
hari hari berlalu begitu cepat tanpa terasa Riski menikah sudah setahun
dan tidak lama lagi dia memiliki keturunan
saat yang bersamaan
kabar yang sangat tidak diinginkan
terjadi di keluarga baru Riski
yaa saat itu Sandara mama tiri Aqila kembali Kerumah setelah sekian lama
Riski sangat kecewa,
"sayang kenapa selama ini,
kau tak pernah bilang,
kalau Sandara ada lah mama tiri kamu,"
"karna bagi ku itu tidak penting
sayang "ucap Aqila pada Riski
"mungkin bagi mu ini tidak penting
tapi bagi ku ini penting sayang "ucap Rp Riski
dengan suara meninggi
"maksud mu dia "
"Aqira tidak seperti yang kau pikirkan"
"lalu apa yang kamu pikirkan?"
"dia itu wanita yang menghancur kan keluarga
Oma dan membuat Oma kehilangan suami nya untuk selamanya" ucap Riski
sedih
"ternyata dunia ini sempit mas
aku juga mengalami nasib yang sama
dia lah wanita yang membunuh mama ku
lalu ia menikah dengan papa"
"Apaaaaa...,Ra kau pasti bohong kan nak?
ucap Andere dari belakang mereka
Aqira dan Riski sama sama terkejut
melihat Andere berdiri di belakang nya
"maaf kan Qira pa,"
"tidak Qira papa bener kecewa sama kamu
selama bertahun-tahun papa mencari siapa yang tega menabrak mama
tapi sampai sekarang belum juga
ketahuan dan ternyata
dia berlindung di rumah ku di kamar ku
bahkan tidur dengan ku
menjijikkan,
papa mau kau yang akan menjadi saksi
nanti nya' aku akan melaporkan nya kepolisi
aku akan membuka kasus ini kembali"
"aku setuju pa...,"ucap Riski
"tunggu pa...,bukan nya selama ini
papa mencintai Sandara ???
"kata siapa,?
"ya.., Aqira pikir papa mencintai nya maka nya
aku rahasia kan
aku gak mau papa sedih jika tau kalau dialah
wanita yang menabrak mama "
"papa menikahi nya karna
menurut nya papa menodai nya "
"oh astaga pa..., itu fitnah,
dulu kakek mengalami hal yang sama
ucap riski
"benar kah"
"iya pa...,sebaiknya papa pergi keluar kota
dengan alasan ada urusan kantor
bersikap lah seperti biasa
agar dia tidak curiga pa"
__ADS_1
"kau benar Riski"
Riski dan andere meninggalkan
Aqira sendiri di kamar,
sebenarnya di mana salah ku,
aku merahasiakan kebenaran Sandara
karna aku pikir papa memang menikahi nya karna cinta,
mana aku tau kalau
papa di jebak,
Aqira terus membatin
Riski kembali ke kediaman Rizwan
untuk mengabarkan bahwa Sanya Sandara
akan di laporkan ke polisi,
sementara Andere
dengan sejuta benci marah menjadi satu
berusaha untuk tetap tenang
agar Sandara si pembunuhan sang istri
tidak curiga pada nya
Andre pamit lewat hp doank
agar tidak bertatap muka,
sementara Sandara sama sekali tidak
curiga, dia tersenyum puas
dia yakin sekali bahwa Andere kembali
jatuh di pelukan nya
sedikit pun dia tidak curiga
pada Andre lagian Sandara juga tidak tau
kalo menantu suami nya ada lah cucu kandung Hendrawan
"Qira tegur" Sandara
Aqira melihat ke arah suara tersebut
"ngapain kmu kembali kesini
bukan kah sudah lama kau meninggalkan
papa ??
"kurang ajar jangan mimpi kamu
bisa dapat kan uang papa lagi "
"apa yang akan kamu lakukan
kau akan mengusir ku
tidak semudah itu Qira"ucap Sandara
sambil berlalu dari hadapan AQira
AQira semangkin kesal
karna terlalu setres dia pun mengalami kram
dan merasakan sakit luar biasa
dia ingin menelpon Riski tapi
takut gak di anggap
sementara perut' nya Semangkin sakit
dia pun menelepon Sintia
kediaman Rizwan
Sintia masih tetap di rumah 🏡🏡
Mia, dia berjanji akan menjaga Mia sampai akhir hayat nya,
itu bentuk rasa berterimakasih nya pada keluarga Hendrawan
"ma..., tidak lama lagi ,mama dapat cicit dari Riski saat ini AQira sedang hamil"
ucap Sintia pada Mia
"iya kau benar dan kmu jadi Oma muda "
ha ha ha mereka asik bercanda sehingga tak menyadari ada beberapa panggilan tak terjawab dari Aqira
"Tia...Tia..., dari tadi hp mu berdering
diangkat dulu siapa tau penting" ucap melisa
"iya mbak makasih "
betapa terkejut nya Sintia melihat siapa yang
menelepon berulang kali
Sintia pun menelpon kembali
__ADS_1
tersambung batin Sintia
hello Qira kamu kenapa
ucap Sintia setelah Nada dering tersambung
iya Tante perut ku keram tolong aku
tapi dimana ...,
belum sempat menjawab AQira sudah pingsan duluan
dan tidak ada jawaban lagi dari sebrang sana
Sintia semangkin panik tapi dia masih bisa tenang karena mengingat kondisi. Mama Mia
yang kurang sehat akhir akhir ini
"Mbak Lisa
aku mau keluar sebentar
ada teman yang sakit mbak "ucap Sintia pada melysa berbohong
"iya hati hati Tia cepat kembali ya "
"iya mbak "
Sintia mengeluarkan mobil
milik nya hadiah ulang tahun nya dari Mia .
iya selalu menyamar kalo Kerumah Sandara
maka nya sampai sekarang Sandara tidak tau
kalo yang sering berkunjung kerumah itu adalah Fadilah putri nya
setelah 30 menit akhirnya sampai lh Sintia di rumah Aqira
Sintia pun mulai memencet bel pintu
tidak lama seorang pembantu membuka kan pintu ,
"silahkan, non sudah di tunggu di kamar non Qira" ucap pembantu tersebut
iya buk makasih
di bantu dengan bibik Sintia
menuju kamar Aqira dan betapa terkejutnya
Sintia melihat kondisi AQira mengerang
kesakisakitan dan Tampa pikir panjang dia memapah AQira keluar kamar di bantu bibik
dan tiba tiba si licik Sandara keluar juga
dari kamar
dan berkata" kenapa kamu ?
mau nyusul ibu mu?
cepat banget gak sekalian tu nunggu papa kamu "Sintia ingin membalas nya tapi Aqira melarang nya dengan menarik Sintia .
"udah Tante biar kan saja aku sudah biasa di gitukan" ucap Aqira lemas
ya Allah ibu macam apa yang berikan pada ku
sehingga dia tidak punya hati
aku benar benar malu ya Allah
aku mohon ke pada mu berikan hidayah mu pada nya Aminn,Sintia terus membatin
dan berdoa agar ibu sadar
di mobil iya hanya diam saja begitu juga Aqira
Sintia juga tidak bertanya kemana Riski
Tampa mereka sadari tiba lah mereka di rumah sakit'
karna memang sudah ada janji
dengan dokter keluarga Andere
maka nya gak banyak perosudr yang harus mereka lalui Sintia dan AQira sudah di sambut dengan hangat oleh tim medis lain nya ,
"siang dokter "sapa Sintia
siang silahkan anda tunggu di luar
baik dokter
karna. hawatir keadaan Aqira Sintia menghubungi melysa
"halo.., mbak bisa Kerumah sakit sekarang
tapi jangan kasih tau mama entar dia stres lagi kalo bisa sama mas Rizwan ,
Tampa basa basi dia ngomong Tampa Jedah
membuat melysa bingung kaget
bercampur jadi satu
dan Tampa pikir panjang melysa pun menghungi suami nya
setelah menerima pesan singkat dari Sintia melysa buru buru pergi Tampa pamit
maaf semua dalam beberapa Minggu ini
aku up karna kurang sehat
__ADS_1
maaf ya
insyaallah kini aku akan berusaha lebih baik lagi