
melysa tak bisa berfikir lagi
ia buru buru mengeluarkan mobil dan menjemput suami nya dalam perjalanan melysa
berfikir sendiri siapa yang sakit
apa yang terjadi
hingga tampa melysa sadari
hampir menabrak tiang
sssssit melysa kaget setengah mati," ya allah hampir saja"
ucap melysa
tidak berapa lama tiba lah melysa di kantor suami nya
karna panik melysa tidak menyadari klo dia tidak memakai als kaki
semua staf kantor sudah mengenal melysa dengan baik
klo sudah panik ya begitu
"deny apa bapak ada??
tanya melysa pada salah satu karyawan rizwan
"ada buk "
melysa berlalu menuju ruangan suami nya
sebelum masuk melysa
tak lupa mengetuk pintu dulu
tok tok tok
"masuk, ma...,"
"ko tau mama yang datang ,"
"ya tau lah ma.
siapa lgi yang heboh coba
klo bukan istri papa,
coba mama lihat ke bawah
istri seorang direktur gak pakai alas kaki,"
he he he
melysa sejenak lupa kalau dia
sedang menjemput suami nya
oia ma.kenapa buru buru gitu??"
"oia pa sampai lupa mama
sintia menelpon
menyuruh kita ke rumah sakit sekarang "
"tapi kenapa ma ??
tia gak cerita apa apa tu,"
ucap melysa
"sebaik nya secepatnya kita
kesana siapa tau dia kecelakaan .ma".ucap rizwan
rizwan dan melysa mempercepat langkahnya
menuju mobil sepanjang perjalanan
mereka hanya diam
setelah menempuh perjalanan
kurang lebih 45 menit akhirnya
mereka pun sampai
di rumah sakit
dan sintia sudah menunggu nya di depan rumah sakit
melysa turun lebih dulu
sementara rizwan memarkir kan mobil nya
melysa langsung menghampiri
sintia..,
"kamu kenapa tia???
tanya melysa
"bukan aku mbak" ucap sintia
"lalu siapa?? "
tanya melysa
"AQira mbak perut nya keram "
"lalu riski dimana??
sintia tidak menjawab
hanya menggelengkan kepala nya,
__ADS_1
belum sempat melysa bertanya lagi rizwan sudah datang
dan bertanya.dan tentu saja
melysa dan sintia tidak bisa
berbohong lagi
"siapa yang sakit tia ???"
tanya rizwan
"aqira mas "jawab sintia gugup
"sakit apa?? dimana riski?"
"klo riski aku tidak tau
kalo aqira.....,"lagi lagi sintia gugup
karna dia tau klo rizwan sudah marah seperti apa
"jawab tia "ucap rizwan yang suara nya mulai meninggi
"jawab saja tia " ucap melysa tidak apa apa ko"
"perut nya keram mas"
"astaga di mana dia tia"
sesampainya di depan ruangan
aqira rizwan mulai panik seakan memori nya tentang
dewi kembali lgi
kenapa bisa begini ya allah
tidak lama kemudian
Rizwan sadar klo dia tidak boleh cengen begitu
"ayo ma..,"kemana pa ??"
"melihat aqira ma..."
"ayo pa kasihan dia sendiri
ayo tia ucap melysa
sentia ,melysa dan rozwan melangkah menuju ruangan tersebut sesampainya di sana rizwan benar benar syok
melihat kondisi
aqira dia seakan melihat sosok dewi di sana,
ya allah aku mohon selamat kan lah putri ku itu
batin rizwan sambil pejam kan mata.
di tempat lain
dia tidak tau bagaimana keadaan aqira
setelah hampir magrib baru lah
dia sadar klo
sudah satu hari dia tifak mendengar kabar dari aqira
tampa pikir I meraih ponsel
nya dan mencari nama yang akan di telpon nya
setelah di coba berulang ulang
tapi tetap tak ada jawaban
riski mulai hawatir
ayo lah sayang, jangan ngambek donk
batin riski
didalam kehawatiran nya tiba tiba riski memikir kan
sesuatu ."ya allah lindungilah
keluarga kecil ku"
Riski pun buru buru
keluar kantor ,menuju parkiran
mobil, dengan perasaan tak menentu Riski membawa mobil
kecepatan tinggi
sehingga tidak butuh waktu lama untuk riski sampai di kediaman andere
karna perasaan takut kalau sandara melakukan sesuatu
tampa salam Riski pun masuk saja menuju kamar utama yaitu kamar mereka Riski dan aqira
sesampainya di kamar Riski
memanggil aqira
"sayang kamu di mana ??"
berulang kali riski
memanggil aqira namun yang di panggil tak kunjung kelihatan
riski semangkin panik tampa pikir panjang riski berjalan menuju kamar mertuanya
tok tok tok
__ADS_1
riski mengetuk pintu dengan keras membuat si ular betina bangkit dari tidur sore nya
"siapa sih ?"
"sandara bangun. dimana kau sembunyikan aqira??"
ucap riski dengan amarah nya
mengdengar suara riski
yang keras terdengar di seluruh rumah karna marah ,
akhir nya pembantu rumah andere keluar dari dapur
"den...,non aqira di rumaj sakit "
"tapi kenapa bik ? apa yang terjadi? tanya riski
semangkin hawatir
"tadi siang non aqira mengalami keram den, "
"kenapa bibik tidak menelpon saya, "
"non Aqira melarang saya
menghubungi aden"
"oya..., bibik nurut saja gitu.
bagaimana kalau anak dan istri saya kenapa napa bik ,
lain kali jangan mengulangi kesalahan ini lagi bik "
"maka nya jadi suami siaga donk istri sakit suami malah kelayapan
benar benar gak bertanggung jawab jadi suami"
ucap sandara yang menyindir riski,"
beruntung Riski cepat sadar bahwa tidak ada guna nya melawan ular saat ini
"den sebaik nya aden cepat telpon non sintia,"
"kenapa sintia bik ??"
"non Aqira menelpon non sintia"
,"oh tidak....,tamat lah riwayat ku
kalau sampai papa
tau kalau Aqira sakit aku gak ada, di sisi nya maka habis lah aku, sayang kenapa harus sintia sih, kenapa gak menelpon mas aja,
perasaan Riski jadi tidak karuan
aku harus menghadapi kemarahan papa,apa pun yang terjadi ,
"bik aku pergi dulu
Aslamualaikum "
"waalaikumsalam den hati hati
di jalan jangan ngebut ngebut
ya nak "ucap pembantu rumah
aqira yang memang sudah seumuran nenek nya
riski pun berlalu meninggal rumah, menuju rumah sakit
di mana di sana ada aqira sedang di rawat
sedangkan rizwan masih kelihatan syok
sintia dan melysa tidak berani
bertanya karna rizwan kelihatan nya sedih sekali
tepat jam 7 malam Riski tiba di rumah sakit setelah
menemui dokter keluarga mereka,
setelah mendengar kan
penjelasan dokter
bahwa Aqira hanya sedikit setres akibat perdebatan nya
tadi pagi ada rasa bersalah di hati Riski ,
walaupun begitu Riski tak kan lolos dari kemarahan rizwan
dengan langkah pasrah Riski menemui kedua orang tua nya
"Aslamualaikum "
"waalaikum salam" jawab rizwan tampa melihat siapa yang memberikan salam
setelah beberapa saat baru lah dia sadar kalau itu ada lah suara putra nya Riski
"barani sekali kau memperlihatkan
wajah mu di hadapan papa .?
"Riski minta maaf ,pa"
"apa kau tau betapa takut nya papa ,"
"iya pa. riski ngerti ko
jangan hawatir pa, ma Aqira
baik baik saja ko dia hanya setres "
"benar kah keram nya tidak serius nak?? "tanya rizwan
__ADS_1
iya pa riski serius ko
sekarang papa sama mama dan sintia bisa istrahat,