
bulan madu yang di impi kan aqira dan Riski
tak seindah yang mereka bayangkan
itu karna ulah mereka sendiri,
jangan kan begituan, jalan jalan aja susah .
Riski memang tipe suami idaman.
Riski benar benar mematuhi anjuran dokter
walaupun ia sangat menginginkan nya
tapi berusaha untuk tidak menyentuh istri nya
seperti di malam ini
"mas aku sudah benar benar sudah sembuh
aku juga tidak merasa kan sakit lagi ,
aku sudah jauh lebih baik sekarang mas,"
sayang ..,kita harus mematuhi dokter
"mas gak mau kamu sakit lagi hanya karna memaksa kan diri"
Aqira hanya terdiam
ada benar nya juga Riski ,
"kalau gitu sebaiknya kita kembali saja
Kerumah aku bisa beraktivitas di sana .
ya lumayan lah!"
"tidak sayang mas masih ingin di sini
gimana kalau mama,papa ,Oma,juga
nanya.in kita.?"
soal itu sayang,gak usah hawatir
nanti mas kabari mereka"
"hmmm, terserah mas aja ,
yang penting aku bersama mas"
Riski kembali merangkul istri nya,dan mencium pucuk kepala nya
"maaf kan mas ya sayang ,"
"untuk apa mas minta maaf ?
"ya..,karna membuat mu menderita"
"tidak usah di bahas mas ,
aku jadi malu ,"
"iya ya mas janji gak akan
membahas nya lagi"
"gitu Donk ,
mas tau gak mengingat nya saja
aku malu banget,"
"udah udah kata nya jangan di bahas ,"
Aqira pun terdiam
sulit di gambar kan,
memang bagaimana perasaan Aqira,
betapa malu nya dia
masa di malam pertama dia harus mengalami pendarahan ,yang benar saja
__ADS_1
tapi itu nama nya takdir yang di buat,
he he he ,
"sayang kenapa melamun,
apa yang kamu pikir kan?
tidak ada mas hanya berfikir saja
seperti mimpi rasa nya Riski menjadi milik Aqira tomboi ,"ucap Aqira
"ini bukan mimpi sayang,ini kenyataan
aku suami mu sekarang,
gimana kalau besok kita jalan jalan"
"ya mas aku setuju"
"apa kau benar benar sudah sehat?
"iya mas aku sudah sehat
bahkan sangat sehat"
Riski mulai mencium Aqira
ya nama juga pasangan baru tentu hal itu
wajar kali, tapi seorang Riski
tau benar mana yang boleh mana yang tidak boleh,Aqira benar benar sudah merasa
terpancing ia mulai mendesah
merasa kan sentuhan demi sentuhan sang suami ,tapi Riski cepat menyadari nya
ia tidak mau kejadian kamarin terulang kembali maka nya sebelum dia
terlanjur dia menyudahi permainan nya
Aqira merasa kesal sekali
"kenapa sayang?
melakukan nya, selama satu bulan kedepannya"
"tapi sayang ,?
"apa yang kamu rasakan ,mas juga merasakan nya,tapi demi kesehatan mu
aku akan menahan nya.
hari hari pun berlalu begitu cepat
Tampa terasa Riski dan Aqira sudah sebulan
di kota xxx
mereka kelihatan sangat bahagia
karna masa hukuman nya telah berakhir
ya...,tidak ada sih..., yang menghukum mereka
hanya saja kalau itu bukan hukuman apa Donk nama nya he he he,
Riski dan Aqira tidak lagi tinggal di hotel
mereka menempati sebuah apartemen,
keluarga besar kedua belah pihak sudah tau
keberadaan Riski keluarga Dewi juga sudah kembali begitu juga dengan Risma
di rumah besar itu hanya ada
Sintia dan Mia ,
Riski sudah terangan terangan,
membagikan momen kemesraan nya dengan
Aqira dan tentu saja Sintia melihat nya,
__ADS_1
bukan hanya itu di setiap majalah terpangpang jelas foto pernikahan mereka
karna memang Aqira anak seorang pengusaha kaya raya
Aqira duduk termenung ,
sambil nonton tv sebenar nya Aqira tidak benar benar menikmati acara nya
ia merasa mood nya selalu berubah rubah
terkadang ia sudah untuk mengontrol nya
seperti hari ini .
"mas ....., "panggil Aqira ke Riski
"iya...., sayang,!
gendong ...., suaranya HKaS anak kecil minta di gendong,
Riski heran dengan perubahan sikap Aqira
apa sebaiknya Riski kembali saja ya
tapi dia masih ingin di sini
walaupun Riski pergi jauh tapi kerja dan kuliah tetap iya kerja kan
tidak satu yang ia abai kan
hingga pada suatu hari hp nya berdering
iya buru buru mengangkat nya
ternyata dari rumah
"assalamualaikum Oma ?
"waalaikumsalam cucuku,"
"Oma apa kabar ?
"Alhamdulillah baik sayang
kapan Riski , kembali ?
"tidak lama lagi Oma,
"syukur lah sayang,"
" kenapa oma ?
"tidak apa apa nak hanya saja Oma
sangat merindukan mu"
'ya sudah Riski tutup dulu ya Oma
soal nya Aqira sedang tidak sehat "
"iya sayang,"
sambungan telepon pun terputus
Riski kembali ke Aqira yang semula minta gendong ,dan ternyata Aqira sudah tertidur di sofa,Riski menghampiri istri nya
iya memperhatikan aqira
dengan jelas ada yang beda dengan wajah Aqira saat ini sedikit pucat
Riski mulai membatin
apa kah dia sakit? apa kah cuaca di sini tidak cocok dengan nya ?
pertanyaan demi pertanyaan yang silih berganti di pikiran nya, dan sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan sendiri
hari hari Aqira benar benar bahagia
kesehatan nya mulai membaik
walaupun terkadang ia cepat lelah
tidak tau kenapa
masih belum jelas memastikan nya
__ADS_1
Riski berencana akan kembali pulang