
setelah kejadian itu, aku menjadi sangat takut bertemu orang lain. aku selalu mengurungkan diri didalam kamar.
mama begitu terpukul melihat kondisi ku saat ini, papaku langsung melaporkan Brian ke pihak kepolisian dan kini Brian ditahan dengan kasus percobaan pemerkosaan.
segala hal sudah dilakukan oleh kedua orangtuaku untuk menghilangkan traumaku. mama juga sering meminta Leo agar menemani dan menghiburku.
<~~~~~~~~>
dua tahun telah berlalu, kini aku sudah kembali Kediri ku yang dulu. butuh waktu setahun aku bisa memulihkan kondisi ku.
sekarang aku sudah mulai bekerja di perusahaan papaku dan leo juga telah bekerja di perusahaan papanya.
setiap hari leo selalu mengunjungi ku dirumah, kadang kami menghabiskan weekend bersama. Leo benar-benar sahabatku, dia selalu ada buatku.
Hari ini ada acara temu kangen para alumni disekolah ku. sebenarnya aku tak ingin hadir tapi Leo memaksaku. acaranya dimulai pukul 7 malam, dan kini aku telah selesai memoles wajahku dengan sedikit make-up.
tok tok tok
"sayang, Leo udah dibawah tuh nungguin kamu" ucap mama dari balik pintu kamar ku
"iya ma, aku udah siap kok" jawabku langsung membuka pintu
"wah anak mama cantik banget hari ini" puji mama melihat penampilanku
"ah mama bisa aja" balasku dengan wajah tersenyum
ketika menuruni anak tangga, aku sudah dapat melihat leo sedang berbincang dengan papaku. hari ini leo terlihat tampan dengan setelan jas.
"loh ini siapa, anak papa mana ma" ucap papa ketika aku dan mama menghampiri mereka
__ADS_1
"ih papa mah gitu" sahutku cemberut
"jadi ini velia, papa kirain tadi bidadari. habisnya cantik banget sih" puji papa yang membuatku tersipu didepan Leo.
"yaudah deh om, kami berangkat sekarang aja ya. ntar telat lagi" kata Leo sambil menyalami papa dan mamaku
"hati-hati dijalan ya, om titip putri kecil om sama kamu"
"siap om" ucap Leo sambil membukakan pintu mobilnya
"pergi dulu ya ma pa" ucapku sambil memasuki mobil.
Diperjalanan kami hanya saling diam, keadaan seperti ini membuatku canggung padahal ini bukan kali pertama kami berada didalam satu mobil.
"Li kamu cantik banget hari ini" ucap Leo yang memecahkan keheningan diantara kami
"iya seriusan, ditambah lagi wajah memerah mu akibat malu" ucapnya sambil tertawa terbahak-bahak. aku hanya menunduk karena memang aku sangat malu.
tiba-tiba leo memberhentikan mobilnya dipinggir jalan, lalu tangannya memegang daguku dan ditegakkan nya kepalaku agar tidak menunduk.
"jangan menunduk terus dong, ntar cantiknya jadi gak kelihatan. harus percaya diri" ucap leo sambil memandang wajahku. kemudian dia melanjutkan perjalanan
degh.. degh.. degh..
hatiku rasanya ingin copot, ada apa ini kenapa aku jadi gemetar begini dan hatiku kenapa jadi berdetak lebih kencang. ah leo kau membuat hatiku terguncang.
Akhirnya tiba juga disekolah, aku udah ingin langsung menghilang dari hadapan Leo detik ini juga agar hatiku bisa normal kembali.
Leo membukakan pintu untuk ku lalu di genggam nya tanganku saat kami melewati red karpet. saat memasuki gedung aula semua mata tertuju padaku dan leo, aku semakin deg-degan
__ADS_1
"santai aja, jangan gugup gitu" bisik Leo seakan dia tahu jika detak jantungku sedang tak normal sekarang ini.
semua yang hadir ditempat ini tak ada yang sendiri, semua membawa pasangannya masing-masing. Untung aku datang bersama leo sehingga tak akan ada yang tahu jika aku masih sendiri hingga detik ini.
"hai ve, akhirnya bisa ketemu juga ya" sapa via teman semejaku
"hai via, wah kamu makin cantik aja deh" sapaku berbasa-basi
"ve, kenalin tunangan gue" ucap via sambil mengenalkan pria yang datang bersamanya malam ini. Lalu aku berjabat tangan dengan tunangan via.
"jadi kali ini kalian udah jadian, tunangan, atau udah married nih?" tanya via menatap aku dan leo bergantian
"apakah kami terlihat seperti sepasang kekasih via?" tanyaku mencoba mengelak
"bahkan lebih dari sepasang kekasih, kalian sangat serasi dan menjadi pasangan yang selalu ku idola kan sejak SMA" ucapnya
ketika aku ingin membalas ucapan via tiba-tiba seseorang menyahuti pembicaraan kami dari belakang ku
"what serasi? Lo buta kali ya. gak cocok velia dipasangkan dengan leo. terlalu rendahan"
Aku langsung berbalik dan menatap wanita itu. lagi-lagi Sheila merendahkan ku dihadapan orang-orang. tak tahu apa alasan Sheila begitu membenciku, dia selalu menyakiti ku dan merendahkan ku sejak SMA dulu.
"Sheila, jaga omongan Lo" ucap Leo dengan wajahnya yang sudah sangat marah.
"apa yang harus gue jaga leo, gue ngomong apa adanya. lihat Lo tampan, mapan sedangkan dia bekas Brian. apa Lo yakin kejadian 2 tahun yang lalu itu benar-benar Brian ingin memperkosanya atau jangan-jangan sebenarnya dia juga menikmati sentuhan-sentuhan Brian"
ucapan Sheila kali ini benar-benar membuatku hancur, kembali aku teringat kejadian Brian yang ingin melecehkan ku kala itu. air mataku tak bisa ku bendung lagi, kini air mataku telah lolos jatuh dan membasahi pipiku. melihat aku menangis leo menjadi sangat marah dia hendak menampar Sheila namun aku langsung menggandeng tangannya.
"Le, ayo kita pulang saja" ucapku sambil mencoba meredakan amarahnya.
__ADS_1