pagi Riski
belum ada tanda akan keluar dari kamar
Aqira pun tidak bertanya
Aqira tidak tau kalau Riski sudah memesan tiket untuk mereka bulan madu
"sayang.., "iya mas"
"bersiap lah kita akan berangkat satu jam lagi"
"tapi kita mau kemana?"
"nanti kamu juga tau sendiri ko"
ucap Riski cuek
"kira kira aku mau di bawa kemana ya? batin Aqira,
"tiiit.... tiiit suara bel pintu. berbunyi '
seperti nya, ada tamu mas?
ucap Aqira
itu bukan tamu sayang..., tapi jemputan kita
Riski membuka pintu
"sebentar ya pak istri saya sedang bersiap siap dulu,"
"iya tuan"
"sayang apa kita bisa berangkat sekarang?
"iya mas ,aku sudah siap ko,"
"sayang kamu cantik sekali dengan hijab mu "
"apa mas suka ?
"tentu saja mas suka"
"aku sudah memutus kan jika suatu hari nantinya aku menikah aku janji
akan hijrah mas
dan yang boleh melihat diri ku
hanya suami ku,"
"terimakasih ,sayang mas bangga bisa memiliki mu
ayo kita berangkat sayang ,kita akan mencetak gol di sana "
__ADS_1