
hari hari begitu cepat berlalu.
sudah satu bulan risma di kediaman rizwan,
dan memang sudah seharus nya dia kembali kekota (S).
semua barang barang nya sudah di peking .
hanya tinggal berangkat saja.
sedang kan mia tak rela kalau
risma akan kembali
ke keluarga nya .
mia sudah menelpon keluarga
lastri.
tapi mereka meminta
risma pulang dulu
dan mia menyetujui nya.
sedang kan riski masih kelihatan sedih
karna sampai saat ini dia belum bertemu aqira
dia juga belum bisa minta maaf,
sementara sintia tidak berani
mendekati riski walau pun dia sangat mengingin kan nya
sintia saling pandang melihat ekspresi riski yang selalu
tegang,
"selamat pagi kak.?
"pagi qira, "
"kak riski ini aku risma "
"oia maaf dek habis nya
kakak bingung mau ngapain .
sudah satu minggu qira
pergi dia, juga gak kelihatan, di kampus entah kemana
dia pergi,?
"dia keluar negeri bersama
kelurga nya !ucap sintia
"dari mana kamu tau "
"kemarin pas dia mau pulang .
dia bilang ke kita.
kalau dalam
beberapa minggu ini
dia akan
keluar negeri ,"
"kenapa gak bilang sih
dari kemarin "
"apa kamu pernah bertanya
gak kan ?"
"kamu kenapa sih ki ,
semenjak kamu kenal dia.
kamu itu berubah total,
aku seperti tak mengenal mu"
"kamu tidak usah mengenal ku"
"iki...,"berhenti memanggil ku dengan sebetan itu.
aku gak suka,"
dengar aqira itu.....,ucapan sintia terhenti di situ dia
gak mungkin mengatakan
yang sebenar nya
"kenapa kau berhenti,
ayo terus kan aqira itu kenapa?
"aqira itu kan anak orang kaya?
keluarga nya pasti punya
pilihan yang sederajat dengan mereka ,iya kan?
riski terdiam sesaat
"tidak guna nya berdebat dengan dia
karna dia juga tidak tau kenapa
riski mencari nya "
bokeh aku menanya kan sesuatu kak?
"boleh kamu tanya apa,"
"apakah kakak memcintai aqira?
karna riski terlalu kesal dengan
sintia riski pun
menjawab tampa ragu
"iya.., kakak sangat
mencintai nya,
bahkan kakak akan menikahi nya tahun depan"
"secepat itu "
ucap sintia .tampa sadar,
"benar kah kau akan menikah tahun depan ,nak ucap mia dari belakang
sekali lagi riski terjebak dengan perkataan nya sendiri
dia semangkin membenci
sintia
gara gara dia riski harus
terjebak di dalam cinta palsu ini
"risma besok kakak akan mengantar kan mu pulang "
"baik kak"
oma aku permisi dulu mau kekantor nya papa
mia memperhatikan
putra sambung nya dari atas
dia dapat merasa kan
kalau putra nya itu sedang
gelisah
"biar kan dia tenang dulu nanti baru aku ajak bicara
aku yakin ada sesuatu yang di rahsia kan nya dari kami,batin mellysa
__ADS_1
"di apartemen
riski tidak ke kantor rizwan tapi dia ke apartemen nya.
sampai saat ini tidak ada yang tau kalau riski punya apartemen sendiri
hanya dewa dan aqira yang tau,
riski selalu menghabis kan waktu nya sendiri di apartemen nya jika dia sedang kesal,
hari semangkin sore tapi riski belum juga pulang,
kerumah besar .
itu membuat mellysa hawatir
"jangan hawatir ma, biar kan dia sendiri dulu
"mbak.., apa riski sudah pulang ?ucap sintia
"belum tia...,
" oma memanggil nya dari tadi,
"kenapa oma memcari nya tia?
"gak tau mbak
mungkin ada sesuatu yang
penting, "
"ya sudah biar mbak aja yang menemui oma "
mellysa pun pergi kekamar mia
dan beratnya
"kenapa ibuk mencari riski?
tidak apa apa mell,
ibu hanya ingin mengajak
riski jalan jalan "
"ya allah buk, melly kira ibu sakit
ibuk pergi nya bareng sentia dan risma "
"kamu benar. suruh mereka siap siap. aku
kan bersiap dalam 10menit."ucap mia
"iya ibu." ucap mellysa
hari sudah semangkin sore
riski masih asyik dengan mimpi nya, mimpi indah nya terhenti saat ada seseorang orang
memencet bel apartemen nya
riski pun akhir nya terbangun.
"siapa sih mengganggu saja,"
riski membuka pintu ia bertanya, karna riski gak
melihat siapa yang mengganggu tidur siang nya
"kamu siapa,?"
wanita tersebut berpaling menatap riski,
betapa terkejut
nya riski saat tau kalau yang datang mengganggu nya tidak lain ada lah aqira
" what.are you doing here,"
"I'want ,to.apologize,to you"
"come.in"
"thank you"
"aqira kamu dari mana?
kenapa kamu tiba tiba menghilang ,"
aku tau aku melakukan
kesalahan dengan menjawab semua pertanyaan mereka.
maka nya aku datang minta
maaf, sebelum aku pindah kuliah ke kanada ,"
riski tak percaya kalau aqira akan pergi keluar negri
hanya gara gara salah bicara.
riski mulai bingung harus mengatakan apa
"tapi kenapa kau harus pergi ?
papa yang meminta nya,
ucap aqira berbohong
berapa lama kau akan pergi?
"aku gak tau,berapa lama tapi yang pasti aku akan. menuruti semua ke inginan papa.
karna hanya dia yang aku punya, "
"maksud mu!?
mama sudah lama meninggal
saat aku masih sd,"
"mama kamu sakit apa?
mama tidak sakit dia kecelakaan,
tepat di depan mataku
dan aku tau betul kejadian
sebenar nya,
"innalillahiwaanailaihirajiun
aku minta maaf ya "
"It, is okay"
"oia aku ingin ketemu om andere sebelum kamu pergi"
kapan kamu akan ketemu papa"
"besok ,sepulang kuliah,
gimana kalau kita pergi.
dinner"
"riski bagaimana aku bisa pergi
kalau kau terus bersikap
manis pada ku,"batin aqira
riski tau kalau aqira tak ingin
pergi tapi dia juga tidak bisa meminta nya tuk tetap tinggal
di sini
apa hubungan ku dengan nya,
aku bukan siapa siapa,
apa kah aku harus menikah dengan orang yang tidak aku cintai
lalu apa kah aku harus menikah dengan sintia yang sangat aku benci sekaligus
cintai, riski terus berbicara dengan diri nya sendiri,
sesekali dia melirik aqira
ada rasa kasihan
__ADS_1
mendengar cerita aqira
yang tidak memiliki ibu
sama seperti riski di tinggal
kan dengan orang yang melahir kan nya,
"aqira apa riski boleh bertanya?
"tentu saja boleh,
"apa kau tidak punya kekasih?
"tidak...,ada yang mau dengan
"cewek aneh seperti aku ki,"
kamu jangan bicara begitu
jodoh ,maut, riski, semua nya
sudah di atur oleh yang
maha kuasa ,
kamu harus banyak berdoa
agar orang yang kamu cintai
cepat dantang melamar mu"
semoga aja ya ki
apa yang kau ucap kan itu
jadi kenyataan, amiiin
ucap aqira,
seperti nya riski perlu
ngomong ke papa ni,
tentang
kepura puraan ku pacaran
sama aqira
agar mereka tak ber.harap dari hubungan palsu ini batin riski.
setelah sampai mereka memesan makanan sepanjang mereka makan tidak ada yang Bersuara sibuk dengan pikiran
masing masing ,
di tengah asyik nya mereka makan tiba tiba ada yang memegang bahu riski
ia lalu melihat kearah
belakang nya
dan ternyata yang memegang
bahu nya ada lah andere
papa aqira
:Mat malam ,om?
"malam pa" sapa aqira
"mat malam juga"
"apa papa boleh gabung dengan kalian?
"tentu saja bileh om "
"silah kan "
riski memanggil pelayan
kafe.
dan andere memesan
makanan
lalu mereka makan malam
bertiga,
kelihatan nya mereka bahagia
sekali hingga mereka tak menyadari malam sudah menunjuk kan pukul 10 malam
"om ,hari sudah malam,
sebaik nya riski megantar
aqira pulang om"
,"tidak usah ,riski.
biar aqira pulang nya bareng oom" ucap andere"
" terimakasih banyak
ya riski ,
aku duluan ya"
riski pun pulang
kerumah rizwan dan dia di sambut oleh kedua gadis cantik itu .kenapa
kalian belum tidur
kami tidak bisa tidur kalau kamu ,masih belum tau nasib mu gimana ,
"oia ma.., papa di mana?
papa mu ada tu di ruang
kerja nya, "
besok riski harus bicara
ke papa?
"apa yang ingin
kau bicara kan ?
"ada deh ma nanti juga tau ko."
riski membatin
semoga . masalah ku
ada solusi nya.
dan riski tak ingin akibat kebohongan ku masalah ku ini.
semangkin besar
untuk itu aku harus ngomong
ke Papa,
agar masalah ku tidak
berlarut larut, siapa tau dengan riski ngomong
ke papa semua nya beres amiiin,
➕➕🅰🅰🅰➕➕
🍀🍀😊😊😊🍀🍀
📖📖🙏🙏🙏📖📖
cinta memang susah di tebak
kita tidak tau dengan siapa hati
seseorang itu berlabuh
terimakasih ku semua
➕➕🅰🅰🅰➕➕
🍀🍀😊😊😊🍀🍀
__ADS_1
📖📖🙏🙏🙏📖📖