Tangisan Seorang Istri

Tangisan Seorang Istri
76


__ADS_3

hari hari berlalu begitu cepat tanpa terasa Riski menikah sudah setahun


dan tidak lama lagi dia memiliki keturunan


saat yang bersamaan


kabar yang sangat tidak diinginkan


terjadi di keluarga baru Riski


yaa saat itu Sandara mama tiri Aqila kembali Kerumah setelah sekian lama


Riski sangat kecewa,


"sayang kenapa selama ini,


kau tak pernah bilang,


kalau Sandara ada lah mama tiri kamu,"


"karna bagi ku itu tidak penting


sayang "ucap Aqila pada Riski


"mungkin bagi mu ini tidak penting


tapi bagi ku ini penting sayang "ucap Rp Riski


dengan suara meninggi


"maksud mu dia "


"Aqira tidak seperti yang kau pikirkan"


"lalu apa yang kamu pikirkan?"


"dia itu wanita yang menghancur kan keluarga


Oma dan membuat Oma kehilangan suami nya untuk selamanya" ucap Riski


sedih


"ternyata dunia ini sempit mas


aku juga mengalami nasib yang sama


dia lah wanita yang membunuh mama ku


lalu ia menikah dengan papa"


"Apaaaaa...,Ra kau pasti bohong kan nak?


ucap Andere dari belakang mereka


Aqira dan Riski sama sama terkejut


melihat Andere berdiri di belakang nya


"maaf kan Qira pa,"


"tidak Qira papa bener kecewa sama kamu


selama bertahun-tahun papa mencari siapa yang tega menabrak mama


tapi sampai sekarang belum juga


ketahuan dan ternyata


dia berlindung di rumah ku di kamar ku


bahkan tidur dengan ku


menjijikkan,


papa mau kau yang akan menjadi saksi


nanti nya' aku akan melaporkan nya kepolisi


aku akan membuka kasus ini kembali"


"aku setuju pa...,"ucap Riski


"tunggu pa...,bukan nya selama ini


papa mencintai Sandara ???


"kata siapa,?


"ya.., Aqira pikir papa mencintai nya maka nya


aku rahasia kan


aku gak mau papa sedih jika tau kalau dialah


wanita yang menabrak mama "


"papa menikahi nya karna


menurut nya papa menodai nya "


"oh astaga pa..., itu fitnah,


dulu kakek mengalami hal yang sama


ucap riski


"benar kah"


"iya pa...,sebaiknya papa pergi keluar kota


dengan alasan ada urusan kantor


bersikap lah seperti biasa


agar dia tidak curiga pa"

__ADS_1


"kau benar Riski"


Riski dan andere meninggalkan


Aqira sendiri di kamar,


sebenarnya di mana salah ku,


aku merahasiakan kebenaran Sandara


karna aku pikir papa memang menikahi nya karna cinta,


mana aku tau kalau


papa di jebak,


Aqira terus membatin


Riski kembali ke kediaman Rizwan


untuk mengabarkan bahwa Sanya Sandara


akan di laporkan ke polisi,


sementara Andere


dengan sejuta benci marah menjadi satu


berusaha untuk tetap tenang


agar Sandara si pembunuhan sang istri


tidak curiga pada nya


Andre pamit lewat hp doank


agar tidak bertatap muka,


sementara Sandara sama sekali tidak


curiga, dia tersenyum puas


dia yakin sekali bahwa Andere kembali


jatuh di pelukan nya


sedikit pun dia tidak curiga


pada Andre lagian Sandara juga tidak tau


kalo menantu suami nya ada lah cucu kandung Hendrawan


"Qira tegur" Sandara


Aqira melihat ke arah suara tersebut


"ngapain kmu kembali kesini


bukan kah sudah lama kau meninggalkan


papa ??


"kurang ajar jangan mimpi kamu


bisa dapat kan uang papa lagi "


"apa yang akan kamu lakukan


kau akan mengusir ku


tidak semudah itu Qira"ucap Sandara


sambil berlalu dari hadapan AQira


AQira semangkin kesal


karna terlalu setres dia pun mengalami kram


dan merasakan sakit luar biasa


dia ingin menelpon Riski tapi


takut gak di anggap


sementara perut' nya Semangkin sakit


dia pun menelepon Sintia


kediaman Rizwan


Sintia masih tetap di rumah 🏡🏡


Mia, dia berjanji akan menjaga Mia sampai akhir hayat nya,


itu bentuk rasa berterimakasih nya pada keluarga Hendrawan


"ma..., tidak lama lagi ,mama dapat cicit dari Riski saat ini AQira sedang hamil"


ucap Sintia pada Mia


"iya kau benar dan kmu jadi Oma muda "


ha ha ha mereka asik bercanda sehingga tak menyadari ada beberapa panggilan tak terjawab dari Aqira


"Tia...Tia..., dari tadi hp mu berdering


diangkat dulu siapa tau penting" ucap melisa


"iya mbak makasih "


betapa terkejut nya Sintia melihat siapa yang


menelepon berulang kali


Sintia pun menelpon kembali

__ADS_1


tersambung batin Sintia


hello Qira kamu kenapa


ucap Sintia setelah Nada dering tersambung


iya Tante perut ku keram tolong aku


tapi dimana ...,


belum sempat menjawab AQira sudah pingsan duluan


dan tidak ada jawaban lagi dari sebrang sana


Sintia semangkin panik tapi dia masih bisa tenang karena mengingat kondisi. Mama Mia


yang kurang sehat akhir akhir ini


"Mbak Lisa


aku mau keluar sebentar


ada teman yang sakit mbak "ucap Sintia pada melysa berbohong


"iya hati hati Tia cepat kembali ya "


"iya mbak "


Sintia mengeluarkan mobil


milik nya hadiah ulang tahun nya dari Mia .


iya selalu menyamar kalo Kerumah Sandara


maka nya sampai sekarang Sandara tidak tau


kalo yang sering berkunjung kerumah itu adalah Fadilah putri nya


setelah 30 menit akhirnya sampai lh Sintia di rumah Aqira


Sintia pun mulai memencet bel pintu


tidak lama seorang pembantu membuka kan pintu ,


"silahkan, non sudah di tunggu di kamar non Qira" ucap pembantu tersebut


iya buk makasih


di bantu dengan bibik Sintia


menuju kamar Aqira dan betapa terkejutnya


Sintia melihat kondisi AQira mengerang


kesakisakitan dan Tampa pikir panjang dia memapah AQira keluar kamar di bantu bibik


dan tiba tiba si licik Sandara keluar juga


dari kamar


dan berkata" kenapa kamu ?


mau nyusul ibu mu?


cepat banget gak sekalian tu nunggu papa kamu "Sintia ingin membalas nya tapi Aqira melarang nya dengan menarik Sintia .


"udah Tante biar kan saja aku sudah biasa di gitukan" ucap Aqira lemas


ya Allah ibu macam apa yang berikan pada ku


sehingga dia tidak punya hati


aku benar benar malu ya Allah


aku mohon ke pada mu berikan hidayah mu pada nya Aminn,Sintia terus membatin


dan berdoa agar ibu sadar


di mobil iya hanya diam saja begitu juga Aqira


Sintia juga tidak bertanya kemana Riski


Tampa mereka sadari tiba lah mereka di rumah sakit'


karna memang sudah ada janji


dengan dokter keluarga Andere


maka nya gak banyak perosudr yang harus mereka lalui Sintia dan AQira sudah di sambut dengan hangat oleh tim medis lain nya ,


"siang dokter "sapa Sintia


siang silahkan anda tunggu di luar


baik dokter


karna. hawatir keadaan Aqira Sintia menghubungi melysa


"halo.., mbak bisa Kerumah sakit sekarang


tapi jangan kasih tau mama entar dia stres lagi kalo bisa sama mas Rizwan ,


Tampa basa basi dia ngomong Tampa Jedah


membuat melysa bingung kaget


bercampur jadi satu


dan Tampa pikir panjang melysa pun menghungi suami nya


setelah menerima pesan singkat dari Sintia melysa buru buru pergi Tampa pamit


maaf semua dalam beberapa Minggu ini


aku up karna kurang sehat

__ADS_1


maaf ya


insyaallah kini aku akan berusaha lebih baik lagi


__ADS_2