
Tak terasa sudah 3 bulan hubungan ku dan Brian berjalan. banyak yang sudah kami lewati bersama, tak jarang juga kami ribut akan hal-hal kecil dan Brian selalu protektif terhadapku hingga akhirnya hubungan ku dan Leo tidak sedekat dulu lagi. Brian memintaku untuk menjaga jarak dengannya, aku menurutinya untuk menghindari pertengkaran diantara kami.
hari ini tepat hari anniversary ke 3 bulan kami, Brian mengajakku jalan. dia ingin membawaku ke suatu tempat, katanya sih tempatnya indah dan nyaman. setelah berkendara kerang lebih 30 menit akhirnya kami sampai.
benar saja yang dikatakan Brian, tempat ini begitu indah, nyaman, dan udaranya sedikit dingin. dari tempat ini aku bisa menikmati pemandangan yang hijau. saat aku menikmati udara segar disini tiba-tiba Brian memelukku dari belakang
"happy anniversary sayang" bisiknya ditelingaku.
"happy anniversary kembali sayang" balasku sambil memegang tangannya yg melingkar di perutku
"kamu suka gak tempat nya" tanyanya sambil melepaskan pelukannya
"suka banget sayang" jawabku sambil tersenyum
"sayang, senyummu selalu menggoda ku. bibir mu yang merah ini selalu membuatku pengen melumatnya" ucapnya sambil mengusap lembut bibirku
" ih apaan sih" ucapku malu
Brian langsung memelukku dan berbisik
"bolehkah sayang aku melumatnya sekarang, sebagai hadiah anniversary kita"
"ta.... tapi Brian...." jawabku gugup
"sayang aku janji kamu akan menikmatinya dan aku hanya akan melumatnya sebentar, ku mohon" bisiknya sambil ditiupnya pelan telingaku yang membuatku geli.
"tapi aku belum pernah berciuman sebelumnya, aku tak tahu cara menikmatinya"
__ADS_1
"aku akan mengajari mu sayang" bisik Brian yang ku jawab hanya dengan anggukan
cup
Brian mencium bibirku, dia mulai melumatnya begitu lama hingga aku sulit bernafas.
ciumanan kami kian memanas, sesekali Brian memainkan lidahnya dan desahan desahan keluar dari mulutku. kini ciumannya turun ke leher ku, nafasku sudah tak karuan lagi. ah seperti libido ku meningkat.
"ahh... Brian ku mohon hentikan" ucapku ketika ciuman Brian ingin turun ke dadaku.
"sayang aku sayang menginginkannya" bisiknya sambil mencium telingaku
"tapi disini tempat umum, sudahlah lain kali saja"
"baiklah" ucapnya sambil mencium bibir ku sebagai penutup nafsunya yang sudah sangat memburu.
setelah ciuman pertama kami itu, kini Brian semakin lebih agresif. setiap bertemu kami selalu berciuman bahkan ciuman yang begitu panas.
"sayang, tunggu ya aku ganti baju dulu" ucapnya sambil mencium pipiku.
betapa malunya aku akan perbuatannya yang didepan umum, semua teman-temannya melihat kecupan itu termasuk leo.
ketika Brian pergi ke kamar mandi mengganti pakaian, ku beranikan diri menemui leo
"hai le, lama tidak bertemu" sapaku
"hai" jawabnya cuek
__ADS_1
"le apa kau marah padaku?" tanya ku sedih
"tidak Lia, bagaimana mungkin aku bisa marah terhadap mu. aku hanya tak ingin melihat mu sedih karena selalu bertengkar dengar Brian gara-gara aku. jadi lebih baik aku mengatur jarak terhadap mu" jelasnya
"le terimakasih kau selalu ngertiin aku"
"hm. aku duluan ya Li, ntar pulangnya hati-hati dan jangan terlalu lama pacarannya. bye" ucapnya sambil berlalu meninggalkanku
"Leo kau selalu terlihat tenang dan begitu dewasa. aku merindukanmu le" gumamku dalam hati
saat aku memandangi punggung Leo yang semakin jauh, tiba-tiba Brian mengagetkan ku, dia memelukku dari belakang
"Brian, lepasin ntar ada yang lihat" ucapku padanya.
namun Brian hanya tersenyum lalu melepaskan tangannya dari perutku
"sayang temani aku nyimpan bola yuk digudang belakang" ucapnya lalu aku mengikuti dari belakang
sampai di gudang, Brian mengajakku masuk kedalam dengan alasan dia takut masuk sendiri dan aku mengikutinya. saat aku sudah didalam gudang tiba-tiba Brian mengunci pintu dan langsung mencium ku. ciumannya kali ini berbeda dari biasanya, dengan menarik leherku kedalam dan agak bernafsu. aku mencoba membalas ciuman Brian, kini ciuman kami semakin memanas.
Brian membaringkan ku disebuah matras. kini Brian menindih tubuh ku. dia masih saja melumat bibirku dan menyusuri rongga mulutku dengan kasar, aku terengah-engah dan Brian mendesah ditelingaku sambil menciumi telingaku
"kau milikku sayang ahh... ahh..." bisiknya dengan nafas memburu
"ahh... ahh... sa.... sayanggg... ahh... ku mohon hen... hentikan" ucapku sambil mendesah
"mendesah lah sayang...." ucapnya sambil mencium leherku. kemudian Brian memegang payudara ku dan meremasnya
__ADS_1
"ahhh.... ahhh.... Brian... say.... sayang... ku.. mohon ahh.." ucapku sambil menutup mulut agar desahanku tak terdengar keluar berharap Brian menghentikan aksinya yang mencumbui ku
namun kali ini Brian melumat bibirku sambil mencoba memegang payudaraku secara langsung, menyadari hal itu aku menangkap tangan Brian dan menatapnya tajam