Tangisan Seorang Istri

Tangisan Seorang Istri
73


__ADS_3

Riski sangat bahagia bisa membahagiakan


kedua keluarga nya ,


melysa seolah menemukan keluarga nya kembali rindu nya ke keluarga nya sedikit berkurang dengan di pertemukan nya kedua orang tu Dewi


begitu juga Rizwan beban di hati nya selama ini sedikit berkurang, dengan meminta maaf


pada mantan mertua nya ,


"Riski kapan kamu akan membawa Aqira ketemu nenek nak ?ucap Lastri


"insya Allah besok nek jika ada waktu,"


ucap Riski ,


hari sudah semangkin siang waktu makan siang hampir habis Rizwan sudah gelisah


karna lapar Riski tau kalau papa nya tidak bisa menahan lapar


"bibik...,apa makan siang nya sudah siap ?


"sudah den!"


"ma..,pa..,kakek, nenek,paman .Tante


waktunya makan siang,"


"iya nak terimakasih,"ucap Desti


"Tante....,"


"iya.. iya..., maaf"


Riski tidak suka kata terimakasih dari


keluarga nya karna apa yang ia lakukan itu ikhlas Tampa pamrih


waktu pun terus berlalu


hari hari bahagia yang di tunggu keluarga besar mereka telah tiba Mia


sangat bahagia bisa bertemu besan, dan Risma sangat bahagia bisa bertemu dengan nenek , kakek nya juga kedua orangtua nya


Sintia sudah bisa menerima keputusan


Riski , untuk menganggap nya Tante ,


Andre menggelar pesta sangat meriah


semua keluarga nya kerabat nya seluruh staf kantor hadir Tampa terkecuali Sandara entah kemana dia di hari istimewa suami nya pun


ia raib bagai di telan bumi,


Sintia dan Aqira pun heran,di tengah manusia Aqira masih sempat menanyakan


ibu sambung nya,


"pa..,di mana Tante sandara ,?"


"tidak usah di pikir kan ,"ucap Andere


hari bahagia Riski dan Aqira pun berakhir


mereka berdua kelihatan nya sudah sangat lelah,para tamu dan kerabat satu persatu


permisi pulang kerumahnya


masing-masing,kini tinggal lah Riski,Aqira di hotel tersebut,,


"sayang mama pulang dulu ",ucap Melysa


selamat bertempur,papa pulang dulu kali ini Rizwan yang pamit sekaligus menggoda putra nya Riski ,di candai hanya


tersenyum, tipis,🌝


karna terlalu lelah akhirnyaa Aqira bejalan duluan Tampa menunggu Riski ,


ia bergegas masuk kamar terus membersihkan diri dan mengganti baju tidur


sementara Riski masih asyik ngobrol dengan teman teman nya


dari awal Aqira sudah tau kalau Riski tidak mencintai nya ,tapi dia juga tidak tau kenapa Riski mau menikahi nya


ah bodoh amat lah yang penting Riski


jadi milikku selamanya batin Aqira ,


Aqira pun tidak berharap banyak pada


pernikahan nya ,maka nya sebelum Riski

__ADS_1


menyuruh nya tidur di sofa


terlebih dulu Aqira berinisiatif


tidur di sofa ,karna memang malam sudah


sangat larut Aqira pun sangat mengantuk


iya mengambil bantal selimut untuk ia pakai di sofa , entah sudah berapa lama Aqira


terti, hingga ia tak menyadari Riski masuk kamar Riski tidak melihat sekeliling nya


karna terlalu gerah Riski pun langsung masuk kamar mandi menbersih kan diri


Riski juga beredar sebentar ,


sejenak iya berfikir .


"aku akan mencintai istri ku sepenuh jiwa ku


tidak akan aku biar kan Aqira menangis seperti mama Dewi dan mama melysa .


tapi Riski ko,tidak melihat Aqira di tempat tidur ,"batin Riski


Riski pun bergegas menyelesaikan mandi nya


lalu iya memastikan keberadaan Aqira yang kini menjadi istri nya ,


Riski Manarik nafas dalam dalam lalu memhbuang nya dan tak lupa


ia mengucap kan


bismillahirrahmanirrahim


semoga saja aku bisa membahagiakan istri ku aminnn,batin Riski


Riski mulai memeriksa tempat tidur, ketika


ia akan menelpon ,tiba tiba mata nya


tertuju di sofa seperti ada sesuatu di sana ,


iya pun bergegas memeriksa nya .


"astagfirullah


Aqira...., kenapa kamu tidur di sofa


Ra...., bangun Ra..., kenapa tidur di sini


tapi yang di bangun kan tak juga bangun


ahkir nya Riski menggendong tubuh kecil Aqira ,dan meletak kan nya di tempat tidur


dan menyelimuti nya ,


Riski pun berbaring di samping Aqira ,


ia pun mulai terlelap dalam tidur nya .


entah siapa yang mulai dan bagaimana


awal nya


Tampa mereka sadari mereka saling berpelukan,azan subuh berkumandang


Aqira bangun lebih awal , betapa terkejutnya


mendapati dirinya sedang memeluk Riski suami nya ,ya Allah kenapa aku disini


batin,Aqira iya menatap Riski penuh kasih


tapi tak berani melakukan lebih,


Aqira berfikir Riski sedang tidur


pelan dia mulai melepaskan pelukan Riski


tapi Riski semangkin memperkuat


pelukan nya


"jangan di lepas Ra biarkan seperti ini sebentar,"ucap Riski


"mas sudah bangun?


"sudah dari tadi "


"maaf mas aku gak sengaja'"


"apa nya yang gak sengaja'?"

__ADS_1


"aku gak sengaja tidur di samping mu


dan memeluk mu dan......!" ucapan nya di gantung Aqira tertunduk malu


"dan apa Ra ?" Riski kembali bertanya,


"dan memandang mu mas,


"emang ada larangan seorang istri memandang suaminya! gak kan ?


Riski ,suami Aqira dan Aqira istrinya Riski


tidak ada yang salah dalam ini kita sama sama sudah halal ,"ucap Riski panjang lebar


"Thank you me dear husband,"


"with.my dear wife"


Riski bener bener membuka hati nya untuk Aqira tapi Riski belum mau menyentuh Aqira


ia ingin mengajak Aqira berbulan madu di tanah kelahirannya ,kota( A)


"sayang waktu subuh sudah hampir habis kita solat yuk mulai sekarang Riski akan menjadi imam mu sampai akhir hayat ku" Amin


ucap Riski lalu mengecup kening Aqira


dan melonggarkan pelukannya


Aqira mandi, setelah semua selesai ia berwudhu , dan memakai mukenah


yang di kasih ke Riski sebagai mas kawin


kini giliran Riski yang mandi


dan bersiap menjadi imam buat istrinya.


hari menunjukkan pukul 10 pagi Riski


belum ada tanda akan keluar dari kamar


Aqira pun tidak bertanya


Aqira tidak tau kalau Riski sudah memesan tiket untuk mereka bulan madu


"sayang.., "iya mas"


"bersiap lah kita akan berangkat satu jam lagi"


"tapi kita mau kemana?"


"nanti kamu juga tau sendiri ko"


ucap Riski cuek


"kira kira aku mau di bawa kemana ya? batin Aqira,


"tiiit.... tiiit suara bel pintu. berbunyi '


seperti nya, ada tamu mas?


ucap Aqira


itu bukan tamu sayang..., tapi jemputan kita


Riski membuka pintu


"sebentar ya pak istri saya sedang bersiap siap dulu,"


"iya tuan"


"sayang apa kita bisa berangkat sekarang?


"iya mas ,aku sudah siap ko,"


"sayang kamu cantik sekali dengan hijab mu "


"apa mas suka ?


"tentu saja mas suka"


"aku sudah memutus kan jika suatu hari nantinya aku menikah aku janji


akan hijrah mas


dan yang boleh melihat diri ku


hanya suami ku,"


"terimakasih ,sayang mas bangga bisa memiliki mu


ayo kita berangkat sayang ,kita akan mencetak gol di sana "

__ADS_1


__ADS_2