
Di kantor adere
semenjak kepergian istri tercinta andere 15 tahun lalu,
hidup nya hanya untuk putri nya aqira,
pernikahan nya dengan sandara bukan karna andere mencintai nya tapi karna
di jebak oleh sandara
yang ketika itu andere mabuk beret, dan ketika sadar dia sudah berada di satu kamar hotel, dengan seorang wanita
Tampa busana,
andere sangat menyesali perbuatan nya,
ia berulang kali minta maaf
tapi sandara hanya menangis
tampa bicara
andere semangkin panik
sehingga ia tidak memperduli
diri nya yang tak berpakaian
di saat itu lah andere di jebak dengan orang suruhan sandara
mereka menggedor pintu kamar sandara.
dan memaksa nya menikahi sandara
kelicikan sandara tak kan pernah berubah,
air mata andere menetes
mengingat semua yang terjadi
sekarang aku harus membawa putri ku kembali kerumah
bagaimana pun cara nya, batin andere,
"keristina.., kau hendel semua urusan kantor,
aku merasa lelah aku mau ]) dulu, kalau ada apa apa call my"
"baik pak ,apa perlu aku panggil
kan pak sukri untuk mengantar
bapak pulang," ucap keristina
"tidak usah. saya bisa sendiri
ko, "
andere pun bergegas meninggal kan kantor dan menuju apartemen putri nya
tapi sesampai nya dia
di apartemen aqira
andere kemnali kecewa
karna orang yang ingin
ia temui ternyata tidak berada di tempat nya,
andere merogoh kantong nya lalu mengambil hp
dan memcari nama yang dilayar hp nya di beri nama
putri sayang,
setelah mencoba beberapa
kali akhirnya
aqira menjawab panggilan
ayah nya
"Aslamualaikum, papa,
"waalaikumsalam sayang "
?ada apa papa. ?
tidak apa apa sayang, papa hanya ingin mendengar kan suara mu, "
"iiiih..., papa ni kirain ada apa ,
jangan hawatir papa. aqira akan selalu ada buat.papa
sampai kapan pun,"ucap aqira
"terimakasih sayang "
"oia pa aqira di rumah. papa
sekarang"
"benar kah sayang ?"
benar pa.., kalau gak percaya kita vc yan '
baru saja aqira mengalih kan
mode dari panggilan telpon ke vedio cll,
bulum sempat ngomong
andere sudah memati kan hp
dan pergi meninggal kan
apartemen putri
dan melaju kan mobil nya kearah rumah,
setelah 15 menit akhirnya
andere pun tiba di kediaman nya, dan aqira
seperti nya sudah tau
kalau papa nya akan segera
pulang,
__ADS_1
aqira pun meninggal kan, kamar nya .
aqira menunggu andere di depan pintu,
dari jauh andere sudah melihat putri nya berdiri menunggu kehadiran nya,
sama seperti yang di lakukan
almarhum istri nya dulu
sekilas andere
seakan. melihat istri nya,
kemudian andere cepat menyadari kalau dia sedang
ber.halusinasi,
"aqira kenapa gak ngabari papa
kalau mau kemari,?"
"rencana sih mau buat kejutan
buat papa,"
"Hmmmm, hal seperti ini lah,
yang selalu papa rindu kan
dari mu nak, "
andere menarik lengan putri nya dan memeluk nya
"papa...,kanapa ni,?"
"tidak....., sayang tidak apa apa
biar kan papa memeluk mu sebentar,"
"iya..., pa, baik lah"
andere melepas kan pelukan
nya, dan membawa putri nya duduk di sofa ruang tamu,
lalu andere memutar bola mata nya kesana kemari
seakan dia memcari sesuatu,
aqira mengekori arah pandangada andere,
"pa.., lagi nyariin siapa sih?"
"papa lagi nyari sandara"
"ooo.., dia keluar.
seperti membawa kopor gitu! "masa sih"
"bik..., bik..., iya tuan
apa sandara mengatakan sesuatu pada mu?"
"tidak tuan "
"pa,bukan nya rumah ini di lengkapi cctv ya,"
"pa.., apa kah menurut papa.
dia akan mencuri sesuatu
yang berharga? "
"tidak sayang "
kalau gitu biar kan saja
sebaik nya papa...,
membantu ku memberes kan kamar ku ,
aku akan tinggal bareng papa, "
oooyaa....., terimakasih sayang
papa senang sekali ,"
"terimakasih nya nanti saja .
setelah kamar ku rapi ,
"aqira apa persiapan pernikahan mu sudah selesai?
"sudah pa,"
"sebentar sayang, papa ke atas dulu ,"
"mau ngapain?
" mau ganti baju sayang, "
aqira tidak tau kalau andere
menelpon riski,
menyuruh nya untuk datang
makan siang
sekalian buat kejutan untuk putri nya tercinta,
setelah Suara telpon tersambung
"hello om, ehh papa,
maaf belum terbiasa,"
"tidak apa apa nak,riski
apa kah kau sibuk hari ini?
"seperti nya tidak pa,
ada yang bisa riski bantu."
"datang lah kerumah papa
kita makan siang
sama sama ,kalau riski
__ADS_1
tidak keberatan, papa, tunggu"
"iya pa"
bercakapan pun terhenti,
sebenar nya riski ingin
menolak nya ,
tapi entah kenapa riski selalu
merasa kasihan dengan andere,
mungkin andere berhasil dalam bisnis tapi gagal dalam meraih ke bahagiaan
begitu juga riswan
berhasil dalam besnis tapi gagal dalam cinta,
semua sudah di atur oleh sang pencipta alam semesta,
setelah riski berpakaian
rapi, dia pun siap berangkat
mia melihat nya,
dan menyapa cucu nya
"rapi sekali mau kemana?
"mau makan siang oma,"
"sama aqira"
"iya oma"
"sampai kan salam ,sayang oma ke dia ,kata kan oma merindu kan nya "
"insya allah oma,riski pamit oma, "
"iya sayang hati hati"
di kediaman aqira
satu persatu aqira menurun kan poster poster yang gak penting
lagi bagi nya ,
iya membersih kan
lalu merapi kan di dalam boks
tempat penyimpanan barang kesayangan nya setelah hampir selesai, tiba tiba,
bel pintu berbunyi
"aku yakin pasti
nenek sihir ya pulang males banget"
karna aqira mikir nya sandara
yang pulang maka nya dia bukan nya membuka pintu malah mengunci pintu kamar nya rapat rapat, pembatu rumah yang mendengar
bel pintu berbunyi bergegas
membuka nya,
pembatu nya juga mengira kalau yang datang itu ada lah
sandara,
tapi setelah bibik membuka pintu ternyata calon menantu
rumah ini
"silah kan masuk tuan.
saya akan memanggil nona"
"tidak usah bik,, biar riski aja "
"baik tuan saya permisi kebelakang, "
"iya..., bik silah kan,"
riski mengetuk pintu aqira,
dengan pelan, yaris tak terdengar,
lagi lagi aqira salah soal ketekan pintu,tadi ia mengira sandara yang pulang,
sekarang ia mengira andera yang mengetuk pintu kamar nya,
"sebentar pa, "
tapi pintu terus saja di ketuk.
karna merasa kesal aqira pun membuka pintu,
betapa terkejut nya aqira siapa yang mengetuk pintu dari tadi,
"ya allah, riski, kenapa gak nelpon dulu "
"kejutan....."
suara andere dari belakang
^^^sayang..., ganti pakaian mu .aqira sangat malu melihat pakaian yang sangat minim^^^
ia pun bergegas menyuruh
kedua orang yang sangat ia cintai itu ,keluar
riski dan andere keluar dari kamar. aqira,
andere &riski pergi dari kamar aqira dan duduk di meja makan, bersama andere sambil menuggu aqira keluar,
"pa..,riski boleh bertanya hal peribadi gak?
"tentu saja boleh nak
apa yang ingini kau tanya kan"
"kalau selama ini aqira tinggal di apartemen nya,
lalu papa tinggal sama siapa di rumah sebesar ini,?...."
......
__ADS_1