
Air mataku terus saja mengalir, rasanya kakiku tidak sanggup lagi melangkah. Kini Leo sudah membawaku ditaman belakang sekolah.
hatiku begitu hancur dengan perlakuan Brian kepadaku setelah dia puas menikmati tubuhku. namun aku masih bersyukur karena belum memberikan keperawanan ku kepadanya.
"Li, jangan nangis ntar Lo jadi sakit. gausa dipikirin ucapan Brian, Lo gak gitu kok. gue yakin Lo gak akan membiarkan tubuh Lo dinikmati sama pria seperti Brian" ucap leo yang mencoba menenangkan ku
namun tangisan ku semakin pecah setelah ucapan leo. bagaimana nanti respon Leo setelah aku memberitahukan nya jika yang diucapkan Brian itu benar
"Li Lo harus tenang, Lo bisa dapatin pria yang lebih baik dari si brengsek itu" ucapnya sambil mendekap tubuh ku.
aku membalas dekapan leo, sudah lama aku tidak memeluk tubuh kekarnya ini. aku menenggelamkan kepadaku didada bidang Leo dan tangis ku pecah dipelukannya.
<~~~~~~~~>
kini sudah seminggu berlalu sejak putusnya hubungan ku dan Brian. perlahan aku sudah mulai melupakan Brian. nomor telepon nya pun sudah kuhapus, segala foto-foto kami yang terpajang di dinding kamarku dan foto-foto kemesraan kami di ponselku sudah ku lenyapkan.
saat aku berbaring di ranjang. tiba-tiba ponselku bergetar, aku tidak tahu siapa yang telah menelpon ku karena nomornya tidak tersimpan di ponselku
derttt... derttt....
"halo, ini siapa?" tanyaku.
namun tak ada jawaban, dan tiba-tiba aku mendengar desahan dari dalam ponselku.
"ahh... sayang.. ahh.. uhh... sssfftt"
"yeah... ahh... enak ya sayang..."
"hem... shhftt... yang... ahh... sakit sayang..."
__ADS_1
"ahh... bentar sayang... udah mau masuk nih.."
"ohh... shhfftt.. ahh... sayang... aauooohh..."
"iya sayang... enak ya..."
"ahh... ohh... sfftt.... sayang.... ahh... ak... aku udah gak tahan... ahh..."
"bentar sayang... tahan ya... kita sama-sama biar aku cepatin.."
"ahh... sayang... ohh... sayang... ohh... ahh... sfftt... ahh... sayang... ahh... sayangg... ahh"
hatiku bergetar mendengar percakapan Brian dan vany, aku bisa mendengar jelas desahan desahan mereka saat bercumbu.
aku langsung mematikan panggilan tersebut. air mataku mengalir, gairahku bergejolak ingin rasanya menikmati sentuhan Brian didadaku lagi. namun kali ini dia sudah sangat menyakitiku dengan sengaja menelpon ku saat dia bercumbu bersama vany agar aku semakin tersakiti. aku langsung memblokir nomor Brian.
<~~~~~~~>
ketika aku sedang bercanda dengan teman-teman sekelasku tiba-tiba pandanganku dan Brian bertemu, seketika langsung kupalingkan wajahku.
kini sudah pukul 5 sore, aku bergegas pulang. hari ini aku pulang sendiri karena leo pergi bersama teman-teman sekelasnya merayakan hari kelulusan. sekolah mulai sepi tinggal aku yang tersisa kini. saat aku ingin keluar gerbang, tiba-tiba seseorang menarik ku menuju gudang.
betapa terkejutnya aku melihat Brian menarik tanganku. aku memberontak agar dilepaskan olehnya. saat tiba di gudang lagi-lagi Brian mengunci pintu.
"hai ve, udah lama aku gak menyentuhnya, aku rindu" ucap brian sambil meremas payudara ku yang masih dibalut seragam sekolah.
aku menepis tangan Brian.
"buka gak pintunya. gue gak kenal dengan Lo lagi" teriakku
__ADS_1
namun dengan cepat Brian menciumi bibirku melumatnya hingga aku tak mampu berteriak.
"aku merindukannya sayang. mari puaskan aku dengan dadamu yang nikmat ini"
"ohh... umggh..." nafasku semakin memburu
"mendesahlah sayang, aku merindukannya" bisiknya sambil menciumi seluruh wajahku
aku terus memberontak, hingga Brian menindiku agar aku tidak dapat mengelak cumbuhan panasnya.
Brian semakin liar melumat bibirku dan mengecup leherku yang sedikit sakit ku rasakan. seakan ini sudah direncanakan oleh Brian sebelumnya, dia semakin gila. dia menyatukan kedua tanganku diatas kepala dan diikatnya dengan syal yang sudah ada di sana.
air mataku terjatuh, aku tak mampu mendeskripsikan perasaan ku kali ini, tubuhku semakin lemas dan sakit saat aku mencoba memberontak dibawa tubuh brian, Dengan tangan terikat aku tak mampu lagi memberontak, kini brian membuka seragam sekolah ku dan mencium setiap inci tubuhku.
"ahh.. Brian kau gila, sungguh gila. lepaskan aku ku mohon" ucapku sambil menangis. namun Brian tidak mempedulikan ku
kini Brian meremas payudara ku dan mengecup nya, aku mendesah menahan sentuhan Brian
"aww.... ahh... sfftt... bri.. Brian... ku mohon hentikan" ucapku sambil terus menangis
"sebentar sayang... aku merindukannya... ahh"
seakan Brian telah mengetahui kelemahan ku, dia menghisap putingku yang membuat aku lemas tak berdaya, nikmat ku rasa dan rindu akan hisapan Brian membuatku bergairah kali ini. namun ku tahan, ku tepis semua rindu itu ketika aku mengingat desahan vany ditelpon kemaren.
saat Brian melihat tubuhku sudah bergairah, dia semakin meremas-remas payudara ku, kini ciumannya sudah berada di perutku yang membuat tubuhku menggelinjang.
"ahh... Brian... ohh... hemm... ak... aku pengen..." desahku yang sudah tak sanggup ku tahan lagi
"ahh... pengen... apa say... sayang... pengen dihisap lagi ya" godanya
__ADS_1
"ahh.. ahh.. sftt i.. iy... iya... hemm... ahh... desahku semakin jadi.
Brian semakin menghisap putingku, dan kini tangan kirinya sudah mulai masuk kedalam rok ku.