Tangisan Seorang Istri

Tangisan Seorang Istri
75


__ADS_3

bulan madu yang di impi kan aqira dan Riski


tak seindah yang mereka bayangkan


itu karna ulah mereka sendiri,


jangan kan begituan, jalan jalan aja susah .


Riski memang tipe suami idaman.


Riski benar benar mematuhi anjuran dokter


walaupun ia sangat menginginkan nya


tapi berusaha untuk tidak menyentuh istri nya


seperti di malam ini


"mas aku sudah benar benar sudah sembuh


aku juga tidak merasa kan sakit lagi ,


aku sudah jauh lebih baik sekarang mas,"


sayang ..,kita harus mematuhi dokter


"mas gak mau kamu sakit lagi hanya karna memaksa kan diri"


Aqira hanya terdiam


ada benar nya juga Riski ,


"kalau gitu sebaiknya kita kembali saja


Kerumah aku bisa beraktivitas di sana .


ya lumayan lah!"


"tidak sayang mas masih ingin di sini


gimana kalau mama,papa ,Oma,juga


nanya.in kita.?"


soal itu sayang,gak usah hawatir


nanti mas kabari mereka"


"hmmm, terserah mas aja ,


yang penting aku bersama mas"


Riski kembali merangkul istri nya,dan mencium pucuk kepala nya


"maaf kan mas ya sayang ,"


"untuk apa mas minta maaf ?


"ya..,karna membuat mu menderita"


"tidak usah di bahas mas ,


aku jadi malu ,"


"iya ya mas janji gak akan


membahas nya lagi"


"gitu Donk ,


mas tau gak mengingat nya saja


aku malu banget,"


"udah udah kata nya jangan di bahas ,"


Aqira pun terdiam


sulit di gambar kan,


memang bagaimana perasaan Aqira,


betapa malu nya dia


masa di malam pertama dia harus mengalami pendarahan ,yang benar saja

__ADS_1


tapi itu nama nya takdir yang di buat,


he he he ,


"sayang kenapa melamun,


apa yang kamu pikir kan?


tidak ada mas hanya berfikir saja


seperti mimpi rasa nya Riski menjadi milik Aqira tomboi ,"ucap Aqira


"ini bukan mimpi sayang,ini kenyataan


aku suami mu sekarang,


gimana kalau besok kita jalan jalan"


"ya mas aku setuju"


"apa kau benar benar sudah sehat?


"iya mas aku sudah sehat


bahkan sangat sehat"


Riski mulai mencium Aqira


ya nama juga pasangan baru tentu hal itu


wajar kali, tapi seorang Riski


tau benar mana yang boleh mana yang tidak boleh,Aqira benar benar sudah merasa


terpancing ia mulai mendesah


merasa kan sentuhan demi sentuhan sang suami ,tapi Riski cepat menyadari nya


ia tidak mau kejadian kamarin terulang kembali maka nya sebelum dia


terlanjur dia menyudahi permainan nya


Aqira merasa kesal sekali


"kenapa sayang?


melakukan nya, selama satu bulan kedepannya"


"tapi sayang ,?


"apa yang kamu rasakan ,mas juga merasakan nya,tapi demi kesehatan mu


aku akan menahan nya.


hari hari pun berlalu begitu cepat


Tampa terasa Riski dan Aqira sudah sebulan


di kota xxx


mereka kelihatan sangat bahagia


karna masa hukuman nya telah berakhir


ya...,tidak ada sih..., yang menghukum mereka


hanya saja kalau itu bukan hukuman apa Donk nama nya he he he,


Riski dan Aqira tidak lagi tinggal di hotel


mereka menempati sebuah apartemen,


keluarga besar kedua belah pihak sudah tau


keberadaan Riski keluarga Dewi juga sudah kembali begitu juga dengan Risma


di rumah besar itu hanya ada


Sintia dan Mia ,


Riski sudah terangan terangan,


membagikan momen kemesraan nya dengan


Aqira dan tentu saja Sintia melihat nya,

__ADS_1


bukan hanya itu di setiap majalah terpangpang jelas foto pernikahan mereka


karna memang Aqira anak seorang pengusaha kaya raya


Aqira duduk termenung ,


sambil nonton tv sebenar nya Aqira tidak benar benar menikmati acara nya


ia merasa mood nya selalu berubah rubah


terkadang ia sudah untuk mengontrol nya


seperti hari ini .


"mas ....., "panggil Aqira ke Riski


"iya...., sayang,!


gendong ...., suaranya HKaS anak kecil minta di gendong,


Riski heran dengan perubahan sikap Aqira


apa sebaiknya Riski kembali saja ya


tapi dia masih ingin di sini


walaupun Riski pergi jauh tapi kerja dan kuliah tetap iya kerja kan


tidak satu yang ia abai kan


hingga pada suatu hari hp nya berdering


iya buru buru mengangkat nya


ternyata dari rumah


"assalamualaikum Oma ?


"waalaikumsalam cucuku,"


"Oma apa kabar ?


"Alhamdulillah baik sayang


kapan Riski , kembali ?


"tidak lama lagi Oma,


"syukur lah sayang,"


" kenapa oma ?


"tidak apa apa nak hanya saja Oma


sangat merindukan mu"


'ya sudah Riski tutup dulu ya Oma


soal nya Aqira sedang tidak sehat "


"iya sayang,"


sambungan telepon pun terputus


Riski kembali ke Aqira yang semula minta gendong ,dan ternyata Aqira sudah tertidur di sofa,Riski menghampiri istri nya


iya memperhatikan aqira


dengan jelas ada yang beda dengan wajah Aqira saat ini sedikit pucat


Riski mulai membatin


apa kah dia sakit? apa kah cuaca di sini tidak cocok dengan nya ?


pertanyaan demi pertanyaan yang silih berganti di pikiran nya, dan sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan sendiri


hari hari Aqira benar benar bahagia


kesehatan nya mulai membaik


walaupun terkadang ia cepat lelah


tidak tau kenapa


masih belum jelas memastikan nya

__ADS_1


Riski berencana akan kembali pulang


__ADS_2